Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 151 Ternyata Kau Sama Dengan Mereka


__ADS_3

Shen Qiao terus menganggukkan kepala dengan tanpa sadar.


Setelah menganggukkan kepala, barulah dirinya menyadari ada yang tidak beres dengan kedua pertanyaan tadi.


Setelah itu, pandangan matanya perlahan-lahan kembali menjadi jernih. Dia akhirnya bisa melihat wajah Ye Moshen yang berada di hadapannya dengan jelas.


Tadi… Apa yang ditanyakannya?


Merasa mendapatkan jawaban yang memuaskan, Ye Moshen merasa sangat senang. Walaupun Shen Qiao tidak ingin mengakui semua itu. Dengan tersenyum,”Nona, kau sudah tersentuh.”


Shen Qiao membelalakkan mata dan mendorong Ye Moshen dengan kuat.


“Kau jangan bicara sembarangan.”


Karena didorong, tubuh Ye Moshen terjatuh kembali ke atas kursi roda.


“Ha, bicara sembarangan? Nona, kau tidak bisa menutupi perasaanmu. Kau memang menyukaiku.”


Shen Qiao menutupi telinga dengan tangannya. Dengan wajah yang marah, dia berteriak ke arah Ye Moshen:”Aku memang tidak menyukaimu. Kau jangan mempermalukan diriku. Mana mungkin aku menyukai orang sepertimu?”


Ye Moshen menggerakkan bibirnya:”Benarkah? Tadi siapa yang mengaku suka padaku?”


Shen Qiao:”Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan.”


“Aku yang mengambil kesempatan dalam kesempitan atau kau sendiri yang tidak bisa mengontrol hatimu? Atau….”


“Jangan bicara lagi!” Karena panik, Shen Qiao langsung berkata:”Mana mungkin aku menyukai orang yang lumpuh sepertimu?”


Tadinya wajah Ye Moshen dihiasi dengan senyuman. Setelah mendengar perkataan ini, raut wajahnya langsung berubah. Di dalam pandangan matanya seperti terdapat sebuah arus yang bergejolak. Seperti lautan yang berada di tengah badai dan bahkan menimbulkan gelombang setinggi 10 meter.


Shen Qiao juga merasakan penurunan suhu yang drastis.


Dia baru saja menyadari apa yang telah diucapkannya barusan.


“Itu… Apa yang aku ucapkan tadi tidak….”


Sengaja.


Pandangan mata Ye Moshen terlihat gelap dan terkesan sayu.


Ye Moshen menatapnya dengan mendalam.


“Ternyata, apa yang kau pikirkan tidak berbeda dengan mereka.”


Shen Qiao menggigit bibirnya sambil menggelengkan kepala.


Dia tidak! Dia tidak bermaksud untuk menyerangnya!

__ADS_1


Bahkan ketika orang lain mengatakannya lumpuh, dia selalu berusaha untuk melindunginya. Bagaimana mungkin dia menghinanya sebagai seorang yang lumpuh? Tetapi… Kakinya memang lumpuh dan duduk di atas kursi roda.


Semua ini pasti merupakan kepahitan di dalam hatinya. Dan dirinya melontarkan perkataan yang jahat padanya.


“Ha, Nona, Inikah penyebab kau tidak pernah mengizinkanku untuk menyentuhmu?”


“Bukan!” Shen Qiao merasa panik. Dia melukai hati orang lain secara tidak sengaja. Dirinya sangat menyesal. Dia ingin sekali menjelaskan pada Ye Moshen,”Bisakah kau mendengar penjelasanku? Tadi aku hanya terlalu tidak sabaran. Karena itulah aku bicara sembarangan.”


“Itu adalah kenyataan.” Ye Moshen berkata dengan penuh keyakinan. Senyuman terlihat sinis:”Keluarga Shen meminta kau mewakili adikmu untuk menikah denganku. Kau merasa menderita? Bagaimanapun menikah dengan orang lumpuh sepertiku, kehidupanmu pasti akan hancur. Karena itulah kau memilih untuk menjalin hubungan dengan Kakak agar kau bisa berbahagia?”


Shen Qiao menggelengkan kepala. Dia sungguh merasa panik:”Ye Moshen. Jangan berkata seperti itu. Aku tidak pernah berpikir seperti itu.”


Ye Moshen terus tersenyum dingin. Jelas terlihat, dia sama sekali tidak mendengarkan perkataan Shen Qiao.


Sejak Shen Qiao mengucapkan tidak mungkin menyukai seorang yang lumpuh, semua pandangannya terhadap Shen Qiao telah berubah.


Banyak wanita lain yang meremehkan dirinya karena duduk di atas kursi roda. Walaupun dari luar mereka terlihat ingin mendekatinya, tapi mereka melakukan semua itu karena kekayaan Keluarga Ye. Anggapan remeh dari dalam hati mereka sama sekali tidak bisa ditutupi.


