Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
tidak seperti Yesa.


__ADS_3

Yesa merasa heran karena tiba tiba bintang menangis, ia bahkan tidak bisa menghentikan tangis bayi mungil itu. Entah apa yang tengah ia rasakan?


"Cup sayang, kamu kenapa nak ?" tanya Yesa memindai wajah bintang yang basah karena air mata.


"kenapa kak, coba sama Wina !" Ujar Wina yang baru datang selesai mandi. Erlin sendiri tengah pergi bersama Rusli untuk mengurus aqiqah Bintang. Kali ini Rusli ingin Ia lah yang membeli domba untuk bintang, saat itu Ezi mengatakan bahwa ia akan memberikan Domba untuk Aqiqah Bintang, namun Rusli menolak dengan halus, dan kali ini Ezi menuruti permintaan calon mertua nya itu.


"Sakit apa ya, kok nangis terus sih !" Ujar Yesa mulai resah karena bintang sejak tadi terus menangis.


kemudian seseorang datang menghampiri Yesa dan Wina.


"kenapa bayi nya kok nangis terus ?" ucap seorang ibu yang menjadi tetangga Erlin.


"enggak tahu ini juga, kasih susu juga enggak mau." jawab Yesa lalu wanita itu mencoba menenangkan bintang dengan menggendong nya.


"Bu ustadz, anak saya kenapa ya ?" tanya Yesa saat bintang mulai tenang dengan wanita berkerudung biru muda itu.


"mungkin ngantuk saja. Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi, anak sama orang tuanya nya itu kan nyambung.!" Jawab wanitanya itu lalu memberikan bintang yang sudah mulai terlelap.


"Terima kasih Bu ustadz !" Seru Yesa sebelum masuk ke dalam rumah.


"Ya, kalau butuh bantuan bilang saja, Jangan sungkan sama ibu ya !"


Balas nya mengulum senyum lalu pergi meninggalkan kediaman Erlin.


lekas Yesa masuk ke dalam rumah bersama Wina dengan menggendong bintang.


Saat melewati televisi Yesa mendengar kabar tentang Arka yang mengalami cedera di lapangan.


Yesa dan Wina menghentikan langkah nya lalu menoleh ke arah bintang. Apa mungkin bintang menangis karena ayahnya mengalami kecelakaan ? Benar kah ia peka hingga bisa merasakan apa yang tengah terjadi dengan arka.


"Ya sudah ajak bintang ke dalam kak, nanti Wina buatkan susu lagi!"


Ujar Wina membuyarkan lamunannya.


"Ya sudah Win, matikan televisi nya !" Ujar Yesa dan di angguk kan oleh Wina.


Yesa merebah kan bintang di ranjang lalu menatap wajah nya yang sembab dan merah.

__ADS_1


Kalau dia tahu seperti apa anak nya, Yesa rasa Arka akan menyesali keputusan nya. Semakin hari Bintang semakin mirip dengan ayah biologisnya. Yesa semakin enggan menampakkan bintang di sosmed, ia takut jika nanti arka mengambil bintang dari nya. Dengan segenap jiwa dan raganya, Yesa akan menjaga Bintang sepenuh hati.


"Kamu hanya anak mommy, dan kamu enggak perlu tentang dia yang tidak mengakui kamu...!" ujar Yesa menatap lekat wajah bintang.


Yesa sendiri sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi pada arka.


**


Erlin memperhatikan Andin yang berjalan sendirian, entah dari mana mantan adik ipar Yesa itu.


"Itu kan adik nya arka ? Dia jalan sendirian..!" ujar Erlin menoleh sekilas ke arah trotoar.


"entah lah, bu. Biarkan saja. Sikapnya juga seperti itu pada Yesa, ayah tahu betul bahwa mereka tidak pernah ramah." ujar Rusli. Ia selalu mengamati keluarga Arka, mertua dan iparnya selalu bersikap kurang baik. dan sekarang mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, dan tuhan akan menunjukkan kebenaran nya nanti.


