Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Mengalah.


__ADS_3

Yesa duduk di dekat meja rias menghadap kotak musik pemberian dari Ezi. Waktu sudah larut namun Arka belum juga kembali sejak tadi.


Apa yang harus ia lakukan ? sementara ia tidak mau LDR dengan Arka, berdekatan saja mereka seperti orang asing apalagi jauh.


lagi lagi Yesa menelan Saliva pahit lalu bulir bening itu meluncur bebas dari matanya.


"Apa aku harus mengalah demi karir kamu bang, apa aku tidak lebih berarti dari hobi kamu itu ?"


Gumam Yesa menyeka air matanya lalu mematikan kotak musik tersebut.


Yesa menoleh ke arah hujan yang turun, entah dimana Arka berada ? mungkin lebih baik tidur dari pada menunggu yang tidak pasti.


Pagi...


Yesa terbangun dan melihat arka baru pulang dari masjid, ia tidak menyapa atau menoleh sedikit pun pada Yesa yang berada di ranjang.


Arka masuk ke dapur lalu membuat teh hangat sendiri kemudian membuat roti bakar.


"Bang, kamu pulang jam berapa ?"


Tanya Yesa mengigit bibirnya sendiri, mencoba untuk sabar dan mengalah pada suami nya Itu.


"jam sebelas. aku dari rumah pak Rudi ! bulan depan aku ke malang !"


Jawab Arka lalu pergi meninggalkan Yesa sendiri.


Yesa menarik nafas dalam-dalam lalu berpegangan pada kursi, antara ingin berteriak atau tidak sadar kan diri.


kenapa arka seperti itu ?


Yesa mengigit tangan nya sendiri untuk meredam emosi nya, ia berusaha untuk mengendalikan diri dan tenang menghadapi keadaan itu. Padahal ingin sekali rasanya menangis meraung.


Yesa menarik ingus nya lalu menyeka air matanya, Ia beranjak dari duduknya lalu masuk ke kamar mandi dan melaksanakan shalat subuh sendiri. Arka sendiri sudah pergi kerja tanpa pamit.


Lepas sholat Yesa membuat sarapan untuk nya sendiri, saat seperti itu lebih baik diam dan tidak menghiraukan sikap Arka.


Berdebat pun hanya menghabiskan energi nya, sebab arka tidak akan mendengar pendapat nya, ia selalu merasa paling benar.


Yesa melahap nasi goreng pedas itu sendiri, mengalihkan pikiran nya untuk tidak memikirkan Arka.


kalau memang keputusan nya tidak bisa di rubah, maka Yesa hanya bisa pasrah dengan keadaan.


Yesa menoleh ke arah ponselnya, mungkin lebih baik mencari lowongan pekerjaan, kalau arka pergi ke Malang lebih baik Yesa bekerja saja agar ia tidak bosan di rumah.


Beberapa lowongan pekerjaan muncul dari beberapa aplikasi, ada satu lowongan pekerjaan di sebuah kantor pemasaran perumahan dan ruko yang baru di bangun di daerah mutiara garden.


Yesa langsung mencoba memasukkan lamaran nya lewat email beserta beberapa SV nya.


mungkin saja ada rezekinya di kantor itu, Mungkin lebih baik kerja ketimbang meruntuki nasib nya memikirkan Arka yang tidak mau memahami nya.


Sambil menunggu jawaban Yesa mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari cuci baju, beres beres kamar, ruangan dan lainnya.


dua jam berlalu yesa selesai mengerjakan tugas nya, Gegas Yesa menghampiri meja lalu menyambar ponselnya yang berdering.


terlihat satu notifikasi masuk dari kantor pemasaran yang tadi ia kirim kan lamaran nya.


Yesa melebarkan matanya saat melihat keterangan bahwa ia di terima kerja di tempat itu, dan besok ia bisa mulai bekerja.

__ADS_1


Yesa begitu senang hingga ia melupakan keletihan nya setelah membereskan rumah, Gegas ia masuk ke kamar dan berniat pergi ke rumah ibu nya untuk memberi tahu hal itu.


***


Ezi senyum saat melihat SV seorang perempuan cantik yang menjadi mantan kekasihnya, tentu saja langsung di terima karena perusahaan tersebut milik keluarga Ezi.


kantor pemasaran nya memang tengah membutuhkan seorang sekertaris, namun Ezi tidak akan memberi tahu Yesa dulu kalau kantor itu milik perusahaan nya.


Biarkan saja ia bekerja tanpa mengetahui kalau ia lah yang mengelola perusahaan tersebut.


