Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 100 Menurutmu Dia Akan Datang Untuk Menyelamatkanmu?


__ADS_3

Tatapan Ye Moshen tajam, suaranya seperti terhimpit keluar melalui sela giginya.


“Beraninya kamu!”


Lu Xunchang bersenandung dan tertawa: “Yang menghadapiku sekarang ini adalah orang cacat, menurutmu masih ada apa lagi yang membuatku tidak berani? Ye Moshen, mungkin dulunya aku masih bisa membiarkanmu, sekarang…. Menurutmu aku takut apa?”


Tut tut—-


Pihak sana langsung menutup teleponnya.


Ye Moshen langsung membuat keputusan dengan cepat: “Segera kunci lokasi nomor ponselnya, cepatlah dan beritahu mereka untuk mengirimkan orang untuk menyelamatkannya.”


“Baik!”


Xiao Su tidak berani berlama-lama lagi. Dia dengan cepat mengeluarkan ponselnya untuk membuat panggilan, lalu mendorong Ye Moshen pergi dari tempat pesta itu.


Lu Xunchang yang sudah menutup teleponnya itu menatap wanita yang sedang berbaring di ranjang. Dia masih tidak sadarkan diri, dengan semangkuk obat di sampingnya.


Tatapan Lu Xunchang itu seperti beracun, “Berikan obat itu untuknya.”


“Baik, Tuan Lu!”


Setelah menerima perintah itu, mulut Shen Qiao dibukanya dan memasukkan obatnya secara paksa.


Shen Qiao tersedak, menutupi lehernya dan terbatuk berat. Ketika dia sadarkan diri, dia melihat orang-orang itu memberi dirinya sebuah obat. Dengan sendirinya dia mengangkat tangannya dan memukul mangkuk berisikan obat itu.


Tapi obat itu sudah hampir sepenuhnya diminum habis dari mangkuk itu.


Lu Xunchang meliriknya sambil menunjukkan senyumnya yang mengerikan.


Shen Qiao menutupi bibirnya dan meringkuk di pojokan, matanya yang cantik itu menatapnya.


“Asisten Ye Moshen, ah~ awalnya aku masih mau bermain-main denganmu, tapi sayangnya karena kamu sangat tidak patuh. Apa sudah tidak sabar untuk dibakar hidup-hidup?”


Mendengar ini, Shen Qiao membuka matanya lebar-lebar: “Yang barusan kamu berikan padaku itu….”


Ekspresi wajah Shen Qiao menjadi pucat. Tiba-tiba dia menundukkan kepalanya dan mencubit lehernya, berusaha untuk memuntahkannya keluar apa yang barusan diminumnya itu.


“Tidak ada gunanya.” Lu Xunchang tersenyum, yang terlihat seperti senyuman hewan buas: “Racun itu akan menyebar dalam sepuluh menit, dan ini adalah racun yang paling kuat. Kalau Ye Moshen datang sekalipun…. Hanya dia seorang yang cacat itu, mana mungkin bisa menyelamatkanmu, bukan?”


Beberapa anak buahnya juga menggosokkan telapak tangannya sambil tersenyum mesum: “Tuan Lu, Tuan Ye tidak akan bisa menyelamatkannya, bila saatnya nanti bolehkah kita….”


Lu Xunchang mendengus dengan dingin, melirik ke sekelilingnya, “Kunci pintu dan jendelanya, nyalakan dupanya, dan tunggu sampai Ye Moshen masuk ke dalam perangkap.”


“Dia, Ye Moshen sendiri tidak bisa apa-apa, masih mau membuat orang lain sepertinya? Kalau begitu aku akan membiarkannya merasakannya sendiri tanpa ampun.”

__ADS_1


Shen Qiao melihat mereka telah meletakkan semua dupanya, dan digabungkan juga dengan apa yang barusan dikatakan oleh Lu Xunchang itu, dia langsung bisa menduga apa maksudnya. Ekspresi wajahnya berubah dan ingin mencoba bangkit berdiri, tapi dia tak bertenaga sedikitpun, seluruh tubuhnya terasa lemas.


“Kurang ajar kamu….”


Setelah menyalakan dupa itu, Lu Xunchang langsung membawa orang pergi, kemudian mengunci semua pintu dan jendela yang ada.


Ruangan itu langsung menjadi sunyi, hanya meninggalkan Shen Qiao seorang diri di ranjang. Dia menggerakkan jari-jarinya dan mencoba untuk berdiri.


Akhirnya setelah berusaha untuk duduk, namun karena gegabah dia berguling dari ranjang dan terjatuh ke lantai yang dingin.


Sakit sekali rasanya….


Shen Qiao mengerutkan wajahnya.


Lu Xunchang, orang ini benar-benar jahat, dia jelas sekali tahu bila…. Ye Moshen tidak mampu dalam aspek itu. Akan tetapi dia meracuni dirinya, dan juga menyalakan dupa pewangi ruangan di sini. Hanya menunggu Ye Moshen masuk dia akan terkena.


Tapi…. Bagaimanapun juga dia tetap tidak bisa bergerak, sedikitpun tidak bisa menggunakan tenaganya.


Kelopak matanya terasa berat hingga Shen Qiao menggigit bibirnya hingga hampir berdarah, akhirnya kedua matanya pun pingsan.


*


“Tuan Ye, sudah kami selidiki.”


