
Di atap
“Presiden Lu, apakah sungguh tidak apa-apa kalau kita berbuat begini?” Asisten yang biasanya mengikuti Lu Xunchang bertanya: “Lagipula ini di kota Bei, tidak ada untungnya kalau kita menyinggung keluarga Ye.”
“Huh, hanya orang cacat saja yang mengandalkan nama keluarga Ye saja, aku, Lu Xunchang sudah berbisnis selama beberapa tahun ini, aku bisa takut dengan anak orang kaya sepertinya?” Lu Xunchang tertawa dingin dengan merendahkan.
Sebenarnya dari lingkungan sosial Lu Xunchang selama beberapa tahun ini, dia sudah meniduri banyak wanita terkenal, dia tidak menyangka ada suatu hari keadaannya akan menyedihkan karena seorang asisten kecil.
Dia orang yang pengertian, karena reputasi keluarga Ye di kota Bei, walaupun marah, dia, Lu Xunchang juga tidak sembarangan menyinggung orang.
Tapi Ye Moshen adalah orang cacat baginya, orang cacat yang impoten.
Orang yang membangun jerih payah dari nol tentu saja tidak memandang tuan muda dari keluarga kaya ini, Ye Moshen juga bukan siapa-siapa kalau bukan karena reputasi keluarga Ye, maka kali ini dia harus memberi pelajaran pada Ye Moshen.
Dia sudah mendapat berita dari kakek Ye, kakek Ye tidak ingin menyinggung dia dan posisi Presiden Ye Moshen juga bukan diberikan tuan Ye, kalau sungguh ada gejolak sebesar apapun.
Kakek Ye harusnya bisa sekalian membiarkan Ye Linhan naik jabatan.
Saat itu, tinggal melihat orang cacat ini masih punya kemampuan apa.
“Presiden Lu, walaupun tuan muda Ye duduk di kursi roda, tapi dia juga harusnya mampu menjadi pria sejati.”
“Ck, kamu masih bilang orang impoten sepertinya mampu menjadi pria sejati? Aku beritahu padamu, Ye Moshen itu seorang kasim!”
Ye Moshen yang dibilang kasim itu sekarang sedang menderita, masih berusaha mempertahankan kesadarannya, tapi sampai hari ini, Ye Moshen baru tahu kalau badan wanita bisa lunak sampai seperti ini.
Seperti ular, melingkar dengan lunak di badanmu, memeluk lehermu.
Perasaan ini——Asing tapi menantang.
Diam-diam, Ye Moshen merasa aroma badan Shen Qiao itu familiar, seperti pernah menciumnya.
Dia sudah bertahan sampai berkeringat, tapi sekarang tidak bisa menggendong Shen Qiao keluar.
“Xiao Su!”
Ye Moshen berteriak keras, tenggorokannya sudah serak sampai suaranya pecah.
Xiao Su sudah berdiri lama sekali didepan pintu, jangan melihat dia tidak terbius karena berdiri diluar pintu, tapi badannya juga berkeringat dingin karena dia bisa mendengar percakapan Ye Moshen dan Shen Qiao, bisa membayangkan bagaimana keadaan didalam.
Dan dokter……Masih belum sampai!
__ADS_1
Saat ini Xiao Su gemetar saat mendengar Ye Moshen meneriakkan namanaya, dia tidak berani masuk.
“Tuan muda Ye, bertahanlah lagi, aku akan mendesak mereka lagi.”
Selesai bicara, Xiao Su mengeluarkan ponsel untuk mendesak, akhirnya mereka bilang ada sedikit hambatan di jalan dan baru menyelesaikanya, sekarang sedang bergegas kesana.
Xiao Su berteriak kedalam setelah menutup telepon: “Tuan muda Shao, anda bertahanlah 10 menit lagi! Paling lambat akan sampai dalam 10 menit!”
Wajah Ye Moshen didalam kamar terlihat menegang.
Sekarang, setiap detik baginya seperti terbakar api, dia akan mampus kalau 10 menit lagi baru sampai.
Lagipula……10 menit.
Walaupun Ye Moshen bisa bertahan, bagaimana dengan wanita dalam pelukannya ini?
Awalnya wanita ini masih bisa sembarangan memeluknya, akhirnya tidak berhasil dan reaksi obat juga menjadi lebih hebat, sekarang wanita ini tidak bertenaga untuk bergerak dan hanya bisa bernafas terengah-engah didalam pelukannya.
Hanya nafas Shen Qiao terasa panas, tepat mengenai dadanya.
“Wanita yang sudah menikah?”
