Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 89 Latar Belakang Pria Itu Sangat Besar


__ADS_3

“Benar, Moshen dan aku ini saudara tiri.”


Ye Linhan dengan pelan menjelaskan: “Masalah ini sedikit rumit, tapi Moshen tumbuh besar di luar, beberapa tahun belakangan ini baru kembali ke rumah keluarga Ye, karena itu cara dia berhubungan dengan kami sedikit aneh, ditambah lagi kakinya telah cedera. Sifatnya yang mudah meledak dan terbakar itu masih dalam batas yang wajar. Moshen…. Telah mengalami banyak penderitaan di luar sana, kakek berharap supaya bisa menebus semuanya untuk dia. Karena itu dia memberikan Moshen posisi sebagai Presiden di perusahaan. Tentu saja, dia memiliki kemampuannya sendiri, bahkan bila meskipun kakekku tidak memberinya posisi ini, suatu hari nanti dia akan bisa menduduki posisi itu sendiri.”


Shen Qiao: “….” Tidak menyangka bila masalah ini akan serumit ini.


Tapi Ye Moshen tumbuh besar di luar? Dan juga saudara tiri Ye Linhan? Apa mungkin…. Anak haram?


Membayangkan bila mungkin ibu Ye Moshen adalah selingkuhannya, dalam hati Shen Qiao terdapat sebuah perasaan yang tidak bisa dijelaskannya.


Mungkin karena dia juga barusan berada di posisi itu, karena itu….


Berpikir sampai di sini, bibir Shen Qiao tampak cemberut lalu teringat akan penampilan Ye Moshen. Apa karena inilah dia marah?


“Mengenai masalah ini aku sudah memberitahumu. Asalkan adik sudah tahu sendiri maka sudah bagus. Jangan singgung masalah ini di depan Moshen, dia bisa marah bila mendengarnya.” Ye Linhan tersenyum pada Shen Qiao lalu menambahkan lagi: “Apa kamu bisa mengerti?”


Shen Qiao menatap ke arahnya dan tidak mengucapkan sepatah katapun, hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah tiba di persimpangan jalan di dekat rumah keluarga Ye, Ye Linhan dengan ramahnya memberhentikan mobilnya.


“Terima kasih kakak. Aku pergi dulu.” Sebelum Shen Qiao pergi, Ye Linhan menghentikannya dan menyerahkannya sebuah kantong, “Ini ada kue lebih dari yang dibelikan oleh sekretarisku, tapi kakak tidak suka makanan manis, jadi ini kuberikan untuk adik saja.”


Kue?


Shen Qiao berhenti sesaat, dia juga…. Tidak suka dengan makanan manis. Makanan itu terlalu mengandung lemak, jika memakannya bisa membuatnya ingin muntah.


“Kakak, sebaiknya tidak perlu?”


“Ambil saja, bukankah kalian wanita menyukai ini?” Ye Linhan meletakkan kue itu ke tangannya, dan Shen Qiao tidak punya pilihan lain selain menerimanya, lalu dia turun dari mobil.


Setelah mengucapkan sampai jumpa untuk Ye Linhan, Shen Qiao berdiri di persimpangan untuk sesaat sebelum dia masuk ke dalam, sambil membawa kue itu di tangannya.


Sedikit gelisah, apa yang harus dia lakukan dengan kue ini? Dia rasa sangat tidak baik bila membuang pemberian orang lain, tapi bila dimakan juga…. Dia tidak bisa memakannya.


Ada lagi, menghubungi Han Xueyou, dia paling suka dengan makanan manis.

__ADS_1


Teringat hal ini, Shen Qiao mengeluarkan ponselnya dan bersiap-siap untuk menghubungi Han Xueyou, kemudian mobil yang dikenal olehnya melewatinya dan lajunya melambat.


Shen Qiao tanpa disadari melirik ke sampingnya, tepat di hadapan mata Ye Moshen yang dingin itu, semua gerakannya berhenti di waktu yang bersamaan.


Ye Moshen…. Dia juga sudah pulang?


Kurang lebih baru saja satu menit semenjak turun dari mobil. Apa dia…. Telah melihatnya? Membayangkan sampai di sini, warna darah di wajah Shen Qiao langsung memudar.


Akan tetapi, Ye Moshen hanya meliriknya dengan dingin, kemudian memalingkan matanya lagi, dan mobilnya melaju meninggalkannya.


Di saat yang bersamaan, ponsel Shen Qiao juga terhubung ke ponsel Han Xueyou.


“Halo? Qiao Qiao? Halo? Bicaralah.”


Suara Han Xueyou terdengar dari sisi ujung ponselnya, barulah Shen Qiao kembali tersadarkan lagi pikirannya, dan menaruh ponselnya ke telinganya.


“Xueyou.”


“Qiao Qiao, apa yang kamu lakukan barusan? Mengapa tidak menjawabku?”


“Kamu tidak apa-apa?”


“Tidak apa-apa.”


“Ada urusan apa kamu mencariku?”


Shen Qiao melihat ke kue yang ada di tangannya, “Kamu suka kue bukan? Kebetulan aku ada kue, kamu mau tidak?”


