Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 133 Bahkan Tidak Sebanding Dengan Orang Asing


__ADS_3

Han Xueyou menyipitkan matanya, seperti tidak menyangka jika dia melihat itu dengan matanya sendiri.


Nama orang yang tertulis di dalam berkas itu, tidak disangka adalah Ye Moshen.


Jadi, dia bersama Shen Qiao berkeliling begitu lama mencari pria asing, tetapi ternyata orang itu adalah Ye Moshen.


Ayah dari anaknya itu jelas-jelas ada di sampingnya, tetapi dia seperti tidak tahu apa-apa, termasuk Ye Moshen di dalamnya.


Bagaimana mungkin bisa seperti itu?



Air di dalam kamar mandi, tiba-tiba berhenti, Han Xueyou menolehkan kepalanya, Kakak Han Qing sudah selesai mandi, kalau dia masih bertahan di sana, maka bisa ketahuan.


Berpikir sampai sini, Han Xueyou segera memasukkan berkas itu ke dalam mapnya, sayangnya tangannya terlalu ceroboh, setelah dia memasukkan berkas itu ke dalam dan bersiap-siap untuk kabur keluar, lengan bajunya tidak sengaja menyenggol ponsel dan terjatuh ke lantai.


Brak!


Suara ponsel terjatuh itu begitu jelas dan nyaring, Han Xueyou sangat kaget, lalu ketika dia dengan hati-hatinya mengambil kembali ponselnya dan menaruh kembali ke tempat semula, pintu kamar mandi pun sudah terbuka.


Semua geraka Han Xueyou berhenti, lalu dengan segera menolehkan kepalanya.


Han Qing sudah selesai mandi, di tubuhnya itu masih ada beberapa mutiara air, lalu rambutnya yang hitam itu sedikit menutupi keningnya, dengan ekspresi mata sedikit gelap melihat ke arah Han Xueyou.


Dia tidak berkata apapun, bibirnya masih rapat, lalu tatapan matanya tertuju pada Han Xueyou.


Hatinya Han Xueyou berdetak dengan kencang, lalu dia sedikit malu melihat Han Qing, bagaikan seorang pencuri yang ketahuan oleh tuannya.


Tetapi terus seperti itu juga tidak baik, Han Xueyou menggoyangkan bibirnya, lalu melambaikan tangan kepadanya dan berkata: “Ka, kakak…”


Suaranya itu bahkan membuat dirinya sendiri sampai merasa bergemetar.


Han Qing tidak berucap kata, tatapan matanya tertuju padanya, dan melihat tangannya.


Han Xueyou panik, lalu segera menyembunyikan tangannya itu ke belakang, tetapi dia menyadari jika melakukan itu tidaklah tepat, lalu dia pun segera mengeluarkan ponselnya lagi.

__ADS_1


“Maaf ya kakak, tadi aku tidak sengaja menyenggol ponselmu, ponselmu jatuh ke lantai, tidak tahu apakah ada kerusakan…” Han Xueyou merasa sedikit sedih dan berkata dengan nada lembut.


Ekspresi wajah Han Wenqing begitu datar, lalu mengambil handuk untuk mengelap rambutnya yang masih basah, kemudian berjalan mendekatinya dan semakin dekat dengan tubuhnya Han Xueyou.


Dia berkata dengan sikap dingin: “Bukankah aku sudah pernah katakan, tanpa izin dariku, tidak boleh sembarangan masuk ke dalam kamarku?”


Mendengar itu, ekspresi wajahnya Han Xueyou berubah.


“Kak, aku bukan sengaja… aku hanya dengar kabar jika kamu sedang mandi, ingin… masuk menunggu kamu saja.” Berkata sampai di situ, matanya Han Xueyou sudah sangat panik sampai mengeluarkan linangan air mata, dengan ekspresi yang kasihan sekali menatap Han Qing. “Lain kali aku tidak akan lakukan lagi, aku akan keluar sekarang.”


Han Xueyou menaruh ponselnya dan bersiap-siap keluar.


Han Qing berkata padanya: “Tunggu dulu.”


Langkah kakinya terhenti, lalu Han Xueyou dengan perasaan takut berdiri di tempat semula.


Ada tatapan mata yang tajam di belakangnya, Han Xueyou mendengar pertanyaannya: “Ada apa, katakanlah.”


Han Xueyou mengedipkan matanya, lalu menarik nafas yang dalam, perlahan-lahan berkata: “Tidak ada apa-apa, hanya saja kakak baru pulang dari luar negeri, Xueyou rindu pada kakak, jadi masuk melihat apakah kakak sudah tidur belum, aku…” Dia mulai mengarang cerita, Han Xueyou juga sangat benci pada dirinya yang akting seperti itu, awalnya dia sudah berpura-pura dengan baik, tetapi setiap kali melihat kedua mata Han Qing yang begitu menyentuh hati itu, jadinya tidak peduli dia mengarang cerita bohong apapun, sepertinya juga akan ketahuan oleh dirinya.


