Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
talak tiga.


__ADS_3

Yesa melangkah kan kaki nya menuju pintu lalu membuka nya, Yesa tertegun melihat sudah Arka duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya.


Yesa menyapu wajah nya yang basah lalu melangkah pelan menghampiri Arka.


"kapan kamu pulang bang ?" Tanya Yesa berdiri di samping Arka.


Hening mencekam melingkupi ruangan yang gelap bernyawa itu.


"kenapa kamu enggak langsung pulang ke rumah bang ?"


Brak..


Pray...


Yesa terlonjak kaget saat arka tiba-tiba melempar kotak musik ke arah kaca jendela hingga pecah.


Ezi menghentikan laju mobilnya saat mendengar pecahan kaca dari dalam rumah.


Arka menghampiri Yesa lalu mencengkram dagu nya dengan erat.


"Tega kamu sama aku ?" Ujar Arka sambil menggertak kan gigi nya.


Yesa menghela nafas panjang hingga bulir bening itu meluncur bebas.


"sakit bang ?" rintih Yesa saat tangan arka turun ke leher hendak mencekik nya.


"Aku lebih sakit, bisa bisanya kamu selingkuh saat kita LDR. Apa salah aku ?" Teriak arka melepaskan cekikan nya lalu mendorong Yesa ke sofa hingga Yesa terhempas dengan nafas tersengal.


"Semua aku lakukan untuk kamu, untuk masa depan kita, tapi apa yang kamu kasih untuk aku? Apa Yesa ?" Teriak Arka semakin membuat Yesa terisak.


"Apa? kenapa Kamu diam hah?"


Ujar arka lalu kembali menarik kembali tangan Yesa, namun kali ini yesa menghindar.


"Cukup...!" ucap Yesa sambil menangis.


"Kamu itu istri yang enggak tahu diri, kamu itu enggak bersyukur.!" umpat Arka semakin perih di dada.


"Jadi kamu tahu semua nya ?"


Terka Yesa menatap wajah arka yang di kuasa emosi.


"Ya, gue enggak bodoh !"


Sergah Arka menatap Yesa nanar.


Yesa melangkah mengambil kotak musik yang telah hancur.


"Aku tahu aku salah....aku memang bukan istri yang baik, bukan seseorang yang kamu harapkan." ujar yesa menyapu air mata nya.


"rumah tangga kita layaknya kotak musik ini, kamu enggak sadar bahwa kamu yang selalu sudah melempar nya hingga rusak..?!"


Ucap Yesa lalu membuang kotak musik itu.

__ADS_1


"Aku butuh kamu, tapi kamu enggak pernah ada. Aku berusaha untuk memahami dan mengerti, dan aku juga ingin di mengerti. sedikit saja bang, aku butuh perhatian kamu. Aku sangat mengharapkan kamu ada di saat aku kesakitan. tapi apa ? Kamu bahkan enggak menanyakan kabar aku. Aku tahu kamu tetap online tapi entah kamu chat sama siapa. Aku enggak mau berpaling tapi keadaan begitu mendesak, aku haus perhatian sementara kamu sibuk dengan hobi, hobi dan teman teman kamu. pernah aku meminta tapi kamu anggap aku menuntut. Aku harus sesabar apa ? sedikit aja kamu enggak pernah meluangkan waktu weekend kamu untuk aku, kamu lebih memilih teman dan hobi kamu. Dan saat aku berharap kamu memilih untuk LDR sama aku ?!"


Ucap Yesa panjang lebar sambil menangis.


"Jadi karena itu Kamu selingkuh, sampai Kamu hamil ? Hah ? Gila ?"


Sergah Arka membuat Yesa menganga.


jadi arka mengetahui ia pergi ke klinik bidan dengan Ezi.


"Ini anak Kamu, aku enggak segila itu ?" sanggah Yesa sedikit berteriak.


"Apa jaminan nya kalau itu anak aku, sementara Kamu selingkuh dengan pria itu, mungkin saja kamu sudah tidur dengan pria itu. sebaiknya kita bercerai dan mintalah pertanggung jawaban pada pria itu !"


Duar....


petir tiba tiba menyambar membuat Yesa terkejut.


Yesa mengigit bibirnya menahan rasa sakit karena arka tidak mau mengakui anak nya.


"Ini anak kamu, aku berani bersumpah kalau aku enggak pernah tidur dengan pria itu !"


"aku enggak percaya, aku udah enggak percaya sama kamu !" Sergah Arka lalu masuk ke dalam kamar mengambil tas yang berisi pakaian Yesa.


