
Erlin membicarakan keinginan yesa untuk tinggal dengan kakek dan neneknya di Jogja pada Rusli.
"Ayah enggak keberatan, tapi apa tidak apa-apa kamu jauh dengan kami, Yesa ?"
Tanya Rusli membuat Yesa tertegun, ia terus memindai wajah cantik putri nya.
"Enggak apa apa, Yesa juga di sana tinggal sama keluarga ibu. jadi apa yang harus di khawatir kan. Ayah tenang aja, Yesa udah biasa sendiri kok."
Rusli tertegun sejenak lalu menyuruh yesa mendekati nya.
"kenapa yah ?" tanya Yesa mengulas senyum.
"Kamu yakin baik baik saja ?"
Tanya Rusli membuat Yesa tertegun, terlihat manik Erlin berkaca kaca.
"Yesa pasrahkan sama Tuhan, gimana Dia aja. Yesa yakin tuhan akan menunjukkan kebenaran. Yesa tak sepenuhnya salah. Saat ini Yesa berusaha untuk baik baik saja demi janin yang berada dalam rahim Yesa, karena jujur Yesa sangat mendambakan kehadiran nya, Yesa bahkan enggak sabar yah ingin dia lahir ke dunia ini. Dari pada Yesa jadi omongan orang trus, mending Yesa tinggal di rumah eyang !"
Cakap Yesa tersenyum getir, tak ingin lagi menangisi semua itu.
Rusli tidak menjawab, Ia hanya mengusap wajah nya pertanda bimbang.
"Wina ikut antar kalau mau pergi ke Jogja kak!" ujar Wina dan di anggukan yesa.
"Ya sudah weekend ini Kita berangkat !" Jawab Rusli membuat Yesa mengulas senyum.
***
Arka sudah sampai di Surabaya dan ia di sambut baik oleh team nya, sore ini ia sudah mulai bergabung dengan team untuk latihan.
weekend yang akan datang akan ada pertandingan melawan Madura FC.
Arka memijat keningnya saat merasa pusing dan tiba tiba mual.
"kenapa Lo Ar ?" tanya Bima mendekati Arka yang memijat tengkuk nya sendiri.
"Enggak tahu, tiba tiba pusing dan mual !" jawab arka lalu beranjak pergi ke kamar mandi saat merasa ingin muntah.
"Lo masuk angin kali Ar, coba minum obat masuk angin terus istirahat sebentar !" ucap bima memindai wajah arka yang pucat.
"seperti nya begitu, gue istirahat dulu masih ada waktu satu jam !" jawab arka lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.
Arka tertegun mengingat Yesa.
*
"bang, kamu kenapa sih tidur terus?" tanya Yesa menghampiri ranjang lalu naik ke atas tubuh nya.
"Astaga Yesa berat, Abang tuh sakit. pegel pegel!"
isteri nya itu malah terkekeh lalu mengambil minyak zaitun.
"Sini Yesa pijat bang, setelah itu Abang minum obat, terus tidur. besok nya pasti segar lagi !" ucap Yesa lalu memijat tubuh nya yang lelah.
*
Arka menghela nafas berat, rasa pahit tiba tiba menyekat tenggorokan nya yang kering. kenapa mengingat semua itu terasa begitu menyakitkan?
__ADS_1
"kenapa Lo tega banget sama gue, yes. Padahal gue cinta sama Lo !" batin Arka lalu memejamkan matanya yang basah.
Talak tiga...!
Arka juga tidak tahu kenapa kata itu keluar begitu saja dari mulut nya, tapi memang ia sendiri tidak berpikir untuk kembali pada yesa.
Arka mengambil ponselnya lalu membuka Instagram miliknya dan terlihat Yesa menggugah story.
"Aku hanya insan biasa yang tidak luput dari dosa, lantas kalian seperti apa? Suci kah tanpa dosa? Aku tahu Tuhan tidak tidur dan ia akan menunjukkan kebenaran nya."
Arka memalingkan wajahnya dari ponsel lalu menyimpan nya di nakas.
"cantik istri Lo...!"
banyak teman nya yang mengatakan seperti itu, tapi untuk apa cantik jika kelakuan nya minus.
Seharusnya ia tidak melakukan hal itu karena selama ini ia juga setia, hanya karena ia selalu mengutamakan hobi lantas membuat nya tega mengkhianati. permasalahan yang lain mungkin bisa di maklumi, tapi tidak dengan pengkhianatan. Arka benar benar merasa sakit hati dan enggan memberikan toleransi hingga perceraian menjadi keputusannya.
Bukan hal yang mudah menjalani semua itu, sebab ia masih mencintai nya. namun sekuat tenaga arka akan melupakan.
"obat sakit hati karena perempuan yang perempuan juga, maksud gue Lo cari pengganti Istri Lo !" ujar Bima membuat Arka tertegun.
