Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 140 Mereka Bukan Suami Istri Sungguhan


__ADS_3

Dia menunggu hampir setengah jam di sana, Shen Qiao dan Ye Linhan akhirnya sudah selesai makan, kemudian berjalan melalui ruang makannya Han Xueyou.


Han Xueyou melihatnya, kemudian segera berdiri dari tempat duduknya.


Dia berjalan mengikuti mereka berdua, mengeluarkan ponselnya dan memfoto mereka berdua lagi, kemudian kembali bersembunyi, bagaikan seorang pencuri saja.


Dia terus mengikuti keduanya sampai ke lapangan parkir, Han Xueyou sudah foto sampai beberapa kali.


Shen Qiao yang tidak terpikirkan untuk melihat ke belakang, tiba-tiba berhenti, dia merasa sedikit aneh, lalu menolehkan kepala ke belakang sana.


Ye Linhan di sampingnya juga berhenti, “Kenapa?”


Shen Qiao melihat tidak ada siapapun di belakangnya, lalu dengan perasaan aneh berkata: “Aku merasa seperti ada orang yang mengikuti kita?”


Mendengar itu, Ye Linhan langsung melihat ke semua sisi, tetapi tidak terlihat siapapun, kemudian berkata dengan nada suara yang kecil: “Mana ada orang? Apakah kamu salah lihat?”


Mendengar dia berkata seperti itu, Shen Qiao merasa mungkin dirinya hanya mengkhayal saja, lalu menjawab Ye Linhan.


“Iya, mungkin hanya perasaanku saja.”


“Ayo jalan, kita pulang, langit sudah begitu gelap. Kalau sampai terlalu malam, nanti takutnya Ye Moshen bisa marah.” Ye Linhan membukakan pintu mobil, lalu menaruh tangannya di atas pintu mobil, ketika Shen Qiao masuk ke dalam mobil, Han Xueyou yang bersembunyi di belakang sana, kembali mengeluarkan ponselnya untuk memfoto mereka.


Ye Linhan sepertinya ada merasa sedikit aneh, kemudian matanya melihat ke tempat Han Xueyou bersembunyi.


Han Xueyou sangat kaget sekali, kemudian segera sembunyi lagi, jantungnya berdebar dengan kencang.


Apakah dia sudah ketahuan? Lalu yang dia foto hari ini, akan ketahuan semua… lalu nanti dia harus menjelaskan apa kepada Shen Qiao?


Han Xueyou merasa panik sekali, setelah beberapa saat kemudian, dia mendengar suara mobil sudah jalan dan pergi.


Barulah dia keluar dari belakang mobil lain, dan melihat ke depan sana, dia melihat mobil mereka sudah berjalan pergi.


Ye Linhan… sebenarnya sudah melihatnya atau tidak ya?


……


“Kakak, hari ini terima kasih banyak ya.”


Setelah mobil tiba di depan rumahnya Shen Qiao, Shen Qiao melepaskan sabuk pengaman mobil, lalu berterima kasih pada Ye Linhan.


Ye Linhan tersenyum lebar, dengan lembut menjawabnya: “Satu keluarga, ini tidak ada apa-apanya, kamu masuklah.”


“Terima kasih kakak, aku masuk dulu ya!”


Selesai berkata itu, Shen Qiao membuka pintu dan keluar dari mobilnya.


Karena tadi pergi makan ikan pedas, jadi sekujur tubuhnya Shen Qiao ada begitu banyak keringat, setelah sampai di kamar dia langsung masuk dan mandi, agar bau di tubuhnya hilang.

__ADS_1


Setelah dia selesai mandi, Ye Moshen masih belum pulang.


Ketika Shen Qiao mengambil handuk dan mengeringkan rambutnya, dia melihat selimutnya sudah tidak ada lagi.


Ekspresi wajahnya langsung berubah, dia melihat ke dalam kamar, hanya sisa sebuah selimut di atas ranjangnya Ye Moshen.


Sungguh keterlaluan!


Shen Qiao segera mencari pembantu rumah dan bertanya pada mereka.


Pembantu melihat ekspresi wajahnya langsung merasa kaget, “Itu, nyonya… selimutnya… sudah kotor, jadinya kami mencucinya dulu.”


“Cuci?” Shen Qiao melototkan matanya kepada mereka, “Tetapi aku tidak meminta kalian untuk mencucinya?”


Maafkan kami nyonyo, tadi kami masuk ke dalam dan melihat selimut sudah kotor, lalu kami membawanya untuk dicuci, mohon jangan marahi kami ya.”


Sudahlah, Shen Qiao juga tidak ingin mempermasalahkan lagi, mau tidak mau dia berkata: “Ya sudahlah, sudah cuci, ya mau gimana lagi, kamu berikan aku selimut yang lain saja?”


Kemarin sudah ambil belum, hari ini harusnya sudah ada bukan?


Tidak disangka pembantu itu dengan gagapnya berkata: “Nyonya, itu mungkin tidak bisa.”


“Kenapa?”


“Selimutnya… masih belum kering.”


Dia berkata dengan perlahan dan terputus-putus, ekspresinya begitu pucat dan tidak berani menatap Shen Qiao.


