Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 117 Ada Perkataan Yang Hanya Diucapkan Sekali


__ADS_3

Ye Moshen: “……”


Wanita ini bodoh ya?


Harusnya iya.


Kalau tidak, dia tidak akan bodoh sampai menanyakan ini di saat ini.


“Apa aku yang tidak menunjukkan dengan jelas?” Ye Moshen menyipitkan mata dan tersenyum datar: “Atau kamu terlalu bodoh?”


Mulut Shen Qiao terngaga, apa……Yang dia tunjukkan?


“Wanita yang sudah menikah, ada perkataan yang hanya aku ucapkan sekali, kamu jangan bermimpi aku akan mengatakan untuk kedua kalinya.” Ye Moshen berkata dingin dan terdengar manja.


Shen Qiao terkejut dan membelalakan mata: “Perkataan apa?”


Sialan!


Ye Moshen ingin menangkap dan memukul bokong wanita dihadapannya ini dengan keras saat melihat ekspresinya yang menyelidiki, dia sudah mengatakan yang tidak seharusnya dikatakan, akhirnya wanita ini masih tidak mengerti.


Berpikir sampai disini, Ye Moshen menahan bibirnya dan suaranya mendingin.


“Kelihatannya, kamu sama sekali tidak menganggap keberadaanku sebagai suamimu.”


Shen Qiao: “Kamu katakan dengan jelas, sebenarnya apa maksudmu? Dulu aku baik-baik saja tidur di ranjang kecil itu, kenapa sekarang mau tidur bersama, apa karena aku dan kamu……”


Perkataannya belum selesai itu dipotong Ye Moshen dengan kasar: “Sudah cukup!”


Amarah yang tiba-tiba itu membuat orang takut, mata Ye Moshen memerah.


“Jangan bertanya kalau tidak tahu, wanita yang bodoh sekali, mintalah pelayan pindahkan kembali ranjang kecilmu kalau kamu mau, jangan mengira aku ingin tidur bersama wanita yang sudah pernah menikah sepertimu. Itu merendahkan levelku! Memalukan!”


Shen Qiao: “……”


Ye Moshen menggereakkan kursi roda dan pergi dari kamar.


Didalam kamar kembali tenang setelah dia pergi, Shen Qiao emosi sekali mendengar perkataannya yang terakhir, tidak mungkin meminta pelayan memindahkan kembali ranjang kecilnya, tapi kalau dia merasa tidur bersama dengan dirinya itu sama saja dengan merendahkan levelnya dan memalukan, maka dirinya juga tidak perlu menyenangkannya.


Ya sudah kalau dirinya tidur di lantai.


Shen Qiao keluar mencari pelaya untuk meminta dua selimut, lantai sudah di pel dengan sangat bersih, dia langsung meletakkan dua selimut di atas lantai dan memindahkan bantal dan barangnya kesana.


Item di atas ranjang tiba-tiba berkurang dua buah dari yang awalnya empat buah, hanya tersisa sprei biru dan sebuah bantal biru, kosong dan kelihatannya dingin.

__ADS_1


Shen Qiao pergi mandi setelah membereskan barangnya sendiri, dia bisa langsung tidur setelah mandi nanti.


Saat sedang tidur, dia tiba-tiba merasa seperti ada orang yang menarik selimutnya.


Dia mengantuk sekali dan tanpa sadar menarik erat selimutnya, tapi selimut masih ditarik lepas.


Shen Qiao membuka matanya dan bertatapan dengan mata yang dingin dan dalam.


Ye Moshen!!


“Kamu sedang apa?” Shen Qiao bertanya.


Ye Moshen memandangnya sinis: “Menurutmu?”


Shen Qiao tenang sebentar baru duduk dan menarik selimut ditangannya: “Aku tidur dengan lelap, kamu yang merebut selimutku dan masih bertanya padaku.”


Ye Moshen menyeringai: “Selimut ini milikmu?”


“……”


Baiklah, selimut ini diambil dari ranjang Ye Moshen.


“Kamu gunakan selimutmu yang dulu.” Shen Qiao berkata: “Kamu sudah meminta pelayan membereskan barangku yang dulu, harusnya kamu memberikan selimut ini padaku.”


