
Shen Qiao berbaring ke tempat tidurnya, lalu mengeluarkan ponsel melihat waktu.
Sudah mau sampai waktu tidur Ye Moshen, dia menunggu sebentar lagi.
Mungkin karena sangat marah, Shen Qiao yang baru berbaring sudah tertidur, saat dia bangun sudah besok pagi.
Saat Shen Qiao bangun, tempat tidur Ye Moshen sudah kosong, dia bergegas melihat ponsel baru tahu sudah sampai waktu jam kerja.
Shen Qiao seperti terpikir sesuatu, dia bergegas turun dan melihat ke bawah tempat tidur Ye Moshen.
Untung saja, kancing itu masih dengan tenang berbaring di sana.
Shen Qiao berusaha ingin mengambil kancing itu, tapi karena jarak sangat jauh, hanya ujung jarinya bisa memegang kancing itu jadi dia tidak bisa mendapatkan kancing itu dan malah mendorong kancing itu semakin jauh.
Melihat kancing itu semakin jauh dari jaraknya, Shen Qiao hampir pingsan.
Sekarang posturnya sudah terbatas, jika kancing masuk lebih dalam, maka dia tidak akan bisa mendapatkannya.
Shen Qiao hanya bisa pergi ke sisi lain mencoba mendapatkannya, tidak sangka lebih jauh.
“Apa yang kamu lakukan?”
Suara yang dingin terdengar.
Shen Qiao kaget sampai rohnya hampir melayang.
Ini adalah suara Ye Moshen, dia…… bukannya sudah ke perusahaan? Kenapa bisa di sini? Shen Qiao berbaring di sana tak bergerak, karena dia belum tahu harus bereaksi apa, jika dia bangun dan ketahuan, maka harus bagaimana?
Dia hanya berbaring di sana dan tidak bergerak, sangat mencurigakan, Ye Moshen menyipitkan mata, memutar roda kursi ke arah dia, saat hampir sampai di samping dia, Shen Qiao baru bangun dan tangannya memegang satu anting-anting.
“Anting-antingku jatuh ke sini, jadi aku mencari ke sini.”
Ye Moshen menatap ke sana, melihat tangannya memegang anting-anting yang berkilau.
“Kamu sepertinya sangat panik.”
Mendengar ini, Shen Qiao menahan nafas, “Tidak ada.”
“Tidak ada?”, kata Ye Moshen kemudian terus memutar roda mendekati dia, sekejap aura pria ini juga mengelilingi dia, “Jadi…… kamu kenapa melirik sini sana dan kenapa dahimu berkeringat?”
Shen Qiao bergegas mundur selangkah, keluar dari aura hebat Ye Moshen, “Aku hanya datang mencari anting-anting saja, cuacanya sedikit panas, aku tadi sudah cari sangat lama, jadi sedikit panas.”
Selesai bicara Shen Qiao berbalik badan berjalan ke arah kamar mandi, dia harus mandi dulu.
Alasan tidak khawatir Ye Moshen ketahuan adalah, dia duduk di kursi roda, jika tidak ada orang yang bantu, dia sama sekali tidak ada kesempatan melihat ke bawah tempat tidur, jadi kancing itu sangat aman.
Jadi hari ini dia bisa dengan tenang kerja dulu.
Sebelum Shen Qiao pergi kerja, Kakek Ye memanggil dia ke ruang belajar untuk menyampaikan sesuatu, agar dia hari ini harus mencari waktu pergi ke Grup Lu mencari Lu Xunchang, untuk membahas masalah kerja sama, juga menyampaikan pada dia agar jangan bilang pada Ye Moshen.
__ADS_1
Setelah Shen Qiao sampai perusahaan, terus sakit kepala.
Pemikiran kakek dan cucu ini berbeda, dia terjepit di tengah sangat susah.
Perintah Kakek Ye dia juga tidak berani melanggar.
Jadi Shen Qiao berpikir sejenak kemudian keluar, setelah naik mobil berkata pada supir, “Halo, tolong ke alamat ini……”
Shen Qiao melaporkan lokasi Grup Lu pada supir.
Setelah sampai Grup Lu, Shen Qiao langsung ke resepsionis dan baru menyadari dirinya belum membuat janji.
“Maaf nona, jika belum membuat janji, kamu tidak bisa bertemu dengan CEO Lu, kamu ada masalah apa?”, kata orang resepsionis dan menatap pakaian dia.
