
Shen Qiao masuk, dengan sedikit canggung dan bertanya.
“Bagaimana bisnisnya?”
Karyawan itu mengangguk: “Baik-baik saja, Nona Shen, Anda akan menjadi bos kami nantinya. Karena mal sudah berganti bos, Anda tidak pernah datang kesini, jadi gaji kami masih menunggak.”
Mendengar itu, Shen Qiao tercengah, jadi gaji mereka selama ini tertunggak karena pergantian bos?
Karyawan itu berlinang airmata: “Sudah lebih dari seminggu gaji belum dibayar, Nona Shen, saya masih menunggu gaji saya untuk membayar sewa.”
Shen Qiao terbatuk sedikit: “jadi bagaimana cara membayar gajinya? Saya yang membayar kamu?”
“Tidak, tidak, Anda pergi ke lantai atas mal.”
Lantai atas mall? Shen Qiao mengangguk: “Kalau begitu saya kesana.”
Shen Qiao naik lift dan langsung pergi ke lantai atas. Suasananya berbeda dengan di lantai bawah, lantai atas terasa sangat sunyi, rasanya seperti berada di tempat lain.
Setelah masuk, dia melihat banyak staf yang sibuk bekerja, semua orang memandangnya dengan aneh, dan kemudian membuang muka lagi.
Shen Qiao tidak tahu harus berkata atau melakukan apa ketika dia datang ke sini, jadi dia hanya bisa mencari seseorang untuk ditanyai tentang situasinya.
Setelah mendengarkan penjelasannya, pria itu membawanya ke kantor.
“Anda langsung masuk saja dan cari orangnya.”
Shen Qiao mengetuk pintu, dan suara wanita yang akrab terdengar.
“Silahkan masuk.”
Shen Qiao membuka pintu dan menundukkan kepala: “Halo?”
Kemudian mereka saling menatap satu sama lain. Dia agak terkejut.
Sebelum Shen Qiao sempat berbicara, wanita yang duduk di seberang meja itu tersenyum dan berkata, “Ya, asisten Mo Shen?”
Benar, dia adalah Kak Jing yang dulu pernah merias wajahnya.
Dia bangkit dan berjalan ke arahnya, sambil bersandar di pintu dengan lengan melingkar didadanya, dan berkata, “Anda ini, benar-benar butuh waktu lama untuk menunggumu muncul.”
Shen Qiao: “Tunggu aku?”
“Ya, mal ini entah bagaimana berganti Bos baru. Sebagai karyawan, tentu saja, saya sangat ingin bertemu dengan Bos baru kami . Saya tidak menyangka itu adalah Anda.”
Shen Qiao: “… bagaimana kamu tahu?”
“Rahasia.”
Kak Jing berbalik dan berjalan ke dalam, “Apakah Anda datang untuk mengecek pembukuan? Saya telah menyortir pembukuan terbaru, mau dikirim ke email Anda?”
__ADS_1
“Tidak, tidak perlu.” Shen Qiao sedikit ragu, “Saya hanya mewakili karyawan di bawah. Katanya gaji mereka telah tunggak seminggu, dan mereka semua tampak cemas.”
“Hei, tidak hanya mereka yang cemas, Kak Jing, aku juga cemas, oke? Gajiku juga terlambat seminggu.”
“Kok, kok bisa?”
“Menunggu tanda tangan Anda, bos baru ~”
Kak Jing meletakkan daftar gaji di depannya: “Coba diperiksa ini. Jika tidak ada masalah, tolong tanda tangani.”
Shen Qiao mengambil daftar itu dan melihatnya dengan binggung.
“Yang itu…”
“Ngomong-ngomong, ini kartu pemasukan dan pengeluaran, bos baru, kata sandinya adalah hari ulang tahunmu.”
Shen Qiao: “…”
Dia mengambil kartu bank itu dan berkedip kosong.
Apa yang sedang terjadi? Mengapa tiba-tiba memberikan dia kartu pendapatan dan pengeluaran?
“Di dalamnya total profit mal bulan ini.”
Shen Qiao pergi ke bank terdekat untuk memeriksa, dan menemukan bahwa kartu itu berisi profit mendekati puluhan juta, dan dia hampir membuang kartu itu karena kaget.
“Kak Jing, apakah kamu tidak memberikan kartu yang salah? Ada puluhan juta di sana …”
Kak Jing meliriknya dengan aneh, “Kenapa tidak? Mal yang begitu besar, dan atas nama Group Ye, dengan profit puluhan juta sebulan … Bulan ini saja terlalu kecil.”
Shen Qiao menarik napas dan dengan cepat meletakkan kembali kartu bank di atas meja.
