Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 131 Kamu Tidak Pantas


__ADS_3

Setelah menahan cukup lama, akhirnya Shen Qiao melototkan mata, berbalik badan dan bersiap pergi meninggalkan.


“Berhenti!”


Ye Moshen memanggilnya lagi.


Langkah kaki Shen Qiao terhenti di tempat, karena peraturannya tidak bisa tidak didengar. Tapi setelah dia berhenti, dia tetap membelakanginya, tidak menolehkan kepala.


Sedetik kemudian, pinggangnya terasa tegang, dan dirinya telah dimasukkan dalam pelukan Ye Moshen, membuat Shen Qiao terkejut.


Tangan besar Ye Moshen membelai lehernya, suaranya rendah.


“Badanmu masih mengenakan bajuku, apakah kamu sudah menanyakanku?”


Tangannya itu seperti rantai besi mengikatnya kuat di pinggang, membuatnya tidak bisa bergerak. Shen Qiao kesal dan menolehkan kepala melototkan mata “Kamu mempermainkanku!”


Dalam tatapan mata Ye Moshen ada maksud mengancam, lalu mendekati tubuhnya: “Apakah aku salah jawab?”


Shen Qiao: “Yang penting kamu sudah mempermainkanku!”


Jika dia tidak sengaja mempermainkannya, mengapa awalnya tidak mengatakan bahwa restoran itu adalah milik Ye Shi. Dia harus diusir dengan terburu-buru baru memberitahunya bahwa ini adalah milik Ye Shi. Dia telah berusaha keras untuk yang terbaik, terakhir baru diberi penjelasan.


Menyebalkan sekali!


“Baik, anggap saja aku sengaja, kamu mau apa?” Ye Moshen langsung mengoptimalkan ekspresi wajahnya, membuat dia terkejut.


“Tadi di toilet restoran kamu bilang apa?” Ye Moshen melepaskan jas di badanna, suaranya perlahan menjadi berat: “Aku punya perasaan.”


Shen Qiao melototkan mata, wajahnya tidak senang.


Dia tentu saja tahu apa yang dimaksudnya, meski dia tidak tahu pun, tapi gerakannya sudah menunjukkan segalanya……


Karena! Ye Moshen sedang menekan bagian tubuhnya, kondisi tubuh yang semangat itu memberitahu apa yang dia mau……


Shen Qiao dalam pelukannya, wajah perlahan menjadi pucat, “Ye Moshen, sebenarnya apa maksudmu?”


Setelah jas nya dilepas, lalu dia dilempar ke lantai tanpa perasaan.


Tangan Ye Moshen yang hangat dan kering itu menyentuh punggungnya yang mulus, sambil bertanya: “Saat kamu pulang, kamu terus mengenakan jas ini kan? Wanita milik Ye Moshen tidak bisa dilihat oleh siapa pun.”


Shen Qiao: “……” Sebenarnya dia ada dengar ucapannya tidak?

__ADS_1


Kenyataannya, Ye Moshen memang tidak mendengar ucapannya.


Dia menundukkan badan, bibir tipisnya itu mendarat di leher. Shen Qiao sangat tidak berdaya, berusaha melepaskannya: “Apa yang kamu lakukan?”


Suara Ye Moshen makin berat: “Lanjutkan.”


“Lanjutkan.”


“Hal yang belum selesai dilakukan di toilet.”


Terganggu, di wajah Ye Moshen tampak ekspresi tidak senang, kemudian dia menggigit bibirnya, membuat Shen Qiao terkejut berteriak.


Aksi selanjutnya sangat mendadak. Shen Qiao sama sekali tidak menduga Ye Moshen tiba-tiba…… dia sungguh melepaskan bajunya, dan terbuai di lehernya dan perlahan ke bawah.


Semangatnya berkorbar seperti api membara, kemudian tangan besar yang panas itu meninggalkan panas, namun bagi Shen Qiao ini adalah semacam penghinaan.


Dia sama sekali tidak menyukainya.


Dulu jelas-jelas membencinya, dan terus menggunakan tatapan mata jijik saat menatapnya, mengatakan hal-hal yang menyakitkan, anak di dalam perutnya bukan miliknya. Pria mana pun yang mengatakannya, selamanya tidak akan mungkin bisa menyukai wanita seperti ini.


Tapi sejak terjadi kejadian itu, sikapnya terhadapnya berubah drastis. Sedikit sedikit dia bisa memeluknya, bahkan bercanda dengannya.


Ye Moshen sama sekali tidak menganggapnya sebagai istri sendiri, melainkan hanya bilang wanita miliknya. Setelah setengah tahun dia akan pergi, jadi apakah dia sekarang ini menganggapnya sebagai wanita simpanan?