Selesai bicara, Shen Qiao kembali berbaring dan menyelimuti dirinya.


Dia tidak memperdulikan ekspresi Ye Moshen, Shen Qiao hanya tahu dia kembali tertidur tidak lama setelah kembali berbaring.


Saat tertidur sampai tengah malam, Shen Qiao tiba-tiba merasa panas, seperti ada benda yang memancarkan hawa panas di punggungnya, menjalarkan hawa panas melalui pakaian tidurnya sampai ke kulitnya.


Suhu badan Shen Qiao memanas, dia mengerutkan alis dan menendang selimutnya.


Akhirnya nyaman sedikit.


Semenit kemudian, selimut itu kembali ke badannya.


Shen Qiao terus menendang, sesaat, dia kembali diselimuti.


Shen Qiao panas sekali, dia tertidur lelap seperti anak kecil, membalikkan badan, hawa panas di punggungnya menghilang, tapi hawa panas di depan badannya malah meninggi.


Shen Qiao membuka matanya, ada sepasang mata yang dingin malas, dia bertatapan dengan mata hitam Ye Moshen tanpa persiapan.


Seperti ada bintang yang bersinar didalam matanya, indah sekali.

__ADS_1


Shen Qiao bingung dan melihatnya lama, mengedipkan mata dan menyentuh wajah Ye Moshen, saat ujung jarinya hampir menyentuhnya, rasa kantuk kembali menyerangnya, dia memejamkan mata dan kembali tertidur.


Seiring dengan rasa kantuk dan nafas yang panas, ada sesuatu yang lembut yang menempel di bibirnya.


Shen Qiao tanpa sadar menghindar kebelakang, benda yang lembut itu terasa tidak puas dan berusaha maju kedepan, berusaha menempel ke bibirnya yang lembut.


Baiklah, Shen Qiao juga malas memperdulikannya kalau tidak bisa menghindarinya dan terus tidur.


Dia baru tidur sekejap, ada benda lembut yang bergerak di bibirnya, mengulum bibirnya seperti makan jelly, pelan-pelan menikmati.


Menjilat, menggigit, membukanya.


Shen Qiao sedikit mendesah, kehilangan kendali atas tindakan pria ini, dan lidahnya memasuki mulutnya, menelusuri setiap inci didalam mulutnya.


“Ugh.” ******* Shen Qiao saat tertidur terdengar memikat di telinga Ye Moshen, suara itu membuat perutnya panas, tangannya perlahan meraba punggungnya.


Ciuman menjadi semakin dalam, di malam yang hening, Ye Moshen yang bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri.


Deg!


Dug!


Sekali demi sekali, seperti petasan yang dinyalakan di malam yang hening.


Walau jaraknya jauh, tapi suara itu seperti menyerang jiwanya sekali demi sekali.


“Ugh……” Dia sudah sedikit keterlaluan, Shen Qiao akhirnya tidak bisa tidur lelap, alis cantiknya mengerut dan tangannya mendorongnya tanpa sadar.


Ye Moshen menangkap pergelangan tangannya, badan yang tinggi besar membalik dan menekan badan Shen Qiao dari atas.


Saat ini, Shen Qiao merasa ada yang tidak beres dan perlahan tersadar dari mimpinya.


Begitu membuka matanya, dia tidak bisa melihat apapun selain kegelapan, tapi dia bisa merasa jelas kalau ada pria yang kuat dan tegap menekannya dari atas, dan pria ini sedang menciumnya.


Terpaku sesaat, Shen Qiao langsung sadar apa yang terjadi, mata indah itu membelalak dalam kegelapan, badan kecilnya memberontak dalam pelukan Ye Moshen.


“Lepaskan aku……Ugh……”


Ye Moshen tertawa sambil mengulum bibirnya: “Hehe, bukankah sedikit terlambat kalau baru sadar sekarang.”


Suaranya Ye Moshen, badan Shen Qiao terpaku di tempat, lalu tiba-tiba menggigit Ye Moshen dengan kuat.


Sss——

__ADS_1


Terdengar suara nafas Ye Moshen dalam kegelapan, Shen Qiao diam-diam mengumpat, lalu mendorong badannya yang tinggi besar.


__ADS_2