Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 77 Sedikit Mengkhawatirkannya


__ADS_3

Dalam kegelapan, tidak tahu berapa lama, kerincingan berbunyi layaknya suara gantungan kunci yang bertabrakan, terdengar kencang di malam sunyi itu, tidak lama kemudian, pintu terbuka.


Dua figur seseorang nampak di ruangan luar nan gelap itu.


“Asisten Shen?” Xiao Su melihat ruangan gelap itu, mengeluarkan handphonenya dan menyalakan senter.


Dalam beberapa saat, ruangan itu terlihat setitik cahaya.


Lalu Ye Moshen juga melihat keadaan ruangan itu, sebuah figur mungil menunduk di pojokan, tangannya memeluk lututnya dan mengubur kepalanya di dalamnya, seluruh tubunya terlipat mengecil dibawah.


Seperti seekor kucing yang sedang berguling.


Rambut panjangnya membelah menjadi dua, dari hiasan rambut sutera di kepalanya, yang tergantung tidak beraturan di pundaknya, menutupi wajah dan telinganya.


Tidak bisa dijelaskan, Ye Moshen dapat merasakan keputusasaan dan kedinginan dari tubuhnya.


Dari ujung kepala hingga kaki, dia dapat merasakannya.


Apa yang sedang terjadi? Ye Moshen mengerutkan dahinya, nada bicaranya tidak senang.


“Ada apa dengannya?”


Ketika Xiao Su mendengar pertanyaan itu, dia melangkah maju: “Asisten Shen?”


Orang yang meringkuk itu tidak merespon, bahkan sama sekali tidak bergerak dan tetap duduk disana tanpa berpindah.


“Asisten Shen? Asisten Shen?” Xiao Su yang melihatnya tidak bergerak sama sekali kembali memanggilnya dua kali.


Namun orang yang sedang meringkuk itu masih saja tidak meresponnya, seperti sudah mati.


Xiao Su menengok ke belakang melihat Ye Moshen, dia melihat matanya yang dalam kebingungan, dan ekspresinya seperti sulit bernafas.


“Tuan, Tuan Ye…..”


Ye Moshen mendorong kursi rodanya sendiri menuju Shen Qiao dan berhenti di sampingnya, suaranya terdengar dingin: “Angkat kepalamu.”


Tidak ada respon.


Xiao Su id satu sisi merasa tidak tenang, apa yang telah terjadi pada Asisten Shen? Apakah tidak ada gunanya apa yang dikatakannya pada orang-orang itu? Apa orang-orang itu merubahnya?


“Kesabaranku ada batasnya, aku akan memberimu waktu tiga detik untukmu mengangkat kepalamu.” Kemudian Ye Moshen berkata.


Namun orang yang sedang meringkuk itu nampaknya sama sekali tidak mendengar perkataannya, malam itu mata Ye Moshen seperti melompat, dia tiba-tiba memikirkan sesuatu, dia meraih tangan Shen Qiao dan langsung menariknya.


Gadis kecil itu ditariknya tanpa perlawanan, wajah pucat dan penuh darah muncul di malam yang gelap itu.

__ADS_1


Xiao Su yang berada di belakangnya mau tidak mau mencari udara segar.


Mata Ye Moshen menyipit melihat Shen Qiao yang ada di depan matanya.


Pipi putihnya sudah tidak berdarah lagi pada saat ini, bahkan warna merah di bibirnya memudar bersih, matanya yang bersih itu tenang seperti air, dan tidak terlihat ekspresi kemarahan sama sekali.


Kemudian bibir tipis Ye Moshen bergerak, suaranya begitu pelan: “Katakan padaku, ada apa denganmu?”


Shen Qiao tetap tidak bergerak.


Matanya tidak terlihat marah, Ye Moshen melihat matanya seperti tidak fokus, seolah-olah dia tidak bisa melihatnya.


Sial!


Sebenarnya apa yang telah terjadi pada gadis ini?


Ye Moshen tiba-tiba saja emosi, dia mendorong mundur kursi rodanya: “Periksa sebenarnya apa yang telah terjadi?”


Melihat Ye Moshen yang begitu marah, Xiao Su menyadari betapa seriusnya situasi ini melihat penampilan Asisten Shen yang tidak biasa, dia berbalik kemudian menghubungi seseorang.


Di dalam ruangan hanya ada Ye Moshen dan Shen Qiao, bibir tipisnya berbicara dengan nada dingin: “Istri kedua, sebenarnya ada apa denganmu?”


Shen Qiao tetap mempertahankan posisinya semula, tidak bergerak.


Sial!


Untuk pertama kalinya menyadari, dirinya begitu tidak berdaya di hadapan seorang wanita.


Tidak menyentuhnya, tidak memarahinya, tidak kejam dengannya.


Karena melihat penampilannya itu, Ye Moshen merasa bersalah, jika bukan karena dirinya, dia tidak mungkin menjadi seperti ini.


