Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 113 Harus Menjaga Wanita Sendiri Dengan Baik


__ADS_3

Shen Qiao menunduk dan tidak memperhatikan apa ekspresi Ye Moshen, dia hanya tahu kalau Ye Moshen memarahinya.


Mungkin dia menyalahkan dirinya.


Lagipula, siapa yang berharap asistennya sendiri berkelahi dengan karyawan, membuat kantin jadi kacau balau.


Terdengar suara kursi roda yang bergerak, muncul sepasang kaki jenjang dihadapan Shen Qiao, saat dia belum sempat merespon, pinggangnya dipeluk dan masuk kedalam pelukan pria ini.


Shen Qiao langsung membelalakan mata.


Ternyata Ye Moshen menggerakkan kursi roda kehadapannya dan memeluknya.


Shen Qiao sedang bengong dan dagunya ditekan, Ye Moshen memaksa menaikkan kepalanya untuk bertatapan dengan matanya yang dingin.


“Tahu aku marah karena apa?”


Ada aura pria yang dingin menyelimuti badannya, Shen qiao merasa dirinya tidak bisa berpikir dan menggeleng.


“Aku sudah tahu kejadian yang sebenarnya.”


“Apa? Kamu sudah tahu? Lalu kenapa kamu masih……” Bertanya padaku……


“Aku hanya ingin mendengar ada versi apa darimu, hehe, tidak disangka kamu ternyata menyederhanakan masalahnya untukku? Kamu merasa dirimu tidak cukup menderita? Sudah kesakitan tapi tidak tahu berteriak ya?”


Suara berlalu, Ye Moshen menjentikkan jarinya dengan keras di keningnya.


Shen Qiao menjerit kesakitan, tangannya memegang keningnya sendiri.


“Kelihatannya masih tahu sakit.” Ye Moshen terdengar dingin dan tertawa sinis.


Shen Qiao memegang keningnya: “Sebenarnya apa maksudmu?”


“Lain kali tidak boleh berkelahi dengan orang lain.” Ye Moshen berkata dan memandang wajahnya dalam-dalam.


Ada beberapa bekas cakaran di wajahnya yang putih, Ye Moshen merasa hatinya seperti tercakar saat melihat luka ini.


“Ya.”


Dia tidak ingin berkelahi dengan orang lain, hanya saat itu dia tidak bisa menahannya lagi.


Terdengar suara mendesah, tangan Ye Moshen yang menekan dagunya berubah menjadi memeluk kepalanya ke dadanya, Shen Qiao berbaring didepan dadanya sambil bingung.


Kenapa dia merasa……Ye Moshen sedang sedih padanya?


Apakah perasaannya salah?


Saat berpikir, ada getaran dari dadanya, Ye Moshen bicara: “Aku akan……”


Tok tok tok——


Saat ini, pintu ruang kerja malah diketuk.

__ADS_1


“Tuan muda Ye, dokter sudah datang!”


Terdengar suara Xiao Su diluar pintu ruang kerja.


Shen Qiao mendengarnya dan segera melihat Ye Moshen, pria ini melihatnya dengan pandangan kacau, “Bangunlah, biarkan dokter melihat keadaan lukamu.”


Ye Moshen membantunya berdiri dengan pelan setelah bicara.


Shen Qiao berdiri dengan bantuannya.


“Masuk.”


Xiao Su baru masuk dan membawa dokter masuk.


Ye Moshen mencari dokter wanita dan membiarkan keduanya langsung pergi ke ruang istirahat.


Shen Qiao ikut masuk dengan dokter ke ruang istirahat disebelah, dokter wanita ini sekitar 40 tahun lebih, kelihatannya lemah lembut dan tersenyum datar, “Nona Shen, lepaskanlah pakaianmu agar aku lihat lukamu.”


Shen Qiao mengangguk menurut, tapi teringat sesuatu saat ingin melepaskan pakaiannya, gerakannya terhenti.


Tidak boleh……


Masih ada banyak bekas yang ditinggalkan Ye Moshen dibadannya, bukankah……Akan malu sekali kalau dokter melihatnya?


Teringat ini, Shen Qiao berhenti melepaskan pakaiannya, “Dokter, badanku tidak apa-apa, anda bantu lihatlah luka di wajahku saja.”


Nanti malam setelah pulang kerja, dia baru pergi membeli obat luka bakar untuk dioleskan di luka di bahunya itu saja.


Akhirnya Shen Qiao gagal bersikeras dengannya dan melepaskan pakaian sambil membelakanginya, kemudian hanya menunjukkan bagian bahunya.


Dokter wanita menyadari luka di bahunya dan mendesah: “Kamu masih berusaha kuat dengan luka separah ini?”


Shen Qiao terdiam, wajahnya sedikit memerah.


