
Di dalam ruang rapat.
Ketika semua orang sudah hadir, barulah manajer masuk ke dalam ruangan bersama Shen Qiao.
Saat Shen Qiao berjalan masuk bersama Manajer, semua orang mendaratkan pandangan padanya. Setelah beberapa kejadian, semua pimpinan sudah mengenal Shen Qiao.
Setelah mencari informasi, semua orang tahu tentang hubungan Shen Qiao dengan Ye Moshen.
Ditambah lagi pernah bertemu dengan Shen Qiao beberapa kali di dalam ruang rapat, walaupun dia selalu ditegur oleh Direktur, tetapi semua orang tahu jelas. Mereka semua sudah duduk di kursi pimpinan, mana mungkin tidak bisa memahami perubahan emosi orang lain?
Saat Han Qing datang untuk membicarakan kerja sama sebelumnya, semua orang bisa menyadari sikap Ye Moshen terhadap Shen Qiao.
Hanya saja… Entah ini karena terlalu perhatian atau benar-benar membencinya?
Jika tidak, bagaimana mungkin jabatan Shen Qiao langsung diturunkan hingga menjadi karyawan biasa?”
Kepala departemen adalah seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun. Tubuhnya kurus, wajahnya panjang dan bibirnya juga lancip. Karena mengenakan kacamata, dia terlihat cukup terpelajar. Hanya saja, raut wajahnya terlihat buruk.
“Xu Yan, kau terlambat! Kau tidak tahu Direktur paling tidak suka dengan keterlambatan?”
Ketika ditegur oleh seseorang, tatapan mata Xu Liao langsung berubah dan berkata:”Aku tidak sengaja melakukannya. Hanya saja, data yang dibutuhkan untuk rapat kali ini masih belum selesai.”
Semua orang terkejut mendengar semua itu.
“Apa yang terjadi? Bukankah kami sudah meminta kalian merapikan semua data yang dibutuhkan kemarin? Mengapa masih belum selesai juga hari ini?”
“Benar. Kami sudah mengantarkan data yang diperlukan kemarin. Apa yang terjadi dengan kalian?”
Xu Liao menjadi gentar. Tatapannya mengarah pada pria yang terlihat dingin dan kejam—Ye Moshen. Setelah itu, Xu Liao langsung menarik Shen Qiao.
“Semua data dihancurkan olehnya.”
Ah? Berkaitan dengan dia lagi? Semua orang tidak mengerti dan menatap pada Shen Qiao.
Ekspresi Ye Moshen terlihat datar. Dia hanya menatap tangan Manajer yang tadinya memegang tubuh Shen Qiao.
Kulit Shen Qiao sangat putih. Saat ini, Shen Qiao mengenakan sebuah gaun tidak berlengan. Lengan Shen Qiao terlihat merah karena ditarik oleh Manajer barusan.
__ADS_1
Mengapa wanita ini tidak sadar untuk menutupi tubuhnya yang putih dan halus itu?
“Dia pendatang baru di departemen kami. Aku ingin tahu bagaimana kemampuannya. Siapa sangka, dia mengajukan dirinya untuk mengelola data rapat kali ini. Karena melihat dia begitu yakin, aku menyetujuinya. Siapa sangka, dia tidak berhasil mengerjakannya dengan baik. Tuan Muda Ye, mohon maaf. Semua salahku!”
Tadinya, dia melemparkan semua kesalahan pada Shen Qiao. Dan terakhir, dia mengakui semua kesalahan yang ada. Sungguh munafik.
Selesai bicara, tidak ada orang yang memberi respon. Pimpinan yang lain juga tidak tahu harus memberikan respon seperti apa. Karena tidak mengetahui apa pikiran Ye Moshen, semua orang hanya bisa terdiam.
Shen Qiao terlihat tenang. Sambil memegang tas di tangannya, ekspresi wajahnya terlihat datar.
Dia sama sekali tidak terlihat khawatir dengan situasi yang ada.
“Kau memang bersalah.” Mendadak terdengar suara yang tegas namun lembut.
Mendadak seorang pria yang mengenakan kemeja putih bangkit berdiri. Pria itu mendaratkan pandangan matanya pada wajah Xu Liao.
Xu Liao mendadak merasakan sebuah tekanan sehingga membungkukkan badan dengan sendirinya,”Wakil Direktur Ye.”
