Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 142 Obat Antifetal


__ADS_3

Kejadian itu tidak tahu sudah berlangsung berapa lama, Shen Qiao hanya merasa jika dirinya seperti bukan diri sendiri lagi, semua tubuhnya seperti berada di dalam kendalinya Ye Moshen, terakhir dirinya pun hanya bisa terlentang di atas tubuhnya Ye Moshen, tidak tahu arah lagi.


Tidak lama kemudian, Ye Moshen membawa dia ke ranjang dan mengikat kedua tangannya, kemudian dia tersenyum jahat.


Kelakuannya itu sungguh bagaikan pria berengsek.


“Wanita janda, tubuhmu ini sungguh sangat…”


Punggungnya Shen Qiao menyentuh selimut yang lembut di belakangnya, dirinya yang sudah merasa sangat lelah, akhirnya memejamkan mata, lalu suara cueknya Ye Moshen pun mulai terdengar.


Bagaikan saat musim dingin, tiba-tiba disiram dengan air dingin, sehingga membuat dia langsung tersadarkan.


Shen Qiao membuka matanya, lalu terlihat senyuman di wajah Ye Moshen yang tidak enak dilihat itu. Di dalam hatinya terbengong, lalu segera gunakan selimut untuk menutupi tubuhnya, dengan ekspresi malu melihatnya.


Ye Moshen mencubit bagian dagunya, Shen Qiao berusaha untuk melepaskannya, tetapi tidak berhasil, jadi hanya bisa melotot ke arahnya.


“Perhatikan tubuhmu, lain kali aku akan memeriksanya setiap hari, jika aku menemukan kamu sudah tidak bersih…”


Kalimat di belakangnya, tidak dilanjutkannya, tetapi itu jelas sekali adalah kalimat ancaman.


“Ye Moshen, kamu ada hak apa melakukan itu padaku? Kamu bilang mau periksa, lalu aku harus turuti? Kamu jadikan aku sebagai apa hah?”


Ucapannya Ye Moshen itu melukai hatinya Shen Qiao, dia merasa terhina.


Matanya mulai memerah, lalu bertanya dengan suara yang keras.


Melihat matanya yang sudah mulai memerah, dalam hatinya Ye Moshen merasa sedikit tidak tega, tetapi matanya kembali melihat foto-foto itu, oleh karena itu Ye Moshen teringat saat dirinya makan bersama Ye Linhan dengan senangnya, bahkan jalan bersamaan seperti itu, di dalam hatinya seketika mulai memanas lagi.


Oleh karena itu ucapannya Ye Moshen pun seperti menjadi begitu tajam dan beracun.


“Berdasarkan apa? berdasarkan kamu adalah wanita yang diantarkan oleh Shen Jia untukku, alasan ini cukup?”


Wajahnya Shen Qiao terlihat begitu murung, mungkin dirinya juga sudah sangat emosi, di wajahnya mulai tidak ada ekspresi apapun, hanya dengan wajah pucatnya melotot ke arah Ye Moshen, lalu dengan bibir yang pucat berbicara dengannya.


Dia tidak berkata apapun lagi, dia hanya diam dengan perasaan yang kesal.


Iya, dirinya ada hak apa untuk melawan?

__ADS_1


Sejak dia menggantikan Shen Yue menikah dan masuk ke dalam Ye Jia ini, nasibnya pun sudah ditentukan sejak hari itu juga.


Jika Ye Moshen tidak membuat kontrak setengah tahun itu dengannya, maka seumur hidupnya mungkin harus hidup bersama dengan Ye Moshen, kecuali dia cerai dengannya.


Berpikir sampai di sana, Shen Qiao dengan sedihnya memejamkan mata, lalu berbalik badan dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut sampai seperti sebuah bungkusan besar.


Dia tidak ingin menghiraukan Ye Moshen lagi, bajingan.


Air matanya terus mengalir keluar, kemudian menetes ke bantal dan menghilang.


Di sampingnya ada gerakan apa, dia juga tidak tahu sama sekali, dia hanya mendengar sebuah suara memakai baju di samping sana, tidak lama kemudian roda bergerak, sampai suara roda itu menghilang dari pendengarannya.


Shen Qiao baru bisa memastikan jika Ye Moshen sudah pergi.


Dia datang ke Ye Jia sudah cukup lama, baru pertama kali menangis sampai seperti itu, bagaikan sebuah akar yang lepas dari tanahnya, kesakitan yang dia rasakan di bagian bibir dan tubuhnya, sampai bekas yang ditinggalkan oleh pria itu, membuat dirinya merasa semakin terhina.


Tidak tahu sudah berbaring berapa lama, tiba-tiba Shen Qiao merasa perut kecilnya tidak enakan, dia pun bangun dan masuk ke dalam toilet, ternyata di bagian pakaian dalamnya sudah ada bercak darah.


Awalnya Shen Qiao mengira jika dia sudah datang bulan.


Tetapi pikir-pikir tidak masuk akal, dia sudah hamil, bagaimana mungkin masih bisa datang bulan?


Terpikir sampai di sana, Shen Qiao menahan rasa sakit yang ada, lalu segera mengganti baju untuk pergi ke rumah sakit periksa.