Dokter wanita mengobati lukanya sambil berkata: “Aku dengar kamu hamil, maka lain kali harus berhati-hati, kali ini kamu beruntung karena tidak terluka, tapi tidak pasti begitu lain kali, paling baik hindarilah kontak dengan orang lain demi kebaikan anakmu, juga harus jaga diri baik-baik, jangan berkonflik dengan orang lain.”


Shen Qiao terkejut saat mendengarnya.


Dia pertama kali menjadi ibu, apalagi setelah dia bercerai dengan Lin Jiang dan menikah lagi dengan Ye Moshen, semua kejadian itu, dia melewati setiap harinya dengan bingung, dia sering lupa sebenarnya dirinya siapa dan sedang melakukan apa.


Semuanya berjalan mengikuti perasaannya.


“Aku, aku mengerti.” Shen Qiao mengangguk sambil menyahut.


Dokter wanita tersenyum datar dan menarik tangannya: “Baiklah, lukamu sudah selesai diobati, ini obat oles luka bakar, ingatlah untuk oles 2 kali setiap hari. Pakailah ini kalau luka sudah membaik.”


Shen Qiao menerima dua jenis obat oles.


“Obat oles lainnya untuk apa?”


“Untuk menghilangkan bekas luka, jangan ada bekas luka di badan wanita, jelek sekali.”

__ADS_1


“Terima kasih.”


Lalu Shen Qiao kembali berpikir setelah menerima dua obat oles luka bakar itu.


Ucapan Ye Moshen tadi saat memeluknya terpotong karena kebetulan Xiao Su mengetuk pintu.


Shen Qiao merasa dia seperti akan berkata: “Aku akan sedih……”


Tapi terpotong, maka dia tidak tahu apa sambungan dari perkataan Ye Moshen itu lagi.


Shen Qiao sedikit menyesal dan ikut keluar bersama dokter setelah tersadar.


Setelah keluar, dokter wanita melepaskan maskernya, “Sudah selesai diobati.”


Ye Moshen melihat wajahnya dan terdengar lembut: “Terima kasih, tante.”


Shen Qiao mengikuti dokter di belakang dan terkejut, ini tantenya Ye Moshen?


Sesaat, wajah Shen Qiao lebih memerah, kalau dia ini tantenya Ye Moshen, bukankah dia sudah melihat bekas dibadannya itu dan bisa menghubungkannya kalau dia……


Shen Qiao merasa telinga dan wajahnya ikut panas saat memikirkan hal ini.


“Banyaklah mengunjungiku kalau mau berterima kasih padaku, jangan mengurung diri di kantor sepanjang hari.” Wanita yang melepaskan masker itu adalah tante Ye Moshen, adik kandung ibu Ye Moshen, Song An.


Song An lebih muda sekitar 8 tahun dari ibu kandung Ye Moshen, tahun ini sudah hampir 40 tahun, tapi dia merawat dirinya dengan baik dan terlihat seperti 30 tahun lebih.


Apalagi senyum dan sinar matanya sangat baik hati, membuat orang sangat mudah mendekatinya.


Shen Qiao merasa begini sejak dia mengobati luka di badannya, tidak disangka……Ternyata dia tantenya Ye Moshen.


Song An menoleh dan melihat Shen Qiao dengan dalam.


“Moshen pernah mengungkit tentang masalahmu padaku, walaupun ini pernikahan antar keluarga, tapi kalian ini sungguh suami istri, kedepannya harus menjaga anak dengan baik.”


Bibir Shen Qiao bergerak seperti mau menjelaskan sesuatu saat mendengarnya, Ye Moshen malah bicara di saat ini: “Tante, kami mengerti.”


“Kamu juga, kamu sudah seharusnya melindungi wanitamu sendiri sebagai seorang pria, kenapa membiarkannya terluka separah ini? Luka bakar di punggungnya luas sekali, kalau kamu tidak segera membawaku kemari untuk mengobatinya, mungkin akan berbekas, apa kamu tahu itu?”


Ye Moshen mengernyitkan alis: “Tante, ini tidak disengaja.”


Karena dia sama sekali tidak menyangka Shen Qiao akan berkelahi dengan wanita lain di dalam kantor.


Ye Moshen sama sekali tidak menduga kejadian ini.


“Kenapa kalau itu tidak disengaja? Kamu tidak menghalanginya terjadi, apakah bukan salahmu?” Song An mengernyitkan alis.


Ye Moshen: “……Ini salahku.”


Song An baru mengangguk puas: “Banyaklah berubah kedepannya, aku masih urusan, hari ini aku pergi dulu.”


Setelah Song An pergi, Shen Qiao memandang Ye Moshen dengan kacau.

__ADS_1


“Apa kamu bilang pada tantemu kalau anak ini……”


__ADS_2