Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
Sabar sebentar.


__ADS_3

Sesampainya di rumah Ezi langsung menghubungi Yesa, namun calon istri nya itu tidak menjawab panggilan telepon dari nya. Sontak hal itu membuat Ezi gusar, beberapa bulan tidak bertemu muka dan saat pulang mereka malah langsung di pingit.


"Sabar kali calon pengantin, harus nya bersyukur pas ketemu nanti bisa langsung malam pertama." cetus Alma langsung mengatup bibir nya melihat ekspresi wajah Ezi yang langsung tercengang.


"malam pertama, lu kecil kecil ngomong malam pertama..." jawab Ezi lalu menghampiri Alma kemudian menggelitik pinggang adik nya itu hingga alma tertawa kecil.


"Emang kenapa, Alma udah gede kok." jawab Alma kemudian terkekeh kecil melihat Ezi yang langsung menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Apa nanti kak Yesa langsung ikut kita ke Swiss ?" tanya Alma memindai wajah tampan Abang nya itu.


"Ya, lah. Ngapain nikah kalau di tinggal tinggal.!" jawab Ezi lalu bangkit dari duduknya.


"mau kemana kak ?" tanya Alma membuat Ezi menoleh ke arah nya.


"mandi lah, mau apa ?" Tanya Ezi lalu Alma menggeleng kan kepalanya. Lekas Ezi naik ke kamar nya.


*


Yesa baru saja menidurkan Bintang, entah kenapa putra nya tiba tiba rewel hingga enggan minum susu. Setelah beberapa waktu menangis, barulah bintang terlelap.


lekas Yesa menoleh ke arah ponselnya yang sejak tadi bersuara, ia tidak sempat mengangkat nya karena bintang terus saja menangis.


Yesa tertegun saat melihat lima panggilan tidak terjawab dari Ezi, seperti nya pria itu sudah sampai di Indonesia, gegas Yesa kembali menghubungi Ezi, namun tidak ada jawaban. Yesa trus mencoba nya, akan tetapi Ezi tak kunjung menjawab panggilan nya.


"kenapa enggak angkat telepon nya, kamu marah sama aku bang ?"


Yesa mengirim kan pesan tersebut lalu merebahkan tubuhnya yang lelah.


Sang nenek mengatakan bahwa ia tidak bisa menghadiri acara pernikahan nya dengan Ezi, beliau hanya bisa mendoakan dari jauh.


Hanum juga mengirimkan buah buahan hasil dari kebun milik nya untuk acara tersebut.


*


Ezi membasuh tubuh nya dengan handuk, tubuh nya terasa segar setelah berendam di but up. Ezi tidak tahu kalau Yesa membalas panggilan nya.


lekas ia menggunakan pakaian dan berniat untuk pergi ke rumah Yesa.


masa iya tidak boleh bertemu sebentar saja, Usai berdandan Ezi langsung menyambar ponselnya tanpa mengecek pesan dari Yesa.

__ADS_1


"Mau kemana kak?" tanya Alma saat berpapasan di tangga.


"ketemu calon istri lah..." jawab Ezi melempar senyum lalu pergi meninggalkan rumah.


Anggito sendiri tidak mengetahui hal itu, Ia juga pergi menemui ibunya Jesika di kedai ayam geprek nya.


Yesa menatap ponselnya yang sepi, Ezi benar benar tidak membalas pesan nya, entah kenapa ia tiba-tiba teringat arka. Pria itu juga selalu mengabaikan telpon nya, tidak. Ezi tidak seperti arka. Yesa menghela nafas panjang lalu mencoba memejamkan mata nya.


Setengah jam kemudian Ezi sampai di rumah Yesa, namun calon isteri nya itu sudah terlelap.


Rusli memperhatikan mobil yang ia kenal, Ia langsung beranjak saat melihat Ezi keluar dari mobil dengan beberapa paper bag besar berwarna cokelat.


"assalamualaikum..."


Sapa Ezi menghampiri pintu lalu Rusli menghampiri.


"walaikumsalam... "


"Ayah...." seru Ezi saat kedua pandangan mereka bertemu.


"Ya, Ezi. Kamu sudah kembali ?"


"Ezi mau ketemu sama yesa, boleh kan yah ?"


Rusli menghela nafas panjang lalu menyuruh Ezi untuk duduk di kursi.


"Memang ayah mu tidak bilang kalau kalian di pingit dulu ?" tanya Rusli membuat Ezi tertegun sejenak.


"Ya, tapi Ezi hendak memberikan oleh oleh ini. Bukan hanya untuk Yesa, Tapi untuk ayah dan ibu juga !" jawab Ezi berharap Rusli luluh.


"Ya, Ezi. Ayah paham dengan keinginan kamu. Tapi ayah minta kamu untuk bersabar seminggu ini. Anggap saja itu tantangan lah, nanti kalau sudah sah juga ayah tidak akan melarang !" jawab Rusli kembali membuat Ezi tertegun. Rusli ternyata teguh pada pendirian nya.


"Baik lah ayah, Ezi akan pulang dan menuruti perintah ayah. Ya sudah Ezi titip ini saja untuk Yesa !"


"Terima kasih Ezi, bersabar lah sebentar saja!" Jawab Rusli menepuk pundak Ezi pelan.


Usai itu Ezi pamit pada Rusli, terpaksa ia mengalah dan menuruti perintah mertuanya itu.


Seminggu lah tidak akan lama, Berbulan-bulan saja ia bisa, seminggu bukan waktu yang lama.

__ADS_1


Ezi menoleh ke arah ponselnya hendak menghubungi Yesa kembali, ia terperangah melihat beberapa panggilan dari yesa, serta pesan yang belum sempat terbaca. Lekas Ezi menghubungi kembali Yesa.


Yesa mengerjapkan mata nya saat merasakan ponselnya bergetar, gegas ia membuka matanya dan melihat Ezi kembali menghubungi nya.


"Bang, kamu udah pulang ?" Tanya Yesa langsung.


"belum, Abang masih berada di depan rumah mu !" jawab Ezi membuat Yesa terperangah lalu melihat ke arah jendela dan terlihat mobil Ezi terparkir di depan rumah nya.


"Loh, kapan Abang ke rumah ?"


tanya Yesa, ia kan tidak tahu Ezi datang tadi.


"Barusan dek, tapi......!"


Ezi pun bercerita tentang pingitan itu.


Yesa terkekeh kecil mendengar hal itu, ternyata pria itu ingin sekali bertemu dengan nya.


"Sabar ya, cuma seminggu ini kok. Kita kan bisa video call bang !"


"beda dek, Abang mau nya ketemu langsung!"


"Ya, sabar ya, kita harus mengikuti aturan mereka!" jawab Yesa membuat Ezi menghela nafas panjang.


"Abang bawakan oleh-oleh untuk kamu dan orang rumah termasuk bintang, Abang kasih ayah mu tadi dek !"


"hum, ya terimakasih bang. Sabar sebentar yah !"


"baiklah, ya sudah Abang pulang dulu ya. berharap waktu cepat berputar agar kita.....!"


"Udah sana pulang udah malam, jangan kebanyakan ngehalu !"


"Astaga dek, tega bener sama Abang !"


sergah Ezi membuat Yesa terkekeh kecil.


Bersambung...


Weekend... Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2