Tidak……


Dia tidak menginginkannya!


Pupil mata Shen Qiao membesar, langsug mendorong Ye Moshen dengan kuat.


“Lepaskan aku, lepaskan aku!” Dia terus mengulanginya, mendorong terus. Ye Moshen sudah hampir masuk ke sensasi yang ditunggu, tapi siapa tahu dia malah mendorongnya.


Awalnya dia bisa mengabaikannya, tapi selanjutnya dia sungguh terganggu olehnya, jadi dia pun menahan pergelangan tangannya, dan meletakkannya di belakang punggung, agar tubuhnya yang lembut itu bisa lebih mendekati dirinya, dan menyipitkan mata dengan berbahaya.


“Apakah kamu tahu sekarang kamu duduk di paha siapa? Gerakanmu ini hanya akn membuat semakin panas……”


Mendengar ucapannya, ekspresi Shen Qiao berubah: “Jangan begitu, Ye Moshen, bukankah kamu benci padaku? Bukankah kamu benci dan seharusnya tidak menyentuhku? Sekarang apa yang kamu lakukan?”


Pada akhirnya, perasaan Shen Qiao tidak bisa dikontrol, “Apakah kamu selalu menganggapku sebagai mainan, karena aku sudah pernah bercerai, dan mengandung anak bukan milikmu, jadi kamu…… menggunakan cara ini untuk menghukumku?”


Ye Moshen tertegun saat menahan pergelangan tangannya, menyipitkan mata menatapnya: “Kamu menganggap aku sedang menghukummu?”

__ADS_1


“Kalau tidak?” Shen Qiao menatap mata Ye Moshen lebih dalam, suara agak ringan: “Jelas-jelas kamu dulu sangat membenciku. Mengapa sekarang tiba-tiba berubah? Apa karena kejadian malam itu? Kalau gitu aku beritahu kamu, jika memang karena malam itu kita melakukan hubungan, maka kamu tidak perlu begitu, karena…… malam itu aku diberi obat, dan bukan berdasarkan keinginanku sendiri.”


Ucapan terakhir itu membuat ekspresi wajah Ye Moshen menjadi semakin muram, dia kesal hingga menggertak gigi: “Kamu coba ulangi ucapanmu!”


Shen Qiao menggigit bibir, bersikeras menatap orang di hadapannya.


Dagunya ditahan, kali ini tenaga Ye Moshen semakin kuat, dia menatapnya dengan ancaman: “Hm? Kamu sungguh tidak melakukannya sendiri? Jadi aku yang memaksamu?”


“Aku tidak menyalahkanmu.” Jelas Shen Qiao: “Malam itu di kamar ada bau penggoda. Lu Xunchang memang awalnya hanya ingin bertentangan denganmu, dia kira kamu tidak melakukannya…..jadi dia ingin kamu merasakan penderitaan yang tidak tertahankan, hanya saja tidak disangka kamu…..”


Shen Qiao tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Meskipun malam ini akal sehatnya sudah hampir tidak ada lagi, tapi dia masih mengandalkan serpihan ingatan dan mengingat sedikit. Tapi hanya sedikit. Di keesokan harinya, bekas luka di tubuhnya tidak bisa membohongi siapa pun.


“Tidak disangka apa?” tatapan mata Ye Moshen murka, terlintas cahaya di matanya, lalu menekan dagunya dengan kekuatan lebih kuat, “Apakah di malam itu kamu sama sekali tidak menyangka orang yang menyelamatkan kamu adalah aku, atau yang kamu pikirkan adalah orang lain?”


Shen Qiao: “Aku……”


Dia ini kenapa, ucapan ini sungguh membuatnya terlihat seperti sedang cemburu, tapi dia cemburu pada siapa…..


Tidak benar, dia bagaimana mungkin bisa cemburu.


Shen Qiao jelas-jelas merupakan orang yang dibencinya!


Shen Qiao sadar diri, jadi dia tidak akan berpikir banyak.


Shen Qiao menolehkan kepala, bersikeras berkata: “Yang penting, malam itu kita berdua sama-sama terpaksa. Masalah ini sudah berlalu, jangan dianggap serius.”


Ye Moshen: “…… ini yang kamu mau?”


Shen Qiao menahan bibirnya tidak berbicara.


Dia ingin apa, dalam hatinya juga bimbang. Tapi yang jelas bukan karena telah berhubungan sehingga setiap hari mencari Ye Moshen.


Dia tidak ingin yang seperti ini!


Yang dia inginkan……


Shen Qiao menutup mata, tidak berpikir banyak.


Shen Qiao, kamu tidak pantas.

__ADS_1


__ADS_2