
Acara aqiqah bejalan dengan lancar, Anggito juga turut hadir pada acara tasyakuran tersebut. Dan untuk pertama kalinya Yesa mengunggah acara tersebut ke sosmed setelah mendapatkan izin dari Erlin, namun tetap menyamarkan wajah bintang.
Semua berfoto mengabadikan acara itu, keluarga dari Akram juga hadir ikut mendoakan.
Mereka juga tidak mempersoalkan tentang yesa, sebab Wina sudah menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi hingga mereka memahami persoalan itu.
Sementara Arka, ia melihat postingan Jesika yang menampilkan kebersamaan mereka di acara aqiqah anak itu, saat ini ia berada di tempat terapi pijat yang sering Rio datangi. Fitri dan Asila juga ikut menemani, tapi tidak dengan Andin. Entah kemana perginya dia hanya izin jalan jalan.
"cederanya cukup parah ya, ada tulang yang sedikit bergeser jadi nanti saya akan coba benarkan..." ujar pria itu membuat arka tertegun, kaki nya juga sedikit bengkak karena insiden itu.
namun yang menjadi pikiran adalah bukan tentang kaki nya, melainkan anak Yesa. kenapa mereka menyembunyikan wajah anak itu?
"Astaghfirullah...!" pekik Arka terkejut saat pria itu memegang kaki nya. Sejak tadi arka melamun hingga tidak mendengarkan arahan dari pria itu.
"Ah,,, sakit banget!" Rintih Arka, ia berpegangan pada asila saat pria itu mulai memijat kaki nya yang bengkak.
"Kamu tahan bang, biar sembuh. Kalau sakit kamu kan enggak bisa main bola !" Balas asila membuat Fitri menggeleng kan kepalanya.
"Sini ibu yang pegangin..."
Ujar Fitri lalu merengkuh arka yang trus meringis sakit, ia bahkan berteriak merasua nyeri pada kaki nya.
"Ah,, sakit banget. Enggak kuat !" Ujar arka terhenyak membuat asila tertegun melihat suaminya kesakitan.
"Sabar Ar, nanti juga enggak. Kalau di biarkan malah parah !" Ujar Rio ikut memegangi Arka.
"Sakit banget.......!" Ringis nya hingga mengeluarkan air mata.
Arka juga pernah mengalami cedera namun tidak sampai separah itu, dan Yesa lah yang telaten memijat kakinya dengan tangan sendiri hingga sembuh.
__ADS_1
Mengingat kembali kejadian itu membuat arka merasa semakin pedih, rasa rindu yang terus ia ingkari justru kian membuat ia nyeri.
"Nah, sudah lebih baik. nanti kita urut lagi biar urat nya kembali lentur. Kamu sabar ya arka, aku termasuk penggemar mu !" Ujar pria itu mengulas senyum.
Tak lama coach dan seseorang pria datang membuat asila terkejut. tidak menyangka jika aldrik akan datang dengan pak Reski.
"Gimana keadaannya ?" tanya Aldrik menoleh ke arah asila sekilas.
"Sudah lebih baik bos, untuk sementara tinggal di sini saja sampai kaki nya sembuh !" ujar pria yang memijat kaki arka.
"Bagus Gus, lakukan yang terbaik karena team sangat membutuhkan arka !" Ujar aldrik lalu memberikan sejumlah uang dalam amplop berwarna coklat pada arka.
"Itu untuk memenuhi kebutuhan mu disini, kalau soal jasa Gus itu urusan kami !" tambah Aldrik.
"Terima kasih pak aldrik...!" jawab Arka tidak menyangka dengan simpati aldrik.
"Ya sudah kalau begitu kita kembali, cepat hubungi Reski jika kamu butuh sesuatu !" sambung nya lalu pamit setelah sekilas menoleh ke arah Asila.
***
Andin sudah kembali ke Jakarta dan tinggal Fitri yang mengurus arka, sedangkan asila bolak balik apartemen untuk memenuhi kebutuhan hasrat Aldrik.
Awalnya memang terpaksa tapi lama kelamaan ia juga menginginkannya, apa lagi arka belum bisa memenuhi kebutuhan ranjang nya.
*
Hingga satu bulan berlalu arka fokus pada kesembuhan kaki nya, Ia juga tetap tinggal di kediaman Gus bersama Fitri.
Arka memperhatikan Asila yang masih terlelap di ranjangnya, entah apa yang terjadi dengan istri nya itu. semalam Asila terus mual dan muntah hingga mengganggu tidur nya.
__ADS_1
Beberapa waktu Zidan juga datang menjenguknya di rumah Gus, namun hanya dua hari saja lalu ia kembali ke Jakarta.
Asila membuka mata saat rasa mual kembali menyerang nya, ia langsung bangkit dari ranjang lalu berlari kecil ke kamar mandi.
"Kamu sakit dek...?" tanya arka dari ranjang. Asila tertegun menatap wajah nya yang pucat di cermin. Sudah dua Minggu ini ia telat mendapatkan bulanan, dan semua terjadi setelah kegiatan nya di ranjang bersama aldrik.
"Apa mungkin aku hamil ?" tanya nya sendiri lalu duduk di closet tak menghiraukan seruan arka dari luar.
"jika aku Hamil berarti anak aldrik." sebab baru kemarin ia dan arka berhubungan, sedangkan aldrik setiap hari mengajak nya tidur, ia memang tidak waras. Bisa bisa nya ia melayani mantannya itu.
"apa yang harus aku lakukan jika aku benar-benar hamil ?" Tanya asila lalu memijat keningnya yang terasa berdenyut.
lekas ia keluar dari kamar mandi menghampiri arka yang berdiri menggunakan tongkat.
"kamu sakit dek, dari semalam kamu muntah terus ?" Ujar arka memindai wajah asila tampak bingung.
"hum, ya. Asila tuh udah telat dua Minggu ini bang !" Jawab asila membuat Arka tertegun.
"kamu hamil dek ?" tanya arka mengulum senyum.
"Enggak tahu bang, emang enggak apa-apa kalau asila hamil ?" tanya asila menggigit bibir nya sendiri. Cemas dengan jawaban arka.
"ya enggak apa apa lah, kalau anak Abang enggak mungkin lah Abang marah.!" balas arka lalu meraih tubuh asila kemudian memeluk nya, sedangkan nurani asila mengatakan bahwa jika hamil pun pasti anak aldrik.
***
Di tempat lain...jika asila tengah di landa kecemasan, Yesa justru kini tengah mempersiapkan pernikahan nya dengan Ezi yang akan berlangsung bulan depan.
kedua belah pihak sudah mempersiapkan keperluan untuk acara tersebut, Ezi juga sudah tidak sabar ingin segera pulang.
__ADS_1
Bersambung...
happy reading 😍