Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 148 Benarkah Dia Orangnya?


__ADS_3

Di restoran.


Ye Linhan sepertinya sering datang ke restoran ini. Begitu beranjak masuk, pemilik restoran langsung menyapanya.


“Restoran ini sangat terkenal di sekitar sini. Bahan makanannya sangat segar dan banyak jenis. Ini menunya. Coba lihat, apa yang ingin kau makan.”


Ye Linhan membawanya duduk di tempat yang biasa ditempatinya dan memberikan menu pada Shen Qiao.


Shen Qiao sama sekali tidak tertarik dengan sarapan pagi itu. Dia hanya melihat sejenak menu makanannya dan memesan semangkok mie.


Mendapati Shen Qiao yang sepertinya tidak fokus, Ye Linhan tidak banyak bicara. Setelah memberikan menu pada pelayan restoran, dia memesan beberapa makanan lagi dan barulah menatap ke arah Shen Qiao.


“Kenapa? Mengapa raut wajahnya terlihat pucat. Sepertinya kau juga tidak punya nafsu makan. Perlukah aku menemanimu melakukan pemeriksaan ke rumah sakit?”


Mendengar semua itu, Shen Qiao baru tersadar kembali dari lamunannya. Dia menatap Ye Linhan yang duduk di hadapannya.


Dia mengenakan kemeja putih yang bersih. Kerah dan pakaiannya terlihat disetrika dengan sangat rapi. Sama sekali tidak ada lipatan yang terlihat. Bisa terlihat, Ye Linhan adalah orang yang sangat rapi.


Ye Linhan juga sangat tampan. Hanya saja, dibandingkan dengan alis mata Ye Moshen yang tegas dan wajah yang sempurna, paras Ye Linhan terlihat lebih lembut.


Ada satu perkataan yang mengatakan seorang pria memang seharusnya menjadi panutan.


Ye Linhan adalah pria yang memberikan kesan seperti itu. Karakternya sangat lembut namun tegas.


Mungkinkah dia adalah pria di malam itu?


“Tidak usah. Aku hanya kurang tidur saja.”


Kecemasan yang ada di pandangan mata Ye Linhan terlihat semakin mendalam,”Adik, apakah kau benci terhadap kakak?”


Shen Qiao tertegun,”Kakak?”


“Kau selalu menghindari kakak.” Ye Linhan tersenyum. Dengan suara lembut, dia bertanya,”Apa penyebabnya? Kakak terlihat menakutkan?”


Shen Qiao menjelaskan dengan canggung,”Tidak. Kakak jangan banyak pikiran.”


“Jika demikian, jangan menghindari kakak.”


Shen Qiao:”…”


Dia menundukkan kepala. Hatinya terasa kacau.


Bagaimana dia harus memulainya?


Setelah berpikir sejenak, Shen Qiao mengangkat kepalanya dan bertanya,”Kak, jas yang kau kenakan biasanya… Itu dibuat secara khusus?”


Pertanyaan ini sedikit aneh. Tetapi Shen Qiao ingin memastikannya.


Tadinya, Ye Linhan tidak mengerti kenapa dia menanyakan hal ini. Tetapi dia tidak mempermasalahkannya. Dia menganggukkan kepala:”Terkadang dibuat secara khusus. Jika tidak, aku akan membeli jas yang sudah jadi. Ada apa?”

__ADS_1


Mendengar semua itu, tangan Shen Qiao yang berada di bawah meja menjadi semakin tegang.


Jika demikian, ada jas yang telah dibuat secara khusus.


Apakah dia harus melanjutkan pertanyaannya? Jika terus bertanya, jika Ye Linhan adalah pria di malam itu, Ye Linhan akan menyadarinya.


Shen Qiao terus berpikir keras. Pertanyaan seperti apakah yang bisa luput dari pengamatan Ye Linhan.


Setelah berpikir cukup lama, barulah dia tanya lagi.


“Tidak. Aku merasa jas yang dikenakan Kakak terlihat menarik. Kakak, dulu kau….”


Sambil bertanya, Shen Qiao mengangkat kepalanya dan menatap ke arahnya. Seketika itu, barulah dia mendapati ternyata Ye Linhan sedang menatap dirinya dengan tersenyum. Kedua mata yang menatapnya itu seperti bisa menyelami semua jalan pikirannya.


Shen Qiao tersentak dan langsung menghentikan perkataannya.


Ye Linhan menatapnya dengan tatapan yang dalam.


“Sepertinya kau punya banyak pertanyaan?”


Ye Linhan yang terlihat menyimpan banyak rahasia itu membuat Shen Qiao tidak berani bertanya lebih lanjut. Kebetulan, saat itu pelayan restoran membawakan bubur yang telah dipesan mereka. Mengambil kesempatan itu, Shen Qiao langsung menghindari tatapan mata Ye Linhan dan bangkit berdiri untuk menerima pesanan makanan.


