Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 154 Dijebak


__ADS_3

Sebenarnya kemampuan kerja Shen Qiao sangatlah baik. Ditambah lagi dengan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, mengelola data seperti ini bukanlah hal yang sulit baginya. Hanya saja, orang-orang ini tidak tahu apa pekerjaan Shen Qiao sebelumnya. Selain itu, mereka juga tidak tahu walaupun Shen Qiao berada di sisi Ye Moshen, dia bisa mengikuti ritme kerja Ye Moshen.


Mereka hanya menilai dari penampilan luar. Mereka berpikir Shen Qiao adalah wanita yang mendapatkan posisi melalui hubungan di atas ranjang ataupun cara yang tidak senonoh lainnya.


Setelah Direktur tidak menyukainya lagi, akhirnya jabatannya diturunkan begitu saja.


Atasannya meminta Shen Qiao untuk mengelola data bermaksud untuk menyulitkan dirinya. Karena itulah semua orang merasa senang dan menantikan Shen Qiao dipermalukan di hari pertama bekerja. Tiba saatnya, mereka tinggal melaporkannya pada Tuan Muda Ye. Mungkin saja dia akan diusir dari Grup Ye.


Detik demi detik terus berlalu. Setelah mendapatkan data, Shen Qiao terus bekerja dengan serius. Dia tidak mempedulikan perkataan orang lain.


Mendapatinya Shen Qiao yang terlihat biasa aja, mereka merasa gelisah.


“Apa ini? Dia sungguh pandai berpura-pura. Masa dia mengira bisa menyelesaikan semua pekerjaannya itu hanya dalam waktu satu jam?”


“Ckck, dokumen ini akan digunakan saat rapat. Jika ada kesalahan, dia pasti akan mendapatkan pelajarannya. Sekarang dia berpura-pura terlihat santai, nanti dia pasti akan memohon ampun.


“Mengapa dia diam saja? Dia sungguh merasa dirinya orang penting?”


“Waktu hanya tinggal 10 menit. Hei, anak baru… Kau masih sempat jika memohon ampun sekarang juga.”


Shen Qiao tidak mempedulikan mereka. Tetapi karena terlalu lama duduk, Shen Qiao merasa ingin buang air kecil. Setelah melirik komputernya sejenak, pekerjaannya tinggal sedikit lagi akan selesai. Shen Qiao akhirnya menyelesaikan semua pekerjaannya dalam 5 menit terakhir.


Setelah menyelesaikan semuanya, Shen Qiao berjalan menuju ke toilet karena berpikir masih punya sedikit sisa waktu.


Begitu dia beranjak pergi dari bangkunya, semua orang mendekati komputernya.


“Sepertinya sudah selesai.” Salah satu gadis yang bernama Cui Minli menghampiri komputernya dan mendapati semua pekerjaan telah diselesaikan dengan rapi.

__ADS_1


“Mana Mungkin?” Gao Yun membelalakkan mata dan menatap hasil pekerjaannya dengan penuh rasa tidak percaya:”Bukankah dia tidak bisa apa-apa? Bagaimana mungkin merapikan semua data itu dengan begitu cepat? Bahkan tidak membutuhkan waktu 1 jam!”


Cui Minli mengigit bibirnya:”Tapi Gao Yun, jelas terlihat dia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Bagaimana ini? Masa membiarkan dia menunjukkan kebolehannya di hari pertama bekerja di departemen kita?”


“Jangan mimpi!” Ujar Gao Yun sambil tersenyum dingin.”Kak Qiang Wei sudah berpesan agar kita menyambut anak baru ini dengan baik. Dia ingin melewati semua ini dengan mudah? Jangan mimpi.”


“Apa yang harus kita lakukan?” Ujar Cui Minli dengan suara kecil.


Gao Yun tersenyum dengan licik.


Setelah kembali dari toilet, wajah Shen Qiao terlihat pucat saat duduk kembali di bangku kerjanya.


Walaupun Shen Qiao selalu minum obat tepat waktu, tetapi perutnya selalu terasa tidak nyaman. Mungkin hal itu berkaitan dengan suasana hatinya. Demi anak dalam perutnya, dia harus berusaha menjaga suasana hatinya.


Ketika Shen Qiao ingin mencetak semua data yang telah dikerjakannya, dia mendapati layar komputernya menjadi gelap.


Raut wajahnya berubah seketika. Setelah mengklik beberapa kali mousenya, layar komputer tetap terlihat gelap.


Setelah menekan tombol power, barulah layar komputer kembali menyala. Setelah menunggu selama 1 menit, akhirnya komputer berhasil dinyalakan kembali. Ketika dia membuka layarnya tadi, barulah dia mendapati ternyata semua hasil pekerjaannya telah terhapus.


