Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
enggan bersikap baik.


__ADS_3

Dua Minggu berlalu...


Rahman memperhatikan Arka yang duduk termenung sendirian, Akhir akhir ini arka terlihat banyak pikiran.


"Kenapa Lo ar ?" tanya Rahman duduk di samping arka.


"Enggak tahu deh, akhir akhir ini tuh berantem terus sama istri. Ada aja hal yang jadi permasalahan."


"Itu artinya kalian harus segera bertemu, Lo sabar ya !"


Seperti kemarin sang ibu mengatakan bahwa Yesa bersikap jutek pada nya, dan saat arka bertanya yesa tidak mengakui nya. Dan jujur ia sudah tidak sabar ingin pulang. Rasanya ingin segera berbicara empat mata dengan Yesa.


"Bang arka....!" seru seseorang membuat kedua nya menoleh.


Asila kembali datang bersama Zidan untuk mengurus kepindahan arka ke Surabaya.


"Kangen !" ujar Asila memegang tangan arka. Pria itu hanya tersenyum kecil.


"kenapa sih lesu kayak gitu !" tanya asila memeluk pinggang Arka tanpa sungkan dan hal itu membuat Rahman menjauh.


"Abang lagi ada masalah sama Yesa, enggak tahu akhir akhir ini dia tuh susah banget di atur !"


jawab arka lalu keduanya duduk berhadapan.


"ngapain mikirin dia terus, nih Abang lihat !" Ujar Yesa memperlihatkan video saat Yesa dan Ezi main ice skating. Asila sendiri mendapatkan video itu dari Andin. Mereka berdua sekongkol untuk membuat kedua nya berpisah.


Arka mengusap wajah nya lalu menghela nafas panjang.


"Harusnya dia bangga punya suami berprestasi seperti Abang, di tinggal sebentar malah selingkuh. Asila yakin kalau mereka ada sesuatu bang.cepat selesai kan kalau Abang pulang !"


Ujar asila tersenyum dalam hati, ia harus bisa mendapatkan Arka dan menghempaskan Yesa sejauh mungkin.


"Ayah datang mau urus kepindahan kamu ke Surabaya. Jangan lesu lagi bang, kamu harus semangat. Abang tuh lagi naik daun !"sambung asila menyandar kan tubuh arka pada nya.


Saat seperti ini lah Asila mencari kesempatan memikat hati arka agar ia melupakan Yesa.


"Abang enggak nyangka kamu tega berbuat seperti itu di belakang Abang, kurang apa sih Abang?"


gumam Arka lalu memejamkan mata nya. Jiwa nya meronta menginginkan segera pulang.


*


Pagi...


Yesa memijat keningnya yang terasa pusing, sebenarnya malas bangun dan enggan melihat wajah Fitri. Kenapa perempuan itu masih saja di rumah mereka?

__ADS_1


Yesa tertegun saat merasa mual dan ingin muntah, lekas Yesa beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar mandi.


Oek..


Oek..


Fitri tertegun mendengar suara seorang seperti tengah muntah, kemarin juga ia mendengar Yesa seperti itu.


Yesa memijat tengkuk nya sendiri lalu kembali ke ranjang. tak biasa nya ponselnya sepi. Beberapa waktu kemarin arka rajin menghubungi nya.


"Yesa.... cepat bangun.!" perintah Fitri membuat Yesa jengah. Ia pasti hendak menyuruh nya masak.


dalam keadaan seperti ini Yesa ingin sekali beristirahat, tapi Fitri memperlakukan nya seperti seorang pembantu.


Yesa tidak memperdulikan seruan Fitri dan tetap berada di ranjang. Pagi ini ia benar benar merasa mual dan lemas.


Yesa tertegun saat mengingat bahwa ia belum menstruasi setelah berhubungan dengan arka tempo dulu. dan seharusnya awal bulan ini ia mens, tapi sampai dua minggu ini ia tidak kunjung mendapatkan tamu bulanan. Apa mungkin dia hamil ?


Yesa menelan Saliva nya memikirkan hal itu, beberapa hari ini ia merasa pusing dan mual.


Yesa menoleh pada ponsel yang berdering dan terlihat arka menghubungi nya.


"Halo...!"


Yesa mengerutkan kening nya mendengar pertanyaan dari arka.


"Maksudnya apa sih bang ?"


"Ibu bilang kamu enggak mau bantu ibu beres beres rumah,, kerja kamu cuma tidur. sengaja kamu mau jadiin ibu aku pembantu ?" tanya Arka sungguh menohok hati. Saat seperti ini arka tiba tiba berubah menjadi sosok yang menyebalkan.


