Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
bebas.


__ADS_3

Malam itu Erlin dan Jesika sampai di Jogja, setelah seharian di perjalanan akhirnya mereka menginjakkan kaki di kediaman Hanum.


"Assalamualaikum..."


Ujar Erlin langsung masuk ke dalam rumah.


"Yesa..." seru Jesika memeluk sahabatnya itu.


"walaikumsalam..." jawab Hanum lalu menyuruh mereka masuk.


"Ayah enggak ikut !?" tanya Yesa pada Sang ibu yang langsung memeluk nya.


Tangan Jesika masih menggenggam tangan sahabat nya itu.


Jesika begitu merindukan sahabat nya itu.


"Enggak, ayah dan Wina sedang sibuk !" Jawab Erlin memindai wajah Yesa yang sedikit cabi. Tubuh nya juga terlihat berisi.


"Anak ibu gemuk !" cetusnya membuat Yesa terkekeh kecil.


"Ayo duduk dulu !" titah Hanum dan di anggukan oleh mereka.


"Ibu datang mau bikin acara empat bulan kandungan kamu yes, sesuai perintah Ayah !" Ucap Erlin kembali memindai wajah Yesa. Putri nya itu langsung menoleh ke arah Sang nenek.


kemarin Hanum dan Ezi juga membicarakan hal itu, Ezi bahkan mengatakan bahwa ia yang akan mengurus catering nya jika ia berencana menggelar acara syukuran.


Ezi bilang kebetulan ia memiliki teman di Jogja, Ia yang akan mengurus catering nya. Namun berbeda dengan Hanum yang ingin memanfaatkan hasil kebun mereka.


"Eyang sama bang Ezi juga kemarin membahas soal itu!" jawab Yesa mengulas senyum.


"Ezi...?" tanya Erlin dan di anggukkan oleh yesa.


"Ya, dia tuh malah udah bahas soal perlengkapan bayi. Bang Ezi bilang biar nanti dia yang beli di Swiss !"


sambung Yesa membuat Erlin tertegun.


"So sweet gaes, jangan jangan emang Daddy nya !" Sergah Jesika membuat Yesa membulatkan matanya.


"Enggak, sialan Lo Jes. Itu fitnah tahu enggak ?" Sanggah Yesa lalu menggelitik sahabat nya itu hingga tertawa terbahak-bahak.


"Ampun yes, abis Abang Ezi tuh perhatian udah kayak bapak nya !" cetus Jesika terkekeh kecil.


"Ya, kenapa Ezi sebaik itu !"


Tanya Erlin.


"Ya, emang dia baik !" jawab Yesa mengulum senyum.


"jadi keputusan nya apa ?" tanya Hanum, tak lama bibi datang membawa makanan dan minuman.


"Eyang bilang bang Ezi yang atur saja. Malahan kemarin eyang udah video call sama bang Ezi." jawab Yesa lalu terkekeh sendiri.


Eyang Hanum dan Ezi memang berbicara mengenai hal itu kemarin, dan Hanum menerima niat baik Ezi.


mungkin ia ingin membuktikan kesungguhan nya pada Yesa.

__ADS_1


"Ya sudah jadi kapan acara nya ?" tanya Erlin. Ia sendiri tidak keberatan, semoga kehadiran Ezi mampu menyembuhkan luka hati Yesa karena arka.


"Nanti Yesa telpon bang Ezi dulu, sekarang kan udah ada ibu di sini !" jawab Yesa lalu menelpon Ezi.


Tak lama Ezi mengangkat telepon nya. Terlihat Ezi masih tidur.


"Ada apa sayang ?" tanya Ezi membuat Yesa terperangah mendengar kata sayang. Ia memang menyuruh Yesa menghubungi nya jika ibu sudah setuju dengan rencana mereka.


"Ada ibu bang !" jawab Yesa membuat Ezi melebar kan mata nya. lekas ia bangun lalu duduk bersandar di ranjang.


"Gimana dek, udah deal ?" tanya Ezi mengalihkan ke panggilan video.


Ezi tersenyum melihat wajah cantik kekasih nya itu, tak apalah sekarang kan yesa singel jadi tidak masalah jika ia memanggil nya sayang atau kekasih.


"Ibu sudah setuju, tapi apa...?"


Tanya Yesa merasa tidak enak, tapi Ezi tidak mau ia menolak.


"enggak, nanti Abang hubungi teman Abang ya. nanti Abang berikan nomor kamu biar bisa share lokasi kamu dek. nanti dia urus, kamu duduk manis aja ya !" sergah Ezi mengulas senyum.


"Oke.... terimakasih bang!"


"Abang lanjut tidur ya dek !"


Yesa mengangguk lalu mengakhiri telepon nya.


Ezi memang sengaja mempersiapkan semua itu untuk Yesa, toh semua yang ia berikan adalah hasil jerih payahnya sendiri. gajih yang ia dapatkan cukup besar, sedangkan untuk kebutuhan kuliah nya sudah di tanggung oleh sang ayah.


