
Di sisi lain, Shen Qiao tidak tahu kalau Han Xueyoi sedang aneh dan berpikir galau.
Dia langsung pulang ke keluarga Ye begitu berpisah dengan Han Xueyou.
Setelah pulang ke keluarga Ye, Shen Qiao tiba-tiba menyadari ranjang kecilnya hilang.
Ekspresi Shen Qiao langsung berubah, dia teringat dulu dia hanya bisa tidur di lantai atau tidur duduk didepan saat baru sampai di keluarga Ye, lalu Xiao Su mungkin merasa dia terlalu menyedihkan, maka mengirimkan sebuah ranjang kecil kemari, agar Shen Qiao bisa tidur nyenyak di malam hari.
Tapi sekarang ranjang kecil itu tiba-tiba menghilang, Shen Qiao langsung merasa takut.
Dia sedang berpikir apakah Ye Moshen tiba-tiba marah padanya, maka meminta orang memindahkan ranjangnya.
Shen Qiao berdiri ditempat, dia tidak tahu harus bagaimana.
Tiba-tiba ada dua pelayan yang masuk, mereka melihatnya dan memanggilnya.
“Nyonya muda kedua.”
Shen Qiao baru tersadar setelah mendengarnya dan menoleh melihat mereka sekilas, mengangguk dan menyadari mereka membawa pakaiannya.
“Kalian ini sedang apa?” Shen Qiao mengerutkan alis cantiknya dan bertanya, lalu menoleh melihat posisi ranjang kecilnya, “Barusan kalian membereskan barangku?”
Kedua pelayan mengangguk: “Tuan muda kedua meminta kami mengemasi barang nyonya muda kedua.”
Wajah Shen Qiao memucat, barang-barangnya dikemas.
Ucapan ini terdengar……Seperti mau mengusirnya keluar saja.
“Ke……Kenapa?” Shen Qiao kesulitan bicara, bibirnya perlahan pucat.
Kedua pelayan saling bertatapan dengan bingung, lalu menggeleng: “Nyonya muda kedua, kami juga tidak tahu, ini pesan dari tuan muda kedua, kami hanya melaksanakannya.”
Sesaat, Shen Qiao tidak bisa berkata-kata.
Lama kemudian dia baru bertanya: “Dia ada dimana?”
“Tuan muda kedua ada di ruang baca.”
“Aku sudah tahu.”
Shen Qiao tidak ragu sekejap pun, langsung berjalan kearah ruang baca.
Rupanya, lampu didalam ruang baca masih menyala, Shen Qiao melihat Xiao Su juga ada didalam saat berjalan sampai kedepan pintu.
Xiao Su mendengar suara dan melihat Shen Qiao memandang kemari, lalu berkata pelan pada Ye Moshen: “Tuan muda Ye, asisten Shen datang, aku pergi dulu.”
“Ya.” Ye Moshen masih memandangi layar komputer dan menyahut dengan pandangan dingin.
__ADS_1
Xiao Su keluar dari ruang baca dan berpapasan dengan Shen Qiao.
Shen Qiao berdiri sebentar didepan pintu kemudian baru masuk, dia berjalan ke samping Ye Moshen, dan melihat punggung kurusnya yang tegap.
Ye Moshen tahu dia datang tapi tidak memperdulikannya, dia masih memandang layar komputernya, Shen Qiao berdiri lama dan tidak tahu bagaimana bertanya padanya, dia ingin langsung bertanya kenapa memindahkan ranjangnya, apakah mau mengusirnya agar tidur diluar?
Tapi perkataan itu tidak bisa diucapkan.
Akhirnya Ye Moshen yang inisiatif bertanya: “Sudah pulang?”
Suaranya dalam dan terdengar datar.
Shen Qiao menahan bibirnya sambil mengangguk: “Ya.”
Jari Ye Moshen mengetik di keyboard sambil berkata dingin: “Aku masih sibuk bekerja, kamu lihatlah pelayan sudah mengemasi barangmu atau belum.”
Shen Qiao: “……”
Berkata terang-terangan padanya begini?
Shen Qiao terdiam dan mengepalkan tangan erat, akhirnya masih tidak mengatakan apapun, dia membalikkan badan dan pergi dengan marah.
Dia berpikir, pria ini sudah mengusirnya begini, untuk apa dia berada di sana?
Lebih baik kembali beres-beres dan langsung pergi dari sini saja.
“Aku sudah meminta pelayan mengganti bantalnya seperti milikku, kalau kamu tidak terbiasa tidur di bantal sutra, bisa minta mereka menggantinya.”