Ia mengetahui permasalahan arka, siapa yang tidak tahu kalau pesepakbola tampan itu tengah mengalami patah hati karena istri nya selingkuh.
"Ya, Lo bener bim !" jawab arka tersenyum kecil.
"perempuan cantik banyak, kita tuh punya prestasi, uang. perempuan mana sih yang menolak. jadi laki laki harus berpikir luas Ar?" tambah Bima menepuk pundak teman nya itu.
"gue duluan ke lapangan !" sambung nya lalu pergi meninggalkan Arka.
***
"Dari siapa mas ? Perasaan saya enggak pesan !" ujar Yesa sedikit heran.
"Dari pak Ezi, silahkan di terima !" jawab kurir tersebut memberi sebuah bok lumayan besar.
Pria itu tidak pernah henti menghubungi nya, dan entah apa yang ia kirimkan untuk nya.
"Apa itu yes ?" tanya Erlin menghampiri saat Yesa tengah membuka bok paket tersebut.
Yesa tersenyum saat melihat beberapa bok susu ibu hamil, switer tebal dan beberapa kaos kaki cantik.
Yesa sudah memberi tahu Ezi bahwa ia akan tinggal di Jogja untuk sementara waktu.
Yesa tersenyum lalu menoleh pada ponsel nya yang berdering.
"halo... sudah sampai paket nya ?" tanya Ezi langsung membuat Yesa mengulas senyum.
"enggak salah tuh, banyak banget susu nya bang ?"
"Enggak apa apa, itu stok untuk satu bulan. Jangan telat minum susunya." Ujar Ezi tersenyum di seberang sana.
"Makasih bang !" balas yesa.
"ya, kalau butuh sesuatu kamu bilang sama Abang !"
__ADS_1
"enggak enak lah, minta mulu !" sergah Yesa terkekeh kecil.
"enggak apa apa, kan Abang yang nawarin !"
"hum, gimana kuliah nya bang ?" tanya Yesa.
"lancar dek, Abang sambil kerja. tiga tahun lah Abang kejar biar cepat selesai. Sekarang aja pengen pulang!" Ujar Ezi membuat Yesa terkekeh kecil.
"selesaikan kuliah nya dulu jangan gusar seperti itu, buat orang tua Abang bangga !"
"Ya tapi Abang cemas sama kamu dek !"
"cemas kenapa ? Orang baik baik aja kok!" jawab Yesa membuat Ezi terkekeh.
Keduanya mengakhiri telpon lalu kembali pada kehidupan masing-masing.
Erlin sendiri tidak melarang Yesa berkomunikasi dengan Ezi, toh Yesa juga sudah berpisah dengan arka. Erlin melihat Yesa terlihat senang saat berkomunikasi dengan Ezi, sedikit banyak seperti nya kehadiran Ezi dapat menghibur hatinya.
"Sudah siapkan barang barang yang mau di bawa ke Jogja ?" tanya Erlin dan di anggukan oleh Yesa.
Lalu tak lama terlihat Jesika dan teman teman yang lain nya datang. "Yesa pikir mereka tidak akan kemari." ucap Yesa lalu keluar dari rumah untuk menyambut mereka.
Yesa memang memberi tahu mereka bahwa besok ia akan ke Jogja dan tinggal di sana.
Erlin juga sudah menghubungi orang tua nya dan memberi tahu kedatangan mereka.
"Ngapain ke sini !?" tanya Yesa terkekeh kecil melihat ekspresi wajah teman nya yang langsung terperangah.
"makan makan dong yes, kalau mau perpisahan." jawab Roki membuat Yesa terkekeh lagi.
"Ayo masak sendiri di dalam kalau mau makan bersama, bahan nya ada tuh di dalam !" jawab Erlin membuat wajah mereka sumringah senang.
"benar Bu ?" tanya Wida menghampiri Erlin.
"Ya, tapi tertib ya. paham kan maksud ibu !" jawab Erlin mengulas senyum.
"siap Bu !" jawab Wida lalu menghampiri dapur bersama Luna.
"ini mah team liwet, kemana mana makan mulu, tapi gue juga mau !" ujar Jesika terkekeh kecil.
Erlin bersyukur karena Yesa memiliki teman yang peduli terhadap nya, Hingga perpisahan dengan arka tak begitu membuat nya terpuruk.
Menghilang lah sepuas mu, bukan kah kau yang mengajarkan ku terbiasa tanpa mu....
Bersambung...
Terimakasih yang masih setia.😍😍😍
Perempuan mana yang tidak mendambakan perhatian?
perempuan mana yang tidak ingin di mengerti?
Setiap perempuan mengharapkan pasangan nya peka? betul enggak?
berikan hak nya, jangan tunggu ia meminta apalagi sampai mengemis.
Ngenes gaes, nelangsa....😅😅
__ADS_1
🙏🙏😍