“Berada di Hotel Li Hao.”


“Lebih cepat lagi.”


Tak lama kemudian, Ye Moshen dan yang lainnya tiba di tempat tujuan. Begitu mobilnya berhenti, Xiao Su dengan muram mengatakan: “Sudah tiba di lokasinya, Tuan Ye, kita sekarang masuk ke sana?”


“Iya.”


“Tapi….” Xiao Su berhenti sesaat: “Aku rasa, Tuan ye lebih baik tidak tergesa-gesa masuk. Bisa menyuruh kami semua untuk masuk dan menyelamatkan Asisten Shen.”


Mendengar ini, Ye Moshen mengerutkan keningnya, bibirnya yang tipis itu sedikit bergerak lalu ponselnya juga berdering.


Lu Xunchang yang menghubunginya. Ye Moshen bersikap dengan tenang dan menekan tombolnya.


“Sepertinya Tuan Ye sungguh perhatian terhadap asistennya ini.”


Begitu Xiao Su mendengar ini, ekspresi wajahnya langsung berubah dan dia langsung melihat ke sekelilingnya dengan waspada.


Ye Moshen yang tanpa ekspresi itu tidak menjawab ucapan Lu Xunchang.


Lu Xunchang mencibir: “Asistenmu sudah diracuni dengan obat yang kuat. Jika Tuan Ye tidak cepat menolongnya sendiri, dan malah membiarkan orang-orangmu yang masuk, mungkin dia sudah tidak bisa menahan racun itu lagi dan akan menerkamnya. Tentu saja, aku mau mengingatkan, aku memberinya dosis tiga kali lipat. Jika dia tidak diselamatkan dalam satu jam, mungkin dari seluruh lubang di tubuhnya akan mengeluarkan darah hingga dia mati. Kasihan sekali asisten ini.”

__ADS_1


Xiao Su menggertakkan giginya dan mengepalkan tinjunya: “Lu Xunchang, kamu penjahat tidak tahu malu!”


“Ye Moshen, aku sangat senang melihatmu terburu nafsu namun tertahan seperti ini. Aku sangat menantikan penampilanmu.”


Setelah mengucapkan itu, Lu Xunchang menutup teleponnya lagi.


Xiao Su: “Ini pasti jebakan yang sengaja disiapkan oleh Lu Xunchang. Dia pasti sengaja memancing Tuan Ye untuk masuk ke dalam. Tuan Ye, anda tidak boleh sampai ditipu olehnya.”


Ye Moshen melihat keluar jendela dengan dingin: “Dorong aku masuk.”


Xiao Su: “…. Tuan Ye!”


“Kenapa? Aku, Ye Moshen ini apa butuh bantuan orang lain demi wanita milikku?”


Xiao Su: “Tapi!”


“Kamu segera hubungi rumah sakit dan grup lainnya. Cari tahu lokasi Lu Xunchang dan temukan dia.”


Dengan putus asa, Xiao Su hanya bisa menerima perintahnya itu, lalu sambil mendorong Ye Moshen keluar dari pintu, kemudian memerintahkan anak buah lainnya yang ada di belakangnya: “Kalian sudah mendengar perintah Tuan Ye? Cepat laksanakan!”


“Siap.”


Setelah menerima tugas itu, Xiao Su langsung membawa beberapa orang naik dengan Ye Moshen.


Setelah tiba di dalam ruangan itu, Xiao Su langsung mendobrak pintu itu terbuka. Sebelum dia sempat melihat suasana di tempat itu dengan jelas, Ye moshen dengan dingin mengatakan: “Tutup mata kalian!”


Xiao Su cepat-cepat membalikkan badannya dan melirik ke yang lainnya di luar: “Tunggu di luar, jangan ada yang masuk.”


Ye Moshen mendorong kursi rodanya dan ingin masuk sendiri. Xiao Su melihatnya menjadi pucat dan mau menghentikannya: “Tuan Ye!”


Ye Moshen mencium adanya suatu aroma di udara, lalu mengerutkan keningnya: “Tutup mulut dan hidung kalian. Ada bau sesuatu di dalam ruangan ini.”


Xiao Su langsung menganggukkan kepalanya dan memberikan mereka masker untuk dipakai. Dia juga memakaikannya untuk Ye Moshen, kemudian membiarkan Ye Moshen masuk ke dalam ruangan itu sendirian.


Di dalam ruangan.


Shen Qiao sudah sangat panas dan ingin meledak rasanya. Dia berbaring di atas lantai yang dingin itu. Tubuhnya tidak memiliki tenaga, tapi dia telah diracuni oleh obat itu hingga merobek pakaiannya dari bagian bawah tubuhnya. Udara yang dingin dari lantai itu menembus masuk ke tubuhnya dan membuatnya merasa lebih nyaman.


Tapi itu tidak menyelesaikan akar permasalahannya.


Kesadarannya terasa sangat kabur, rasa yang tidak wajar dari bagian perutnya membuatnya merasa malu!


Dia tidak pernah menyangka bila dia akan diracuni suatu hari nanti, dan tubuhnya tidak mempunyai tenaga untuk melawannya. Hal yang paling primitif…. Dengan cara seperti ini langsung dirangsang oleh obat racun itu.


Terbelit-belit, gelisah, sakit, putus asa…. Shen Qiao dipenuhi dengan berbagai macam emosi.

__ADS_1


__ADS_2