*


Yesa masuk ke dalam setelah mengucapkan salam, terlihat Erlin tengah memasak sendirian di dapur.


"Bu, mana Wina ?"


tanya Yesa duduk di kursi meja makan lalu mengambil salah satu buah pisang.


"Belum pulang kuliah, mungkin sebentar lagi. ada apa Yesa?"


Tanya Erlin duduk di hadapan Yesa.


"Bu, besok Yesa kerja !"


Jawab Yesa memberi tahu tentang pekerjaan itu, Ia juga memberi tahu Erlin tentang rencana keberangkatan Arka ke malang.


"kamu sudah minta izin sama arka mau kerja ?"


Tanya Erlin memindai wajah putri nya itu.


"Ya belum bu, tapi nanti sore Yesa izin sama Arka. Yesa sih yakin dia pasti ngasih izin Yesa untuk kerja !"


beberapa waktu ini arka juga sibuk dengan pekerjaan dan hobi nya.


Dari pada kesepian lebih baik ia kerja saja.


"ya sudah, Tapi kalau arka melarang kamu enggak boleh membantah!"


Yesa mengangguk, sang ibu selalu menasehati nya agar patuh pada suaminya. kemudian ia mengobrol dengan Erlina hal random sambil mencicipi makanan yang selalu lezat di lidah.


lepas itu Yesa kembali ke rumah untuk masak karena waktu juga sudah sore.


"Hati hati kamu di jalan nya yesa!" pesan sang ibu.


"Ya Bu !"


jawab Yesa lalu pergi meninggalkan kediaman itu.


Setengah jam kemudian Yesa sampai di rumah, Ia langsung ke dapur untuk menyiapkan bahan makanan yang hendak ia masak.


Yesa memasak makanan kesukaan Arka, dan melupakan kejadian tadi pagi. Yesa memang tidak pernah memperpanjang masalah, ia selalu mengalah dan sabar dengan sikap Arka yang terkadang tidak pernah memikirkan perasaan nya.


Usai masak Yesa mandi lalu menunaikan shalat ashar karena sebentar lagi arka pulang.


"Assalamualaikum.."


Arka menyembul masuk berbarengan dengan Yesa yang keluar dari kamar. Arka menoleh pada Yesa yang sudah cantik dan wangi.

__ADS_1


"walaikumsalam... kamu sudah pulang bang !"


jawab Yesa menghampiri sambil mengulum senyum.


"Kamu udah cantik, mau kemana ?"


tanya arka membuat Yesa tertegun.


Mereka memang jarang bertemu di waktu sore, kadang jika tidak lembur kerja arka langsung pergi ke stadion untuk menonton pertandingan bola.


Sering nya mereka bertemu pada malam hari saat Yesa sudah menggunakan piyama tidur nya.


"enggak kemana mana. setiap hari juga seperti ini, kamu saja yang jarang liat aku sore hari!"


jawab Yesa lalu meraih tas Arka kemudian menyimpan nya di kamar.


"Habis magrib lihat pertandingan bola yuk di stadion. malam ini Kenan main !"


Ujar Arka membuat Yesa tertegun sejenak.


"Kamu juga main bang ?"


tanya Yesa memindai wajah arka.


"enggak, beda usia sama Abang. kalau Abang main nya weekend ini !"


jawab arka lalu menghampiri meja makan.


"kita nonton aja !"


Sambung arka lalu meminta Yesa menuangkan nasi dan lauk pauk pada piring.


Arka langsung makan dengan lahapnya tanpa beban apapun, merasa apa yang terjadi kemarin dan tadi pagi adalah hal yang biasa hingga ia tidak sedikitpun mengingat nya, apalagi membahas nya kembali.


Yesa masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan pakaian Arka karena setelah makan ia bilang mau mandi.


Yesa duduk di hadapan arka yang makan sambil memainkan ponsel nya, terkadang jengah dengan semua ini, tapi ia selalu berusaha untuk mengerti tabiat suami nya yang memang seperti itu.


Yesa selalu mengalah dan sabar saat perasaan nya di sepele kan, berharap suatu saat nanti arka sadar akan sikap nya yang tidak menyenangkan itu.


"Mau ikut nonton kan !?"


tanya arka setelah menghabiskan makanan nya, Yesa hanya mengangguk sambil tersenyum getir.


"Sabar ya Yesa! semoga kamu bisa melewati semua ini !"


batin Yesa meracau memberikan semangat untuk diri nya sendiri.


*


*


**


bersambung...


Terima kasih sudah mampir 😍😍😍

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar ya, author sangat butuh dukungan nya 😍😍


__ADS_2