Tak lama mereka sampai di rumah, Erlin melihat Yesa tengah menyapu ruangan. Putrinya itu memang rajin, ia tidak pernah malas malasan. Ia juga begitu telaten mengurus Bintang. Ia tidak pernah merepotkan ibunya.


"Ayah, ibu sudah kembali ?"


tanya Yesa saat mereka bertemu muka.


"Ya, Alhamdulillah udah dapat domba nya. Lihat nih Poto nya !"


"Wah, besar besar dombanya !" Ujar Wina di belakang membuat mereka menoleh sekitika.


"Ih datang datang !" jawab sang ibu membuat mereka terkekeh.


Erlin bahagia dengan kebersamaan mereka, meskipun sebelumnya harus melewati badai. Namun semua sudah berlalu, dan pernikahan Yesa dan Ezi akan di laksanakan dua bulan yang akan datang. Erlin berharap tidak ada halangan apa apa hingga semua berjalan sesuai harapan.


**


Arka masuk ke dalam apartemen di bantu oleh Rio, Asila mengikuti Arka di belakang.


"Kok bisa kayak gini sih bang ?" Tanya asila duduk di samping arka dengan raut wajah heran.


"Ya celaka enggak ada yang tahu, dan enggak ada yang mau. untuk sementara waktu istirahat aja dulu. Nanti gue anterin Lo ketempat dimana gue sering di pijat." ujar Rio dan di anggukan oleh Arka.


usai itu Rio pamit dan kini tinggal mereka berdua.

__ADS_1


"Kenapa enggak ke lapangan ?" tanya arka memindai wajah segar asila usia mandi.


"Ya tadi sakit perut bang, udah minum obat langsung ketiduran jadi pas bangun langsung mandi aja." jawab Asila lalu tersenyum kaku.


mustahil ia berbicara jujur pada arka, bisa bisa mereka langsung bercerai kalau ia ketahuan selingkuh. Anggap saja seperti itu.


Tapi sampai kapan seperti itu ? Sementara apa yang terjadi hanya dendam. Asila tak menyangka jika aldrik sampai mendatangi nya di apartemen. Ia bahkan berani mengancam.


"kamu mikirin apa ?" tanya arka membuat asila menoleh seketika.


"Enggak, ya udah asila masuk ke kamar dulu !"


Ujar asila lalu beranjak dari duduknya. Ia harus segera membereskan ranjang sisa kegilaan nya dengan aldrik.


Arka memperhatikan Asila yang sedikit berbeda, seperti ada sesuatu yang asila sembunyikan dari nya, tapi apa? Arka juga tidak tahu.


"Asila aku mau makan, buatkan aku sup daging!" Seru Arka saat asila keluar dari kamar.


"Aku order makanan aja ya bang, asila males masak !" sergah Asila duduk di hadapan Arka. Pria itu menghela nafas panjang memperhatikan asila yang langsung memesan makanan tersebut.


malas ? Kapan sih enggak malas ? Semenjak menikah asila belum pernah memasak makanan untuk nya, tidak seperti Yesa. Ia selalu masak untuk nya, dan mereka tidak pernah membeli makanan dari luar seperti sekarang ini.


"Kenapa bang ? Kamu enggak suka ya ?" tanya Asila memindai wajah arka tampak muram.


"Kamu belajar masak dong, aku juga mau mencicipi masakan kamu sil." ujar arka membuat asila tertegun.


"Ya, nanti !"


jawab asila lalu bangkit dari duduk nya meninggalkan Arka sendiri.


Bersambung...


Agustus selalu kelabu, beberapa tahun kebelakang masih seperti tahun sekarang. terjerat sedih yang berujung meratap.


kapan Agustus ku bahagia ?😒


Ahihi...

__ADS_1


Enggak jelas sekali author ini ya malah curhat.😅🤭


terimakasih yang masih setia menunggu, maaf komentar nya yang belum sempat author balas. Dua hari ini benar-benar sibuk tapi author tetap sempatkan untuk up 😅😅😘👍


__ADS_2