Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 118 Jangan Meremehkan Diri Sendiri


__ADS_3

Ye Moshen didorong olehnya, badannya yang panjang berbaring disamping Shen Qiao dan berkata pelan: “Kamu ini shio anjing ya? Setiap kali selalu menggigit orang.”


Shen Qiao tersadar, ini suara Ye Mosheng.


Saat ini dia juga sudah sadar, setelah sadar apa yang barusan Ye Moshen perbuat padanya, hatinya berdetak kencang, dia menggigit bibir bawahnya sendiri dan bertanya padanya dalam kegelapan.


“Kenapa kamu ke tempatku? Bukankah kamu ada ranjang sendiri?” Selesai bicara, Shen Qiao meraba ke samping, dan menyentuh lantai yang dingin, memastikan dirinya memang berada diatas lantai, Shen Qiao semakin merasa terkejut.


Ye Moshen tersenyum dingin: “Kamu merebut selimutku, aku pakai apa?”


Shen Qiao: “……Kamu juga tidak perlu kemari dan berdesakan denganku tidur di lantai kan?”


Ye Moshen: “Dimana ada selimut, disitu ada aku.”


Shen Qiao: “Lalu kamu berbuat apa barusan?”


Kalau memang demi selimut, apa maksud perbuatannya barusan?


“Melaksanakan kewajiban suami istri.”


Shen Qiao:”……”


Kewajiban suami istri?


Tangan Ye Moshen menyentuh pinggangnya saat dia sedang berpikir, badan yang tinggi besar mendekat kemari, nafas yang panas beradu dengan nafasnya.


Shen Qiao langsung menjadi panik, menangkap tangannya yang liar dan berkata: “Kamu mau apa lagi? Kembalilah ke ranjangmu sendiri.”


“Apa kamu pernah melihat suami istri yang pisah ranjang?” Ye Moshen mengacuhkannya, tangannya lepas dari cengkramannya dengan mudah lalu menaikkan pakaiannya, menyelusuri badannya.


“……Bukankah dulu kita tidur dengan baik-baik saja saat pisah ranjang? Kenapa tiba-tiba mau berubah?”


Suaranya baru berlalu, kedua tangan yang bergerak ke atas pinggangnya juga berhenti, lalu Shen Qiao merasa nafas Ye Moshen mendingin, “Tiba-tiba berubah?”


Shen Qiao mengangguk.


Ye Moshen terdengar perlahan mendingin: “Menurutmu, kamu sedikitpun tidak ingin berubah?”


Tiba-tiba Shen Qiao tidak tahu bagaimana menjawabnya, ada isi hati yang ingin dikatakan padanya, tapi sementara dia tidak bisa mengatakannya dan hanya bisa terdiam.


Dia mendengar nafas Ye Moshen yang memburu dalam kegelapan, sepertinya pria ini marah.


“Kamu sangat tidak ingin tidur bersama denganku? Apa kamu menderita karena tidur denganku?”


Shen Qiao: “Tidak……”


“Kamu ini wanita yang sudah pernah menikah, untuk apa kamu menderita?”

__ADS_1


Ye Moshen langsung memotong ucapannya dengan dingin, Shen Qiao memejamkan mata tak berdaya.


Baiklah, Ye Moshen sungguh lebih mudah marah dari yang dibayangkannya.


Tangannya ditarik dari pinggangnya dan tidak sembarangan padanya lagi, Shen Qiao merasa hatinya kosong, dia tidak bisa melihat bayangannya, hanya bisa membalikkan badan diam-diam, awalnya dia ingin menguasai selimut itu.


Tapi siapa tahu setelah Ye Moshen tidur bersamanya disini, dia hanya mendapat sedikit bagian selimut, sisanya diselimuti oleh Ye Moshen.


Lalu kemudian, dia tidak bisa tidur lagi.


Nafas dibelakangnya sama sepertinya, sepanjang malam tidak bisa teratur.


Walaupun tidur di ranjang yang sama, tapi mimpi mereka berbeda.


Sampai pagi hari, setelah Shen Qiao bangun dan melihat Ye Moshen masih berbaring disampingnya, dia bertanya pelan padanya: “Apa kamu ingin bangun? Perlu aku bantu?”


Shen Qiao terpaku setelah bertanya.


Semalam bagaimana Ye Moshen sampai ke ranjangnya? Dia tidak bisa berjalan, apakah Xiao Su membantunya setelah dirinya tertidur?


Tapi sekarang Shen Qiao tidak mempermasalahkan ini, sekarang dia harus memikirkan bagaimana mendudukkan Ye Moshen ke kursi roda.


