Istri Atau Hobi

Istri Atau Hobi
ikut campur.


__ADS_3

Malam itu Fitri sampai di apartemen Arka, Ia mengetuk pintu dan Asila langsung membukanya. Asila tertegun saat pandangan mereka bertemu. tak menyangka kalau mertua dan adik ipar nya akan datang.


"eh Asila pikir bukan ibu !" Ujar asila mengulas senyum.


"bagaimana keadaan arka ?" tanya Fitri langsung masuk ke dalam apartemen tersebut.


terlihat arka tertidur pulas di sofa, untung lah Asila memberikan nya selimut tadi.


"Kenapa tidur di luar, kamu kan lagi sakit ?" Tanya Fitri membuat arka terbangun dari tidurnya.


"Ibu...!" seru arka saat melihat Fitri berada di hadapannya.


"Ya, ibu baru saja datang. Ibu sangat khawatir dengan keadaan kamu...!" ujar Fitri lalu menoleh ke arah Asila sekilas.


"kaki arka cedera lumayan parah, besok mau ke tempat pijat bareng Rio Bu !"


jawab Arka lalu menoleh ke arah asila yang tidak bergeming.


"Ya, ibu akan di sini sampai keadaan kamu pulih. Ibu cemas saat mengetahui kamu cedera."


Sahut Fitri lalu mendelik ke arah asila.


Ada rasa sesal terbesit dalam hati, saat mengetahui tingkah laku asila, ia bukan mengurus arka, justru malah merepotkan anak nya. Tidak seharusnya ia menyuruh arka menikah lagi. Padahal karier nya sedang bagus, seharusnya dulu ia mendukung arka fokus pada karier nya setelah berpisah dengan Yesa. Tapi sekarang semua sudah terlanjur, dan Fitri akan terus memantau asila.


"Pergi keluar dulu ya kak !" ujar Andi lalu pergi begitu saja sebelum mendapatkan jawaban.


"Itu anak keluyuran terus, di jakarta juga seperti itu. pulang pagi, enggak tahu habis dari mana."


Ujar Fitri lalu memperhatikan luka pada kaki Arka.


"nanti kita cek lagi ke dokter, takut nya ada tulang nya patah."


Arka mengangguk lalu meminta asila membantu nya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Ibu sama Andin tidur di kamar samping saja, sudah malam. Istirahat Bu !" cakap arka lalu masuk.


Arka memperhatikan wajah asila tampak redup, mungkin ia tidak suka dengan kedatangan sang ibu. Namun Arka senang karena dengan itu ia tidak harus makan makanan delivery order terus, sang ibu kan bisa memasak seperti Yesa.


"kamu enggak suka lihat ibu datang ?" tanya Arka memindai Asila sedikit masam.


"Ya, aku merasa ibu mu terlalu ikut campur dengan hubungan kita. Tapi ya sudahlah dengan itu aku terbantu. Kau kan banyak maunya." jawab asila lalu kembali merebahkan tubuhnya di ranjang kemudian memunggungi arka.


Arka hanya bisa menghela nafas panjang, berusaha untuk sabar menghadapi asila.


***


Beberapa teman Yesa datang hendak membuat Erlin membuat kue untuk acara esok. Jesika, Wida dan Luna juga menginap di rumah Yesa. Mereka pun tidak sabar menunggu waktu pernikahan Yesa dan Ezi. Mereka begitu senang karena keduanya hendak menuju bahtera rumah tangga.


"Bu, ibu kok pinter sih, bikin kue apa aja bisa...?" tanya Wida yang membantu Erlin memasukkan kue rainbow pada mika kecil.


"belajar lah, ibu juga enggak tiba tiba bisa. Sekarang malah gampang banyak di YouTube kan."


"bener wid, dan yang terpenting itu ada kemauan. Kalau Lo malas mah ya enggak akan bisa !" sergah Luna membuat Jesika tertawa. Sementara Yesa tengah menidurkan bintang di kamar.


"Tidur di kamar Wina apa di sini kak ?" tanya Wina melihat Luna yang merebahkan tubuhnya di depan televisi dengan permadani kasur yang empuk.


"Di sini ajalah, sambil nonton tv." jawab Wida ikut bergabung setelah selesai membantu Erlin.


"ya, bikin apa ya sebelum tidur...!" ujar Jesika sambil berpikir.


"Udah mau tidur masih mikirin makan aja !" sergah Luna membuat Jesika tertawa. Lalu keduanya bercanda hingga ruangan itu ramai.


Yesa menatap Bintang yang sudah terlelap, wajah nya sembab karena ia kembali menangis seperti waktu sore. Untung ada Erlin yang bisa menenangkan hingga bintang terlelap.


Yesa menoleh ke arah ponsel nya yang berdering, terlihat Ezi melakukan panggilan telepon.


"Halo assalamualaikum bang." jawab Yesa setelah menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.

__ADS_1


"walaikumsalam..., kamu sedang apa dek ?" tanya Ezi. Ia sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan Yesa. Kalau saja bisa mempercepat waktu. Hehehe....


"Habis tidurin bintang, sejak siang rewel terus bang !" jawab Yesa.


"sakit dek ?" tanya Ezi.


"enggak, mungkin sedang manja saja !" jawab Yesa terkekeh kecil dan terdengar oleh Ezi.


"ya sudah kamu istirahat dek, Abang selalu berdoa untuk kamu."


jawab Ezi membuat Yesa tertegun.


"kamu adalah seseorang yang selalu Abang ingat sebelum Abang tidur, dan orang pertama yang Abang ingat saat Abang terjaga di pagi hari."


tambah nya membuat Yesa mengulas senyum.


"hum, masa bang. Enggak gombal kan ?" tanya Yesa terkekeh lagi.


"buat apa ngegombalin calon isteri, Abang tuh kangen sama kamu." jawab Ezi. Ingin sekali rasanya pulang dan membawa perempuan itu bersama nya ke Swiss.


"Besok jadi kan acara aqiqah nya ?"


sayang sekali Rusli menolaknya keinginan nya untuk membeli kan bintang domba.


"Jadi bang, ayah Abang juga mau datang rencana nya." jawab Yesa.


"pastilah, kan sahabat karibnya yang punya acara !" jawab Ezi membuat Yesa terkekeh lagi. Namun kedua nya bersyukur karena kedekatan mereka tidak menyulitkan niat baik Ezi pada Yesa.


Setelah itu mereka berbincang hal random, sementara teman teman nya Asik berbincang di ruang tengah bersama Erlin. Rusli sendiri berada di kamar beristirahat.


Bersambung...


Terima kasih yang masih setia. Kemarin tuh paksu nempel terus, author jadi enggak bisa up 😒😅😅😅

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar ya 🤭🤭😍😘🙏


__ADS_2