
Pertanyaan ini membuat pria itu canggung, dia terus mengelap keringat yang keluar di dahinya.
“Apa maksud Asisten Shen? Ini adalah peraturan perusahaan kok, apalagi Asisten Shen adalah orang yang selalu di samping Presiden Ye. Jika mengambil uang terlebih dahulu pasti akan digunakan untuk hal yang sangat penting. Kami bagian keuangan juga tidak boleh ada kesalahan.”
“Tapi sebelumnya……”
Shen Qiao masih ingin mengatakan sesuatu, tapi Xiaoyan telah menyelesaikan tugasnya, “Ini barangmu.”
Shen Qiao menerimanya dengan sepasang tangan, “Terima kasih.”
“Jangan kira dengan kamu mengucapkan terima kasih aku tidak membencimu!” Kata Xiaoyan, “Meskipun aku masuk juga dengan jalur belakang, tapi cara kamu masuk dari jalur belakang lebih membuatku kesal.”
Shen Qiao: “……”
Hebatnya ada orang yang mengatakan jalur belakang ini dengan begitu percaya diri. Melihat gayanya yang keras itu, Shen Qiao pun tidak merasa kesal lagi, dia hanya meringkukkan bibir dan tersenyum: “Hari ini terima kasih pada kalian berdua, aku pergi dulu ya.”
Setelah Shen Qiao pergi, Xiaoyan pun mengeluhkan ayahnya.
“Ayah, untuk apa kamu tiba-tiba memberikannya begitu banyak uang? Jika nantinya Presiden Ye menyalahkan kita bagaimana? 20000 yuan loh, aku sudah bisa hidup lama dengan uang segitu.”
Mendengar ucapannya, pria itu melototkan mata padanya, suaranya tegas: “Ke depannya kamu tidak boleh segegabah ini. Ini adalah tugas yang diberikan Asisten Xiao, orang di sisi Presiden Ye kepada kita. Untung saja kamu tidak mengatakan hal yang keterlaluan, juga untung saja dia lapang dada tidak mempermasalahkannya.”
“Cih, dia seperti itu lapang dada? Dia itu sudah pernah berantam dengan orang lain di kantin, dan menumpahkan makanan di tubuh orang lain. Dia kira dirinya hebat sebagai orang nya Presiden Ye? Menyebalkan!”
“Kamu tidak seharusnya ikut campur dalam masalah itu, apalagi kamu hanya mendengarkan masalah ini dari satu arah. Coba kamu lihat rupanya dia, apakah mirip orang jahat? Dan orang-orang di dalam perusahaan ini seperti apa, kamu bukannya tidak tahu?”
Xiaoyan memiringkan bibirnya: “Yang pasti aku merasa dia menuangkan makanan di badan orang itu tidak benar! Tiga orang diperlakukannya seperti itu, apakah masih mungkin masalah ini palsu?”
Selesai bicara, Xiaoyan langsung berbalik badan dan pergi.
Setelah Shen Qiao menyelesaikan masalah dana, dia kembali ke meja kerjanya, lalu teringat kembali dengan Xiaoyan bagian keuangan itu. Dia bilang dirinya masuk dari jalur belakang, jadi di mata orang-orang, Shen Qiao masuk dengan mengandalkan hubungan dengan Ye Moshen?
Sudahlah, untuk apa mempermasalahkan masalah ini? Sebaiknya lakukan pekerjaan dengan baik saja.
……
Waktu berlalu dengan cepat, satu hari pun berlalu lagi.
Han Xueyou mendapatkan kabar bahwa Hanqing hari ini sudah pulang, dirinya menjadi sangat senang. Sebelum dia naik ke pesawat, dia menelepon Han Qing.
__ADS_1
“Ada apa?” suara Han Qing tetap dingin seperti biasanya.
Han Xueyou tidak peduli, karena hari ini dia bisa mencari Shen Qiao untuk menemukan ayah dari bayi dalam perutnya.
“Kakak, apakah kamu hari ini akan pulang?”
“Iya, 15 menit lagi naik pesawat.”
“Kak, masalah yang aku minta tolong padamu, apakah sudah diselidiki jelas?”
Mata Han Xueyou menyipit, dia menatap orang-orang yang bolak balik di bandara, bibir tipisnya merapat.
“Iya.”
“Benarkah?” Han Xueyou tertawa: “Terima kasih kakak, aku tahu kakakku yang terbaik, bolehkah aku duluan……”
“Nanti aku berikan dokumennya, tutup dulu ya.”
Selesai bicara, Han Qing langsung menutup teleponnya, di sampingnya berdiri seorang sekretaris wanita yang tampak telaten. Setelah melihatnya menutup telepon, dia mengingatkan: “Presiden Han, penerbangan selama 5 jam membawamu tiba di Kota Beicheng. Asisten Ye Shi sudah memesankan restoran, setelah kita turun dari pesawat, kita bisa langsung ke sana.”