Awalnya Yesa juga menolak, tapi Ezi trus memaksa dan tidak menerima penolakan, ia bahkan langsung berbicara pada Hanum.


*


jawab Yesa kala itu membuat Ezi terkekeh.


"enggak apa apa, jadi cewek memang harus matre. Abang suka !" jawab Ezi membuat Yesa heran.


*


Dulu saat pacaran dengan Arka, ia malah yang sering bayarin makan. Enggak setiap mereka pergi keluar sih, tapi Arka tuh hemat banget. Enggak royal seperti Ezi.


Arka selalu mengatakan untuk Hemat dan menabung.


memang bagus, tapi Arka terlalu hemat hingga terkesan pelit.


dan sekarang Ezi malah enggak pernah hitungan kalau beliin apa apa.


kemarin juga ia mengirim kotak musik yang baru saat Yesa mengatakan kalau kotak musik yang Ezi berikan hancur karena di lempar arka.


*


Jesika memperhatikan Yesa yang tengah termenung sendiri menatap langit yang gelap lewat jendela kamar.


"gue tahu, Lo pasti lagi berdoa biar Ezi cepat pulang kan." ujar Jesika membuat Yesa terkekeh.


"Sok tahu, udah sana tidur..." Jawab Yesa lalu kedua nya naik ke Ranjang.

__ADS_1


"nih kemarin Ezi tuh kirim kotak musik lagi..." ujar Yesa menunjukkan sebuah kotak musik yang lucu berwarna pink.



"Yes,Lo tahu kan kalau Arka udah nikah lagi ?" tanya Jesika dan di anggukkan oleh Yesa. Jesika ingin tahu apa tanggapan Yesa.


"Ya, trus menurut Lo gue harus apa? Sedih? Bunuh diri ?" tanya Yesa membuat Jesika terperangah.


"gue enggak segila itu meskipun dunia terkadang terlalu mengajak gue bercanda, Lo tahu kan. Gue cuma enggak mau stres, karena itu akan berimbas pada kandungan gue. Mencoba menghibur diri sendiri, setiap bangun tidur gue selalu menyerukan semangat, melupakan mereka yang tidak menganggap gue dan anak gue." Ujar Yesa menyeka air matanya yang jatuh tanpa izin nya.


Jesika langsung memeluk sahabatnya itu, ia tahu Yesa tidak sekuat itu. Namun ia tidak ingin menunjukkan kelemahan nya pada siapa pun. dan hanya Jesika yang paham seperti apa Yesa jika sudah menunduk seperti itu.


"Gue berharap kalau Asila bisa jadi yang terbaik untuk Arka, karena mereka kan satu hobi. Suka sama bola, betah di lapangan !"


"Ya emang Lo, tidur mulu !" jawab Jesika membuat Yesa terkekeh lalu keduanya merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Enggak nyangka loh kita tuh serasa, status sama, gue pikir gue doang yang berantakan." Ujar Jesika tertawa kecil.


Sama sama menjanda di usia muda, namun kedua nya berpikir itu lebih baik ketimbang berdiam diri dalam kepedihan. Kalau seperti ini kan bebas.


"enggak apa apa. bebas....!" jawab Yesa lalu kedua nya kembali terkekeh.


Erlin mendengar tawa dari dalam kamar yesa, seperti nya mereka tengah bercanda.


syukurlah Yesa baik baik saja, walaupun bagaimanapun Erlin tahu semua tidak mudah. Ia tidak menyangka secepat itu arka menikah lagi. Padahal mereka belum lama bercerai, apa karena langsung talak tiga hingga tidak ada kemungkinan untuk kembali. Namun yang terpenting saat ini adalah Yesa baik baik saja.


***


Sore itu arka dan Asila sampai di Surabaya. Mereka langsung mendatangi rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka.


"Cukup lah untuk kita berdua, jadi nanti kamu enggak terlalu capek beres beres rumah nya dek!" ujar arka masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu besar dengan dua kamar di dalam nya.


"Aku enggak biasa beres beres rumah, kita pakai pembantu aja deh. Aku mau ikut kamu ke lapangan. Bosen lah kalau aku di rumah terus !" Elak Asila membuat Arka tertegun.


"pembantu ? Rumah kita enggak gede kok. Masih besar rumah ku yang di jakarta. Yesa bisa kok urus tanpa pembantu !"


Jawab arka membuat Asila terperangah.


"jangan bandingkan aku sama Yesa ya bang, aku enggak suka. Pokoknya aku mau pakai pembantu !" Cetus Asila lalu melengos pergi meninggalkan arka ke dalam kamar.


Bersambung...


🎢🎢


Tak kan sia kan dia....


belum tentu ada yang seperti Dia..


🎢


πŸ˜…πŸ˜…


Happy reading semoga terhibur ya para reader 😍


terimakasih yang sudah setia.πŸ‘πŸ˜

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya ya, jangan lupa like dan komen. OkehhhhhhπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ˜πŸ™


****


__ADS_2