Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 137 Air Liur Bisa Menghentikan Pendarahan


__ADS_3

Ye Linhan melihatnya, langsung mundurkan langkah kakinya ke belakang, lalu kedua matanya terlihat sedikit gelap:”Apakah aku hantu?”


“Ah?” Shen Qiao tidak paham dengan ucapannya, lalu dengan ekspresi bingung menatapnya.


Ye Linhan tertawa: “Jika aku bukan hantu, kenapa kamu begitu takut padaku?”


Shen Qiao: “… maaf ya.”


Dia bukanlah takut padanya, dia hanya takut Ye Moshen sampai melihatnya bersama dengan Ye Linhan, lalu akan mencari masalah lagi dengannya, pria itu… meskipun tidak suka padanya, tetapi keinginan memilikinya masih begitu sangat besar.


Karena di atas kepalanya masih membawa kedudukan sebagai nyonya dari tuan muda Ye Moshen.


“Tidak apa-apa, saya tidak nyalahin kamu.” Ye Linhan tersenyum lembut ke arahnya, lalu berkata secara perlahan: “Sini biarkan aku saja, kamu naik saja dulu.”


Mendengar itu, ekspresi wajahnya Shen Qiao sedikit berubah, “Bagaimana boleh seperti itu, aku melakukannya sendiri saja, kakak pergi sibuk urusan sendiri saja dulu.”


Teringat kejadian di saat dirinya membantunya ketika berada di kantin, saat itu Shen Qiao juga masih belum sempat berterima kasih padanya, kali ini bertemu dengannya justru berusaha menghindar, di dalam hatinya Shen Qiao pun merasa sedikit sedih dan merasa bersalah, oleh karena itu dia berkata dengan suara pelan: “Oh iya kak, saat itu ketika di kantin, terima kasih banyak ya.”


“Hal itu tidak perlu dipikirkan lagi, saat itu Ye Moshe nada jemput kamu bukan?” Berbicara sampai di sana, Ye Linhan tersenyum: “Ye Moshen masih begitu peduli pada adik kecilnya ini.”


Membahas Ye Moshen, Shen Qiao baru sadar jika Ye Moshen sudah tidak ada di dalam ruang rapat itu.


Mungkin sekarang ini, Ye Moshen tidak ingin bertemu dengannya bukan?


Perasaan Shen Qiao menjadi murung dan sedih, di dalam hatinya tertawa sendiri, “Iya, mungkin seperti itu.”


Ye Linhan melihat perasaannya tidak begitu baik, lalu berkata padanya: “Kenapa? Apakah karena Ye Moshen? Kalian ribut ya?”


“Bukan, tidak tahu harus berkata apa, keadaan sedikit rumit.”


Ye Linhan melihat ekspresinya berubah menjadi semakin sedih, tetapi di dalam hatinya Ye Linhan justru merasa dia begitu lucu, lalu tidak tertahankan untuk menjulurkan tangan dan mengelus kepalanya, “Jangan galau lagi, anak perempuan harus terlihat cantik dan ceria, banyak senyum saja.”


Gerakan itu membuat Shen Qiao merasa kaget sekali, dia pun langsung berusaha untuk menghindarinya, “Terima kasih kak, aku tahu.”


“Nanti setelah pulang kerja, ada waktu kosong? Katanya makan makanan manis bisa memperbaiki perasaan, kue hari itu…”


Membahas mengenai makanan manis, ekspresi wajahnya Shen Qiao berubah menjadi sedikit tidak enak dilihat, “Kak, itu… aku tidak ingin bohong padamu, jadi aku rasa aku perlu jujur pada kakak.”

__ADS_1


“Iya?”


“Sebenarnya aku tidak makan makanan manis, kue hari itu… aku berikan pada temanku, kakak, kamu tidak marah bukan?”


Shen Qiao merasa sebaiknya mengatakan yang jujur saja, agar ke depannya dia tidak lagi datang mengantarkan makanan manis untuknya, atau mengajaknya pergi makan makanan manis lainnya, takutnya nanti membuat orang kecewa saja.


Ye Linhan tidak menyangka dia bisa berkata jujur seperti itu, dia pun sempat terdiam sejenak, kemudian mulai tersenyum, lalu kembali menjulurkan tangannya untuk mengelus kepalanya: “Dik, aku sangat senang.”


Shen Qiao: “???”


“Kamu bersedia untuk membagikan pikiranmu itu, kamu berkata jujur, aku merasa senang sekali.”


Ye Linhan masih menaruh tangannya di atas kepalanya, suaranya bagaikan angin yang begitu lembut: “Tidak apa, kamu tidak suka makan yang manis, lalu kamu suka makan makanan yang seperti apa?”


Shen Qiao melihatnya sejenak, lalu berpikir dengan serius: “Yang pedas? Bukan, kak, aku mau lanjut kerja dulu ya.”


Selesai bicara, Shen Qiao sambil membawa gelas-gelap kopi itu meninggalkan ruang rapat itu.


Tidak disangka dia menabrak Ye Moshen yang berada di luar pintu sana, Shen Qiao merasa kaget dan mundur dua langkah ke belakang, seketika semua gelas itu jatuh ke atas lantai, karena di tangannya itu ada begitu banyak gelas, jadi suara pecahan gelas kaca itu terdengar begitu besar sekali.