Setelah dokter memeriksa keadaannya, ekspresi wajah dokter itu terlihat begitu rumit sekali: “Kamu ini baru hamil sekitar dua bulan bukan?”


Shen Qiao menganggukkan kepala.


“Mana suami kamu?”


Mendengar itu, ekspresi wajahnya Shen Qiao langsung berubah, lalu perlahan-lahan berkata: “Dia, dia sibuk kerja.”


Dokter bisa melihat ekpsresi wajahnya yang tidak begitu baik, lalu kembali berkata padanya: “Saat baru hamil di awal tiga bulan, suami istri harus memperhatikan jumlah hubungan seksualnya, dan juga tidak boleh terlalu berlebihan, ditambah tubuh kamu ini pada dasarnya sudah lemah, jika keadaan tersebut kembali terjadi, aku tidak akan bisa menjamin anakmu itu bisa selamat.”


Shen Qiao: “…” Dengan ekspresi yang canggung dia menganggukkan kepala: “Aku sudah tahu, lain kali aku akan lebih perhatikan lagi.”


“Nanti aku akan buatkan resep obat antifetal untukmu, setelah pulang, makanlah yang rutin, perhatikan makanan dan jam istirahatmu, kalau masih tidak memungkinkan, sementara jangan satu kamar dulu, mengerti?” Mengatakan sampai di sana, dokter sudah bisa mengerti keadaannya Shen Qiao seperti apa, kemudian kembali berkata: “Sebagai seorang ibu, harus jaga anak sendiri dengan baik, paham?”

__ADS_1


“Terima kasih dok!” Shen Qiao berterima kasih pada dokter itu, setelah menebus obatnya, Shen Qiao pun meninggalkan rumah sakit.


Ketika dia keluar dari rumah sakit, kebetulan dia bertemu dengan Lin Jiang.


Lin Jiang langsung menghentikan mobilnya dan berlari mendekatinya, lalu tersenyum dan berkata: “Sungguh kebetulan sekali ya, tidak disangka bisa bertemu dengan kamu di sini, kamu datang ke rumah sakit untuk apa?”


Melihat Lin Jiang, Shen Qiao teringat dengan masa lalu, tatapan matanya mulai dingin, tidak ingin menghiraukan dia dan ingin segera pergi.


Siapa yang sangka, Lin Jiang menahannya, lalu dengan ramahnya berkata padanya: “Shen Qiao, kamu jangan mencueki aku, aku ada hal yang ingin dikatakan padamu.”


Ekspresi wajahnya Shen Qiao tidak begitu baik, lalu melepaskan tangannya berkata: “Aku tidak ada hal yang mau dikatakan denganmu.”


“Tetapi aku ada hal yang ingin katakan padamu, Shen Qiao, kamu berikan aku kesempatan sekali lagi, kita pergi ke cafe dekat sini untuk ngobrol.”


Mendengar itu, langkah kakinya Shen Qiao berhenti, pergi ke cafe dekat sini?


Dia tertawa: “Aku yang traktir?”


Seketika ekspresi wajahnya Lin Jiang menjadi sangat cerah: “Tentu saja bukan, aku yang traktir kamu.”


“Tidak perlu.” Shen Qiao sambil senyum dingin, sambil melangkah mundur: “Lin Jiang, tolong kamu ingat satu hal, aku sudah cerai dengan kamu, kita tidak ada hubungan apapun lagi, kamu jangan ikuti aku lagi.”


Selesai bicara, Shen Qiao berbalik badan dan pergi, awalnya dia mengira dirinya sudah mengatakan dengan tegas dan jelas, tetapi dia salah mengira Lin Jiang, tidak disangka dia justru mengikuti Shen Qiao jalan, “Siapa bilang kita tidak ada hubungan apapun lagi, tadi kamu di rumah sakit periksa apa?”


Shen Qiao mendengar itu, hampir saja terjatuh ke depan sana.


Apakah Lin Jiang sudah tahu?


“Kamu peduli apa yang aku periksa di dalam sana? Lin Jiang, urusanku tidak perlu kamu pedulikan, kamu jangan ikuti aku lagi!”


Dia mempercepat langkah kakinya, berharap bisa segera meninggalkan dia.


Lin Jiang masih terus mengejarnya, lalu dengan sedikit kuat menahan lengannya, berkata dengan keras: “Shen Qiao, kamu jangan pura-pura lagi, kamu sedang hamil kan? Anak di dalam perutmu itu, milik siapa?”


Ekspresi wajahnya mulai serius sekali: “Aku tidak pernah menyentuh kamu bukan? Lalu kamu bisa hamil? Shen Qiao kamu berkhianat padaku seperti itu?”


Shen Qiao: “…”

__ADS_1


Orang sekitar melihat mereka dengan ekspresi yang aneh, tetapi Lin Jiang tidak merasa malu sama sekali, melainkan semakin bicara semakin serius.


“Tidak disangka ya, kamu terlihat seperti seorang wanita baik-baik, tidak disangka kamu mempermainkanku, apakah pria yang menemui kamu hari itu? Sebenarnya sejak kapan kamu bersama dengan dia?”


__ADS_2