Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
kabar duka.


__ADS_3

Sore itu Asila masuk ke ruang operasi, jantung nya berdegup kencang dan wajah nya tiba-tiba memucat. Beberapa kali ia mengucap bismillah agar tenang menjalankan operasinya.


Air mata tiba tiba saja menetes dari pelupuk mata nya, Ia ingin sekali bertemu dengan sang ayah. Semoga kedepannya ia bisa memperbaiki diri jika Tuhan berkenan memberikan nya kesempatan.


**


Proses hukum aldrik tetap berlanjut, ia juga mendengar tentang kasus yang dialami oleh Zidan. Sebenarnya ia sudah curiga, namun ia belum sempat mencari tahu hal itu. pernah beberapa kali arka menanyakan perihal gajih nya di team Bali united. Karena Apa yang di katakan oleh Zidan tidak di sesuai dengan teman yang lain nya.


Aldrik masih berbaik hati memberikan semua gajih terakhir nya langsung ke ATM Arka, ternyata selama ini Zidan cukup licik mengelabui anak buah nya.


Mungkin nanti mereka akan bertemu di tahanan, dan Aldrik berpikir untuk menambahkan gugatan agar ia lama mendekam di penjara.


Aldrik termenung mengingat seseorang yang telah pergi, mungkin tuhan sengaja mengambil Aulia dari nya. Sebab Tuhan tahu bahwa ia tidak pantas bersanding dengan perempuan baik itu. Ia seorang brengsek mungkin lebih pantas mendekam di jeruji. Bukan kah ia dan Zidan sama jahat nya.


Namun aldrik tetap meminta pengacara untuk membujuk orang tua Aulia agar mau berdamai dengan nya, walau bagaimanapun ia tidak sengaja melakukan hal itu, ia juga merasa bersalah dan menyesali kejadian itu. Aldrik pun sama kehilangan, namun ia bisa apa saat Tuhan Yang menentukan segalanya.


"Aulia, maaf kan aku. Mungkin kamu lebih pantas menjadi bidadari di surga ketimbang menemani aku yang hina dan penuh dosa..."


batin aldrik berbicara.


****


Arka tertegun menatap langit senja yang mendung abu abu, tak nampak rona jingga yang biasa memberi kenyamanan mata untuk menatap nya.


Rintik-rintik hujan mulai turun, namun tidak besar. Cuaca berubah menjadi dingin saat angin berhembus kencang meniup rintik rintik hujan hingga terseok-seok.


Menyesali keadaan bukanlah hal yang tepat, mungkin ia harus belajar dari kesalahannya.


Bahwa terkadang apa yang menurut kita benar belum tentu benar adanya.


Arka Sadari kesalahan nya pada Yesa, Selama ini ia lalai dalam mengarungi biduk rumah tangga nya, layaknya nahkoda kapal yang tidak perduli pada penumpang nya saat kapal itu hendak tenggelam. Namun tuhan berkata lain, justru penumpang itu selamat dengan bantuan kapal lain sedangkan Ia tenggelam sendiri dalam kapal itu.

__ADS_1


Arka berusaha terus bangkit dari keterpurukannya, Mungkin setelah ini lapangan hijau hanya akan menjadi sekedarnya saja.


Seharusnya dulu juga seperti itu, namun ia sadar saat semua telah hancur di terjang badai prahara. dan saat ini yang tersisa hanya lah puing puing kenangan.


Arka menghela nafas panjang, kenapa ingatan itu muncul saat semua tak lagi sama.


Atau mungkin ia yang terlambat mengingat nya karena jiwa di kuasai amarah dan cemburu yang membara.


Bintang Adalah anak nya, Arka baru ingat jika ia tidak memakai pengaman saat terakhir kali berhubungan dengan Yesa. Kenapa ia lupa ?


"Astaghfirullah..."


Arka menarik nafas dalam-dalam, pedih itu kembali merajam dada. Ia sudah mengabaikan darah dagingnya sendiri, mungkin tepatnya ia membuang nya begitu saja.


Arka yakin setelah ini Yesa tidak akan pernah mengizinkan nya untuk bertemu dengan bintang.


"Ini tuh anak kamu bang, demi tuhan aku enggak berbuat seperti itu dengan orang lain. Aku masih menjaga apa yang menjadi milik kamu !"


Kali ini tangis itu pecah tak tertahankan lagi, Arka menangis tergugu di kursi rodanya.


**


Dokter berjalan cepat keluar dari ruang operasi, Heni duduk di kursi tunggu bersama anak nya, Lia.


Heni bangkit dari duduk nya lalu menghampiri dokter yang menghela nafas berat.


"Bagaimana dokter operasi nya ?" Tanyakan Heni dengan raut cemas.


"Maaf, Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. tapi pasien tidak kuat."


"maksud nya dokter....?"

__ADS_1


Ngiung ngiung...


dua jam berlalu...


Suara ambulance mencekam di tengah Deras nya hujan, Asila tak mampu bertahan dan ia menghembuskan nafas nya Sebelum operasi itu usai.


Dokter sudah berusaha melakukan yang terbaik, namun takdir berkata lain saat ruh tak lagi mampu bertahan dalam jasad itu.


Zidan menangis meraung saat mendengar kabar duka itu, ia meminta polisi agar memberikan nya waktu untuk mengurus pemakaman sang anak. Dan Polisi pun memberikan waktu hingga acara pemakaman selesai.


Arka membeku saat Lia memberikan informasi mengenai kepergian Asila, di tengah derasnya hujan. Ia pun memaksakan diri untuk melayat mantan istrinya itu. terakhir bertemu saat di Bali. Setelah Itu mereka tidak pernah bertemu lagi, Arka pun memilih untuk tidak berkomunikasi setelah surat gugatan itu tiba di rumah nya.


waktu berjalan begitu cepat, Arka tergugu melihat jenazah asila dalam peti. Rasa sakit itu kian bertambah, luka itu kembali tersayat sayat melihat Asila terbujur kaku di hadapannya, ia memang manusia yang lalai, Semua terjadi begitu saja, dan kepedihan itu kembali menenggelamkan jiwa nya.


"Maaf kan Abang asila.....! Abang akan gugat aldrik dan membuat nya menyesal karena sudah membuat kamu celaka...."


Ucap nya dengan air mata kepedihan.


Dan rasa nya hancur lagi...


Arka tertegun lalu berpikir untuk memberikan aldrik pelajaran, semua memang harus mendapatkan ganjaran dari perbuatan nya.


Seperti hal nya yang telah Zidan alami, rasa sesak kini ia rasakan karena kehilangan Asila. dan semua itu terjadi karena keserakahan nya.


"Aku minta maaf arka...."


Ujar Zidan tanpa mengatakan apa yang sebenarnya telah ia lakukan, ia terlalu pengecut untuk mengakui kesalahannya.


arka hanya menghela nafas panjang, ia merenung sendiri menelaah apa yang telah terjadi dalam hidup nya.


Arka tahu ia manusia penuh dosa, Ia juga sadar akan setiap kesalahan yang sudah ia lakukan. tapi Ia yakin bahwa Allah SWT maha pengampun, Ia menghukum hambanya semata mata agar hambanya kembali ke jalan Nya yang benar.

__ADS_1


bersambung...


Happy reading 👍👍👍😍😍😍😍


__ADS_2