Sebuah kaki Shen Qiao sudah melangkah keluar, lalu ditarik kembali setelah mendengar ucapannya, dia mengira dia salah dengar dan menoleh dengan sulit percaya.
“Kamu bilang apa?”
Ye Moshen akhirnya menarik pandangannya dari layar komputer dan melihat wajah putihnya: “Kenapa? Masih ingin pisah ranjang denganku?”
Shen Qiao: “……”
Bibirnya cemberut.
Ye Moshen mengira dia tidak puas dan mengerutkan alis tidak senang: “Ada masalah apa?”
Tanpa sadar Shen Qiao menjilat bibirnya dan menggeleng: “Tidak, tidak ada, kamu membereskan ranjangku, agar……Agar aku tidur bersama denganmu?”
Dia masih merasa sulit percaya.
Ye Moshen ternyata memintanya tidur bersama dengannya.
Apa……Dia tidak salah?
__ADS_1
Lalu Shen Qiao terlihat ragu dan tidak yakin, Ye Moshen semakin merasa tidak senang.
“Apakah sangat aneh kalau suami istri tidur bersama?”
Shen Qiao tersadar dan mengangguk, lalu menggeleng lagi, “Tidak aneh.”
Sebenarnya dia merasa aneh, jelas-jelas hubungan keduanya sangat buruk, sekarang pria ini tiba-tiba ingin hidup seperti suami istri dengannya, apakah karena tidur bersama malam itu?
Shen Qiao merasa hatinya campur aduk, tapi terasa tidak nyaman.
“Aku sudah tahu, aku pergi lihat dulu.” Selesai bicara, Shen Qiao pergi dari ruang baca seperti menghindar.
Pelayan kebetulan menyambut saat kembali lagi ke kamar.
“Nyonya muda kedua, bantal dan selimut anda sudah selesai dirapikan, yang disiapkan untukmu adalah selimut sutra tipis dan bantal sutra, nyonya muda kedua lihatlah masih ada yang tidak cocok dan mintalah kami melaksanakannya.”
Shen Qiao menggeleng: “Sudah sangat bagus.”
“Kalau nyonya muda kedua tidak ada pesan lain, kami pergi dulu.”
“Baik.”
Setelah mereka pergi, Shen Qiao berjalan perlahan ke ranjang satu-satunya di dalam kamar.
Ekspresi Shen Qiao terlihat datar saat berdiri di samping ranjang.
Ini ranjang Ye Moshen, dia pernah tidur di sini di hari saat baru menikah, saat itu dia masih memakai gaun pengantin, lalu dia tidak berani mendekati tempat ini lagi. Dulu disini hanya ada satu bantal milik Ye Moshen, tapi sekarang ada bantal berwarna pink disamping bantal Ye Moshen, cocok jika dipadukan dengan bantal Ye Moshen yang biru muda itu.
Selimut juga sudah diganti, menggantikan selimut biru muda garis-garis, kelihatannya itu satu set.
Pandangan Shen Qiao terlihat kacau, tangannya mengepal erat.
Kalau……Hanya karena kejadian malam itu dan dia merasa bersalah padanya, atau dia merubah sikapnya karena suatu perasaan, maka Shen Qiao merasa sungguh tidak perlu.
Tapi……Didalam lubuk hatinya Shen Qiao malah menginginkan perasaan hangat ini.
Ye Moshen pria ini, dingin diluar tapi hangat didalam.
Dia tidak menduga hal ini.
“Apa puas dengan yang kamu lihat?” Terdengar suara yang dingin dari punggungnya, Shen Qiao tersadar dan segera memutarkan kepalanya, melihat Ye Moshen menggerakkan kursi rodanya masuk lalu dengan cepat sampai di hadapannya.
Shen Qiao masih menyentuh permukaan selimut, lalu menarik tangannya dengan panik lalu berdiri melihatnya.
Ye Moshen menatap wajahnya seperti sedang menebak perasaannya.
“Itu……Bukankah kamu tidak suka orang lain mendekatimu? Dulu kita jelas-jelas sudah sepakat, kamu tidak membolehkan aku menyentuhmu, tapi……Kamu memindahkan ranjangku.”
__ADS_1
Bicara sampai disini, Shen Qiao berhenti dan melihat raut wajah Ye Moshen dengan ragu, baru berkata pelan: “Kalau tidur bersama begini, bagaimana kalau aku tidak sengaja menyentuhmu?”