Shen Qiao menghadapi tatapan orang ini, wajahnya menjadi merah, lalu teringat apa yang Ye Moshen katakan tadi malam dan masalah yang terjadi saat dia pertama kali ke Grup Ye.
Tampaknya dia perlu ganti beberapa pakaian.
“Kalau begitu aku buat janji dulu baru datang lagi.”
Selesai bicara, Shen Qiao juga pergi dari Grup Lu, kemudian teringat saat dia keluar belum meminta izin pada Ye Moshen, dua hari ini Ye Moshen di perusahaan juga menganggap dia sebagai orang transparan, sama sekali tidak perlu bantuan dia ditambah masalah Kakek Ye ini tidak boleh diberitahu Ye Moshen, jadi dia tidak mengatakannya.
Jadi Shen Qiao diam-diam kembali ke posisinya, melihat tidak terjadi masalah apapun, dia baru lega.
Setelah tenang kembali, Shen Qiao baru menelepon ke Grup Lu, setelah menyatakan status dan tujuan kedatangannya, tidak sangka dari sana langsung menutup telepon, Shen Qiao juga kaget, hanya bisa mengulang telepon lagi.
Selesai bicara dia langsung menutup telepon.
Shen Qiao meletakkan ponsel dengan tidak berdaya.
Sikap mereka kelihatan sangat keras kepala, seharusnya sudah disampaikan oleh Lu Xunchang.
Tidak bisa buat janji, maka tunggu pulang kerja baru sampaikan pada Kakek Ye.
Saat mendekati waktu pulang kerja, Han Xueyou menelepon Shen Qiao, meminta bertemu dengan dia.
Shen Qiao juga setuju.
Shen Qiao selesai membereskan barang juga berjalan ke depan lift, kebetulan melihat Xiao Su mendorong Ye Moshen keluar dari kantor, melihat dia, Shen Qiao merasa sedikit takut jadi melihat ke arah lain.
Dia beberapa saat ini tidak memperhatikan dia, seharusnya tidak tahu tadi siang dia keluar kan?
“Asisten Shen.”
Panggilan Xiao Su terhadap dia dari Nona Shen sudah berubah menjadi Asisten Shen, sangat wajar.
Menghadapi Xiao Su, Shen Qiao merasa terima kasih karena dia memberikannya tempat tidur, juga membantu dia menyelesaikan banyak masalah.
Jadi saat Shen Qiao menghadapi Xiao Su, wajahnya juga menunjukkan senyum yang hangat dan menganggukkan kepala pada dia.
__ADS_1
Senyuman ini sangat mempesona, membuat Ye Moshen yang melihat merasa tidak nyaman dan mengerutkan dahi.
Xiao Su sudah ikut lama dengan Ye Moshen, dia ingin berbuat apa hanya menggerakkan jari Xiao Su langsung mengerti, kali ini dari tubuhnya mengeluarkan napas dingin, Xiao Su juga bergegas merespon.
Tuan Muda Ye beberapa saat ini sangat aneh.
Ting—
Lift sudah datang, Shen Qiao menunggu Ye Moshen dan Xiao Su masuk, dia masih berdiri di sana tidak bergerak.
“Asisten Shen, kenapa tidak masuk?” Xiao Su bertanya.
Shen Qiao merespon dengan senyum, “Aku sepertinya lupa menutup komputer, aku pergi periksa dulu, kalian duluan.”
Selesai bicara, Shen Qiao juga ingin pergi, tidak sangka Ye Moshen di saat ini berkata, “Masuk.”
Shen Qiao juga terdiam lalu menoleh kepala melihat dia, “Tapi Tuan Muda Ye, komputer aku……”
“Komputer sudah ditutup.”
“Kamu kenapa tahu?”
“Aku sudah lihat.”
Shen Qiao, “……”
Dia sudah berkata begini, dirinya masih bisa bilang apa? Hanya bisa berjalan masuk.
Setelah masuk, pintu lift juga pelan-pelan tertutup.
Lift yang kecil ini dikelilingi dengan aura dingin Ye Moshen, membuat Shen Qiao tidak ada tempat untuk bersembunyi.
“Kamu tadi siang keluar?”
Dalam hati Shen Qiao kaget.
“Tidak, tidak ada.”
Dia teringat perkataan Kakek Ye padanya, yaitu tidak boleh memberitahu Ye Moshen.
“Tidak ada?”, kata Ye Moshen dengan dingin.
Shen Qiao juga kaget.
“Masih tidak mau jujur?”
“Aku…… tadi siang memang keluar sebentar.”
“Untuk apa?”
__ADS_1