
Yang paling dia inginkan?
Yang paling Shen Qiao inginkan adalah hidup normal bersama suaminya, lalu memiliki sepasang anak bayi yang lucu, hidup bahagia sampai tua.
Tapi hidupnya tidak seperti itu, Lin Jiang berselingkuh, selingkuhannya hamil.
Dan dia, juga dinikahi oleh Ye Moshen.
Ye Moshen sangat membenci dia.
Ini adalah masalah yang ada di hidupnya, hal yang dia inginkan di dalam hidupnya sudah tidak mungkin menjadi realitas.
Memikirkan ini, Shen Qiao dengan perlahan menjadi sadar, matanya yang barusan melawan, sekarang tiba-tiba menjadi tenang seperti air, seperti dingin akan segala hal.
“Kalau kamu memang ingin seperti ini, terserak kamu saja.” Setelah mengatakan itu, Shen Qiao tidak melawan lagi, membiarkan pinggangnya yang ditahan oleh Ye Moshen, membiarkan tubuhnya untuk dia.
Mangsa, pati bisa melawan, ada perlawanan baru menarik.
Dia tiba-tiba menyerah seperti ini, membuat rasa ingin menggoda dari Ye Moshen yang baru naik, menjadi menghilang, matanya dingin, mendorong Shen Qiao.
Setelah mendorong Shen Qiao, dia berdiri tegak, menatap dia dengan dingin.
Barusan saja ingin mempermalukan dia, tapi sekarang dia menyerah?
“Pergi ke kantor.”
Kata Ye Moshen dengan dingin.
Xiao Su yang ada di samping langsung datang menghampiri mendorong Ye Moshen naik ke mobil, saat Shen Qiao masih berdiri terdiam di tempat, Xiao Su berteriak: “Asisten Shen, kamu ke kantor tidak?”
Mendengar itu, Shen Qiao pun tersadar lalu ikut naik mobil.
Setelah sampai ke kantor, Shen Qiao pergi ke tempat duduknya sendiri.
Setelah bekerja untuk beberapa saat, dia berdiri dan menyeduhkan kopi untuk Ye Moshen, tiba-tiba terpikir tadi pagi Ye Moshen tidak sarapan, sekarang menyeduhkan kopi, bukankah tidak baik untuk lambungnya?
Berpikir untuk sesaat, Shen Qiao pun mengganti kopinya menjadi teh hangat untuk Ye Moshen.
Setelah selesai menyeduh, Shen Qiao mengantarkan minuman itu kepada Ye Moshen, saat sampai ke pintu kantor, Shen Qiao menghentikan langkahnya, bibirnya terbuka,
Dia……sedang melakukan apa?
Minum kopi tidak baik untuk lambungnya, apa hubungannya dengan dia? Algi pula itu lambung dia, kenapa dia memikirkannya?
Berpikir sampai sini, Shen Qiao memegang teh itu dengan bingung.
Tapi dipikir-pikir lagi, dia pergi bersama dirinya, dengan analisa terakhir dirinya juga tidak sarapan, jadi dia mengganti kopi menjadi teh adalah hal yang biasa.
Setelah menghibur dirinya sendiri, Shen Qiao pun mengetuk pintu kantornya.
“Masuk.”
__ADS_1
Suara Ye Moshen terdengar dingin, tidak menunjukkan ekspresi apa-apa.
Shen Qiao masuk, lalu meletakkan teh itu di meja kantornya, setelah ragu-ragu untuk beberapa saat, dia berkata: “Itu……”
Sebelum menunggu dia menjelaskan, tatapan dingin Ye Moshen tertuju kepada teh yang ada di atas meja, lalu menyipitkan mata: “Kopinya mana?”
“Kamu tadi pagi tidak sarapan, minum kopi tidak baik untuk lambungmu, jadi……” Shen Qiao belum selesai menjelaskan, Ye Moshen langsung berkata: “Siapa yang memperbolehkanmu untuk membuat opini?”
Mendengar itu, kata-kata di mulut Shen Qiao pun tertahan, mulutnya bergerak: “Aku……”
Ye Moshen mengangkat matanya yang dalam, matanya yang menusuk itu terpaku ke wajahnya, matanya penuh dengan ironis dan hawa dingin, seperti udara dingin dan salju di bulan Desember, seketika masuk ke dalam hatinya.
Hati yang dingin.
Shen Qiao menggerakkan bibirnya, tiba-tiba tidak bisa mengatakan apa-apa.
“Keluar!”
Tangannya yang memegang gelas itu pun dengan perlahan menjadi gemetaran, Shen Qiao mencoba untuk menahan amarah yang ada di hatinya, kemudian keluar dari kantor itu.
Setlah keluar, Shen Qiao bersandar di tembok, tubuhnya gemetaran.
Dia bermaksud baik, malahan……dimarahi.
Oh.
