
Xiao Su begitu ketakutan sampai-sampai dia mundur, setelah menghindari serangan pukulan itu, dia masih merasa sedikit ketakutan, dia menutupi dadanya dan berkata: “Tuan Ye, jika kamu membunuhku tidak akan ada seorangpun yang bisa melakukan hal-hal untukmu lagi.”
Mendengar pembicaraannya, Ye Moshen tertawa mencibirnya.
“Bertambah satu kurang, berkurang kamu satu juga tidak buruk.”
Xiao Su dapat merasakan banyak anak panah yang tertusuk di dadanya, dia begitu terluka, dia berkata: “Tuan Ye, aku sudah mengikutimu begitu lama, mengapa anda begitu kejam?”
Seorang pria dewasa, mencoba merayunya, bena-benar lucu.
Ye Moshen: “…..Keluar!”
Xiao Su menghela nafasnya dan segera berguling pergi, memikirkan sesuatu, dia kemudian berbalik: “Tuan Ye, bagaimana dengan Asisten Shen?”
Mendengarnya, Ye Moshen seketika menatap mata wanita keras kepala itu, dia bahkan berani membuka mulutnya untuk berbicara padanya, mengapa dia mengurusinya?
“Tidak penting.” Ye Moshen bicara dengan suaranya yang begitu dingin, seperti tanpa perasaan.
Xiao Su berhenti sesaat, perlahan dia memastikan: “Benar-benar tidak peduli dengannya? Asisten Shen, sedang hamil.”
Alis Ye Moshen mengernyit, dan dia membuka mulutnya: “Sejak kapan kamu begitu peduli dengannya? Apa perlu aku berikan dia padamu?”
Pembicaraan singkat Xiao Su membuat perubahan ekspresi begitu besar, “Tuan Ye, maksudku bukan seperti itu, jika Tuan Ye tidak peduli, aku juga tidak peduli.”
Dengan begitu Xiao Su segera pergi meninggalkannya.
Di ruangan yang begitu luas, hanya ada seorang di dalamnya malam itu, dia sekilas memicingkan kedua matanya.
Hmm, seorang wanita tidak tahu apakah dia akan mati atau tidak, dan mengikutinya kesini, apa yang dia ingin ketahui darinya? Apa dia benar-benar diberikan tugas oleh Kakek Ye?
Masalah lainnya, Ye Moshen bisa mengesampingkannya, namun hanya masalah mencari perempuan itu, dia tentunya tidak membiarkan seorangpun untuk mengganggunya ataupun menghalanginya.
Angin malam bertiup kencang, lampu terang menghangatkan.
Setelah Ye Moshen selesai mandi, dengan bantuan Xiao Su yang membawanya ke ranjang, di malam hari Ye Moshen selalu bisa memejamkan matanya.
Namun begitu dia memejamkan matanya, dia melihat wajah seorang wanita dalam kegelapan, wajah mungil seorang wanita yang memiliki fitur wajah dimensional, matanya bagaikan dasar danau yang dingin, namun dipenuhi oleh air mata, danau itu terlihat menyilaukan seperti lautan bintang yang menyerang mata orang-orang.
Ye Moshen tiba-tiba membuka matanya, dan warna gelap dalam tidurnya tiba-tiba menjadi tajam.
Sialan!
Mengapa bisa-bisanya dia memikirkan wajah wanita itu dalam tidurnya?
__ADS_1
Shen Qiao…..gadis itu, persona apa yang dimilikinya? Tidak disangka…..
Memikirkan hal ini, Ye Moshen mengencangkan tangannya selama beberapa menit, lalu meregangkannya, dia duduk dan menghentikan Xiao Su yang tengah bersiap untuk pergi.
“Tuan Ye?” Tangan Xiao Su baru saja akan menekan stop kontak, untuk mematikan lampu tidurnya, dia mendengar panggilan dalam keheningan itu, mau tidak mau dia berbalik kebingungan: “Apa yang terjadi?”
**
Hari sudah larut malam, sebuah rumah kecil di villa begitu kosong, hanya ada sebuah ranjang kecil meja bundar dan sebuah jendela kecil.
Shen Qiao dibawa ke tempat ini oleh orang-orang itu pada siang hari, dia dikurung disini.
Meskipun mereka tidak melakukan apa-apa terhadapnya, namun tenaga para pria itu tetap kuat, lengannya bengkak dan lebam ketika dia ditarik.
Memikirkan hal ini, Shen Qiao melihat lengannya, dia menyentuhnya, dia mengerutkan dahinya dan membiarkan kembali tangannya, tubuh mungilnya terbaring di ujung sisi ranjang.
Villa ini begitu besar…..
Di luar sangat hening, tidak ada orang yang mengirimkan makanan sejak siang tadi, dia sangat kelaparan…..
Orang-orang itu sudah pergi pastinya.
Berpikir jika dia adalah satu-satunya orang yang ada di dalam villa, Shen Qiao merasa sangat panik seluruh tubuhnya.
