Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
hilang solidaritas.


__ADS_3

perlahan Arka membuka mata nya dan melihat ke sekeliling ruangan itu. Arka tertegun mengingat kejadian terakhir ia sadar, netra nya langsung bersirobok pada kaki yang menggunakan gips, terasa nyeri pada tulang kaki nya.


Pupil nya menoleh ke arah pintu yang terbuka, terlihat Fitri dan Om nya masuk ke dalam ruangan itu.


"Arka, kamu sudah sadar ? bagaimana keadaan kamu ? Apa yang kamu rasakan ?"


Fitri langsung menyodorkan arka beberapa pertanyaan.


"Nyeri Bu...!" jawab arka singkat lalu memejamkan mata nya dan bersandar pada ranjang.


"Kamu akan sembuh, sabar yah!" ujar Revi duduk di hadapan arka.


"Arka, kita pulang saja ke Jakarta dan melakukan perawatan di sana. Kontrak mu juga sudah selesai kan, di sana ayah mu juga membutuhkan ibu mu !" sambung Revi membuat arka tertegun sejenak lalu mengangguk kan kepalanya.


"Assalamualaikum..."


Arka menoleh pada beberapa orang yang datang menjenguknya, sebagian menunggu giliran untuk masuk ke dalam.


"walaikumsalam... " jawab Fitri mengulas senyum lalu menyuruh mereka masuk.


"gimana keadaan kamu Ar..?" Tanya Rio duduk di hadapan arka.


"Seperti inilah, mungkin gue akan Risen beberapa waktu. Sampai keadaan kaki gue kembali normal !"


"Ya, Lo Sabar Ar. Kita pasti dukung Lo. Tahu enggak sih Ar, suporter Lo tuh ngamuk lihat keadaan Lo, pertandingan juga jadi berantakan !"


Arka terkekek kecil lalu kembali menghela nafas panjang, kejadian itu begitu cepat hingga ia tidak bisa menghindari serangan pria itu, Arka merasa jika pria itu seperti sengaja ingin mencelakakan nya, namun ia tidak memiliki bukti kuat karena itu dalam arena permainan. Namun arka tidak akan pernah lupa dengan pria itu.

__ADS_1


Hampir semua melihat keadaan arka termasuk coach dan pengurus team, mereka juga memberikan sumbangan sebagai rasa simpati seorang teman dan anggota team yang solid.


Arka bersyukur karena mereka begitu peduli dan mau membantu nya, lepas dari itu ada seseorang yang arka pikirkan.


Arka yakin kalau Zidan mengetahui insiden tersebut, namun karena kesepakatan itu mereka tak lagi saling berkomunikasi. Apalagi memindai hubungan nya dengan asila, Arka yakin kalau Zidan kecewa hingga hilang rasa solidaritas nya.


**


Lusa...


Sore itu Arka pindah rawat di jakarta, dengan bantuan teman teman dan coach nya arka bisa langsung pulang ke jakarta setelah dua hari mengurus semua nya.


Mereka juga prihatin dengan keadaan rumah tangga arka yang berujung pada perpisahan, namun arka tidak pernah menceritakan apa yang melanda hubungan mereka hingga kandas begitu saja, bahkan hubungan kerja nya dengan Zidan pun terhenti karena hal itu.


"Pak Zidan kok hanya kasih uang kamu sebagian aja sih, padahal kan banyak Ar...?" Tanya Fitri. Malam ini mereka sudah berada di rumah sakit yang berada di jakarta.


"Coba ibu mau bicara sama pak Zidan ?"


"Nanti arka yang bicara dengan asila soal ini, kemungkinan dia juga sudah kembali ke Jakarta. Sekalian arka bicarakan soal perceraian arka dan asila Bu !"


Fitri menghela nafas panjang saat Andin bercerita tentang kelakuan asila dengan mantan pacarnya, maka Fitri mendukung keputusan arka untuk berpisah, ia malah mensyukuri insiden itu hingga terbongkar semua keburukan Asila, Ia bahkan keguguran karena tabrakan itu.


beruntung dia masih hidup meskipun harus kehilangan janin nya, toh itu juga bukan anak arka. Seperti hal nya sama dengan Yesa, entah apa kurang nya arka hingga mereka bisa melakukan hal itu pada anak nya.


**


Hari ini pernikahan Anggito dan Arum, ibu nya Jesika. Semua Kerabat sudah berdatangan untuk menghindari akad nikah antara mereka.

__ADS_1


Acara di gelar di kediaman Arum, hanya acara sederhana dan mengundang kerabat saja.


Itu permintaan Arum, ia tidak ingin menggelar acara besar karena bagi nya cukup acara sederhana untuk keberkahan keluarga nya kelak.


Kali ini Bintang ikut serta bersama Erlin dan juga Rusli yang turut hadir memberikan doa restu untuk besan sekaligus sahabatnya itu.


Yesa berdiri sejajar bersama Ezi menggendong bintang yang sudah terlelap, sejak saat itu yesa tidak pernah meninggalkan bintang, ia khawatir jika keadaan nya seperti kemarin. Lepas dari itu Yesa mengetahui apa yang terjadi dengan arka lewat berita yang muncul di sosmed.


pantaslah bintang seperti itu, mungkin semua terjadi karena ikatan batin antara ayah dan anak. Bintang seakan tahu apa yang tengah menimpa sang ayah.


Semua tamu undangan duduk di kursi yang sudah tersedia, halaman rumah Jesika sudah di dekorasi dengan indah oleh pihak Wedding organizer, Saat ini semua penghadap pengantin yang hendak melakukan ijab qobul.


"Saya terima nikahnya dan kawin nya, Arumi Wulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas lima puluh gram di bayar tunai..."


"sah...."


"sah..."


Ezi mengulas senyum melihat kebahagiaan sang ayah, sang ibu sudah lama meninggal, beliau memang butuh teman hidup untuk menemani perjalanan nya.


Ezi berharap kalau ibu nya Jesika bisa menjadi yang terbaik mengganti kan posisi sang ibu yang kini sudah berpulang.


"Besok kita berangkat ke Swiss, semua urusan sudah beres... Alhamdulillah ya dek."


Ujar Ezi menyatukan kepala nya dengan Yesa.


Bersambung..

__ADS_1


Happy reading 😍😍😍


__ADS_2