Ditambah lagi dirinya emang merasa bersalah, jadi di hadapannya Han Qing semakin tidak ada kepercayaan diri.


“Kamu sudah melihat berkas itu ya?”


Han Xueyou ditanya seperti itu olehnya, wajahnya pun menjadi sangat pucat sekali, kemudian segera menyangkalnya. “Tidak, tidak ada kok. Kakak, aku barulah masuk, melihat ponselnya menyala, lalu tidak sengaja menjatuhkannya ke lantai.”


Han Qing: “…”


Alis matanya dinaikkan ke atas, lalu terdengar suara tertawa ringan, dimana suara itu hanya Han Qing sendiri yang mendengarnya.


“Benarkah?” Dia bertanya.


Hatinya Han Xueyou berdetak sejenak, “Kak, apakah berkas yang sangat penting? Aku tentu tidak akan sembarangan menyentuhnya, Xueyou adalah orang yang baik, kalau tidak ada hal lainnya, maka Xueyou keluar dulu ya.”


Han Qing melotot ke arahnya: “Tidak ingin tahu kejadian itu lagi?”

__ADS_1


“Kejadian itu… besok baru tanya kakak saja, hari ini kakak juga sudah lelah, istirahatlah lebih awal!”


Selesai bicara, Han Xueyou pun segera meninggalkan kamarnya itu.


Han Qing masih terus menatapinya, lalu membuka tas kulitnya itu dan melihat berkas di dalamnya, kemudian menaruhnya di atas meja.


Tidak lama kemudian, dia teringat sesuatu… dia mengeluarkan sebuah kertas A4 yang ada di dalam kantongnya, setelah dibuka, di dalamnya ada sebuah foto, meskipun wajah di foto itu tersenyum, tetapi masih bisa terlihat ekspresi dinginnya itu, ekspresi dingin dan tempramen yang terlihat dari foto itu, menunjukkan jika dia bukanlah orang biasa.


Sebenarnya dia itu siapa… kenapa bisa begitu mirip dengan orang yang ada di dalam ingatannya?


……


Shen Qiao ketika pulang pada malam harinya, kemudian mencuci bersih jaket yang dia pinjam dari Xiao Yan, lalu pada hari besoknya, dia membawa jaket yang sudah kering itu untuk dikembalikan padanya di kantor bagian keuangan.


Ketika Xiao Yan melihat dia datang kembalikan jaket, masih bersikap sedikit sombong.


“Aku beritahu kamu ya, aku pinjamkan jaket itu padamu bukanlah untuk membantu kamu, tetapi aku hanya tidak ingin melihat kamu menggoda Ye Shao kami!”


Shen Qiao merasa orang di hadapannya itu sangat dingin, lalu menganggukkan kepala: “Baiklah, aku sudah tahu.”


Xiao Yan melihat dia masih tersenyum-senyum, lalu menyipitkan mata berkata: “Kamu ini kenapa ya? Aku sudah menyinggung kamu, kamu masih saja tidak marah?”


Shen Qiao tersenyum dan berkata: “Karena aku tahu kalau kamu ingin membantuku, kali ini terima kasih padamu, kalau tidak, hari itu aku sungguh tidak tahu harus bagaimana baru pas.”


Xiao Yan: “… Siapa yang butuh terima kasihmu? Kalau sudah tidak ada urusan, pergilah!”


Shen Qiao pun pergi meninggalkannya, ketika ingin masuk ke dalam lift, kebetulan dia bertemu dengan Ye Moshen yang ingin naik ke atas, tatapan mata keduanya bertemu saat itu, sebelum Shen Qiao menolehkan kepala, Ye Moshen segera mengalihkan tatapan matanya terlebih dulu.


Sikap dingin pada dirinya itu seperti ingin membuat orang menjadi es batu saja, Shen Qiao berjalan masuk ke dalam lift, ternyata benar setelah masuk ke dalam, tangan dan lehernya mulai terasa dingin.


Hari ini yang dia pakai adalah baju tidak berlengan berwarna hijau muda, sangat cocok dengan warna kulitnya, tetapi lengannya yang begitu putih mulus itu tertampak jelas dari samping, sehingga membuat Ye Moshen melihatnya merasa tidak begitu senang.


Wanita ini sungguh sialan, memakai baju yang semakin terbuka, dan bahkan semakin berani saja!


“Asisten Shen.”

__ADS_1


Xiao Su menyadari, sejak kemunculan Shen Qiao saat itu, aura dingin dari dalam tubuhnya Ye Moshen itu seperti terus terus-menerus keluar, lalu memenuhi semua ruang udara di dalam lift, bahkan ketika berjalan keluar, matanya pun tidak ingin melihat Asisten Shen sama sekali.


Apa ,terjadi apa tadi malam? kemarin saat di rumah makan, keduanya bukannya masih baik-baik saja? Kenapa setelah satu malam itu langsung…


__ADS_2