Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 81 Caranya Dipermalukan


__ADS_3

Gadis ini benar-benar memiliki nyali sekuat macan, baru saja dia berani melawannya dua kali.


Ye Moshen menarik dagunya, begitu kuat hampir saja merusak tulangnya, Shen Qiao menelan sakitnya, wajahnya berubah pucat seketika.


“Karena kamu begitu membenciku, bagaimana kalau kamu memberikanku sedikit kesenangan, lemparkan aku ke bawah jika kamu memang ingin melemparku, atau kamu bisa membunuhku jika kamu mau, mengapa repot-repot mempermalukanku terus menerus?!”


Meskipun dagunya digenggam oleh tangannya yang besar, kekuatan sakitnya itu membuatnya berkeringat, namun Shen Qiao masih bersikeras untuk melawannya.


“Mempermalukan?” Ye Moshen memejamkan matanya dengan kejam.


Apa dia berpikir kalau ciuman itu mempermalukannya?


Faktanya, Ye Moshen tidak tahu bagaimana dia menciumnya saat itu, namun ketika dia mendekat padanya, tiba-tiba saja dia melihat kalau matanya yang tenang itu memancarkan aura, lalu dia secara tidak sadar menciumnya.


Kemudian, semakin dia menciumnya, semakin dia ingin memuaskan.


Dia masih berpikir tentang sihir apa yang dimiliki oleh wanita ini, jadi dia menggigit bibirnya.


Tapi tentunya……dia harus membayar untuk itu.


“Kamu adalah wanita pertama yang menampar wajahku!”


“Aku sudah menamparmu, lalu bagaimana?” Shen Qiao berkata tanpa rasa takut.


Apa yang dia inginkan?


Berdasarkan alasannya, dan ekspresinya sebelumnya, meskipun dia tidak mati, dia pasti akan mengambil setengah hidupnya, namun ketika dia menghadapi wanita ini, dia menyadari kalau dia tidak bisa menyingkirkan tangannya.


“Oh, tidak bagaimana? Apa menurutmu aku mempermalukanmu?” Ye Moshen menunjukkan senyuman dinginnya, dan tiba-tiba mendekat untuk kembali menyakiti bibirnya, suaranya terdengar serak: “Begini, apa yang kamu rasakan?”


“Hmm…hmmm.” Shen Qiao ingin sekali mendorongnya, namun bibirnya kembali menekannya lagi dengan kencang, menutup suaranya.


Shen Qiao merasa menjijikan, namun matanya membesar di detik selanjutnya, karena tangan Ye Moshen benar-benar masuk ke pakaiannya di bagian bawah, kemudian…..menutupi…..


Dia kemudian meloncat seketika, mendorong Ye Moshen pergi, tubuhnya menolak, namun Shen Qiao tidak punya waktu untuk memikirkan hal lain, dia melompat dari ranjang dengan sekuat tenaga, lalu dia menjauh dari Ye Moshen.


Ye Moshen mengerutkan alis nya: “Kabur? Apa menurutmu kamu bisa kabur?”


Shen Qiao menggigit bibir bawahnya, lalu tiba-tiba teringat sesuatu, dia mengulurkan tangannya untuk mengusap bibirnya.


Di depan wajah Ye Moshen, tentunya Ye Moshen dengan mudah menjadi emosi melihat aksinya, dia benar-benar mengusap bibirnya, wajah Ye Moshen seketika menjadi suram, dia mendekatnya untuk mencibir: “Coba saja!”


Suaranya sangat dingin, seperti Shura yang baru saja keluar dari neraka, Shen Qiao yang melihatnya mendorong kursi roda ke depannya, dan tubuhnya terlihat tertutup oleh lingkaran hitam, dia takut untuk bergerak, detik selanjutnya dia mengencangkan giginya dan berkata: “Bagaimanapun juga kamu tidak akan bisa menangkapku!”

__ADS_1


Selesai mengatakannya, Shen Qiao kemudian berbalik dan berlari keluar.


Xiao Su yang baru saja akan masuk ke dalam, berlari mengejarnya, Xiao Su menabrak pintu dan langsung kembali, dada Shen Qiao sakit, punggungnya menempel ke dinding, Xiao Su mencengkeram dadanya: “Asisten Shen, sedang apa kamu, ingin pergi?”


Shen Qiao tidak menghiraukanya dan tetap melanjutkan berlari keluar.


Xiao Su kebingungan dan menghampiri Ye Moshen kemudian bertanya: “Tuan Ye, Asisten Shen….sudah siuman?”


Ye Moshen membalikkan kursi rodanya yang bergerak untuk menghentikannya, ekspresi wajahnya begitu suram, cahaya matanya yang dingin menatapnya.


“Apa kamu tidak melihatnya?”


Xiao Su menganggukkan kepalanya: “Benar, aku tidak menyangka kalau dia memiliki tenaga untuk berlari ketika dia bangun tanpa makan, sedikit membuatku sesak.”