Han Qing mengangguk kepala, tangannya menarik dasi dari jasnya, mata yang tajam tampak sedikit hitam, kemungkinan karena dia terlalu kelelahan. Sekretarisnya, Su Jiu melihat situasi ini, langsung berkata: “Presiden Han, atau tidak Anda pergi istirahat dulu, hari ini Anda terlalu telah, hingga……”
“Tidak usah.”
Han Qing melirik sekilas, “Dia adalah musuh.”
Komentarnya.
Su Jiu menerima kembali dokumen itu: “Iya, sejak Ye Moshen masuk di Ye Shi, perkembangan perusahaan menjadi sangat baik. Sekarang di Kota Beicheng kita Perusahaan Grup Han telah menyelimutinya, dia terus menatap orang dengan tampang sombongnya, jadi orang-orang pun tidak berani membuat masalah dengan raja monster Ye Shi itu, kali ini mereka bisa duluan meminta kita bekerja sama merupakan suatu hal diluar dugaan. Oh ya, Presiden Han, ini adalah Asisten baru Ye Shi, aku sudah membuat survey terhadap dia.”
Su Jiu menyerahkan dokumen lainnya.
Han Qing membaca cepat, dari matanya yang hampa itu tampak ada perasaan aneh dalam matanya, ia terus memandang foto Shen Qiao itu.
Wanita itu…… kenapa terlihat tidak asing?
“Presiden Han, apakah ada masalah?” tanya Su Jiu.
Han Qing mengerutkan kening, menggunakan jarinya menyentuh mata wanita dalam foto itu. Meskipun wanita dalam foto itu sedang tersenyum, tapi matanya itu sangatlah dingin, seperti lautan yang tidak ada ujungnya.
__ADS_1
Tenang.
Mata seperti ini…… dia hanya menemukannya di tubuh satu orang.
“Oh ya Presiden Han, berdasarkan survey, Asisten Shen ini merupakan teman sekolah Nona Xueyou.
Hanqing: “Teman sekolah?”
“Iya.”
Han Qing menatap foto itu cukup lama, tatapan matanya seakan tidak pernah berpindah. Su Jiu sudah mengikuti Han Qing cukup lama, dia tidak pernah melihatnya seperti ini, lalu ia pun bertanya penasaran: “Presiden Han menyukai wanita ini?”
Han Qing: “……” Dia meliriknya dengan dingin, Su Jiu langsung menundukkan kepala: “Su Jiu salah bicara.”
Han Qing kemudian menyimpan dokumen yang ada foto itu, melipatnya menjadi petak lalu dimasukkan ke dalam kantong, “Hari ini kita hanya bertemu satu orang?”
“Benar.”
“Ayo pergi.”
……
Lima jam kemudian, pesawat penerbangan Han Qing telah tiba di Kota Beicheng.
Shen Qiao setelah tahu pesawatnya telah berangkat, dia menunggu di bandara lebih awal. Dalam bekerja sama harus dengan ketulusan, hal ini dia paham, antar jemput ke bandara telah sering dia lakukan.
Banyak orang lalu lalang di bandara, Shen Qiao menatap situasi penerbangan di layar, dan akhirnya melihat pesawat yang dinaiki Han Qing telah mendarat. Dia bertanya pada asisten Han Qing, jadi ia mengetahui bahwa Han Qin akan keluar dari jalur VIP bandara.
Setelah mendarat, asisten Su Jiu langsung menyalakan ponsel Han Qing, bersiap menghubungi Shen Qiao, eh ponsel langsung berbunyi.
Su Jiu mengangkat telepon tanpa ekspresi, lalu di wajahnya tampak heran: “Apa katamu? Kamu datang menjemput kami?”
Han Qing di samping melirik dia sekilas, Su Jiu langsung batuk ringan dan berkata: “Presiden Han, Asisten Shen telah datang menjemput kita, dia sudah menunggu di luar.”
Awalnya Su Jiu mengira Han Qing akan mengerutkan kening, tapi siapa tahu dia malah bersikap cuek: “Dia tulus juga, ayo pergi.”
“Iya.” Su Jiu segera mengikutinya.
Ini adalah pertama kalinya Han Qing mengenali seorang wanita di keramaian.
__ADS_1
Meskipun saat itu dia memang dapat mengenali Han Xueyou, tapi Han Qing tidak memilki perasaan seperti ini.
Namun kali ini sepasang matanya seperti mata elang dapat melihat jelas, di jalur keluar ada Shen Qiao yang sedang berdiri di dalam keramaian.