
Meninggalkan kantor sambil menggendongnya….
Shen Qiao mengerutkan kening. Ye Moshen yang mengantarnya ke rumah sakit?
Beberapa hari ini, hubungan dengannya boleh dibilang cukup tegang. Pandangan matanya ketika menatap dirinya dipenuhi kebencian. Masa dia yang mengantar dirinya ke rumah sakit?
Shen Qiao terdiam. Tetapi hatinya seperti digigit oleh sesuatu.
Hatinya terasa kaku.
Shen Qiao menutup matanya dengan kecewa. Sepertinya, dia mulai tidak bisa mengontrol hatinya.
“Kenapa?” Mendapati raut wajahnya yang buruk dan tidak berbicara, Xiao Yan berpikir Shen Qiao merasa tidak enak badan.
Shen Qiao menggelengkan kepala dan bertanya dengan suara kecil:”Aku tidak apa-apa. Di mana dia?”
“Sudah pergi.” Sambil menopang wajahnya, Xiao Yan berkata:”Setelah mengantarkan kau ke rumah sakit, dia langsung pergi setelah dokter berkata kau tidak apa-apa. Dia meninggalkanku untuk menjagamu.”
“Baik. Terima kasih.”
“Untuk apa berterima kasih? Kau pikir aku sedang membantumu? Tentu saja tidak. Aku melakukan semua ini karena ingin menikmati ketampanan Tuan Muda Ye!” Sambil bicara, Xiao Yan kembali teringat:”Kau tahu betapa tampannya Tuan Muda Ye ketika menerima tubuhmu dariku? Seketika itu, aku merasa seperti bertemu dengan pemeran utama pria dalam serial drama. Shen Qiao, kau sungguh beruntung bisa disukai Tuan Muda Ye. Padahal bentuk tubuh dan parasmu masih kalah jauh dariku.”
Shen Qiao:”…”
Dia berkata Ye Moshen menerima tubuhku darinya?
“Kau harus jujur. Sebenarnya, apa hubunganmu dengan Tuan Muda Ye? Mengapa dia begitu perhatian padamu? Jika hanya kekasih, dia tidak mungkin melakukan semua itu, bukan?”
Memperhatikan?
“Kau salah menilai. Aku dan Tuan Muda Ye tidak punya hubungan khusus. Hanya hubungan antara atasan dan bawahan.”
“Jiah, aku tidak percaya! Tatapannya terhadapmu terlihat sangat posesif. Sepertinya dia menyukaimu!”
Perkataan itu membuat hati Shen Qiao bergejolak.
Menyukainya?
Tidak mungkin!
Shen Qiao merasa denyut jantungnya berdegup kencang. Xiao Yan masih terus bergumam:”Kelak, ketika kau menjadi Nyonya Direktur, jangan lupa aku pernah menolongmu hari ini. Kau harus ingat untuk menaikkan jabatan atau menaikkan gajiku….”
Xiao Yan terus menjaga Shen Qiao di rumah sakit hingga malam. Karena merasa baik-baik saja, Shen Qiao ingin keluar dari rumah sakit.
Xiao Yan menahannya:”Tidak boleh. Tubuhmu sangat lemah.”
Shen Qiao mengerutkan kening:”Sekarang sudah tidak ada masalah. Ini bukan sakit parah. Untuk apa tinggal di rumah sakit?”
“Tidak bisa. Tuan Muda Ye berpesan agar aku menjagamu dengan baik. Sebelum dia kembali, kau tidak boleh meninggalkan rumah sakit.”
__ADS_1
Ketika Shen Qiao bangkit dan hendak turun dari ranjang, mendadak pintu kamar didorong oleh seseorang.
Ye Moshen muncul di kamar rawat inap dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Tuan Muda Ye!” Mendapati kehadirannya, Xiao Yan merasa seperti bertemu dengan seorang penyelamat. Sambil menunjuk ke arah Shen Qiao, dia berkata:”Shen Qiao ingin keluar dari rumah sakit. Tapi aku tidak menyetujuinya dan berusaha keras menghalanginya.”
Shen Qiao:””
Ye Moshen menatapnya dengan tatapan yang dingin, tajam dan mendalam.
“Ingin keluar dari rumah sakit?”
Shen Qiao tertegun.
Ye Moshen membuka mulut:”Mimpi.”
Shen Qiao:”Tapi aku sudah merasa lebih baik. Tidak bisakah istirahat di rumah saja?”
Ye Moshen terdiam. Xiao Su yang berdiri di belakang Ye Moshen melambaikan tangan pada Xiao Yan:”Kau sudah bekerja keras hari ini. Kau pulanglah untuk istirahat.”
Xiao Yan mengiyakan. Dia menatap Ye Moshen dengan penuh perasaan. Huu.. Sungguh tampan. Sebenarnya dia ingin tinggal lebih lama lagi.
Mungkin karena pandangan matanya yang terlalu genit, Ye Moshen menatap ke arahnya sejenak dan menatapnya dengan tatapan yang tajam. Xiao Yan yang merasa adanya tekanan langsung berkata:”Aku tahu. Aku akan segera pergi.”
