Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 130 Dipermainkan?


__ADS_3

Han Xueyou sudah mengatakannya, jadi Su Jiu hanya bisa mengiyakannya, lalu tersenyum pada Shen Qiao: “Nona Shen, kalau begitu mohon Anda menjaga Nona Xueyou ya.”


Shen Qiao mengangguk kepala: “Sudah seharusnya.”


Su Jiu berjalan kembali. Sekarang tersisa dua orang berjalan keluar.


“Apakah kamu membawa mobil? Aku langsung bawa kamu ke rumah sakit.”


Shen Qiao membantu Han Xueyou masuk ke dalam mobil, lalu mengeluarkan ponsel membuka GPS mencari rumah sakit terdekat. Kemudian setelah menemukan lokasi yang tepat, dia mengambil kunci mobil Han Xueyou dan membawa mobil menuju rumah sakit.


“Qshen Qiao…….”


Shen Qiao sedang serius melihat ke jalanan, ketika mendengar dia menyebut namanya, dia pun menolehkan kepala melirik sebentar: “Kenapa? Apakah sakit?”


“Kamu tahan sebentar lagi ya, rumah sakit akan segera tiba.”


Yang dipikirkan Han Xueyou dan dia sangat berbeda. Dia tampak kebingungan menatap sisi wajah Shen Qiao, teringat adegan dalam restoran, tidak tahan untuk bertanya: “Kamu lain kali……”


“Apa?”


“Sudahlah, tidak jadi.” Han Xueyou menutup matanya. Pertemuan kali ini mungkin hanyalah kecelakaan, dia sudah yakin, kemungkinan mereka akan sulit bertemu di kemudian hari.


Asalkan mereka tidak bertemu, Han Xueyou tidak akan keberatan pada apa pun. Dia menghibur dirinya sendiri dalam hati.


Shen Qiao mengira dia sedih karena kesakitan. Saat tiba di lampu merah, dia mengulurkan tangan dan memegang tangannya, menghibur dengan suara lembut: “Jangan panik ya, aku akan segera mengantarmu ke rumah sakit, agar dokter dapat mengatasi lukamu dengan baik.”


Han Xueyou menatap kedua tangan yang bersamaan, dalam hatinya merasa tidak senang.


Dia sama sekali tidak tahu bahwa dia sedang merebut identitas dengannya, dan dia masih berbuat baik terhadap Han Xueyou. Kebaikan dan ketulusanya itu tiba-tiba membuat Han Xueyou merasa menjijikkan. Ketika dia tidak menyadari dirinya, dia langsung membanting tagnannya Shen Qiao.


“Apa katamu? Kamu sama sekali tidak tahu!”


Kemarahan Han Xueyou yang mendadak ini membuat Shen Qiao terkejut, dia menatap Han Xueyou yang berada di hadapannya, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Mata Han Xueyou memerah, air mata pun berlinang, dia menggigit bibir bagian bawah dengan kuat, terus mengulangi kata-kata ini: “Kamu sama sekali tidak tahu, sama sekali tidak paham!”


“…… Maaf Xueyou. Kali ini aku tidak bisa merasakan apa yang kamu rasakan, tapi aku tahu rasanya tersiram air panas pasti menyakitkan. Kamu jangan sedih ya. Tunggu luka ini sudah sembuh, aku temani kamu pergi ke toko kue waktu itu ya, bagaimana?”


Han Xueyou semakin merasa kesal. Dalam hatinya sebenarnya ada rasa bersalah, tapi semakin Shen Qiao baik padanya, hati Han Xueyou semakin ingin memberontaknya.

__ADS_1


Misalkan sekarang, dia melihat wajah Shen Qiao, rasanya sungguh membuat illfeel!


Jelas-jelas dirinya telah melakukan hal yang keterlaluan, tapi dia malah menatapnya dengan ekspresi sedih, membuat rasa jijiknya itu semakin dalam.


Shen Qiao melihat dia tidak mempedulikannya, sedangkan lampu merah telah berganti lampu hijau, dia pun hanya bisa membawa mobil menuju rumah sakit, menemani Han Xueyou mengatasi luka dan membawanya pulang.


Sebelum mereka berdua berpisah, Han Xueyou tiba-tiba berkata: “Shen Qiao, sebenarnya tadi aku sangat sedih, dan maaf ya telah marah padamu. Kamu tidak menyalahkanku kan?”


“Tidak, cepatlah kamu masuk. Kita tetap teman baik, tidak masalah.”


Shen Qiao tentu saja tidak akan menyalahkannya, karena dia telah membantunya cukup banyak.


Han Xueyou mengangguk kepala: “Iya, kakakku sudah pulang, nanti malam akan aku tanyakan bagaimana surveynya. Besok aku hubungi kamu.”