Shen Qiao menundukkan matanya, menganggap dia ribet ya, nantinya dia tidak akan melakukan hal seperti ini lagi.
Yang tidak diketahui Shen Qiao adalah, saat setelah dia keluar, tatapan Ye Moshen terlihat rumit menatapi gelas teh itu, tatapannya dengan perlahan menjadi dalam.
Tangan yang memegang pennya itu menjadi erat, lalu bibir tipis Ye Moshen maju.
Wanita itu, kenapa melakukan semua itu?
Kenapa setelah dia berbicara, dia sudah jelas akan marah, tapi kenapa dia tahan.
Lalu dia membalikkan badannya dan keluar.
Shen Qiao, kamu sebenarnya ingin mendapatkan apa?
Selama pagi itu, Shen Qiao tenggelam dalam pikirannya sendiri, tidak bisa fokus bekerja, saat dia ke kantin pada jam makan siang, dia baru menyadari dirinya lapar.
Saat dia ingin mengambil nasi, hari ini kantin memasak ekor babi, Shen Qiao menghirup aromanya, perutnya pun meronta, setelah mengambil setengah porsi nasi, dia membalikkan badan dan pergi ke kamar kecil.
“Oee……” Shen Qiao bersandar di toilet, mual-mual, setelah dia selesai muntah, dia pun menjadi lemas, lalu keluar sambil bersandar ke tembok.
Setelah cuci tangan, dia kenapa reaksinya begitu parah, apakah karena tadi pagi dia kelaparan tapi tidak sarapan?
Shen Qiao tidak kembali ke kantin, dia memesan sebuah mi sup di toko mi di bawah.
Semangkuk sup mi sayuran, Shen Qiao makan dengan lahap, setelah selesai, dia memesan satu mangkuk lagi.
__ADS_1
Shen Qiao kembali ke atasan setelah selesai makan.
Setelah naik, Shen Qiao membuat secangkir kopi, pertama dia seduhkan dulu secangkir untuk Moshen, baru sampai ke pintu, menyadari pintunya terbuka, di dalam ada dua orang berbincang.
“Sampai sekarang masih tidak ada informasi? Bagaimana kamu mengurus masalah ini?”
Mata Ye Moshen terpaku kepada Xiao Su, seperti ada gunung di pundaknya, membuat Xiao Su tidak bisa bergerak sama sekali.
“Tuan, tuan muda Ye……dengarkan penjelasanku akan masalah ini!”
“Bicaralah.”
“Dua hari yang lalu, kita menemukan kandidat yang cocok di rumah sakit, tapi……mereka tidak yakin, tadinya ingin meminta tuan muda Ye untuk pergi, tapi kedua wanita itu tiba-tiba lari, jadi……”
“Lari?” Ye Moshen menyipitkan matanya, keluar aura berbahaya dari tubuhnya, jari panjangnya mengetuk-ngetuk meja.
Punggung Xiao Su mengeluarkan keringat dingin: “Sedang dikejar, pasti sebentar lagi akan ketemu.”
Ye Moshen memajukan bibirnya, ekspresi di wajahnya terlihat dingin dan berkata: “Aku akan pergi sendiri.”
“Tapi Tuan muda Ye……kakimu……sulit!” Xiao Su mengingatkan.
Ye Moshen menatapi meja di depannya, penuh pikiran.
Setelah terdiam untuk beberapa saat dia berkata: “Apakah kamu yakin identitas kedua wanita itu cocok?”
“Iya, tapi……perlu konfirmasi langsung dari tuan muda Ye.”
Saat suaranya menghilang, ponsel Xiao Su pun berdering.
Xiao Su melihatnya, lalu ada sebuah pesan yang dikirim oleh bawahannya, wajahnya pun menjadi senang.
“Tuan muda Ye, mereka berkata kedua wanita itu sudah ditemukan.”
Ye Moshen mengerutkan keningnya: “Ayo!”
Xiao Su menganggukkan kepalanya, mendorong kursi roda Ye Moshen ke pintu, Shen Qiao pun terkejut, dia berlari kembali ke tempat kerjanya, lalu bersembunyi di belakang papan kantornya, agar Ye Moshen tidak menyadari dia.
Kalau tidak, dia akan berpikir dirinya sedang menguping.
Walaupun, dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.
Bang!
Suara pintunya terbuka, Shen Qiao melihat sosok Ye Moshen dan Xiao Su pergi, mengingat pembicaraan mereka barusan.
Digabung dengan yang terakhir, mereka seperti sedang mencari orang……
Melihat dari tampang dan nada bicara Ye Moshen, sepertinya orang ini sangat penting.
Shen Qiao merasa penasaran, orang seperti apa yang bisa membuat dia gugup seperti itu, dia tiba-tiba terpikir seseorang……
__ADS_1
Bagaimana kalau……dia ikuti mereka?