"aku tuh enggak enak badan, bisa bisa nya ibu ngadu sama kamu. Mau nya dia tuh apa ?"


"kamu tuh emang manja, seharusnya kamu hormati ibu karena dia itu perempuan yang sudah melahirkan aku!" Sergah Arka yang termakan emosi. apalagi ia sudah mengetahui kalau istri nya itu selingkuh dari nya. hal itu membuat arka sakit hati dan enggan bersikap baik pada Yesa.


Ia sudah tidak sabar ingin pulang dan membeberkan kesalahan istri nya. Entah langkah apa yang akan ia ambil nanti.


Yesa benar benar kesal lalu mematikan panggilan telepon tersebut.


"Bener bener enggak ada perubahan, mau nya menang sendiri !" ucap Yesa lalu menghela nafas panjang.


sampai saat ini Yesa belum juga menemukan kotak musik milik nya, entah dimana ? Yesa juga enggan bertanya pada Arka, sebab hal itu hanya akan membuat banyak pertanyaan.


Yesa beranjak dari duduknya, mungkin sebaiknya kembali ke rumah ibu nya. Lekas Yesa membuka lemari dan mengambil semua barang berharga nya. Termasuk tabungan dan surat berharga lainnya. Entah lah rasanya muak dan Yesa berpikir kalau sesuatu terjadi maka ia sudah memindahkan barang berharga nya ke rumah.


"Astaga... kenapa perpisahan terus membayanginya ?"

__ADS_1


lekas Yesa keluar dari kamar dan tidak melihat mertua nya di rumah.


gegas yesa menghampiri kendaraan roda dua nya. Yesa menoleh ke arah motor sport milik Arka, kendaraan yang selalu mereka pakai untuk traveling. Tapi semua itu sudah berlalu, Arka tidak pernah mengajak nya pergi setelah ia menekuni hobi nya.


Lekas Yesa pergi dari rumah mumpung Fitri tidak ada, seperti nya tengah membeli sarapan di luar karena Yesa tidak masak.


Yesa menepikan motor nya di depan apotek, ia berpikir untuk membeli alat tes kehamilan. Mungkin saja itu terjadi, lalu apa tanggapan arka nanti jika benar ia hamil ?


Usai itu Yesa melajukan motornya menuju rumah, motor nya kembali berbelok di depan pedagang ketupat sayur. lapar dan ingin sekali makanan itu. Dari jauh seseorang memperhatikan perempuan yang masih menggunakan piyama tidur dengan kardigan panjang nya.


"bang satu ya kupat sayurnya, makan di sini !" pesan Yesa lalu duduk dan tiba tiba seseorang duduk di samping nya sambil mengulum senyum.


"Tetap cantik meskipun belum mandi !" ujar Ezi membuat Yesa terpaku dengan wajah memerah.


"itu masih ada Iler nya lagi !"


"ih enggak kok, orang tidur nya enggak ngiler !" terka Yesa membuat Ezi tertawa kecil lalu merangkul pundak nya.


"lepas bang, berat tahu !"


"kenapa keluar seperti ini ? Jelek tahu, bau lagi !"


Ujar Ezi membuat Yesa mengerucutkan bibir nya.


"biarin jelek juga, sengaja kok biar Abang ilfel sama Yesa !" jawab Yesa membuat Ezi terkekeh.


Mereka yang berada di tempat itu hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua sejoli itu, tidak ada yang tahu kan kalau Ezi tengah menggoda istri orang.


"Saya pesan satu juga bang !" ujar Ezi lalu menoleh ke arah Yesa yang tengah memainkan ponselnya sambil cemberut.


Ezi tersenyum lalu mengacak kerudung segi tiga milik Yesa.


"Abang ih usil banget !" Rengek Yesa membuat Ezi semakin gemas.


Seorang pria memperhatikan putri nya yang tengah bersama pria lain, keduanya terlihat begitu dekat. beberapa waktu yang lalu sang istri bercerita bahwa putri nya itu memiliki kedekatan dengan pria lain, dan tentunya Erlin khawatir dengan kelangsungan rumah tangga putri nya itu.


"Abang suapi ?"


"enggak usah, Abang mah sedikit suapi nya..!"jawab Yesa membuat Ezi terkekeh.


Bersambung...


Terimakasih yang masih setia.😍😍


Jangan lupa like dan komentar ya 👍👍😍🙏

__ADS_1


__ADS_2