Pembulu darah biru di dahi Ye Moshen seperti melompat.


Xiao Su: “Tuan Ye, apa Asisten Shen bertengkar denganmu?”


Ye Moshen: “……”


Xiao Su: “Kenapa anda tidak mengejarnya?”


Ye Moshen: “…….”


Shen Qiao berlari keluar dari rumah sakit hampir kehabisan nafas, ketika dia berhenti, nafasnya terengah-engah, pandangannya buram dan hampir pingsan, Shen Qiao harus bersandar di dinding dan menjongkok perlahan-lahan lalu memejamkan matanya.


Setelah beristirahat sebentar, dia kembali membuka matanya.


Di depan matanya sudah gelap.


Dia menjongkok di lantai yang dingin, sadar kalau dirinya bahkan tidak mengenakan sandal, sakit dari lidahnya mengingatkannya jika dia tidak akan kembali lagi.


Ye Moshen bajingan!


Shen Qiao mengepalkan tangannya, dan kembali mengusap bibirnya lagi.


Akhirnya, dia berdiri dan menyaksikan orang berlalu lalang di depannya.


Dan lagi, kali ini dia terlihat aneh, jadi orang-orang yang berlalu lalang itu menatapnya dengan tatapan aneh.


Shen Qiao tersenyum pahit lalu berjalan ke depan.


“Qiao Qiao?”

__ADS_1


Sebuah suara familiar terdengar di belakangnya, Shen Qiao menghentikan langkahnya, dan orang itu mengejarnya, “Qiao Qiao, benarkah ini kamu?”


Shen Qiao melihat ke atas, menyadari kalau orang yang berjalan di depannya adalah Lin Jiang.


Bagaimana bisa dia bertemu dengannya disini?


Wajah Shen Qiao berubah seketika, dia melangkah maju, namun dia belum makan sejak kemarin hingga sekarang, setelah dua langkah, dia hampir terjatuh, Lin Jiang pun membantunya.


“Qiao Qiao, mengapa kamu tidak menjawab ketika aku menghubungi dan mengirimmu pesan?” Wajah Lin Jiang begitu kebingungan, namun nada bicaranya seakan penuh pertanyaan, sepertinya dia belum pernah melihatnya mengenakan pakaian rumah sakit dan terlihat lemah.


Shen Qiao melepaskan tangannya, kemudian mundur dengan wajah mencibir.


“Menjauh dariku, kamu bajingan.”


Lin Jiang berhenti untuk maju ke depan, dia menatap Shen Qiao dengan tatapan aneh: “Qiao Qiao, kamu bilang……aku ini bajingan?”


Shen Qiao menatapnya dengan dingin.


“Qiao Qiao, apa kamu masih punya masalah denganku?”


Shen Qiao berbalik lali berjalan pergi, Lin Jiang segera mengejarnya dan meraih tangannya, Shen Qiao menepis genggaman tangannya: “Kamu lepaskan aku, jangan menyentuhku!”


Lin Jiang menarik tangannya kembali dengan wajahnya yang penuh sakit hati dia berdiri di sampingnya, menatapnya seperti orang asing.


“Aku benar-benar bermasalah, aku harap kamu bisa mendengarkan penjelasanku.”


“Menjelaskan apa? Bukankah urusan perceraian sudah selesai kita urus? Aku tidak punya urusan lagi denganmu.”


“Karena Bao Er hamil, aku harus bertanggung jawab padanya, Qiao Qiao, apa kamu bisa memaafkanku?”


Shen Qiao: “…….”


Dia masih memiliki wajah untuk mengatakan hal ini, Shen Qiao menertawakan dirinya sendiri lalu menatap Lin Jiang: “Lin Jiang, apa menurutmu diriku, Shen Qiao terlihat bodoh, atau dimatamu aku ini orang bodoh? Tidak peduli apa yang terjadi, akan selalu memasak dan mencuci bersih pakaianmu, dan selalu memikirkanmu tidak peduli apa yang kamu lakukan, sekalipun kamu membawa selingkuhan ke rumah, sekalipun dia hamil dan memiliki anak, apa menurutmu aku bisa tetap memaafkanmu?”


“Bukankah begitu?” Lin Jiang bertanya, dia mengerutkan keningnya: “Aku pikir kamu seperti ini, Qiao Qiao, sebagai istriku, bukankah sudah seharusnya kamu pengertian terhadap suamimu?”


Shen Qiao: “…….”


Untuk pertama kalinya dia merasa sangat putus asa, untuk pertama kalinya dia menyadari betapa buruk dan menakutkannya wajah seseorang.


Dia tertawa mencibir: “Aku tidak pernah menyangka kalau kamu begitu tidak tahu malu.”


“Qiao Qiao, apakah aku salah? Pria mana yang tidak mencari wanita selingkuhan? Lalu siapa dia yang kamu cari hari itu? Siapa dia? Mengapa kalian bersama?”

__ADS_1


__ADS_2