Suara Ye Linhan terdengar datar:”Kau bilang sendiri. Dia adalah anak baru. Data proyek kali ini sangatlah penting. Kau tahu sendiri, semua data itu dibutuhkan saat rapat. Walaupun kau ingin menilai kemampuannya, seharusnya kau juga harus meminta orang lain mengerjakan semua ini sebagai rencana cadangan. Tapi, kamu justru menyerahkan semua ini pada seorang karyawan baru. Dan sekarang, ketika timbul masalah bukannya kau menjadi panutan yang baik, kau malah menyalahkan orang lain. Xu Liao, kau merasa kedudukanmu saat ini terlalu stabil?”
Perkataan yang masuk akal dan tegas itu membuat wajah Xu Liao menjadi pucat. Mendadak, dia sepertinya menyadari perbuatannya sendiri. Xu Liao menatap Ye Linhan dengan tatapan yang penuh ketakutan. Tetapi ketika melirik ke arah Ye Moshen, dia terlihat sama sekali tidak menaruh perhatian pada semua yang terjadi.
“Kenapa? Kau ingin melemparkan kesalahan?”
Xu Liao menundukkan kepala:”Tidak. Tidak berani.”
“Di mana datanya?” Mendadak terdengar suara yang dingin. Suara itu mengejutkan semua pimpinan yang hadir. Mereka langsung memperbaiki sikap duduknya.
Ye Moshen menatap wajah Shen Qiao yang putih itu. Dengan nada bicara yang tidak bersahabat:”Hari pertama diturunkan jabatan, tidak masalah jika kau tidak bekerja dengan baik. Kau bahkan menimbulkan masalah. Apa yang harus kau lakukan untuk memperbaiki semua ini?”
Mendengar semua itu, Shen Qiao yang dari tadi terdiam langsung menatap ke arah Ye Moshen.
Dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, pandangan mata Ye Moshen terlihat dingin. Hanya dari tatapannya saja, Shen Qiao merasa dirinya telah ditenggelamkan dalam hawa dingin yang menusuk.
Shen Qiao sadar perkataannya telah melukainya. Dia tidak berharap Ye Moshen bisa memaafkan dirinya. Tapi… Dia tetap akan mencari kesempatan untuk memberi penjelasan.
Setelah mereka bertatapan cukup lama, barulah Shen Qiao berkata:”Aku tidak lalai mengerjakan tugas.”
__ADS_1
Wajah Ye Moshen terlihat dingin. Dia terus menatap Shen Qiao.
Shen Qiao kembali berkata:”Aku juga tidak mendatangkan masalah.”
Semua orang tidak memahami apa maksudnya. Saat itulah, Shen Qiao meletakkan tasnya di atas meja. Setelah itu, dia menunjukkan sebuah usb yang berada di dalam genggaman tangannya.
“Aku sudah merapikan semua datanya. Hanya saja, komputernya sudah terlalu usang sehingga mati mendadak.”
“Untung saja, aku terbiasa menyimpan data ke dalam usb.”
Setelah menunjukkan usb-nya, Shen Qiao berjalan dan mencolok usb ke dalam sambungannya. Setelah itu, dia menampilkan semua hasil kerjanya.
“Ini adalah hasil kerjaku. Tolong beri aku sedikit waktu untuk mencetaknya dan menyerahkannya ke tangan kalian semua.”
Semua pimpinan:”…”
Mengapa bisa? Bukankah semua data itu belum dikerjakan? Apa yang terjadi?
Ketika Xu Liao yang tadinya menyalahkan Shen Qiao mendapati semua data sudah dikerjakan, raut wajahnya berubah mendadak. Dia berjalan ke samping Shen Qiao:”Mengapa kau tidak bilang ada data cadangannya? Kau membuatku malu di hadapan umum.”
Dengan ekspresi wajah datar:”Manajer, kau tidak bertanya padaku.”
Xu Liao:””
“Kau hanya menyuruhku untuk ikut masuk ke dalam ruang kerja. Kau tidak menyebutkan alasannya. Sejak masuk ke dalam ruang kerja, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk memberi penjelasan.” Ujar Shen Qiao dengan ekspresi datar dan tidak berdosa.
Xu Liao hampir muntah darah dibuatnya.
Semua pimpinan terdiam sambil menatap Xu Liao. Xiao Su yang berada di samping Ye Moshen juga merasa sangat senang sambil bertepuk tangan bagi Shen Qiao di dalam hati.
Luar biasa!
Serangan balik yang sempurna!
Biarkan semua orang menyadari wajah asli dari Xu Liao!
Shen Qiao tentu saja tahu semua orang menantikan dirinya dipermalukan. Ye Moshen juga ingin dirinya dipermalukan.
__ADS_1
Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi!
Shen Qiao bukanlah orang yang mudah dirundung. Walaupun nantinya dia akan semakin dikucilkan, dia tetap akan memberikan serangan balik!