“Shen Qiao, besok aku akan menjengukmu!”
Shen Qiao sebenarnya ingin tertawa. Tadi, dia ingin tetap tinggal. Tetapi sekarang dia langsung pergi tanpa jejak. Sebenarnya, sifat Xiao Shan… Sangat cocok dengan dirinya. Xiao Yan orang yang selalu berterus terang. Walaupun perkataannya terkadang menusuk hati, tetapi hal itu membuktikan dia tidak pernah berpura-pura. Dia selalu berkata apa adanya.
Teman ini, sebenarnya cukup baik.
Xiao Su mengeluarkan suara untuk mengeringkan tenggorokannya:”Biar aku mengantarnya.”
Setelah itu, dia langsung meninggalkan kamar rawat inap.
Karena itulah, kini di ruang rawat inap hanya ada Ye Moshen dan Shen Qiao.
Keheningan suasana sungguh terasa canggung. Shen Qiao menatap ke arah Ye Moshen. Tetapi Ye Moshen sama sekali tidak melirik ke arahnya. Dia justru menggerakkan kursi rodanya ke samping meja. Di situ, ada tas kerja yang ditinggalkan Xiao Su.
Jari tangan yang panjang itu mengeluarkan sebuah catatan dan data. Setelah itu, Ye Moshen mulai bekerja di kamar rawat inap yang tenang itu.
Shen Qiao yang berbaring di atas ranjang:””
Dia datang kemari untuk bekerja?
Bekerja berapa lama? Sambil berpikir, Shen Qiao termenung menatap punggung Ye Moshen.
Sambil menatap, Shen Qio teringat wajah Ye Linhan.
Tangannya membelai perut dengan sendirinya.
__ADS_1
Xueyou adalah teman dekatnya. Dia tidak mungkin berdusta.
Jika anak ini benar adalah milik Ye Linhan. Apa yang harus dilakukannya kelak?
“Kau sedang tidak enak badan. Cepat tutup matamu dan beristirahatlah.”
Mendadak, terdengar suara Ye Moshen. Setelah sadar, Shen Qiao mendapati Ye Moshen sedang menatapnya dengan tatapan yang kejam.
Shen Qiao membalas tatapannya dan berkata:”Kau pulanglah.”
Mendengar perkataan itu, pandangan mata Ye Moshen terlihat berbahaya.
“Di sini, tidak cocok untuk bekerja.” Ujar Shen Qiao.
Sebenarnya dirinya tidak ingin melihat Ye Moshen. Pikirannya sedang kacau saat ini.
Seketika itu, Ye Moshen tertawa dingin:”Setelah terbiasa melihat wajah pria lain, sekarang kau bahkan tidak ingin melihatku?”
Raut wajah Shen Qiao menjadi berubah.
Dia mulai lagi!
“Shen Qiao, percaya tidak aku bisa menghukum orang itu sekarang juga?”
“Kau salah paham!” Shen Qiao memberi penjelasan sambil menggigit bibirnya,”Aku hanya merasa tempat ini tidak cocok digunakan untuk bekerja olehmu.”
“Benarkah?” Ye Moshen meletakkan barang di tangannya dan bergerak menghampirinya. Melihat hal itu, Shen Qiao menjadi sedikit gentar dengan sendirinya.
Dia kembali ingin mendeklarasikan kedaulatannya?
Dengan cepat, Ye Moshen sudah berada di hadapan Shen Qiao. Jari tangannya yang panjang itu segera memegang dagunya dengan kuat. Kemudian, Ye Moshen langsung ******* bibirnya.
Shen Qiao membelalakkan mata.
Ciuman itu datang dengan tanpa peringatan apapun. Gigi Shen Qiao dibuka Ye Moshen dengan kuat, lidahnya yang lembut itu mulai memasuki rongga mulutnya.
Bibir Shen Qiao terasa sedikit kering. Berbeda dengan bibir Ye Moshen yang terasa lembab namun dingin. Sambil menekan kepala Shen Qiao, Ye Moshen terus mencium Shen Qiao. Tubuh Ye Moshen yang penuh dengan aura kejantanan mulai melingkupi tubuh Shen Qiao.
Shen Qiao terus dicium dengan posisi menengadahkan kepala. Dengan posisi seperti itu, lehernya yang putih terlihat semakin menarik. Shen Qiao menutup kedua matanya, bulu matanya sedikit bergetar. Dari semua gerak-gerik yang terlihat, dia sebenarnya sudah mulai tersentuh.
Ye Moshen menarik lidahnya. Tetapi dia tidak langsung bergerak mundur. Bibirnya masih terus menyentuh bibir Shen Qiao. Kemudian, dengan suara serak dia bertanya.
“Kau suka aku menciummu seperti ini?”
Shen Qiao menganggukkan kepala dengan tanpa sadar.
Pandangan mata Ye Moshen terlihat gembira. Dengan ujung bibir yang menulang ke atas, tangannya mulai menelusuri setiap bagian tubuh Shen Qiao.
“Bagaimana dengan aku? Kau suka padaku?”
__ADS_1