
Suasana dalam restoran sangat aneh. Han Xueyou juga sangat tidak bebas. Di matanya terdapat rasa panik. Pandangannya terus berada di wajah Han Qing.
Han Xueyou juga tidak tahu apakah Han Qing bisa melihat keanehan dirinya tidak? Jadi Han Xueyou hanya bisa mencari topik, agar pandangan mata orang-orang ada pada dirinya.
Namun bagaimana pun cara dia berusaha, kedua pria yang berada di meja ini jarang sekali menatap wajahnya.
“Hachimmm……”
Sedangkan di saat ini, Shen Qiao tiba-tiba merasa hidungnya gatal, kemudian secara spontan menutup mulut dengan tangan, lalu bersin.
Suaranya tidak besar, namun membuat semura orang melihat ke arahnya.
Termasuk Han Qing dan Ye Moshen yang tidak bergerak dari tadi.
“Kenapa?” Ye Moshen bertanya mengerutkan kening.
Tatapan mata Han Qing ada pada Shen Qiao.
Han Xueyou awalnya juga ingin perhatian pada Shen Qiao, namun dia melihat Ye Moshen dan Han Qing sama-sama melihatnya, gerakannya pun terhenti. Ye Moshen memperhatikannya itu normal, tapi kakaknya juga……
Melihat adegan ini, Han Xueyou menggigit bibirnya diam-diam, tangannya di letakkan di bawah meja dan merasa tegang.
Mengapa? Dia begitu berusaha untuk berbicara, namun semua orang tidak melihatnya. Sedangkan Shen Qiao hanya bersin dengan suara kecil bisa membuat semua orang melihatnya.
Dan juga kakaknya, jelas-jelas dia orang yang pendiam dan kaku, mengapa dia juga melihatnya? Dan tatapannya itu seperti sulit digeser, apakah dia cantik?
Han Xueyou mulai merasa panik, sekarang semakin tidak tenang. Dia mengikat tangannya dengan kuat, bahkan kuku ditusuk ke dalam tangan pun tidak terasa apa pun.
Shen Qiao melihat semua orang sedang menatapnya, wajahnya yang putih itu seketika memerah, dia menutup hidungnya dan menggelengkan kepala: “Aku tidak apa, kalian lanjutkan.”
Ye Moshen mengerutkan kening, tiba-tiba bersin ini apakah berarti dia masuk angina? Karena Ye Moshen memindahkan ranjang kecilnya membuat dia harus tidur di lantai. Malam hari, Ye Moshen merebut selimutnya dan memeluknya tidur. Dia selalu menendang selimut tengah malam, dan terkadang saat bangun merasa ingin sekali menjauh dari Ye Moshen.
Kebetulan di saat ini pelayan mengantarkan kopi kemari, mungkin ingin mengantarkan ke meja bagian dalam. Han Xueyou melihat situasi ini, hatinya juga berpikir.
“Aduh.”
“Aaa!”
__ADS_1
Pelayan baru saja mengambil kopi itu. Han Xueyou yang duduk tenang dari tadi tiba-tiba berdiri, tanpa persiapan apa pun dia menabrak kopi yang masih panas mendidih. Kopi tersebut tumpah, cairan panas itu membasahi tubuh Han Xueyou.
“Panas, panas!” Han Xueyou seketika mata memerah, kulit di lehernya juga memerah. Dia berteriak di tempatnya berdiri sambil melompat lompat.
“Maaf!” Pelayan melihat keadaaan ini langsung melototkan mata, segera meminta maaf: “Nona tidak masalah? Ikuti aku ke belakang aku ambilkan es batu untukmu.”
Dia adalah adik perempuannya sendiri. Han Qing saat ini berdiri, menarik tangan Han Xueyou, “Ada air dingin?”
“Ada ada ada, di belakang.”
Kemudian Han Qing membawa Han Xueyou ke belakang untuk mengambil tisu yang dicelupkan air dan ditempelkan di kulit leher yang sudah memerah. Han Xueyou kesakitan hingga meneteskan air mata: “Maaf kakak, aku terlalu ceroboh, aku telah merepotkanmu.”
Mendengar ucapannya, Han Qing menundukkan kepala menatapnya, melihat gadis kecil kasihan ini, hatinya juga kacau, suaranya pun jadi lembut: “Lain kali hati-hati.”
“Iya, kakak…… apakah luka ini akan meninggalkan bekas?”
Han Qing mengerutkan kening, Han Xueyou mengambil kesempatan dan merangkul tangannya, berbicara dengan kasihan: “Jika tertinggal bekas, apakah akan sangat jelek. Jika pada saatnya tidak ada yang menikahiku gimana?”
