Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
wanita mandiri.


__ADS_3

Sebelum pergi ke rumah Ezi, Yesa menidurkan bintang terlebih dahulu di kamar nya. Weekend ini mereka akan pergi ke Swiss dan tinggal di sana. Yesa menatap wajah bintang lekat lekat.


"Kamu tuh mirip banget sama dia, kayak enggak ada mommy sama sekali. Padahal mommy lah yang paling menyayangi kamu, kalau boleh meminta. Mommy enggak mau wajah kamu mirip dengan nya, dan dia enggak perlu tahu tentang kamu. Karena sebelumnya juga...." Batin Yesa teringat dengan ucapan arka yang tidak ingin memiliki anak dulu sebelum ia benar benar siap? Kapan siap nya ? Bukan kah waktu akan terus mengikis, sedangkan kita terus terlena dengan kesenangan dunia.


"sayang, ayo berangkat sekarang. Bintang sudah tidur kan ?" Tanya Ezi menghampiri Yesa yang tengah berdiri di hadapan bok milik bintang.


"Ya bang, ayo berangkat sekarang !"Jawab Yesa mengulas senyum manis. Istri nya itu tampil cantik dengan dress bercorak bunga berwarna biru muda, di padukan dengan pasmina berwarna merah muda. Ezi langsung menggandeng perempuan cantik itu keluar dari kamar.


"Bu, Yesa berangkat sekarang. Bintang sudah tidur kok.!"


"Ya, nanti ibu lihat. Kalian hati hati di jalan ya !" Pesan Erlin lalu kedua nya pamit seraya mencium tangan sang ibu. Rusli sendiri sudah kembali ke kantor nya, dan Wina tengah pergi bersama Akram.


*


"Ayah tuh kayanya udah cocok sama Ibu Arum, menurut kamu gimana dek ?" Tanya Ezi di sela perjalanan mereka menuju rumah Anggito.


"Yesa setuju, ibu Arum itu baik. Dia juga wanita yang mandiri. Eca tahu betul bagaimana beliau." jawab Yesa. Arum itu tak jauh beda dengan sang ibu yang rajin dan pekerja keras.


Erlin, Sang ibu juga selalu mengajarkan kepada anak anak nya untuk menjadi wanita yang rajin, mandiri dan tidak mengandalkan orang lain. Meskipun sang ayah memiliki penghasilan banyak tapi ibu tetap menerima pesanan kue, beliau mengatakan bahwa ia harus membantu sang ayah menabung, keduanya memiliki cita cita pergi Haji. Dan rencana dua tahun ke depan mereka akan pergi Haji.


Tak lama mereka sampai di rumah besar itu, Yesa memang belum pernah menginjak rumah milik keluarga Ezi. Mobil langsung masuk dan parkir di halaman rumah yang tidak jauh dari pintu.


Terlihat firman dan istri nya tengah berkemas dekat mobil, seperti nya mereka hendak kembali ke Kalimantan.

__ADS_1


"Assalamualaikum.." Sapa Ezi lalu keduanya menoleh.


"walaikumsalam... " jawab firman mengulas senyum, berbeda dengan Sang istri yang tak ramah. Ia bahkan langsung memalingkan wajahnya membuat Yesa terheran. Namun dengan cepat Ezi mengajak nya masuk tak menghiraukan kakak ipar nya itu.


Ezi menghampiri ruang keluarga dimana Anggito tengah duduk sendiri.


"Hai kalian sudah datang !?" tanya Anggito saat melihat kedua nya menghampiri.


"Assalamualaikum.." Ezi dan Yesa menghampiri lalu mencium tangan Anggito kemudian duduk di hadapan pria itu.


"Kapan kalian kembali ke Swiss ?" tanya Anggito memindai wajah kedua nya.


"Weekend ini, Ezi sudah bilang kok sama alma. Hum.. Ezi pikir kak firman sudah pulang ke Kalimantan !"


"belum, mereka habis pergi berlibur ke Bandung kemarin !" Ujar Anggito.


Anggito ingin acara pernikahan nya di laksanakan sebelum Ezi kembali ke Swiss, agar semua nya kelar dan mereka ikut menyaksikan kebahagiaan nya.


"Yah, Firman berangkat sekarang. Takut macet dan ketinggalan pesawat !" Ujar firman menghampiri obrolan mereka.


"Ya, sudah pergilah. Hati hati ya, jaga cucu ku !" Jawab Anggito lalu memeluk cucu laki laki nya. Usai itu keduanya pamit pada Ezi dan Yesa.


"Ezi sih setuju saja kalau ayah rasa ibu Arum yang terbaik untuk ayah !" sambung Ezi kembali pada pembahasan awal.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, temani ayah melamar ibu Arum nanti malam. Kalian di rumah ini saja lah dulu. Hum... bintang tidak di ajak?"


Tanya Anggito baru ingat dengan bayi itu.


"Tidak, hum...ibu yang minta bintang tetap di rumah, kondisi nya juga baru sembuh, kemarin ia Demam !"


Anggito mengangguk mendengar penjelasan Ezi.


"Ya sudah Ayah berangkat ke kantor dulu, kalian santai santai saja berdua ya !" Pamit Anggito lalu pergi meninggalkan keduanya.


"Ayo sayang, kita ke kamar Abang saja !"


Yesa mengangguk lalu beranjak mengikuti langkah Ezi yang menggenggam tangan nya.


***


Dokter mengatakan kondisi asila sudah lebih baik dan boleh pulang siang ini. Zidan memutus kan untuk memesan hotel untuk mereka berdua sampai Esok kembali ke Jakarta. Malam ini juga pertandingan arka yang terakhir, tentunya Zidan sudah merencanakan sesuatu untuk memberikan arka pelajaran, tidak semua orang berdiam diri atas sikap nya yang semau nya, Seharusnya arka melihat nya sebagai seseorang yang membuat nama nya besar, namun semua itu tidak ia indah kan. Arka enggan memberikan kesempatan sama sekali pada asila, manusia memang tidak luput dari salah, tapi jika ada kesempatan Zidan yakin asila akan berubah dan tidak mengulangi kesalahannya lagi, apalagi sekarang aldrik dalam masalah.


Arka sendiri sudah tahu dari dokter bahwa Asila keluar hari ini dari rumah sakit, arka menanyakan hal itu sebelum nya pada dokter.


Namun Arka lebih memfokuskan pikiran nya pada pertandingan nanti malam, ia ingin memberikan yang terbaik di laga terakhir di team itu. Ia sudah yakin dengan keputusan nya untuk bercerai dengan asila.


Bersambung....

__ADS_1


Happy reading.…


Semangat Senin 😍😍😍


__ADS_2