Mungkin karena tegang, mangkok itu tumpah dan Shen Qiao terkena tumpahan makanannya.


Ye Linhan yang duduk di hadapan sambil tersenyum itu langsung bangkit dan memegang tangan Shen Qiao,”Tolong berikan aku air dingin.”


“Maaf, Nona. Aku tidak sengaja.”


“Tidak. Bukan salahmu.” Shen Qiao menggelengkan kepala. Sebenarnya semua karena dirinya yang kurang berhati-hati.


Setelah menerima air dingin, Ye Linhan langsung memasukkan tangan Shen Qiao ke dalam air dingin. Kulitnya yang putih itu menjadi merah karena terkena panas. Ye Linhan yang mendapati semua itu mengerutkan kening dan berkata,”Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kau teruslah rendam tanganmu di dalam air dingin. Aku akan membeli pasta gigi. Tunggu aku sejenak.”


Selesai bicara, Ye Linhan langsung berlari keluar tanpa menunggu jawaban dari Shen Qiao.


Shen Qiao yang tadinya ingin menghentikannya hanya bisa menunggu dengan tidak berdaya.


Tadinya dia berpikir Ye Linhan akan pergi dalam waktu yang lama. Siapa sangka, Ye Linhan sudah kembali dengan membawa obat salep dalam waktu 4-5 menit.


Ye Linhan mengangkat tangan Shen Qiao dari dalam air, mengeringkannya dengan kertas tisu dan kemudian mengoleskan salep.


Jari tangan Shen Qiao terasa dingin setelah dioleskan salep.


Mendapati nafas Ye Linhan yang terengah-engah, Shen Qiao mengangkat kepalanya dan mendapati kening Ye Linhan dipenuhi oleh keringat.


Ini…


Di dalam hatinya, muncul sebuah perasaan yang aneh. Demi membelikan obat untuknya, dia berlari dengan begitu terburu-buru.


“Untuk apa bersikap begitu baik terhadapku?”

__ADS_1


Setelah melontarkan pertanyaan itu, Shen Qiao langsung menyesalinya. Entah kenapa dia bisa melontarkan pertanyaan seperti itu. Bukankah itu mendatangkan salah paham?


Setelah berpikir sejenak, Shen Qiao langsung memberi penjelasan:”Maaf, Kakak. Aku salah bicara. Maksudku… Kakak tidak perlu bersikap baik terhadapku.”


Selesai bicara, Shen Qiao ingin menarik kembali tangannya.


Siapa sangka, Ye Linhan memegang erat pergelangan tangannya.


Ye Linhan mendaratkan pandangan mata yang lembut dan penuh keyakinan pada wajah Shen Qiao.


“Masih belum selesai mengoleskan obat. Tenanglah.”


Suaranya sangat lembut namun tidak bisa ditolak. Ye Linhan memegang erat tangannya sambil mengoleskan obat dengan lembut.


Entah kenapa, Shen Qiao merasa ada yang aneh dari pandangan orang-orang di sekitar. Setelah bertahan cukup lama, barulah Ye Linhan merenggangkan pegangannya.


“Sudah. Hari ini jangan bersentuhan dengan air. Untung bukan tangan kanan yang terluka. Apakah kau perlu istirahat satu hari?”


Shen Qiao menarik kembali tangannya. Pergelangan tangannya masih tersisa kehangatan dari tangan Ye Linhan.


“Tidak usah.”


Ye Linhan bangkit dan mengambil jaket,”Obat itu hanya untuk pengobatan sementara. Aku akan membawamu ke rumah sakit.”


Shen Qiao ingin menolak. Tetapi Ye Linhan langsung menariknya.


Untuk pertama kalinya, Shen Qiao mendapati Ye Linhan juga punya sisi yang arogan.


“Shen Qiao, perilaku seseorang sangat beragam. Berhadapan dengan orang yang berbeda, sikap yang ditunjukkan juga berbeda. Mungkin dia biasanya terlihat lembut, tetapi sebenarnya dia adalah seorang yang….”


Perkataan Han Xueyou kembali terngiang-ngiang.


Mungkinkah… Ye Linhan benar-benar adalah….


Pikiran Shen Qiao terus melayang-layang. Dia bahkan tidak sadar ketika Ye Linhan membantunya untuk mengenakan sabuk pengaman dan memanggil dirinya.


Pikirannya kacau.


Jika benar Ye Linhan orangnya, apa yang harus dilakukannya?


Dirinya adalah istri Ye Moshen. Walaupun hanya sebatas nama saja.


Hingga saat ini, Shen Qiao masih tidak bisa menerima kenyataan ini.


Saat mobil mulai bergerak, Shen Qiao mendadak berkata,”Hentikan mobilnya.”


Ye Linhan menginjak rem,”Ada apa?”


Shen Qiao langsung membuka pintu dan turun dari mobil tanpa mengucapkan apapun.

__ADS_1


__ADS_2