Puluhan juta kartu ini terasa seperti kentang panas di tangannya, dia tidak bisa memegangnya sama sekali.
“ada apa?”
“Terlalu banyak uang di sini, aku tidak bisa menerimanya.”
“Anda bos di sini sekarang, kalau bukan Anda yang menerimanya , siapa yang akan menerimanya?
Shen Qiao: “Tapi …”
“Meskipun saya tidak tahu kenapa Mo Shen tiba-tiba memberikan mal ini kepada Anda, dia pasti punya alasannya sendiri. Profit mal bulan ini turun sedikit dibandingkan dengan sebelumnya. Bisakah Anda menghidupkan kembali mal ini? Bagaimanapun, tidaklah mudah untuk mengelola pusat perbelanjaan sebesar ini. ”
apa? Mata Shen Qiaoqiao membelalak ketika dia mendengar kata-kata itu, menghidupkan kembali mal? Dia belum pernah belajar bisnis sebelumnya dan tidak tahu banyak tentangnya.
Memikirkan hal ini, Shen Qiao mengerutkan bibirnya dan mengambil kembali kartu bank itu dan memegangnya di tangannya.
“Saya akan memberikan Anda jawaban tentang masalah ini.”
__ADS_1
Setelah Shen Qiaoqiao meninggalkan mall, dia langsung pergi ke keluarga Ye. Dia tidak menemukan Ye Moshen di kamar. Setelah mendengar pelayan berkata bahwa dia ada diruang belajar, dia langsung pergi ke ruang belajar untuk mencarinya.
Dia melangkah maju dan meletakkan kartu bank berserta surat kontrak di atas meja.
“Ini surat kontrak transfer mal, berserta profit bulanannya.”
Ye Mo Shenshen mengabaikannya sama sekali, dan juga tidak berbicara. Shen Qiao berdiri selama beberapa detik. Melihat tidak ada tanggapan, dia berbalik dan berencana untuk pergi.
“Barang yang sudah saya Ye Momoshen berikan, bahkan jika Anda mengirimkannya kembali dengan utuh, saya tidak akan menerimanya.”
Langkah Shen Qiao tiba-tiba berhenti dan berdiri di tempat. Apa maksudnya … sepertinya ada maksud didalam kata-katanya!
Dia menoleh dengan cepat dan menggigit bibir bawahnya: “Apakah Anda bertanya kepada saya sebelum memberikanya? Adakah saya bilang ingin mal ini? Bagaimana saya bisa menginginkan mal sebesar itu dengan profit sebanyak itu? Ye Moshen, Anda benar-benar berpikir uang bisa membeli saya? ”
Ye Mo Shen mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan dingin.
“Jika uang tidak bisa membelimu, mengapa hari ini kamu membawa semua ini ke ruang kerjaku? Tidakkah kamu menginginkannya dan masih berpura-pura tidak bersalah?”
Shen Qiao: “… Saya tidak menyangka Anda menilai saya seperti ini!”
Kata-kata itu membuatnya kesal dan tubuhnya gemetar.
Kemudian dia berpikir, dia pasti sengaja mengatakannya.
Karena dia pernah mengatakan hal yang menyakitinya, jadi sekarang dia dengan sengaja mengatakan ini untuk membalasnya.
“Terserah! Kamu mau menilai saya bagaimana. Aku toh tidak menginginkan semua ini.”
Setelah berbicara, Shen Qiao berbalik dan pergi.
Ketika berjalan ke pintu, dia mendengar suara.
Ye Mo Shen mengambil dan melemparkan kontrak dan kartu bank itu ke tempat sampah.
Mata Shen Qiao membelalak tak percaya.
“Apa kamu gila? Itu kontrak mal, dan ada puluhan juta dikartu itu!”
“Apa hatimu sakit?” Ye Mo menatapnya dengan senyuman yang dingin : “Sana ambil kembali.”
Tangannya digenggam sekuat-kuatnya seakan-akan kukunya terasa menusuk ke dalam dagingnya. Shen Qiao memandang pria jahat di depannya itu, dan perasaan putus asa di hatinya semakin mendalam.
“Apakah kamu mesti …mesti mempermalukan saya baru kamu senang?”
“Ini adalah cara terbaik untuk menghadapi wanita sepertimu.”
“Oke, tidak mau ya sudah, mau buang ya buang saja, siapa peduli?” Shen Qiao tidak tahan lagi, dan berteriak padanya dengan keras. Matanya yang indah tiba-tiba menjadi merah, dan dia tidak melihat Ye Moshen sama sekali langsung berbalik dan pergi dari sana.
Ye Moshen melihat sosok mungil itu menghilang begitu saja dari pandangannya, tatapannya beralih ke tong sampah dan tangannya terurai lemes.
__ADS_1