Dulunya, Shen Qiao bahkan akan bertengkar dan berkelahi dengan orang yang mengatakan dirinya lumpuh. Seketika itu dia merasa… Mungkin Shen Qiao berbeda dengan orang lain.


Siapa sangka, hari ini dia sendiri telah mengungkapkan isi hatinya.


Karena suasana hatinya terasa murung, Ye Moshen merasa sepertinya sirkulasi udara di kamar rawat inap ini tidak terlalu baik.


Dengan ekspresi wajah yang dingin, dia menggerakkan kursi rodanya dan meninggalkan tempat itu.


“Ye Moshen, kembalilah. Dengar penjelasanku. Aku mengatakan semua itu secara tidak sengaja.”


Tidak sengaja?


Ha, walaupun itu perkataan secara tidak sengaja.


Itu adalah isi hatinya.


Jika tidak, mana mungkin semua perkataan itu keluar begitu saja?


Ye Moshen telah mengeraskan hatinya untuk meninggalkan tempat itu. Di dalam kamar rawat inap hanya terdengar suara nafas Shen Qiao. Dia terus memanggil nama Ye Moshen, tetapi dia tidak mengindahkannya.


Shen Qiao menundukkan kepala sambil menatap sprei ranjang yang berwarna putih itu.


Dia menyesal.


Dia tidak seharusnya mengucapkan perkataan seperti itu saat emosi. Entah apa yang terjadi dengan dirinya saat itu. Ketika menatap senyuman Ye Moshen yang jahat, dia berpikir Ye Moshen akan kembali mempermalukan dirinya.


Jika Ye Moshen menyadari isi hatinya, dia pasti akan menertawakan dirinya.


Shen Qiao tidak ingin ditertawakan lagi. Karena itulah…. Dia mengucapkan semua itu dengan emosi.

__ADS_1


Memang benar. Shen Qiao tidak bisa mengontrol perasaannya. Dia telah jatuh hati.


Selama beberapa tahun, Ye Moshen adalah pria pertama yang telah membuatnya jatuh hati.


Walaupun dulu dia menyukai Lin Jiang karena merasa Lin Jiang adalah orang yang baik dan bisa menjadi seorang suami yang diandalkan sehingga dirinya setuju untuk menikah.


Setelah menikah, kehidupan rumah tangga terasa sangat datar. Saat bercerai, barulah Shen Qiao merasa ada sedikit gesekan dengan Lin Jiang.


Sejak masuk ke Keluarga Ye, Ye Moshen telah melakukan banyak hal agar dirinya tidak dirundung.


Walaupun dirinya tahu, Ye Moshen melakukan semua itu untuk menjaga harga dirinya sendiri. Tetapi… Dia tetap tidak bisa mengontrol perasaannya sehingga jatuh hati padanya.


Shen Qiao berbaring kembali ke atas ranjang. Air matanya menetes karena kecewa.


Dia memang tidak pantas berada di sisinya.


Dia hanyalah seorang wanita yang pernah bercerai. Dan kini, dia tengah hamil anak orang lain.


Dirinya yang begitu kotor, bahkan Shen Qiao sendiri pun meremehkan dirinya sendiri.


Mengapa dia tidak bisa mengontrol perasaannya?


Sepanjang malam, Ye Moshen tidak muncul lagi. Bahkan keesokan harinya pun dia tidak datang lagi. Di dalam kamar rawat inap, hanya ada dia seorang diri. Wajah dan bibir Shen Qiao terlihat pucat. Saat datang untuk memeriksa, dokter juga menanyakan keberadaan keluarganya.


Shen Qiao terdiam.


Dokter hanya bisa mencoba menghubungi keluarga melalui telepon.


Beberapa saat kemudian, Xiao Yan datang kemari.


“Ada apa ini? Bukankah kalian baik-baik saja saat aku pergi? Mengapa mendadak kalian….” Mendapati wajahnya yang pucat, Xiao Yan cukup terkejut.”Apakah kondisimu memburuk?”


“Aku tidak apa-apa.” Shen Qiao menggelengkan kepala:”Hari ini, aku sudah boleh pulang, bukan? Aku tidak suka tinggal di rumah sakit.”


Tempat ini dipenuhi warna putih dan tidak ada orang yang menemaninya.


Dia merasa kesepian.


Yang terpenting, dia ingin mencari Ye Moshen untuk menjelaskan kejadian semalam.


“Xiao Yan, temani aku untuk mengurus administrasi rumah sakit.”


“Tapi tubuhmu…..” Ujar Xiao Yan dengan nada khawatir:”Kau benar sudah tidak apa-apa?”


“Jika merasa tidak enak badan, aku pasti akan mengatakannya… Kau tenang saja.”


“Baiklah.” Xiao Yan tidak berdaya menghadapinya. Setelah mengurus administrasi, mereka berpisah.

__ADS_1


Shen Qiao langsung kembali ke Keluarga Ye. Saat ini, seharusnya Ye Moshen masih belum berangkat ke kantor. Jika bisa menemukannya, dia bisa menjelaskan kejadian kemarin.


__ADS_2