Ye Moshen memanggilnya.
Ye Moshen mengernyitkan alis dan menaikkan kepalanya dengan menekan dagunya. “Shen Qiao?”
Ini perrtama kali Ye Moshen memanggil Shen Qiao dengan namanya, tapi Shen Qiao sama sekali tidak meresponnya, kulit badannya yang putih sudah memerah, pipi wajahnya seperti apel merah yang sudah masak.
Shen Qiao menggerakkan kelopak matanya yang setengah tertutup saat mendengar ada yang memanggil namanya, dia melihat Ye Moshen dengan bingung.
Ye Moshen mengerutkan alis, “Apa kamu baik-baik saja?”
Shen Qiao cemberut dan menangis: “Menderita, menderita sekali.”
Awalnya dia terbakar sampai lemas, kali ini dia sudah menderita sekali, tapi pria dihadapannya seperti tidak mengerti kalau badannya seperti terbakar, awalnya dia mengira bisa meredakan sedikit rasa panas ini dengan memeluk dan menggeliat di badan pria ini, perlahan dia merasa tidak bisa bisa.
Dia perlu air dingin……
Benar.
Shen Qiao tiba-tiba tersadar saat teringat ini, dia mendorong tangan Ye Moshen dari kakinya dan berdiri, dia berjalan dengan sempoyongan kearah kamar mandi.
__ADS_1
Ye Moshen terkejut dan menahan pergelangan tangannya: “Mau pergi kemana?”
“Aku mau air……” Shen Qiao bergumam dan terdengar sedih: “Sudahlah kalau kamu tidak membantuku, aku pergi mencari air sendiri……”
Ye Moshen menarik nafas, wanita ini ingin mencari air dingin?
“Kamu bercanda ya? Kamu bisa masuk angin!”
Apalagi sekarang dia sedang hamil!
Ini yang paling membuat pusing, Shen Qiao merintih kesakitan, seluruh badannya menegang sedikit, rasa panas menjalar dari perutnya dan hasrat dari jiwanya itu membuatnya menderita dan sulit menahannya, dia menderita seperti akan mati……
Detik selanjutnya, Ye Moshen memeluknya, tangan besar yang panas mencengkram pinggangnya.
Matanya hitam seperti tinta dan sedalam lautan, suaranya sudah serak begini, dia menahan kepala wanita ini dan berbisik: “Bagaimana kamu akan berterima kasih padaku kalau aku menyelamatkanmu?”
Mata Shen Qiao yang menunduk itu bergerak saat mendengar ucapan ini, dia melihat pria ini dengan tak bersalah.
“Tolong, tolonglah aku……”
Sejak dari masuk kamar, Ye Moshen juga terbius dupa itu, dia sudah menghirup banyak dosis karena berada begitu lama didalam, badannya sudah bereaksi.
Kalau bisa menyelesaikan dengan cara ini, dia……Dia juga tidak akan menolak.
Hanya saja……
Ye Moshen menekan dagunya dan berbisik pelan: “Apa kamu sudah pikirkan baik-baik agar aku menolongmu?”
Suara berlalu, dia memiringkan badan mendekati telinganya dan berbisik: “Menjadi wanita dariku, Ye Moshen, aku tidak perduli dulu kamu pernah bersama siapa, nantinya kamu hanya boleh merindukanku, apa kamu sudah memikirkannya baik-baik?”
Saat ini bagaimana mungkin Shen Qiao bisa mendengar jelas apa yang dikatakannya, tapi dia mengangguk dalam kebingungan, seperti seekor kucing yang menarik kerah bajunya: “Aku akan menyanggupinya……Asalkan kamu menolongku.”
“Jangan menyesal!” Ye Moshen memperingatinya lalu menoleh untuk memanggil Xiao Su.
Xiao Su mendengar percakapan mereka, pendengaran yang terlalu baik juga tidak baik, dia segera kemari dan menutup pintunya saat mendengar Ye Moshen memanggil namanya.
Kemudian berpesan pada orang diluar: “Kalian berpura-pura tidak mendengar suara apapun dari dalam, berjagalah semalaman disini, tidak boleh membiarkan siapapun masuk kedalam, mengerti?”
Kualitas psikologi beberapa bawahan ini sangat tinggi karena sudah dilatih, mereka juga dapat mendengar suara didalam, tapi saat ini masih bisa mempertahankan agar wajah tidak memerah dan jantung tidak berdebar.
“Mengerti!”
__ADS_1
Didalam kamar, Ye Moshen membuka kancing bajunya sendiri dengan satu per satu.