“Haha.” Terdengar suara tawa dari samping. Ketika memalingkan wajah, Shen Qiao mendapati Cui Minli dan Gao Yun sedang tertawa. Mendapati tatapan Shen Qiao, mereka melototi balik dengan gaya yang sombong. Mereka sama sekali tidak khawatir Shen Qiao mendapati mereka pelakunya.


Shen Qiao mengerutkan kening dan kemudian bangkit berdiri:”Kalian yang mematikan komputerku, bukan?”


Mendengar semua itu, Gao Yun bangkit berdiri dan bertatap langsung dengan Shen Qiao. Sambil menyilangkan tangannya, dia berkata dengan nada sombong:”Kau punya bukti kami yang mematikan komputermu? Tempat kerjamu sudah lama tidak ditempati sehingga komputer bekerja dengan sangat lamban dan sering bermasalah. Kau sendiri yang tidak menyimpan data dari hasil pekerjaanmu, mengapa malah menyalahkan orang lain?”


“Siapa bilang aku tidak menyimpannya? Kalian yang menghapusnya.” Ujar Shen Qiao dengan nada dingin.

__ADS_1


“Haha. Memang kau melihat sendiri kami yang menghapusnya? Mungkin saja komputernya bermasalah sehingga membuat datamu hilang begitu saja. Masa kau menyalahkan kami? Anak baru, sungguh tidak baik melempar kesalahan pada orang lain ketika kau tidak bisa menyelesaikan pekerjaanmu.”


Cui Minli juga ikut bangkit berdiri dan berkata dengan nada menyindir:”Dasar. Dia sendiri yang tidak punya kemampuan tetapi menyalahkan orang lain. Pantas saja dia diturunkan jabatannya. Jangan-jangan setiap kali kau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang diberikan atasanmu, kau langsung melemparkan kesalahan pada orang lain? Jika demikian, cepat atau lambat kau pasti akan ditendang dari Grup Ye. Atau… Lebih baik kau menjadi petugas kebersihan saja? Jangan membuang sumber daya di departemen kami. Menyalakan komputer juga membutuhkan listrik, bukan?”


Gao Yun mengucapkan semua perkataan itu dengan bangga. Setelah mereka bertatapan sejenak, Gao Yun langsung berkata:”Waktu 1 jam sudah hampir tiba. Sebentar lagi Manajer akan mencarimu. Aku ingin lihat bagaimana kau mempertanggung jawabkan semua ini. Jika kau tidak bisa melakukan pekerjaanmu, lebih baik kau keluar dari departemen kami.”


Shen Qiao menarik nafas dalam-dalam. Belum sempat dia mengatakan apapun, Manajer sudah menghampirinya.


“Kenapa semua berkumpul di sini?” Ujar Manajer dengan raut wajah yang tidak enak dilihat.


“Kak Cheng Yan, anda meminta anak baru untuk mengelola data. Tapi dia masih belum mengerjakannya hingga sekarang. Dia sama sekali tidak melaporkan dulu pada anda. Nanti, anda harus menyerahkan dokumen ini. Direktur membutuhkan dokumen ini pada saat rapat!” Cui Minli langsung melaporkan semua pada atasan.


Sikap Gao Yun yang sombong sudah menghilang dari wajahnya. Kini, dengan wajah yang terlihat kasihan, dia berkata:”Manajer, lupakan saja semua itu. Dia masih anak baru. Bagaimanapun, pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang. Dia orang yang telah diturunkan jabatan. Dia pasti tidak punya kemampuan untuk melakukan semua ini. Lupakan saja.”


Manajer menatap Shen Qiao dengan marah:”Kau sudah ingin mencelakaiku di hari pertama bekerja?”


Shen Qiao terdiam. Dia sama sekali tidak bisa memberikan penjelasan apapun. Dia baru saja tiba di tempat kerja yang baru, tapi atasan sudah memberikan tekanan yang berat padanya.


“Baiklah. Kau ingin mencelakaiku pun, aku tidak ingin menjadi kambing hitam. Kau harus mengakui kesalahanmu di dalam rapat!” Selesai bicara, Manajer langsung berusaha menarik lengan Shen Qiao.


Shen Qiao bergerak mundur dan menghindari sentuhan pria itu sambil berkata:”Aku bisa jalan sendiri.”


Manajer menarik kembali tangannya dan berkata dengan tidak sabaran:”Baik. Ikut aku.”


Setelah mengambil tasnya, Shen Qiao berjalan dengan ekspresi datar. Kemudian, dia mencabut sebuah usb dari komputernya dan menggenggamnya. Setelah itu, barulah dia bergerak mengikuti langkah Manajer.


Setelah mereka pergi, Cui Minli dan Gao Yun mulai berbincang.

__ADS_1


“Untuk apa dia membawa tasnya? Sepertinya dia mengambil sesuatu dari komputer?”


“Entahlah. Yang penting, semua data sudah kita hapus. Peduli amat apa yang diambilnya barusan!”


__ADS_2