Ketika Han Xueyou mendengar ini, dia langsung menyetujuinya: “Boleh, boleh, kamu ada di mana? Aku segera datang mencarimu.”


Dengan demikian, Shen Qiao menyebutkan tempat untuk bertemu lalu setelah menutup teleponnya barulah dia pergi menuju ke kafe terdekat.


Tak lama setelah dia duduk, Han Xueyou langsung datang.


Ketika dia melihat kue itu, mata Han Xueyou hampir saja keluar.

__ADS_1


“Qiao Qiao sayang, kamu memang sungguh teman sejatiku. Kamu bahkan bisa membawakan kue dari toko Xingfu Suxing seperti ini pulang!”


Kue Xingfu Suxing?


Shen Qiao memiringkan kepalanya: “Apa toko kue ini sangat terkenal?”


“Tentu saja!” Han Xueyou tak sabar lagi untuk mengambil sendoknya dan menggali sesendok penuh krim kue itu, “Ini adalah toko kue paling terlaris di Kota Bei. Pemilik toko ini sangat aneh, dia hanya membuat sepuluh kue saja dalam satu hari, dan ketika sudah terjual habis, bahkan satu saja tidak mau dibuatnya lagi. Meskipun aku sudah mengantri sekalipun tetap tidak bisa membelinya. Tidak kusangka kamu bisa membelinya, luar biasa sekali.”


Apakah sesulit itu untuk membelinya? Kalau begitu bagaimana sekretaris Ye Linhan bisa membelinya?


Akan tetapi ini bukanlah masalah yang harus dia pikirkan.


“Ngomong-ngomong, mengenai masalah yang kamu bantu selidiki itu bagaimana? Apa sudah ada kabar?” Shen Qiao bertanya dengan santai.


Setelah mendengar ini, Han Xueyou menatapnya dan mulutnya masih dinodai dengan krim kue itu, “Aku tahu kamu memang tidak sebaik ini, tiba-tiba bisa membelikan aku kue hari ini. Biasanya tidak pernah terpikirkan olehmu, ternyata ada urusan yang mau kamu tanyakan padaku.”


Shen Qiao tak berdaya memandanginya: “Memang benar, ada urusan penting yang ingin aku tanyakan padamu, karena itu harus memberikanmu perhatian lebih.”


“Kamu ini memang tahu bagaimana cara memerasku. Tapi demi kue ini, aku akan memberikanmu kabar baik.” Bicara sampai sini, ekspresi Han Xueyou tiba-tiba menjadi serius. Dia meletakkan garpu dan pisau dari tangannya itu dan dengan serius membuka mulutnya untuk bicara.


“Sekarang kita sudah membantumu mencari tempat di mana kancing itu dibuat dan bendanya digunakan. Saat ini kakakku sudah mencoba untuk menghubungi perancangnya. Akan tetapi, perancang itu memiliki sedikit keunikan, semuanya yang dijual oleh dia hanya dijual ke kenalannya atau sudah orang-orang yang sudah ditentukan lebih dulu. Aku ingat pernah memberitahumu sebelumnya bila hanya ada dua kancing di jas itu bukan? Yang satu terjual lebih baik, karena ketenaran perancang itu, banyak orang membayar harga yang tinggi untuknya, jadi dia mengirim kancing ini untuk ke sebuah organisasi amal, lalu organisasi amal itu memindahkannya ke rumah pelelangan, kemudian dilelang di sana. Aku dengar dijual seharga satu juta USD. Tentu saja orang di foto itu adalah seorang pebisnis asing yang sudah memiliki seorang istri dan anak. Kita sudah menyelidikinya dan menemukan bila dia belum pernah datang ke China, jadi orang ini bisa dikecualikan.”


Mendengar sampai di sini, Shen Qiao hanya bisa menghela nafasnya. Hatinya sedikit terkejut.


Kancing itu…. tidak disangka akan sangat besar nilainya.


Satu juta USD. Berapa banyak uang itu?


“Yang lainnya kita masih menyelidikinya. Asalkan kita berhasil menghubungi perancangnya, kita akan segera tahu di mana jas itu telah dijual, tapi bisa dipastikan…. Qiao Qiao, kamu seperti seekor burung yang terbang di ujung cabang pohon!”


Mendengar sampai kalimat terakhirnya itu, ekspresi wajah Shen Qiao tampak buruk.


Seekor burung yang terbang ke ujung cabang? Dia tidak pernah berpikir sampai ke sana. Ditambah lagi…. Semakin besar latar belakang orang itu, Shen Qiao menjadi semakin cemas.


Dia merasa lebih baik bila pihak lain itu hanyalah orang biasa.

__ADS_1


Melihat matanya yang murung itu, suasana hatinya tiba-tiba seperti putus asa. Han Xue mengira bila kata-katanya itu menyakitinya. Dia menjelaskan dengan tergagap-gagap: “Qiao Qiao, jangan salah paham. Maksudku kamu tidak melihat kebawah ketika kamu terbang ke cabang pohon itu, aku hanya merasa senang kamu bertemu dengan seorang pria yang luar biasa!”


__ADS_2