
Suaranya sangat kecil, tidak terdengar oleh Han Xueyou yang ada di depan.
Bibir Ye Moshen tersenyum, lalu terbuka.
“Takut?”
Shen Qiao melihat Han Xueyou yang ada di depan.
Hari ini dia mengenakan rok berwarna merah, rok itu menunjukkan lekuk tubuhnya yang indah, bentuk tubuh Xueyou memang selalu bagus, dengan lekukan depan dan belakang. Apakah benar Ye Moshen menyukai dia?
Berpikir begini, Shen Qiao mengepalkan tangannya, lalu menggigit bibirnya: “Kamu tahu jelas dia adalah temanku, kenapa kau mengiyakan untuk pergi sarapan bersama-sama? Apakah kamu memiliki tujuan sendiri?”
“Nyonya kedua, kamu sepertinya tidak mengerti jelas akan situasinya.” Ye Moshen mencibir, nadanya penuh sindiran. “Temanmu yang mengajakku, kalau ada tujuan jahat juga sepertinya temanmu yang memiliki tujuan jahat.”
Shen Qiao: “……”
Perkataannya masuk akal, dia memang tidak bisa mengelaknya!
Tidak benar! Xueyou bukan orang seperti itu!
“Kamu jangan bicara omong kosong, Xueyou melihatmu keluar dan menanyakan kepadamu dengan sopan, siapa yang tahu kamu akan menjawab iya?” Tidak peduli bagaimana pun, Shen Qiao tidak akan percaya Han Xueyou berencana untuk melawan dia.
Memang benar, mengesampingkan kecacatannya, Ye Moshen adalah orang yang berkualitas baik, lagi pula, ada hubungan suami istri, Xueyou tidak mungkin akan berpikiran seperti itu kepadanya.
Dia percaya akan karakter Xueyou!
“Ha, sungguh polos.” Ye Moshen tahu wanita ini sangat bodoh, jadi malas untuk berargumen lagi dengannya.
Walaupun Shen Qiao arah, tapi dia masih mendorong Ye Moshen masuk ke dalam lift, dengan berat hati menekan tombol untuk menutup pintunya.
Saat pintu liftnya akan tertutup, ada tangan yang masuk di antara pintu itu, menyebabkan pintu lift itu terbuka lagi.
Shen Qiao mengangkat kepalanya, lalu melihat sosok yang dia kenali.
Ye Lenghan tersenyum ramah dan sopan, dengan tatapan yang lembut melihat dia, Ye Moshen, dan Han Xueyou, “Kebetulan sekali, pagi seperti ini bertemu dengan kalian.”
“Kakak Ye?” Han Xueyou melihat Ye Lenghan, langsung menggeser ke samping: “Silakan masuk.”
“Terima kasih.”
Ye Lenghan tersenyum, lalu melangkah masuk, berdiri di samping Ye Moshen, “Adik, Moshen, hari ini pagi sekali?”
Shen Qiao menggerakkan bibirnya, baru saja ingin menjelaskan, han Xueyou langsung mengajak: “Kita ingin keluar untuk sarapan, kakak Ye ingin ikut tidak?”
__ADS_1
“Makan sarapan bersama-sama? Ide yang bagus.” Ye Lenghan tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya: “Karena diajak oleh nona Han, kalau begitu aku akan ikut.”
Shen Qiao berkeringat, tapi di saat yang sama juga merasa lega.
Kalau ada Ye Lenghan yang pergi juga, Ye Moshen……seharusnya tidak akan melakukan apa-apa kan?
“Adik, wajahmu terlihat pucat, jaga kesehatan.” Ye Lenghan tiba-tiba melihat Shen Qiao dan berkata seperti itu.
Ekspresi wajah Shen Qiao pun langsung berubah, dihadapkan dengan tatapan hangat dari Ye Lenghan, dia menganggukkan kepalanya dan menundukkan matanya.
Kakak Ye Moshen kelihatannya terlalu peduli dengan dia, meskipun itu hanya kata-kata yang sopan, tapi seperti itu membuat Shen Qiao kesusahan.
Karena Ye Moshen akan salah paham kepadanya.
“Moshen, bagaimana kondisi kakimu? Sakitnya kambuh lagi tidak?” Setelah Ye Lenghan memperhatikan Shen Qiao, dia pun menanyakan kondisi cedera Ye Moshen.
Ye Moshen memajukan bibirnya, aura tubuhnya terasa dingin.
“Tidak.”
Dibandingkan dengan sikap hangat dari Ye Lenghan, Ye Moshen sangat dingin, Shen Qiao berpikir seperit itu di dalam hati.
Han Xueyou yang ada di samping tidak berpikir seperti itu, dia merasa Ye Lenghan memang orang yang hangat, memiliki hubungan dengan laki-laki seperit ini pasti sangat bahagia, karena dia pasti akan sangat baik terhadap pacarnya, apa pun pasti akan dijaga dengan baik.
