
Arka berjalan lebih dulu masuk ke dalam stadion, Yesa memperhatikan punggung suaminya dari belakang.
Berjalan saling menggenggam tangan seperti hanya sebuah angan-angan, sebab Arka tidak pernah seperti itu.
"yes, cepat dong jalan nya!"
Titah Arka menyadarkan lamunan nya.
Yesa berjalan cepat mengejar langkah Arka, tiba tiba ada seorang perempuan melambaikan tangan nya pada Arka.
"Hai....!"
Perempuan itu senyum menampakkan lesung pipi nya, cantik dengan rambut nya yang panjang memakai topi berlogo Nike.
"Hai, Sila... ini Yesa, istri ku !"
Arka memperkenalkan Yesa pada Asila Hani.
Yesa senyum lalu mengulurkan tangannya.
"Udah mau mulai tuh bang, ayo nonton di sebelah sana yuk !"
Ajak Sila mengajak mereka ke arah penonton yang kebanyakan laki laki semua. Yesa menghela nafas panjang karena merasa risih dan tidak nyaman.
sementara Arka duduk dengan cueknya bersama sila.
Pertandingan mulai berjalan, dan kedua nya tampak serius memperhatikan. Sedangkan Yesa yang tidak terlalu menyukai bola memilih untuk diam.
Beberapa menit berlalu hingga sampai pada akhir waktu di babak pertama, Arka asyik dengan sila yang juga menggemari sepakbola. sementara Yesa sejak tadi diam seperti patung.
Yesa menghela nafas berat lalu beranjak dari duduknya tanpa memberi tahu Arka, Ia melangkah keluar dari stadion.
Yesa berjalan ke arah taman yang tidak jauh dari stadion tersebut, ia memilih untuk duduk sendirian, sebab berdua pun ia seakan tak di anggap ada.
Yesa merogoh ponselnya lalu menghubungi Jesika, ia benar-benar jenuh dan ingin sekali pulang.
seharusnya ia tidak ikut dan lebih baik tidur di rumah.
"Yesa...!"
Seru seorang pria membuat Yesa menoleh seketika.
"Bang Ezi ?"
Jawab Yesa, tanpa basa basi pria itu duduk di samping nya.
Kenapa di saat seperti ini ia selalu bertemu dengan Ezi?
"kamu ngapain sendirian di sini ?"
Tanya Ezi memindai wajah Yesa tampak sendu.
"enggak ngapa ngapain, tadi abis nonton bola sama suami aku, tapi aku jenuh makanya aku keluar dan duduk di sini !"
Ezi mengangguk.
Ia paham kalau Yesa tidak terlalu menyukai bola. sedangkan ia memiliki suami yang gila bola.
Ezi ingat saat pulang reuni. Yesa mengatakan kalau suaminya ada acara dengan teman pemain bolanya.
*
Kedua nya sama sama diam dengan pemikiran masing masing, Yesa juga memilih untuk memainkan ponsel nya tanpa menghiraukan Ezi yang berada di samping nya.
Ezi beranjak saat seseorang menghubungi nya dan saat itu pula Arka menghampiri Yesa yang duduk sendirian.
"Yesa, ya ampun kamu ngapain sih di sini ?"
Tanya arka menepuk keningnya sendiri.
__ADS_1
"Kalau mau keluar, kamu bilang dong sama aku, pertandingan lagi seru aku jadi harus cari kamu !"
Yesa diam tidak menjawab penuturan arka.
Ezi mendengar kan Arka berbicara dengan nada jengkel nya, dan Yesa hanya bungkam. kemudian mengikuti langkah arka yang menariknya kembali masuk ke dalam stadion.
Ezi duduk kembali di kursi sambil memikirkan Yesa, iba melihat keadaan nya tadi. apa suami nya memang terbiasa seperti itu ?
Yesa duduk diam di samping Arka. sila masih berada di tempat tadi anteng menonton pertandingan hingga tiba di menit terakhir.
"Bang, kamu jadi ke Malang ?"
tanya sila saat pertandingan usai dan team Kenan menjadi pemenang.
"Jadi bulan depan. kenapa memang nya ?"
Tanya Arka keluar dari stadion di ikuti oleh Yesa yang berjalan sambil memainkan ponselnya, ia tidak perduli dengan percakapan mereka.
"Yah, aku malas ikut latihan kalau enggak ada kamu. nanti aku bilang sama ayah deh supaya kamu enggak pergi !"
Ucap sila dengan manja membuat Arka terkekeh kecil, justru ayah nya mendukung ia untuk ikut team Malang.