Semua selimut belum kering, hari ini kembali mengambil selimut satu-satunya itu, Shen Qiao sungguh tidak berdaya: “Tidak ada selimut lagi, lalu malam ini aku temani kamu tidur?”


Pembantu itu mendengar ucapannya, langsung memundurkan langkah kakinya, hampir saja dirinya ingin bersujud mohon maaf di hadapannya Shen Qiao.


“Jangan nyonya, bukankah di kamar ada ranjang? Kamu tidur dengan tuan saja, begitu lebih baik.”


Shen Qiao: “…”


Dia tidur dengan Ye Moshen? Itu sungguh tidak mungkin!


“Apakah Ye Moshen yang meminta kamu berkata seperti ini?”


“Bukan, bukan.” Pembantu itu menggelengkan kepalanya, kemudian menganggukkan kepalanya di hadapan Shen Qiao: “tuan muda Ye Moshen mengatakan pada kami jika selimutmu sudah kotor, jadi meminta kami untuk cuci bersih, mengenai ucapan yang belakang tadi… itu aku sendiri yang katakan.”


Dia menggaruk kepalanya, lalu dengan perlahan berkata padanya: “Nyonya dan tuan kan suami istri, tidur… tidur satu ranjang bukannya adalah hal yang wajar?”


Iya, tidur satu ranjang adalah hal yang wajar sekali.


Tetapi dia dan Ye Moshen bukanlah suami istri sungguhan.

__ADS_1


Mereka berdua hanya terikat sebuah kontrak.


Sampai waktunya nanti tiba, maka dia akan keluar dari Ye Jia, lagi pula mereka berdua juga tidak pernah tidur bersama, selain kejadian beberapa kali diluar dugaan.


Itu bagi Shen Qiao, adalah sebuah penghinaan.


“Sungguh tidak bisa berikan aku selimut?” Shen Qiao kembali bertanya.


Pembantu itu berkata dengan sedikit takut: “Nyonya, aku…”


“Aku sudah tahu, aku tidak akan mempersulit kalian lagi, kamu turunlah.”


Saat itu barulah pembantunya pergi.


Setelah itu, dia masuk ke dalam kamar mandi, melihat rambutnya yang berantakan itu di depan kaca.


Wajah ini, tidak segar sama sekali, rambut juga berantakan, berdasarkan penampilan seperti ini, mana pantas untuk menjadi istri orang? Hanya karena hubungan suami istri, lalu merubah cara berhubungan?


Shen Qiao memiliki harga diri, dia tidak ingin melakukan hal itu sama sekali.


Dia merapikan rambutnya, kemudian ganti pakaian yang bersih, dan berjalan keluar.


Ketika mau naik lift, kebetulan dia bertemu dengan Ye Moshen yang baru pulang, tatapan mereka berdua berpas-pasan, kali ini sebelum Ye Moshen membuang muka, Shen Qiao sudah lebih dulu membuang muka, kemudian dia membiarkan dia keluar dari lift dulu.


Xiao Su mendorong Ye Moshen untuk berjalan keluar, sambil bertanya dengan herannya: “Asisten Shen, sudah begini malam, kamu masih mau keluar?”


Shen Qiao menganggukkan kepala: “Aku ada sedikit urusan.”


Mereka keluar dari lift, lalu Shen Qiao masuk ke dalam lift, Ye Moshen mengerutkan keningnya, tiba-tiba teringat sesuatu, lalu ketika ingin berbicara pada Shen Qiao, pintu lift sudah tertutup duluan.


Xiao Su mendorongnya, sambil jalan sambil berkata: “Tuan, kamu ini ada apa dengan Asisten Shen? Tadi aku lihat Asisten Shen seperti tidak ingin melihat kamu, bahkan sudah begini malam masih mau keluar untuk apa?”


Ye Moshen: “…”


“Tuan, atau kita…”


“Diam.”


Sekujur tubuhnya Ye Moshen terasa dingin dan berkeringat, hal itu membuat Xiao Su terdiam seketika.


Shen Qiao berjalan keluar untuk membeli selimut di supermarket terdekat, bahkan dia juga membeli sprei dan bantal.


Beruntung dia masih ada uang simpanan, jadi masih bisa beli itu semua.


Sampai dia selesai membeli itu semua dan masuk ke dalam rumah, dia langsung melihat ekspresi wajahnya Ye Moshen yang begitu dingin, ketika itu, dia pun segera memegang erat barangnya itu, melepaskan sandal dan berjalan masuk ke dalam kamar.


Melihat barang di tangannya itu, Ye Moshen tersenyum dingin: “Kamu untuk apa sampai seperti itu, tidur denganku di atas ranjang emang kenapa?”

__ADS_1


Langkah kakinya Shen Qiao terhenti, lalu perlahan-lahan membuka selimutnya dan menaruhnya di atas ranjang, setelah selesai merapikannya, barulah dia menjawab pertanyaannya Ye Moshen.


“Lain kali kamu tidak perlu minta pembantu untuk mencuci selimutku lagi, kalau masih seperti itu, aku mungkin tidak akan tahan lagi sampai lima bulan ke depan…”


__ADS_2