Ketika masalah ini diungkit, Shen Qiao sedikit tertegun, kemudian tersenyum pelan: “Tidak buru-buru, kamu istirahat saja dulu.”


Kemudian Shen Qiao pun membawa mobil menuju kantor perusahaan.


Setelah mengembalikan mobil kepada Xiao Su, dia baru teringat suatu hal yang sangat penting, kemudian dia segera berlari menuju kantor Ye Moshen.


Tok Tok…..


Shen Qiao mendorong pintu ruangan, setelah masuk dia dapat melihat Ye Moshen sedang duduk sendirian di atas kursi roda, ekspresinya dingin menghadap layar laptop. Ketika melihatnya masuk, dia mengangkat matanya dengan lelah, lalu tatapan berhenti di wajahnya.


Shen Qiao menarik nafas dalam, lalu menjilat bibirnya sendiri dengan panik, kemudian melangkah mendekatinya.


Shen Qiao masih mengenakan jas pria milik Ye Moshen, ditambah lagi di tubuhnya memakai dress biru, membuat Ye Moshen semakin nyaman melihatnya.


“tuan muda Ye, itu……” setelah Shen Qiao berdiri tegak, dia pun menatap Ye Moshen dengan tidak tenang.


“Kenapa?” Ye Moshen mengangkat alis: “Ada apa ya bilang, jangan gagap seperti itu.”


Shen Qiao menjilat bibir lagi, bertanya dengan suara rendah: “Makanan hari ini……”


Begitu pulang langsung membahas makanan hari ini? Ye Moshen ingin sekali memarahinya, kemudian dia hanya tertawa dingin: “Kamu sampai sekarang masih membayangkan makanan tadi itu? Atau ada tujuan lain?”


Shen Qiao: “……”


Orang ini kambuh lagi, rasa ingin memilikinya ini sangat mengerikan. Dia hanya bertanya asal, malah bisa membuatnya terpikir ke orang lain. Dia tidak berdaya, lalu berbicara menjelaskan: “Maksudku, makanan hari ini aku lupa lunasin sebelum pergi.”

__ADS_1


“Oh.” Ye Moshen tampak cuek: “Aku juga tidak membayarnya.”


Begitu Shen Qiao mendengarnya langsung berubah ekspresi: “Kamu ini kenapa? Kita Ye Shi yang mengundang Grup Han makan bersama, restoran aku yang pesan, aku lupa bayar, kenapa kamu tidak membantuku untuk membayarnya? Dan jika Grup Han memiliki kesan yang buruk terhadap kita bagaimana?


Selesai mengatakannya, Shen Qiao panik hingga menggigit bibirnya, dan berdiri dan berputar di tempat.


Mendengar ucapannya, tatapan mata Ye Moshen menjadi lesu, nada bicaranya berubah menjadi dingin: “Apakah kamu sangat peduli dengan kesan buruk yang kita tinggalkan pada mereka?”


“Yang kukhawatirkan itu kamu!” Shen Qiao spontan mengatakannya, “Bukankah kamu mau bekerja sama dengan Grup Han? Jika kita meninggalkan kesan buruk, bagaimana jika Grup Han tidak mau bekerja sama dengan Ye Shi kamu? Pak tua nantinya juga pasti akan terhadapmu……”


Shen Qiao sangat panik, dia tiba-tiba seperti teringat sesuatu: “Aku pergi jelaskan dan minta maaf pada Presiden Han lah.”


Selesai bicara, Shen Qiao benaran berbalik badan dan berjalan keluar.


Ye Moshen tertegun, menyipitkan mata: “Berhenti.”


Langkah kaki Shen Qiao terhenti, menolehkan kepala menatapnya.


“Dalam matamu, aku adalah orang yang tidak punya pikiran apa pun hingga membuatmu salah paham bahwa Han Qing yang membayar makanan tadi? Jika memang Han Qing dia yang bayar memang kenapa?”


Shen Qiao menggigit bibirnya: “Aku tidak bilang dia tidak boleh bayar, hanya saja aku merasa kali ini kita Ye Shi yang mengundangnya keluar makan, jadi sudah seharusnya melayani tamu hingga akhir.”


Kita……


Kata ini terdengar sangat nyaman, Ye Moshen pun meringkuk bibir.


Senyumannya begitu indah, Shen Qiao menangkap suatu sinyal, “Jadi apakah kamu telah membayarnya?”


“Tidak.”


Shen Qiao: “…… Aku pergi jelaskan saja.”


“Jelaskan apa? Restoran itu adalah restoran di bawah nama Ye Shi.”


Shen Qiao: “Apa katamu?”


“Aku ke sana makan, untuk apa bayar?”


Shen Qiao seketika tidak berkutik. Setelah ngobrol begitu lama, Ye Moshen ini malah mempermainkannya?

__ADS_1


__ADS_2