Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 132 Aku Penuhi Keinginanmu


__ADS_3

Setelah terdiam cukup lama, Ye Moshen tiba-tiba melepaskannya dengan tertawa dingin.


“Baik, jika itu yang kamu mau, aku penuhi keinginanmu.”


Selesai mengatakannya, Ye Moshen mendorongnya, Shen Qiao berjalan mundur dengan pincang, menatap aneh padanya.


“Wanita yang memiliki pemikiran lain, saya Ye Moshen tidak menginginkannya.” Dalam ucapannya terdapat cibiran, sudut mulut Ye Moshen menunjukkan senyum hina, tatapan matanya itu meremehkan: “Aku hanya melihatmu cukup membangkitkan selera. Tapi karena kamu tidak bersedia, lain kali menjauhlah dariku.”


Shen Qiao: “…… Aku mengerti.”


Dia menarik dress nya dengan diam, sebelum dia keluar dia masih menatap jas di lantai itu: “Bolehkah aku pinjam jas itu lagi? Aku balikan nanti malam?”


“Kamu mau pinjam?” Ye Moshen memiringkan bibir, “Jika kamu memohon padaku mungkin bisa kupertimbangkan.”


Sudahlah.


Shen Qiao berbalik badan keluar dari kantor, ketika dia kembali ke kursinya dan duduk, dadanya masih tidak bisa stabil.


Ucapan Ye Moshen yang mengatakan melihat dirinya cukup membangkitkan selera terus teriang dalam telinganya.


Dia ternyata memang hanya mencintai tubuhnya.


Sedangkan dulunya dia merasa ada sedikit…… rasa dimana dia tidak menyukai dirinya.


Sekarang jika dipikirkan lagi, kenapa dia begitu bodoh? Kenapa bisa memiliki pemikiran seperti ini?


Meskipun matahari terbit dari barat, dia juga tidak seharusnya memiliki perasaan ini.


Resleting dress di bagian belakangnya sudah rusak, tidak bisa ditarik, dia juga tidak bisa kemana-mana. Ye Moshen juga tidak mengijinkannya meminjam jas, Shen Qiao hanya bisa duduk melamun di kursinya.


Tidak lama, pintu lift tiba-tiba terbuka.


Seorang wanita cantik diam-diam berjalan keluar dari lift, lalu melihat ke kiri dan kanan.


Shen Qiao setelah mendengar suara itu langsung melihatnya, ternyata seorang wanita bidang keuangan yang bernama Xiaoyan.


Untuk apa dia datang kemari?


Ketika sedang berpikir, Xiaoyan seperti telah menemukannya, dia pun berjalan mendekat.


Apakah dia datang untuk mencarinya?


“Woi!” Xiaoyan terburu-buru berjalan ke hadapannya, lalu dia melihat sekeliling dan tahu bahwa dia sendirian di sana, lalu bertanya tanpa sungkan: “Apakah kamu sudah memakai uang itu?”

__ADS_1


Uang itu? Shen Qiao teringat dengan kejadian siang tadi, lalu menggelengkan kepala: “Belum.”


“Belum? Bukankah kamu pergi membahas kerja sama? Kenapa tidak pakai? Apakah kamu penipu?”


Sejak dia mengijinkan Shen Qiao mengambil uang puluhan ribu yuan itu, Xiaoyan tidak bisa duduk atau berdiri dengan tenang, dia selalu takut Shen Qiao tidak akan mengembalikan uang, dan takut pada saatnya dia dan ayahnya akan kena imbas.


Ye Shi merupakan perusahaan yang besar, di Perusahaan Ye Shi ini, begitu melakukan kesalahan pasti akan dipecat.


Kemudian mana ada perusahaan yang mau menerima mereka lagi?


Jadi Xiaoyan segera datang untuk bertanya, melihat apakah Shen Qiao telah menghabiskan uangnya belum, dan menyuruhnya untuk memberikan nota.


“Aku tidak bohong, hanya saja kejadian siang tadi agak khusus, tapi……”Shen Qiao berpikir, dan merasa uang itu seharusnya tidak akan dipakai sementara waktu, dan Xiaoyan tampak sangat panik, Shen Qiao pun berpikir untuk mengembalikan uang itu, agar dia bisa lebih tenang.


Kemudian dia pun membuka dompet, dan mengeluarkan kartu.


“Aku kembalikan.”


Xiaoyan segera menerimanya, melihat sekilas memastikan: “Kamu sungguh tidak menyentuhnya?”


Shen Qiao mengangguk kepala: “Iya, saat kembali kamu boleh mencatatnya.”


Xiaoyan: “Baiklah, aku kembali cek dulu. Jika kamu berani membohongiku, aku Zhang Xiaoyan tidak akan memaklumimu.”


Selesai mengatakannya dia pun pergi, tiba-tiba dia melihat pakaian Shen Qiao sedikit melorot, lalu bertanya penasaran: “Kenapa dengan bajumu?”