Dia selalu merasa, laki-laki seperti ini yang ingin dia taklukkan, walaupun aura di tubuhnya terasa sangat dingin, wajah tampannya menunjukkan sebuah ekspresi menunjukkan orang asing jangan mendekat, karena ini……Han Xueyou baru bisa merasa seperti itu.
Laki-laki seperti ini, saat tidak mencintaimu pasti akan sangat dingin.
Tapi saat dia mencintaimu, dia pasti akan berubah menjadi hangat, kehangatan yang tidak menandingi Ye Lenghan.
Berpikir seperti ini, ujung mata Han Xueyou menjadi tegar.
Mereka berempat memiliki pemikiran yang berbeda, setelah keluar dari lift dan rumah keluarga Ye, Han Xueyou mengemudikan mobil, maksud awalnya adalah agar Ye Moshen merasakan mobilnya, tapi karena masalah Ye Moshen duduk di kursi roda.
Kursi roda Ye Moshen sangat sulit dimasukkan ke dalam mobilnya, untungnya saat ini Xiao Su datang, meminta Ye Moshen menaiki mobilnya sendiri, meminta Shen Qiao mendorong dia ke sana.
Setelah mereka berdua pergi, Han Xueyou menatapi sosok Ye Moshen dari belakang, merasa sedikit kecewa.
“Nona Han, kalau tidak keberatan, naik mobilku saja?”
Han Xueyou baru tersadar, dia melihat ke Ye Lenghan yang tersenyum hangat, dengan tersenyum dia menggelengkan kepalanya:” “Tidak perlu, aku mengemudikan mobilku sendiri saja, kita bawa mobil masing-masing saja, nanti akan lebih mudah kalau pergi bekerja.”
Ye Lenghan berpikir-pikir dan menganggukkan kepalanya: “Iya.”
__ADS_1
Setelah Shen Qiao mendorong Ye Moshen naik ke mobil, dia pun duduk, kemudian dia melihat Han Xueyou dan Ye Lenghan ikut pergi mengemudikan mobil, lalu melihat lagi.
“Ingin duduk di mobil Ye Lenghan?” Ye Moshen tiba-tiba bertanya dengan dingin.
Mendengar itu, Shen Qiao tersadar, lalu melihat dia dengan curiga.
Mata Ye Moshen terlihat dalam, sambil tersenyum menyindir menatapi dia.
“Aku salah? Bukankah orang yang mengedipkan matanya kepada dia itu kamu?”
Mengedipkan mata? Kapan dia mengedipkan matanya kepada Ye Lenghan? Shen Qiao pun mengomel, “Kamu jangan sembarangan memfitnah orang!”
“Oh, kamu bisa membuat kakak begitu baik kepadamu, sungguh mahir.”
Shen Qiao: “……”
Dia menggertakkan giginya, kedua tangannya mengepal dengan tenang di sampingnya, ujung jarinya menjadi pucat.
“Hanya pertanyaan saja, kamu harus salah paham kepada orang lain, baru menjadi senang ya?” Shen Qiao menggigit bibir bawahnya, takut bertemu dengan mata Ye Moshen yang dingin.
Tatapan jahat Ye Moshen terpaku kepadanya, saat ingin mengatakan sesuatu, Shen Qiao melepaskan tangannya dan memalingkan kepalanya.
“Kamu suka mengatakan apa ya katakan saja, kamu berpikir seperti itu ya sudah terserah.”
Dia tidak ingin berdebat lagi, lagi pula cara pandang Ye Moshen kepadanya tidak akan berubah.
Lupakan saja.
Berpikir begini, Shen Qiao melihat pemandangan di luar jendela, di dalam hati merasa sangat sedih.
Menikah bergabung dengan keluarga Ye, mungkin memang sebuah kesedihan.
Terpikir bagaimana Ibu Shen memperlakukan dirinya malam itu, hawa Shen Qiao menjadi suram, mengisi seluruh mobil.
Perasaan depresi ini sangat jelas, Ye Moshen dengan cepat langsung merasakannya, setelah terdiam untuk beberapa saat, dia melihat tatapan Shen Qiao yang rumit melihat ke luar jendela, baru mengatakan dua kalimat, dia langsung seperti ini, apakah benar-benar memang dia yang salah paham terhadap dia?
Tapi kenapa Ye Lenghan begitu peduli dengan wanita ini?
Kalau dia tidak melakukan apa-apa, atau tidak memberikan isyarat kepadanya, bagaimana mungkin Ye Lenghan seperti itu?
Sekarang berpura-pura begini, ingin memperlihatkan kepada siapa?
Seseorang yang mengusir adiknya demi menikah masuk ke keluarga Ye, bagaimana pun juga tidak mungkin baik.
__ADS_1