
Saat ini Erlin tengah menimang nimang bintang yang sejak tadi menangis, Entah apa yang di rasakan anak itu hingga sejak tadi rewel. Rusli bahkan membantu menenangkan, terpaksa Wina menghubungi Yesa dan mengatakan bahwa sejak tadi Bintang terus menangis.
Usai acara selesai, Yesa meminta kembali ke rumah pada Ezi perihal keadaan bintang yang rewel dan terus menangis.
"maaf ya bang ?"
Ujar Yesa menundukkan wajahnya, saat ini mereka berada dalam perjalanan pulang.
"enggak apa-apa sayang, Acaranya juga sudah selesai kan. Mungkin bintang rindu sama kamu, itulah kenapa kita harus membawa nya kemana pun pergi, menghindari hal seperti ini !"
Jawab Ezi mengusap kepala Yesa sayang.
Mereka berdua tidak tahu tentang apa yang terjadi dengan arka di lapangan, semua fokus pada acara hingga tak ada satupun yang menonton pertandingan bola.
Sesuai kesepakatan bahwa pernikahan akan di gelar tiga hari yang akan datang, tentu nya sebelum Ezi kembali ke Swiss.
Selang beberapa menit mereka sampai di rumah, lekas Yesa turun saat mendengar bintang masih menangis. Yesa berlari kecil masuk ke dalam rumah.
"Astaga, bintang sayang... Kamu kenapa nak ?" Yesa langsung meraih tubuh anak itu dan mencoba menenangkan nya, kali ini bintang menangis dengan keras membuat Yesa gusar.
"kamu tenang sayang...!" Ucap Ezi mengusap kepala Yesa.
"Tenang nak, Kamu kenapa sayang ?" Ujar Yesa akhirnya ikut menangis karena tidak tega melihat bintang menangis seperti itu.
"Coba sini sama Abang ?" Ezi mencoba meraih bayi itu lalu memberikan nya susu dengan lembut meski beberapa kali bayi itu menolak.
__ADS_1
Namun Ezi tetap sabar dan mencoba menenangkan nya, hingga beberapa waktu kemudian bintang pun tertidur dalam pelukan Ezi.
Yesa menghelat nafas panjang lalu menghampiri bintang yang sudah terlelap.
"Kamu sabar sayang,, kalau pun ada sesuatu kita berharap mampu meredamnya, kamu jangan sedih ya !"
Yesa mengangguk lalu Ezi memeluk nya sayang.
Erlin tersenyum hangat melihat kedua nya, Ezi begitu tenang dan sabar. Jika melihat itu Erlin tidak khawatir melepas mereka pergi nanti.
Usai itu Ezi membaringkan bayi mungil itu di ranjang mereka, Yesa menautkan kedua alisnya tak mengerti maksud Ezi, kenapa tidak di bok ?
"Biarkan bintang tidur dengan kita, biar dia tenang dan nyaman dalam dekapan kita sebagai orang tua nya, kamu ganti baju dulu gih !"
"Terimakasih ya bang !"
*
Rusli tertegun saat mendengar kabar berita terkini tentang kerusuhan yang terjadi di lapangan Bali united, pada pertandingan melawan Surabaya FC. Dan yang paling membuat Rusli kaget adalah perihal insiden yang membuat Arka celaka dan harus di larikan ke rumah sakit. Apa mungkin yang terjadi pada bintang karena arka mengalami cedera ? Begitu kuat ikatan batin di antara mereka jika benar.
Rusli menghela nafas panjang lalu memangku dagu nya memikirkan hal itu, kalau saja arka tahu soal ini ? Apa reaksi nya ? Bintang seakan merasakan apa yang terjadi dengan ayah kandungnya ? Rusli yakini kalau Bintang memang anak arka, dari wajah nya saja tercetak jelas pria itu.
Namun ia memilih diam dan tidak memberi tahu mereka soal berita itu, Rusli tidak mau mengusik kebahagiaan Yesa dengan Ezi perihal arka karena mereka juga sudah berpisah. dan biarkan mereka memilih jalan masing masing.
**
__ADS_1
Fitri langsung terbang ke Bali bersama adiknya arka saat mengetahui perihal insiden itu, Revi sang Om langsung memberi tahu Fitri apa yang menimpa arka, Revi adalah adik Fitri. ia sengaja datang ke Bali untuk melihat pertandingan keponakan nya itu, namun naas Arka kembali mengalami cedera seperti waktu itu, namun kali ini lebih parah dan dokter mengatakan kalau harus
Menjalani pengobatan atas tulang kering pada kaki kanannya yang patah. Untuk menjaga sambungan tulangnya yang patah harus dirawat dokter dan menggunakan gips.
Tidak menyangka jika kejadiannya akan separah itu, dokter mengatakan hal itu terjadi karena sebelumnya arka mengalami cedera dan bertambah parah karena insiden penginjakan itu.
Pertandingan berlangsung kacau dan rusuh karena penggemar arka tidak terima dengan insiden itu hingga mereka membuat rusuh keadaan dan pihak keamanan pun kewalahan karena suporter yang begitu banyak.
Fitri menangis melihat keadaan arka yang tidak berdaya di ranjang rumah sakit, suaminya saja belum sembuh dan sekarang arka kembali cedera.
Belum lagi soal perceraiannya dengan Asila, Fitri tidak tahu mengapa semua bertubi-tubi menghantam keluarga mereka.
*
Asila tertegun melihat berita di televisi, Ingin sekali rasanya melihat keadaan arka namun Zidan sendiri hanya berpaku tangan, dan mereka akan tetap pada rencana awal. besok mereka akan pulang, dan Zidan enggan mempedulikan keadaan arka. Ia juga tak mau mengurusi nya.
"Dia saja tidak peduli dengan kamu, jadi feedback nya juga harus sama, kita juga tidak perlu memperdulikan nya."
"Tapi kita butuh saksi untuk menggugat aldrik !" elak Asila tanpa menoleh ke arah Sang ayah.
"Itu bisa di atur, kita bisa bekerja sama dengan orang tua Aulia. kamu tenang saja asila. Kita akan tetap jadi pemenang !" sergah Zidan lalu meninggalkan asila di kamar hotel. Naluri nya berkata bahwa ia ingin berada di samping arka, Andai saja arka memberikan nya kesempatan. Asila ingin memperbaiki semuanya, namun semua itu hanya angan-angan semu. karena pria itu memang tidak pernah mencintai nya dan keadaan apapun tidak akan merubah keputusan arka untuk berpisah dari nya.
bersambung....
happy reading 😍😍😍
__ADS_1
Terima kasih yang sudah like and komentar 😍😍😍😍