
Aldrik tertegun saat mendengar kabar kepergian asila, Ia tidak menyangka jika perempuan itu menyusul Aulia.
Semua terjadi karena kesalahannya, insiden itu berujung pada kematian. Aldrin pikir Asila baik baik saja, tapi kenyataannya ada gumpalan darah di kepalanya hingga mengharuskan nya pergi untuk selamanya.
Aldrik sudah merusak segalanya, dari hubungan nya dengan Arka dan kecelakaan itu. Dan sekarang Arka kembali menggugat nya.
Semua sudah terungkap, Tentang insiden di lapangan juga sudah di ketahui oleh arka.
Sama hal nya dengan Zidan, ia pun tersangkut Beberapa kasus kriminal. Arka Juga melaporkan zidan ke pihak polisi.
Arka meminta bantuan Endru untuk melaporkan kasus aldrik yang telah mencelakakan asila hingga menyebabkan kematian. Jika bukan karena kecelakaan itu mungkin asila masih baik-baik saja dan menyisakan perselingkuhan yang terjadi di antara keduanya.
Arka hanya ingin keadilan untuk asila meskipun kepedihan kembali mencengkram jiwanya, dengan penyesalan Zidan mengatakan bahwa ia yang sudah merencanakan insiden itu. Zidan juga langsung meminta maaf dan menyesali keadaannya.
Arka tak menyangka jika Zidan bisa melakukan hal itu, namun Zidan bersedia mendapatkan hukuman atas kasus itu.
Arka menyerahkan semua permasalahan pada pihak yang berwajib. Ia mencoba menerima apa yang sudah terjadi, merelakan mereka yang sudah pergi menjauh.
Dan saat ini ia hanya ingin fokus dengan kehidupan nya, mencoba untuk memperbaiki diri dan menjadikan semua pelajaran yang berharga untuk nya di kehidupan yang akan datang.
...----------------...
Dua tahun berlalu..
Pagi yang cerah memasuki musim semi,, terlihat seorang wanita tengah bermain dengan anak laki-laki nya.
__ADS_1
Usia bintang kini mencapai tiga tahun, ia sudah pintar berbicara dan berlarian kesana kemari.
Pagi ini anak itu mengajak sang ibu bermain bola di halaman rumah, Ezi terkekeh melihat tingkah keduanya.
Bintang tumbuh menjadi anak yang pintar, ia sudah bisa berjalan saat berusia sebelas bulan. Bintang juga aktif bergerak hingga membuat Yesa kewalahan.
Beruntung lah Ezi mempekerjakan baby sitter untuk membantu merawat bintang. Awalnya Yesa menolak, namun melihat tingkah bintang yang tidak mau diam membuat Yesa menerima baby sitter itu.
"bang, kenapa cuma lihat doang? Ayo main bareng!" Ujar Yesa memanyunkan bibirnya karena Ezi malah mentertawakan nya.
Ezi kembali terkekeh lalu mendekati kedua nya, Ezi langsung memeluk istrinya dari belakang.
Dan bintang malah nyengir melihat kedua nya, Sementara baby sitter tengah mempersiapkan keperluan bintang yang hendak pergi berlibur ke Jerman bersama kedua nya.
Ia sendiri tidak menuntut Alma seperti kedua kakak nya, karena gelar apapun yang ia capai kelak ia akan bergelar istri dan ibu, tentu nya Anggito menyerahkan semua keputusan pada Alma yang kini bergelar sarjana teknik informatika.
Alma sendiri ingin melanjutkan pendidikan nya di London, karena di sana ada Om dan Tante nya. Mereka baru setahun ini tinggal di London. dan Alma ingin ikut dengan mereka.
**
Yesa tertegun saat kembali merasakan mual, Ia menoleh pada Ezi yang masih memeluk nya. Suami nya itu merasakan saat tubuh Yesa langsung membeku.
"kamu kenapa sayang ?" Tanya Ezi memiringkan kepalanya menatap wajah Yesa yang sedikit memucat.
"Aku mual lagi bang ?" jawab Yesa termangu melihat Senyuman tersungging di bibir suami nya itu.
__ADS_1
"Ya sudah kita cek saja sekarang...!" Ajak Ezi lalu melepaskan pelukan nya kemudian meraih kedua nya.
Sudah tiga hari ini mual muntah melanda pagi nya, Yesa memang sudah telat beberapa hari ini. Dan Ezi berharap kalau istrinya itu hamil.
Satu tahun lepas KB dan baru bulan ini Yesa tidak menstruasi, Ezi senang saat Yesa mengatakan bahwa ia sudah telat beberapa hari ini, dan kemungkinan besar istri nya ini hamil.
"bintang sama mbak Nina dulu ya !" Ujar Ezi dan di anggukan oleh Bintang.
Nina langsung mengajak si tampan itu pergi bermain, bintang begitu senang bermain bola, seperti ayah biologisnya. Namun Yesa tak ambil pusing begitu juga dengan Ezi, keduanya mengikuti perkembangan bintang apa adanya nya saja dan selama beberapa tahun ini Yesa tidak pernah menampakkan bintang di sosmed. Ezi mengatakan pada Yesa bahwa mereka tidak perlu menampakkan kebahagiaan mereka di sosmed, cukup mereka berdua yang merasa dan tahu bagaimana kehidupan mereka.
Ezi mengajak Yesa untuk mengecek kehamilan nya menggunakan taspack, semalam Ezi membeli nya. tadi pagi Yesa tidak sempat mengecek nya karena pagi pagi sekali bintang sudah bangun dan tidak mau dengan Nina.
Ezi mengatakan untuk menunda nya hingga Bintang tenang dan mau dengan Nina. Ezi menyayangi bintang seperti anak nya sendiri, tak pernah ia mengingat siapa ayah biologisnya, Mereka tidak pernah membahas soal arka. padahal mereka tahu berita tentang Arka dari sosmed. Namun Yesa tidak menghiraukan dan fokus pada kehidupan nya bersama Ezi.
Wina juga sudah menikah dengan Akram, Yesa hanya pulang saat adiknya menikah, dan Yesa tidak sempat menghadiri acara pernikahan Jesika dan Endru. Namun sahabat nya itu mengerti karena Ezi sibuk dan hanya bisa mengirim kan nya hadiah pernikahan.
"Abang tunggu di depan, Yesa ke kamar mandi dulu !"
Ujar Yesa saat keduanya berada di depan pintu kamar mandi.
"Abang ikut dek !" jawab Ezi sambil mengulas senyum dan akhirnya Yesa mengalah membiarkan Ezi ikut bersama nya.
Bersambung..
Happy reading 🤭🤭😍😍😍
__ADS_1