Sedangkan Ye Linhan yang berada di dalam, segera berlari keluar dan berkata padanya, “Dik? Kamu tidak apa bukan?”


Ye Linhan segera menarik tangannya untuk menjahui pecahan gelas itu, di lantai semuanya pecahan kaca, “Hati-hati ya, jangan sampai melukai kamu.”


Ye Moshen melihat hal itu, bibirnya langsung bergerak-gerak.


“Kakak terhadap adik, sungguh sangat perhatian ya.”


Mendengar itu, Ye Linhan mengangkat kepala dan melihatnya sejenak, ekspresi wajahnya terlihat sedikit kesal: “Mo Shen, kenapa kamu membiarkan dia melakukan ini semua sendirian?”


“Ye Shi tidak ingin ada orang yang santai-santai, emangnya dia bisa melakukan apa?” Ye Moshen berkata dengan nada dingin.


Ye Linhan mengerutkan keningnya, “Berdasarkan yang aku ketahui, dia sudah menghubungi Grup Han, bahkan semua berkas itu, dia yang urus bukan? Kamu mengatakan dia tidak bisa apa-apa, itu tidak benar, dia adalah asisten yang hebat.”


“Oh, sepertinya kakak bahkan jauh lebih paham tentang dirinya daripada aku sebagai suaminya ini?”


“Mo Shen, kenapa kamu harus berkata ucapan yang begitu tidak enak didengar? Kakak adalah orang yang seperti apa, apakah kamu masih belum tahu dengan jelas?”

__ADS_1


Ye Moshen mulai memberatkan suaranya: “Kakak adalah orang yang seperti apa, aku sungguh tidak tahu dengan jelas.”


Sejak malam hari itu, setelah mengatakan semua dengan jelas padanya, Ye Moshen berubah menjadi sangat menakutkan, bahkan sekarang ini berbicara dengan Ye Linhan juga sangat kasar sekali, Shen Qiao berpikir, sebaiknya dia melepaskan tangannya Ye Linhan itu.


Dia tidak ingin memberikan masalah kepada Ye Linhan.


Mungkin Ye Moshen begitu tidak sungkannya padanya, juga karena dirinya, karena Ye Linhan dekat dengan dirinya.


“Kakak, aku tidak apa-apa, kamu pergi sibuk kerja saja, sini aku yang bereskan saja.”


“Adik…”


“Mohon padamu kak!” Nada bicaranya Shen Qiao menjadi sedikit berat, lalu langkah kakinya Ye Linhan pun terhenti, dia dengan tidak berdayanya melihat Shen Qiao, lalu kembali melihat ke arah Ye Moshen, akhirnya hanya bisa menghela nafas dengan berat.


“Baiklah, aku pergi dulu. Mo Shen, adik, kalian ada masalah, selesaikan baik-baik saja.”


Setelah Ye Linhan pergi, Shen Qiao pun merasa sedikit lega, lalu menundukkan badan untuk membersihkan pecahan kaca-kaca itu, kemudian membuangnya di kotak sampah, dia membersihkan itu dengan tenang di hadapannya Ye Moshen.


Hal itu membuat Ye Moshen menyipitkan matanya, di dalam hatinya merasa sangat tidak senang, ketika dia berpikir apakah Shen Qiao tidak bisa pakai sapu yang ada, kemudian tidak lama setelah itu, tangannya Shen Qiao benar-benar terluka akibat tertusuk pecahan kaca-kaca itu.


Ekspresi wajahnya Shen Qiao berubah, tetapi dia tidak berteriak, karena Ye Moshen masih terus melihatnya, dia pun hanya mengayunkan tangannya saja, kemudian lanjut memungut itu semua.


Agar Ye Moshen tidak mengira dia minta belas kasihan.


Dia tidak ingin menerima ejekan dari Ye Moshen lagi.


Tidak ingin Ye Moshen memutar balik kursi rodanya, lalu berjalan ke hadapannya, Shen Qiao mengeluh sejenak, lengannya di cengkram oleh dia.


“Tanganmu sudah berdarah, kamu tidak lihat ya?” Ye Moshen bertanya dengan sedikit emosi.


“Lihat, sudah lihat kok…” Shen Qiao memjawabnya dengan sedikit gagap, dia ingin melepaskan tangannya itu: “Tetapi itu juga tidak ada urusannya dengan kamu.”


“Tidak ada hubungannya denganku?” Tatapan mata Ye Moshen bahkan lebih seram dari pada serigala, lalu segera mengecupkan jarinya yang terluka itu ke dalam mulutnya, seketika wajahnya Shen Qiao menjadi merah, dengan sedikit paniknya dia ingin menarik tangannya keluar dari mulutnya: “Ye, Ye Moshen, apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan aku!”


Lidahnya itu begitu licin, kemudian menghisap darah yang ada di tangannya itu.


Setelah beberapa saat, barulah dia melepaskan tangannya, lalu sambil tersenyum berkata: “Air liur bisa membantu menghentikan aliran darah, seharusnya kamu berterima kasih padaku.”

__ADS_1


__ADS_2