Ye Moshen membuka matanya dan memandangnya dingin saat mendengar ucapannya.


“Tidak perlu.”


“Tidak ada urusannya denganmu.”


Shen Qiao: “Baiklah, aku pergi mandi dulu.”


Shen Qiao sungguh tidak memperdulikannya setelah bicara, dia membalikkan badan pergi ke kamar mandi.


Ye Moshen yang berbaring disana tertawa sinis saat mendengar suara menyikat gigi dari kamar mandi.


Wanita ini sungguh tidak berhati nurani!


Setelah Shen Qiao selesai sikat gigi dan cuci muka, dia melihat Ye Moshen sudah duduk, pria ini menyilangkan tangan dan melihatnya dingin: “Kemari dan bantu aku.”


Shen Qiao terpaku dan berjalan kearahnya.


Dia mendorong kursi roda ke hadapan Ye Moshen: “Aku bantu kamu berdiri ya.”


Dia berjongkok perlahan dan meletakkan tangan Ye Moshen ke pundaknya, membantunya berdiri.


Ye Moshen juga tidak menolak, dia berdiri perlahan dengan tenaga Shen Qiao lalu tiba-tiba bertanya: “Kamu tidak suka padaku?”


“Hm?” Shen Qiao refleks menyahut dan tidak sadar dia sedang bicara apa.

__ADS_1


“Karena aku ini cacat?”


Shen Qiao terpaku mendengarnya, awalnya sulit membantunya berdiri, kali ini malah melihatnya dengan bingung, tenaga di tangannya menghilang dan terjatuh kembali ke atas selimut.


“Maaf……” Wajah Shen Qiao memucat dan segera kembali membantunya berdiri, “Kamu tidak kesakitan kan?”


Ye Moshen melihatnya dengan dingin, “Jawab pertanyaanku.”


“Ah?” Shen Qiao tersadar dan mengingat pertanyaannya barusan, sepertinya dia bertanya apakah dirinya tidak suka kalau dia cacat?


“Bagaimana mungkin?” Shen Qiao tersenyum canggung.


Ye Moshen malah mengenggam tangannya erat, badannya yang tinggi besar perlahan maju kedepan, nafasnya beradu dengannya: “Karena aku ini orang cacat yang bahkan tidak bisa berdiri, maka kamu tidak suka padaku? Tidak ingin tidur bersamaku, juga tidak ingin ada hubungan suami istri denganku?”


Shen Qiao: “……”


Dia membelalakan mata dengan bingung, memandang Ye Moshen yang mendekatinya dan tidak tahu harus bagaimana.


Sebenarnya……Ada apa dengannya, dua hari ini dia menjadi aneh sekali.


Dan masih bertanya apa dirinya tidak suka padanya?


Sekarang dirinya sudah begini, mana mungkin dia berhak tidak suka pada orang lain?


“Tidak!” Shen Qiao menggeleng, dan langsung menyangkal pertanyaannya: “Aku tidak akan tidak suka padamu.”


“Benarkah?” Ye Moshen memandanginya erat-erat, seperti sedang mengetes apakah perkataannya jujur atau tidak, Shen Qiao menarik nafas dalam dan wajahnya mundur: “Kamu jangan begini, aku bantu kamu berdiri dulu.”


Shen Qiao bersusah payah baru bisa mendudukkan Ye Moshen kembali ke atas kursi roda, dia lelah sampai wajahnya memerah dan terengah-engah.


Setelah Shen Qiao menegakkan punggungnya, dia akhirnya bertatapan dengan Ye Moshen.


“Ye Moshen.”


“?”


“Sebenarnya kamu tidak perlu merendahkan diri sendiri, memangnya kenapa kalau kamu duduk di kursi roda! Kamu masihlah dirimu, siapapun tidak bisa mengubahmu, kamu tetap orang yang istimewa di dunia ini. Tidak mungkin ada kamu yang kedua di dunia ini, mengerti?”


Matanya jernih, dan memandanginya dengan tulus saat mengatakan ini pada Ye Moshen.


Tapi melihat dia berkata serius, dan tidak terasa kejam.


Ye Moshen terharu.


Seperti tiba-tiba menemui matahari hangat saat kedinginan.


Ye Moshen menggerakkan bibirnya dan mendengarnya bicara: “Tidak perduli bagaimanapun, pasti ada orang yang suka padamu. Aku merasa kamu sudah sangat hebat, maka……Jangan meremehkan diri sendiri.”

__ADS_1


__ADS_2