"sekarang kamu pergi dari rumah ku, aku jijik sama kamu....!" Ucap Arka sambil menarik tangan Yesa lalu melempar tas tersebut.


"Itu balasan karena kamu udah selingkuh, dan sampai kapanpun aku enggak akan pernah mengakui anak haram itu. itu bukan anak ku dan dengar baik baik bahwa mulai detik ini kamu bukan istri ku lagi, aku talak kamu, talak tiga..."


Bak pedang yang mencabik-cabik hati membunuh nya hingga tak sanggup lagi bernafas, namun ia masih hidup. Hujan tiba tiba saja turun membasahi tubuh nya yang berdiri mematung di halaman rumah.


Teriak arka lalu membanting pintu hingga Yesa terperanjat.


brug....


menangis ? Rasa nya air mata sudah mengering dan yang tersisa hanya rasa pedih tak terperih.


Di ceraikan, di hina dan di usir oleh suaminya sendiri.


Yesa melangkah dengan tertatih membawa tubuh dan tasnya yang basah.


Yesa menangis di bawah guyuran hujan dan rasa nya ingin mati saja.


"Kenapa kamu setega itu sama aku ? Kenapa kamu enggak memahami aku sedikit saja. Ini anak kamu !"


gumam Yesa berjalan menyusuri trotoar jalan.


Ezi yang berada tidak jauh dari kediaman nya melajukan mobilnya menghampiri Yesa.


gegas ia keluar menghampiri Yesa sambil membawa payung.


"Ca....!" Ezi menatap wajah Yesa yang sembab, air hujan pun tak mampu menutupi kesedihannya.


"Anak ku bukan anak haram...!" Ezi benar benar geram pada arka, gegas Ezi memeluk perempuan itu.

__ADS_1


"Aku salah, aku tahu tapi ini bukan anak haram !" ujar Yesa sambil menangis.


Ezi tidak berkata ia langsung membawa Yesa ke dalam mobil karena hujan sangat deras.


"Ayo masuk !" Ucap Ezi membuka pintu. Yesa pikir Ezi sudah pergi tapi ternyata tidak.


lekas Ezi menutup pintu setelah Yesa masuk ke dalam mobil.


"Maafkan Abang ya dek, semua karena Abang !"


Yesa menggeleng kan kepala nya lalu kembali menangis bersandar pada kursi.


Ezi tertegun sejenak lalu mulai melajukan mobil nya menuju rumah Rusli.


"Kita ke rumah orang tua kamu ya !" Ujar Yesa menghentikan tangisannya.


Yesa bingung harus kemana, apa mereka akan mengerti keadaan nya ? Atau mengusir nya seperti Arka ?


"Kemana dek, mau ke apartemen Abang ?" tanya Ezi menghentikan laju mobil nya.


"Apa yang Arka lakukan pada mu ?"


Tanya Ezi memindai wajah Yesa yang merah.


"Dia menceraikan Yesa bang, dia bilang jijik sama Yesa dan berpikir bahwa ini anak kamu. Dia mengusir Yesa !" Jawab Yesa lalu membuat Ezi mengepal kan tangan nya.


"Yesa terima semua itu, mungkin ini adalah akhir dari cerita kita. Yesa akan tetap lahir kan anak ini meskipun harus sendiri !"


jawab Yesa lalu Ezi memeluk nya.


"Yesa pulang ke rumah ibu saja. mungkin mereka mau menerima Yesa, kalau tidak yesa...!"


Ya tuhan kenapa harus sehancur ini, semua habis tak tersisa?


Ezi bingung harus bagaimana, sementara besok ia harus pergi ke Swiss, lalu bagaimana dengan Yesa.


"Kamu sabar ya sayang, kamu mau kan tunggu Abang pulang dari Swiss ?"


Tanya Ezi namun Yesa tidak menjawab.


berat hati untuk mengerti mengapa keadaan membuat nya jatuh terpuruk.


Tak berapa lama mereka sampai di depan rumah.


"Abang ikut masuk ?" tanya Ezi membuat Yesa menoleh.


"Ibu sama ayah enggak ada bang, terimakasih karena Abang selalu ada di saat Yesa butuh. Pergilah mengejar impian, Yesa bisa kok sendiri. Yesa enggak menyesali apa yang terjadi, semua membuktikan seberapa berharga Yesa untuk arka, dan jawab nya adalah tidak sama sekali. ia bahkan langsung melayang kan talak tiga.


Yesa terima dan telan semua nya, mungkin itu lebih baik !"


Ujar Yesa lalu keluar dari mobil.


Bersambung....

__ADS_1


terimakasih yang masih setia 👍👍🙏😍


__ADS_2