Shen Qiao: “…… Tidak seperti yang kamu pikirkan!”


“Oh, benarkah?”


Shen Qiao menggigit bawah bibirnya dengan segan, dan mencoba menjelaskan dengan rasa tidak enak: “Resletingnya rusak, tidak bisa ditarik.”


Tidak disangka Xiaoyan mengiranya benar lalu mendekatinya: “Aku bantu kamu lihat, eh, benaran rusak? Tidak benar, apakah kamu sendiri yang merusaknya?”


Shen Qiao: “……” Dia diam-diam menarik bajunya, tidak menjawab pertanyaan Xiaoyan.


Xiaoyan melihat ekspresinya yang memburuk, dan dia pun langsung melepaskan jaket putihnya: “Kalau gitu saya pinjamkan kamu jaket ini ya.”


Shen Qiao tertegun.


“Kenapa? Kamu tidak mau?” gaya Xiaoyan seperti akan mengambil kembali jaket itu, Shen Qiao kemudian menerimanya: “Terima kasih.”


Mendengar dia berterima kasih, ekspresi di wajah Xiaoyan menjadi tidak alami: “Siapa yang mau kamu berterima kasih padaku? Aku hanya merasa tidak terbiasa melihat kamu berpakaian seperti ini mempengaruhi orang lain bekerja saja! Heng!”

__ADS_1


Setelah Xiaoyan pergi, Shen Qiao memegang jaket itu dan tampak semagnat.


Tidak disangka masih ada orang yang peduli dengannya. Xiaoyan ini kelihatannya saja galak, tapi sebenarnya cukup baik.


Shen Qiao tiba-tiba meringkuk sudut bibirnya dan tersenyum.


……


Malam itu, Han Xueyou setelah mandi, dia langsung berlari ke kamar sebelah untuk mengecek Hn Qing, pada akhirnya dia ditahan oleh pembantu di depan pintu.


“Nona Xueyou, Tuan Han sedang mandi, ada apa Anda mencarinya?”


Mendengar ucapannya, Han Xueyou melototkan mata padanya dengan galak: “Saya ada hal yang ingin dibicarakan dengan kakak. Sejak kapan kalian pembantu bisa mempertanyakan ini? Apakah aku tidak boleh mencarinya?


Reputasi buruk Han Xueyou telah menyebar di kalangan pembantu. Begitu pembantu ini digalakkin, dia pun menundukkan kepala: “Nona Xueyou, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya ingin mengingatkan Nona Xueyou bahwa Tuan Han Sedang mandi. Jika Nona Xueyou masuk sekarang akan membuat Tuan Han tidak senang.”


“Apa pedulimu? Kakak saya sendiri tidak perlu kamu urus!” kata Han Xueyou kesal: “Cepat minggir!”


Pembantu itu tidak berani berbicara, dia pun hanya bisa berbalik badan dan pergi.


Setelah pembantu itu pergi, Han Xueyou baru menarik nafas dalam, kemudian membuka pintu dan berjalan masuk.


Mandi ya mandi saja. Dia akan menunggu di dalam kamar hingga kakaknya keluar. Sampai saatnya dia akan menanyakan kakaknya soal Shen Qiao.


Han Xueyou sambil berpikir, sambil berjalan bolak balik di kamar, dia memakai baju tidur kartun lucu.


Mungkin ini pertama kalinya masuk ke kamar Han Qing, kamar Han Qing sama dengan pemiliknya, warnanya warna dingin dan agak keputihan, di tengah kesederhanaan ada ketegangan. Setelah masuk kamar sama sekali tidak terasa santai.


Mana ada orang yang membuat kamar tidur seperti ini? Dalam hati Han Xueyou berpikir, Han Qing ini sungguh bocah yang aneh.


Dari toilet terdengar suara guyuran air.


Han Xueyou mengecek sekitar, tiba-tiba dia melihat ada tas kantor di atas meja, di sampingnya ada file bahan kulit..


Bisa jadi ini adalah data yang dia minta kakaknya untuk cari tahu?


Sambil memikirkannya, Han Xueyou melangkah cepat, mengambil file bahan kulit itu, ingin langsung membukanya.


Jika langsung membukanya, apa mungkin kakak tidak senang?


Tapi…… rasa penasarannya sedang mendesaknya, Han Xueyou memberitahu sendiri, diam-diam lihat sedikit saja, lalu dimasukkan kembali, siapa pun tidak tahu.


Bicara sampai di sini, Han Xueyou pun membuka file bahan kuli titu, lalu mengeluarkan data di dalamnya.

__ADS_1


Awalnya jantungya telah berdegup kencang karena panik, tapi setelah melihat data itu, matanya membesar hingga bulat.


Kenapa……. Kenapa bisa begini??


__ADS_2