“Istri kedua, apa kamu berpura-pura bodoh denganku apa kamu benar-benar tidak bisa melihatku?” Setelah beberapa waktu, Ye Moshen kembali bertanya.


Ternyata Shen Qiao benar-benar tidak merespon, Ye Moshen merasakan perasaan putus asa untuk pertama kalinya, dia menariknya ke dalam pelukannya, Shen Qiao sangat menurut, dia mendorongnya ke dalam pelukannya bagaikan boneka puppet dan menyandar di pundaknya.


Ye Moshen merasakan suasana hatinya gemetaran, ada sesuatu didalamnya yang berubah.


Sepasang tangan dingin itu, dia mau tidak mau perlahan memeluk pinggang Shen Qiao yang tipis, membenarkan posisinya untuknya, dan membiarkannya menyandar di lengannya dengan posisi lebih stabil, lalu perlahan menyentuh bagian belakang kepalanya dengan tangan lainnya, berbicara dengan suara pelan.


“Jika mereka menyakitimu, beritahu aku, aku akan mencari keadilan untukmu.”


Orang di dalam pelukannya itu tidak juga merespon.


“Nona, kamu lebih baik sadar, terakhir kali kamu mabuk dan menangis diam-diam, apa menurutmu kamu bisa menyelesaikan masalah dengan kelakuan seperti ini?”

__ADS_1


Namun meski dia berbicara demikian, Shen Qiao tetap saja tidak memberikannya respon apapun.


Xiao Su segera membawa orang ke atas, begitu dia memasuki pintu, pria itu gemetaran dan bertanya: “Tuan, Tuan Ye, apa yang telah terjadi?”


Mendengarnya, Tubuh Ye Moshen memperlihatkan aura yang kuat, dia mengalihkan pandangannya ke arah pria itu.


“Apa yang telah kalian lakukan padanya?”


Pria itu gemetaran dan kakinya juga ikut bergetar, “Tuan, Tuan Ye, kami…..tidak melakukan apa-apa!”


Bercanda, bukan karena mereka tidak memiliki mata, tapi wanita ini memiliki hubungan yang luar biasa dengan Ye Moshen, bagaimana mungkin mereka melakukan sesuatu padanya?


Mata Ye Moshen menyipit, bagaikan sebuah tikaman yang tajam.


Pria itu ketakutan lalu terjatuh berlutut di lantai, dia tidak bisa berbicara dengan lancar.


“Tu tu Tuan Ye……kami benar-benar tidak melakukan apa-apa padanya, Asisten Xiao memerintahkan kami untuk tidak menyentuhnya, jadi kami hanya membawanya ke dalam kamar ini dan mengurungnya, kami menunggu perintah selanjutnya dari Tuan Ye.”


Dia tidak terlihat seperti sedang berbohong, tapi jika dia hanya mengurungnya, kenapa dia terlihat seperti ini?


Ye Moshen memicingkan matanya: “lalu apa yang terjadi di tengah-tengah?”


Pria itu berhenti, mengingat beberapa saat, lalu kembali bicara: “Tidak ada yang terjadi, dia begitu hening ketika dikurung, tidak ada suara apapun.”


Tidak berteriak ataupun berisik?


Ye Moshen semakin kebingungan.


Beberapa waktu setelahnya, pria itu tiba-tiba menambahkan: “Tapi…..karena dia begitu hening, kami lupa melakukan hal ini, siang dan malam……kami lupa mengirimkannya makanan.”


Setelah bicara, pria itu seperti sudah bisa mengantisipasi kematiannya, tubuhnya gemetaran.


“Apa kamu bilang?” Tanpa menunggu kata-kata Ye Moshen, Xiao Su yang berdiri dan mendengarkan, segera melakukan serangan terlebih dahulu. “Bajingan, kalian ini bukan manusia, tidak memberi orang makan, membiarkannya kelaparan sepanjang hari???”


“Maafkan kami Tuan Ye, kami benar-benar tidak sengaja……dia tidak bersuara, jadi kami tidak mengiranya lapar?”


Seharian tidak makan, dan dia seorang wanita yang sedang hamil, tentunya sangat-sangat kelaparan.


Xiao Su merasa sangat malu akan hal ini, dia hanya bisa mengatakan: “Tuan Ye, bagaimana kalau sekarang kita pergi, Asisten Shen sudah kelapasan selama seharian, tentunya sangat sulit baginya.”


Mata Ye Moshen bagaikan listrik, akhirnya dia bersuara, membiarkan Xiao Su mendorongnya ke bawah.


Tidak tahu kapan, menyandar di tubuhnya Shen Qiao memejamkan matanya, tertidur dalam pelukannya.


Menunggu sampai waktunya tidur, Ye Moshen menyadari kalau dia telah pingsan.

__ADS_1


Wajah Ye Moshen seketika berubah: “Segera pergi ke rumah sakit, hubungi Nyonya Chen agar segera membuatkan makanan yang mudah untuk dicerna dan kirimkan ke rumah sakit.”


__ADS_2