Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 141 Kamu Katakan Tidak?


__ADS_3

Tidak tahan sampai lima bulan ke depan?


Awalnya Ye Moshen masih belum sadar apa maksud dari ucapannya itu, tidak lama kemudian baru menyadari, bahwa yang dia maksud adalah kontrak pernikahan itu.


Seketika, Ye Moshen menjadi emosi dan berkata: “Kamu masih ingat dengan kontrak itu?”


Shen Qiao membelakanginya, ketika mendengar ucapannya Ye Moshen, pundaknya sedikit menciut, kemudian menganggukkan kepalanya.


Bagaimana mungkin dia bisa lupa dengan kontrak perjanjian itu?


Kontrak itu sama saja dengan sebuah benang yang tidak boleh dilewati, asalkan masih ada kontrak itu, dia akan terus mengendalikan hatinya dengan baik, tidak akan dengan bodohnya ingin terus bersama dengan Ye Moshen.


“Jadi, kamu ribut samaku karena kontrak itu?” Ye Moshen seperti baru menyadari sesuatu, nada bicaranya terdengar sedikit kaget.


“… bukan.” Ucapan Shen Qiao itu memutuskan secercas cahaya di dalam hatinya Ye Moshen.


Matanya Ye Moshen yang awalnya terlihat terang, berubah menjadi gelap, bagaikan lima bintang terang, tiba-tiba ditutupi oleh awan hitam.


Shen Qiao bisa merasakan perubahan emosionalnya orang di belakangnya itu, bahkan suhu di dalam sepertinya mulai naik, dia sudah merapikan selimut dan barang miliknya, kemudian langsung guling di sana.


Keduanya berada di dalam dan tidak saling berbicara.


Malam itu Shen Qiao juga sulit untuk tidur, mungkin juga karena aroma selimut baru, membuat dia semalaman sulit untuk tidur, sampai subuh, barulah dia tertidur lelap.


Di dalam mimpinya, dia melihat seperti ada sepasang mata yang terus menatapnya dengan tajam, ketika Shen Qiao menyadari itu, sekujur tubuhnya bergemetar, kenapa bisa ada sepasang mata serigala yang tajam, terus melihatnya?


Dia ingin memundurkan langkah kakinya, ketika mundur dia menyadari jika di belakang sana sudah tidak ada jalan lain, seketika dirinya jatuh di bawah.


Shen Qiao langsung terbangun, sekujur tubuhnya penuh dengan keringat dingin.


Ketika dia membuka matanya, dia merasa suhu di sekitar sedikit aneh, dia melihat kanan dan kiri, langsung terlihat sepasang mata yang begitu tajam sedang melotot ke arahnya, orang itu begitu seram, darah mengalir dengan cepat, bagaikan mata serigala yang dia temui di dalam mimpinya itu.


Ternyata mata itu adalah miliknya…


Ye Moshen!


Shen Qiao berdiri dan menutupi tubuhnya dengan selimut, setelah dia melihat tatapan mata Ye Moshen seperti itu, niat tidurnya pun seketika menjadi hilang.

__ADS_1


Yang dirinya tidak paham, ekspresinya sekarang itu sungguh bagaikan seekor serigala yang sangat seram, seperti ingin memakannya saja.


“Kamu, kamu mau apa hah?”


Bukannya tidur, justru menatapnya seperti itu.


Matanya Ye Moshen terlihat memerah: “Wanita janda, kamu berani selingkuh di belakangku?”


“Kamu sedang bicara apa sih?” Shen Qiao baru terbangunkan, langsung dibuatnya kaget seperti itu, hatinya menjadi sangat kacau.


Piak.


Kumpulan foto dilemparkan di depan Shen Qiao, awalnya Shen Qiao tidak tahu itu apa, lalu dengan hati-hatinya melihat kumpulan foto itu.


Setelah melihat foto-foto itu, Shen Qiao membuka matanya dengan lebar, dengan tidak percayanya melihat orang di dalam foto itu.


Bukankah itu adalah foto saat dia pergi makan bersama Ye Linhan? Kenapa… kenapa bisa sampai difoto oleh orang?


Pantas saja dia terus merasa ada orang yang mengikutinya dari belakang, ternyata itu adalah benar!


Ye Moshen tersenyum jahat: “Panik bukan?”


Shen Qiao langsung berdiri dari ranjangnya: “Bukan seperti itu, jangan asal percaya semua foto itu, aku…”


“Foto itu palsu?” Ye Moshen tertawa, “Iya?”


“Bukan palsu, tetapi bukan seperti yang kamu pikirkan, aku hanya pergi makan bersama dengan kakak, aku tidak ada niat untuk selingkuh atau lainnya.”


Dia berjalan ke depannya Ye Moshen dan berusaha untuk menjelaskan semua itu padanya, lalu Ye Moshen langsung menariknya dan memeluknya dengan kuat, kemudian dengan tangannya mencubit bagian dagunya.


“Kali ini makan, lalu lain kali??” Emosinya sungguh sangat besar, panasnya bara api itu seperti ingin membakar dirinya saja.


“Ye Moshen kamu lepaskan aku, kamu jangan berkata seperti itu, aku dan kakak tidak ada hubungan apapun, hanya pergi makan bersama saja.”


“Benarkah?” Ye Moshen tersenyum dingin, kemudian tangannya mencubit dagunya dengan begitu kuat: “Jika aku tidak beri kamu pelajaran, kamu sungguh tidak tahu status kamu yang sesungguhnya.”


“Kamu membuatku kesakitan, lepaskan…”

__ADS_1


Dia ingin kembali berkata, tetapi bibirnya itu ditutupi oleh Ye Moshen.


Dia mencium bibirnya itu!


Shen Qiao membuka matanya dengan lebar, dia berusaha untuk melepaskan ciumannya Ye Moshen itu.


“Lepaskan!”


Seketika baju tidurnya Shen Qiao menjadi robek.


Dia ingin berteriak, tetapi tidak bisa bersuara.


Shen Qiao ingin mendorongnya agar terlepas, tetapi tenaganya Ye Moshen sangat kuat sekali, dia masih terus menahannya dengan sekuat tenaga.


Begitu sungguh membuat Shen Qiao merasa ketakutan, sungguh bagaikan monster saja.


“Katakan, kamu sudah melakukan apa dengan dia?”


Shen Qiao melihatnya dan tidak berkata apapun.


Dia tersenyum dingin: “Katakan.”


Matanya Shen Qiao memerah: “Tidak melakukan apapun! Kalau tidak percaya, jangan tanya aku!”


“Baiklah.” Suaranya Ye Moshen menjadi sedikit kecil: “Tidak mau katakan juga tidak apa, maka kamu jangan salahkah aku!”


Shen Qiao: “…”


Ketika dia berpikir apa maksud dari Ye Moshen, seketika dia merasa khawatir.


Ye Moshen tersenyum dingin: “Kamu katakan tidak?”


Ucapannya berhasil membuat wajahnya Shen Qiao memerah.


“Ye Moshen, kamu… kamu lepaskan aku.”


“Lepaskan, kamu yakin?”

__ADS_1


__ADS_2