Dong—–
Tiba-tiba saja aliran listrik mati!
Ah!
Dalam kegelapan, Shen Qiao berteriak ketakutan, tubuhnya gemetaran dan meringkuk seperti bola.
Lampu yang barusan masih menyala seketika mati, Shen Qiao hampir pingsan.
Dia…..takut kegelapan!!!
Shen Qiao menggigit bibirnya dan ingin bertanya apakah ada orang, namun dia tidak berani untuk membuka mulutnya, dia takut jika dia akan kehilangan harapannya setelah bertanya.
Dia kemudian duduk, bersembunyi di pojokan, menundukkan kepalanya dan mengubur wajahnya di lututnya, air mata mengalir di wajahnya tanpa disadarinya.
Dong—–
Dalam kegelapan yang hening, Shen Qiao seperti mendengar sebuah suara.
__ADS_1
Dia kemudian mengangkat wajahnya, menahan nafasnya.
Dong—–
Ada suara lagi, di malam yang sunyi seperti ini, suara itu bagaikan pukulan palu yang tajam di hati Shen Qiao,, setial kali mendengarnya—-seperti fatal baginya!
Shen Qiao merasa jika dirinya sudah diambang pingsan, dia menggigit bibirnya, takut jika Ye Moshen akan datang!
Keparat itu!
Dia lebih memilih untuk dihukum oleh orang-orang itu daripada dikurung disini dan menderita karena siksaan mental, yang menyakitkan baginya!
Awalnya, Shen Qiao bisa mendengar suara itu, namun…..setelah itu tidak terdengar lagi, tidak tahu berapa banyak air mata yang sudah mengalir, sampai-sampai air matanya habis, dan sudah kering sepertinya.
Sampai di luar villa Ye Moshen melihat ke arah villa gelap itu, dengan suara dinginnya: “Bagaimana mungkin?”
Beberapa orang yang melihat Ye Moshen datang menyaksikan, dan mereka segera melapor: “Tuan Ye, sekring di villa tiba-tiba saja rusak, dan harus segera diperbaiki!”
Karena villa ini adalah salah satu dari sekian banyak villa yang dimiliki Tuan Ye, jadi jarang sekali dia datang kesini, dan orang-orang juga jarang merawatnya.
Selama kurang lebih dua menit, Ye Moshen mengerutkan dahinya: “jadi ini yang disebut dengan perbaikan darurat?”
Wajah pria itu seputih hantu dalam kegelapan: “Tuan Ye, saya akan kembali menghubunginya.”
“Lupakan!” Ye Moshen bertanya: “Bagaimana dengan wanita itu tadi siang?”
“Tuan Ye, dia berada di dalam kamar di lantai tiga, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan padanya, jadi….kami hanya membuatnya diam.” Setelah mengatakannya, orang itu menatap Xiao Su dengan sebelah matanya, Xiao Su kemudian mengangguk, mengiyakannya.
Bagaimanapun juga, Ye Moshen yang seharusnya sudah tidur pada waktu ini, tiba-tiba saja muncul disini demi Shen Qiao, jika mereka benar-benar melakukan sesuatu terhadap Shen Qiao, tentu akan buruk jadinya.
Hanya saja tanpa berpikir, Ye Moshen yang mendengar jika mereka mengurungnya di dalam kamar, ekspresinya menunjukkan tanda bahaya: “Setelah listrik mati? Apa ada yang melihatnya?”
Pria itu tergedun beberapa saat lalu menggelengkan kepalanya: “Tttii…..tidak.”
Kata-kata itu terlontar, dan suasana sekitarnya menjadi suram, Xiao Su segera menyadari kalau ada suatu hal yang salah, dan segera berkata: “Tuan Ye, mari kita naik ke atas.”
“Tapi…..listrik belum selesai diperbaiki, lift, juga belum bisa digunakan.” Pria di depan pintu berbicara, dan secara sadar menunduk melihat kaki Ye Moshen: “Tuan Ye, saya takut……”
Dia tidak berani melanjutkan kata-katanya, semua orang mengetahui jika penyakit kaki Ye Moshen sangat mematikan, dan apa yang baru saja akan dikatakannya sama saja dengan mencari kematian.
Ye Moshen mengerutkan alisnya, Xiao Su segera menggiringnya ke depan dengan cepat: “Tidak apa, tenagaku besar, aku yang akan menggiring Tuan Ye ke atas!”
Setelah selesai bicara mereka pergi meninggalkannya, dari kejauhan, dia masih berteriak: “Kalian jangan ada yang ikut ke atas, jika tidak Tuan Ye akan menghabisi kalian.”
__ADS_1
Orang-orang itu gemetaran ketakutan, mereka hanya ingin berterima kasih pada Xiao Su yang menggiring Ye Moshen pergi, siapa yang berani ikut ke atas? Terlebih lagi mereka baru saja menyadari semangat membunuh yang begitu kuat pada Ye Moshen!!a