"Sudah ya, Abang pulang dulu !"
Ujar Arka mengacak rambut Sila di hadapan Yesa.
Arka melangkah begitu saja menuju mobil sementara Yesa diam dengan sebah di dada.
Ezi duduk di kursi tadi memperhatikan Yesa dengan wajah nya yang murung. kenapa pria itu tidak peka dan membiarkan Yesa seperti itu ?
ingin rasanya berlari dan membawa Yesa pergi, namun Ezi sadar dengan keadaan mereka saat ini.
Yesa masuk ke dalam mobil tanpa bicara apapun. salah kah jika ia marah ? atau cemburu melihat kedekatan mereka berdua ?
"Mau beli makanan dulu enggak ?"
Tanya Arka dan Yesa hanya menggeleng kan kepala nya saja.
Yesa kembali menggeleng kan kepala nya.
"Kenyang, aku cuma mau pulang !"
Jawab Yesa memalingkan wajahnya dari arka. pria itu tidak protes dan langsung melajukan mobilnya.
Yesa tidak tahu kenapa arka menganggap hal itu biasa saja, apa lagi ada dia di hadapan mereka.
dan seperti apa jika tidak ada dia ?
"Sayang kamu beneran enggak mau jajan ?"
"enggak !"
tolak Yesa sambil memainkan ponsel nya, sekuat tenaga ia berusaha untuk menahan air mata yang ingin terjun bebas.
Yesa tak mau menangis di hadapan Arka, Sebab dia juga tidak akan peduli.
Tak lama mereka sampai di rumah, Yesa langsung masuk tanpa berbicara apapun pada Arka.
"sholat dulu dek !"
"aku lagi datang bulan !"
padahal tidak dan saat itu Ego nya mulai tinggi karena rasa sakit yang menjalari relung hati nya.
Ia tidak akan sanggup melayani Arka dalam keadaan seperti itu, dan saat ini ia hanya ingin menelungkup pada bantal menyembunyikan wajah nya yang basah.
"Kamu sakit dek ?"
tanya arka duduk di tepi ranjang, Adakah ia mengerti perasaan Yesa ?
__ADS_1
Yesa tak menjawab kemudian terlelap dalam tidur nya.
"Ya tuhan ampuni aku, kuatkan aku dan sadar kan dia bahwa sikap nya itu menyakiti ku!"
batin Yesa meringis pedih.
**
pagi..
Yesa bangun lalu bergegas menunaikan shalat subuh sebelum arka kembali dari masjid.
setelah itu Yesa langsung ke dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Yesa menoleh ke cermin dan terlihat wajah nya yang sembab.
"assalamualaikum...!"
Arka menyembul masuk ke dalam rumah lalu menghampiri Yesa.
"walaikumsalam... !"
"Sayang kamu marah sama Abang?"
Tanya Arka duduk di kursi meja makan.
Yesa tidak menjawab dan memilih untuk diam.
Arka beranjak lalu menghampiri Yesa kemudian memeluk nya dari belakang.
"Maaf ya kalau Abang ada salah !"
ucap nya lalu mencium pipi Yesa.
"Yesa mau kerja bang mulai hari ini !"
Arka langsung melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Yesa.
"kerja dimana ?"
Tanya arka.
Yesa membawa dua piring nasi goreng untuk mereka ke meja.
"Kantor pemasaran perumahan mutiara garden."
jawab Yesa lalu menjelaskan bahwa kemarin ia mengirim kan lamaran lewat email dan langsung diterima kerja.
"kalau Abang enggak kasih izin gimana ? uang yang Abang kasih emang enggak cukup ?"
Tanya Arka membuat Yesa tertegun sejenak lalu menjawab.
"bukan tentang uang, tapi aku juga jenuh di rumah bang. kamu juga enggak mau kita punya anak dulu, sementara rumah sepi enggak ada anak. jadi lebih baik aku kerja, apa lagi sebentar lagi kamu ke Malang !"
Jawab Yesa membuat Arka tertegun.
"Ya sudah kalau kamu mau kerja, aku enggak akan melarang. tapi kamu jangan pernah ngeluh capek sama aku, karena aku enggak nyuruh kamu kerja !"
Jawab arka lalu masuk ke dalam kamar.
"Istri yang baik itu patuh pada suami nya ?"
ucapan sang ibu terngiang di telinganya, tapi bagaimana jika keadaan nya seperti ini ?
*
**
***
__ADS_1
bersambung..
Terimakasih sudah mampir, dukung karya aku ya 😍😍😍