Terdiam cukup lama, Han Qing melepaskan kancing jasnya dan memberikan jasnya kepada Han Xueyou: “Ke rumah sakit.”
Kemudian dia mengikut Han Qing berjalan keluar. Asalkan Han Qing mengantarkannya ke rumah sakit, jadi dia tidak perlu lagi berhubungan dengan Shen Qiao. Begini lebih aman.
“Xueyou, apakah kamu tidak apa?” Shen Qiao sejak meliaht Han Xueyou kena kopi panas terus duduk tidak tenang. Tapi kakaknya sendiri telah berada di sana, dia juga tidak enak untuk membantunya. Jadi dia hanya bisa bertanya.
Han Xueyou melihat dia yang berjalan mendekat, dalam tatapannya terlintas ketidaksenangan. Dia merasa Shen Qiao ini seperti sengaja muncul di hadapan kakaknya, sungguh menjengkelkan!
“Aku tidak apa.”
Lalu Han Xueyou berusaha menghindari tatapan Shen Qiao, ekspresinya itu dingin.
Shen Qiao pun hanya bisa melambaikan tangan di udara, dalam matanya ada kebingungan pada Han Xueyou.
Apa yang terjadi? Xueyou dia……
“Sekretaris Su.” Han Qing berbicara dengan dingin: “Bawa nona ke rumah sakit, lukanya harus diatasii dengan baik, jangan tinggalkan jejak.”
Sebenarnya hati Han Xueyou yang sudah senang itu, begitu mendengar ucapan Han Qing langsung merasa seperti disiram air dingin disekujur tubuhnya, semangat dalam tubuhnya langsung menghilang.
__ADS_1
“Kakak…… Ka-kamu tidak mengantarkanku?”
Sekretaris Su berdiri, memberi penjelasan dengan tenang pada Han Xueyou: “Nona Xueyou, Presiden Han sangat sibuk. Setelah sepuluh menit dia harus mengikuti sebuah rapat penting, biarkan aku yang menemani Anda saja.”
Han Xueyou: “…… Apakah rapat itu lebih penting daripada lukaku, kakak……?”
Sekretaris Su mengerutkan kening, takut Han Xueyou saat ini akan membuat marah Han Qing, lalu ia segera merangkul lengannya dan membawanya pergi: “Sudahlah nona, saya tahu Anda tidak enak badan, saya bawa Anda pergi cek ke rumah sakit. Nanti malam kakakmu akan menjengukmu ya, ayo pergi.”
Segera Sekretaris Su membawa Han Xueyou pergi.
Han Xueyou menggigit bibir bawahnya dengan kuat, sebelum pergi, dia tiba-tiba menolehkan kepala menatap Shen Qiao, tampak seperti ingin menangis: “Shen Qiao, aku sangat takut. Maukah kamu menemaniku?”
Shen Qiao melihat rupanya seperti itu tentu saja khawatir, hanya sajja dia hari ini mengundang Han Qing utnuk datang, namun Han Qing belum pergi, dia bagaimana bisa……
Teringat hal ini, Shen Qiao spontan melirik Ye Moshen.
Ye Moshen menatap permohonan dalam matanya, lalu mengerutkan kening.
Apakah wanita ini bodoh?
Tapi, Ye Moshen tetap tidak punya cara untuk menolaknya, dia berkata dengan dingin: “Pergilah, jarang sekali bisa bertemu dengan Presiden Han. Kalian jangan merusak pertemuan kami.”
Shen Qiao: “……”
Orang ini mau membantunya atau melukainya.
Mulutnya sungguh tajam dan sombong.
Tapi pada akhirnya Shen Qiao tetap menatapnya dengan rasa terima kasih, lalu berkata maaf pada Han Qing, kemudian menemani Han Xueyou pergi dari tempat itu.
Shen Qiao berpikir, Han Xueyou adalah adik Han Qing, jika Shen Qiao pergi menemani Han Xueyou, Han Qing seharusnya tidak akan menyalahkannya.
Han Xueyou bersandar lembut di tubuh Shen Qiao, sambil berkata: “Shen Q iao, untungnya kamu mau menemaniku. Sekretaris Su, lebih baik kamu kembali saja.”
Mendengar ucapannya, sekretaris Su tertegun: “Tapi Presiden Han memerintahkanku……”
“Kakakku khawatir tidak ada orang yang menemaniku. Tapi sekarang ada Shen Qiao yang menemaniku, dan juga……. bukankah kakakku sepuluh menit lagi ada rapat penting? Dia pasti tidak bisa tanpa bantuanmu. Kamu pergi bantu kakakku saja.’’
__ADS_1