Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 134 Apakah Kamu Harus Seperti Ini?


__ADS_3

Suasana di dalam lift sangat berbeda.


Orang yang paling tidak enakan di dalam sana adalah Xiao Su, menahan sikap mereka berdua yang sangat aneh itu, terutama aura dari tubuhnya Ye Moshen.


Beruntung lift sudah mau sampai, Xiao Su masih belum merespon, Ye Moshen sudah berjalan keluar.


Bahkan tidak menoleh sama sekali.


Shen Qiao yang berdiri di sudut lift melihatnya berjalan keluar, di dalam hati merasa sedikit kesal.


Dia perlahan-lahan berjalan keluar, sedangkan Xiao Su mundur dua langkah ke belakang dan bertanya padanya: “Ada apa ya? Bukankah kemarin kalian berdua masih baik-baik saja, kenapa hari ini?”


Shen Qiao tidak ingin menjawab pertanyaannya Xiao Su itu, dia memilih untuk diam saja.


Xiao Su melihat tidak ada jawaban apapun akhirnya memutuskan untuk pergi.


Shen Qiao kembali ke tempat bekerjanya, lalu melihat huruf-huruf yang sangat padat di atas berkas itu, tetapi di dalam pikirannya justru muncul kedua mata Ye Moshen yang sangat dingin itu, kekesalan dan sikap dingin di dalam hatinya itu terlihat begitu jelas.


Sekarang ini seharusnya dia semakin membencinya bukan?


Aneh.


Ini jelas-jelas dirinya sendiri yang katakan, sekarang apa yang perlu dipusingkan, kerja dengan serius!


Shen Qiao mulai semangat, dia menaruh fokusnya di atas pekerjaannya itu.


Sampai jam makan siang harinya, Han Xueyou mengirimkan dia sebuah pesan, bertanya padanya apakah sekarang ada waktu kosong, ada hal yang sangat penting yang ingin dia katakan padanya.


Shen Qiao melihat pesan itu, teringat jamuan makan malamnya bersama Han Qing kemarin.


Sekarang Han Qing sudah kembali.


Tetapi sekarang… Shen Qiao justru merasa, pria itu siapa, bukanlah hal yang penting lagi.


Berpikir hal itu, Shen Qiao sambil menggigit giginya sendiri, sambil membalas pesan itu.


(Aku ingin kerja, mungkin tidak ada waktu kosong.)


Han Xueyou langsung membalas pesannya dengan cepat (Begitu ya, kalau begitu lain hari aku ajak kamu lagi.)


Pikirannya dengan Shen Qiao sama, karena dia masih belum memikirkan secara matang mengenai masalah itu, jika bisa ditunda, justru itu merupakan hal yang lebih baik.


Shen Qiao membalasnya emo senyum.


Lalu keduanya dengan kompaknya, tidak membahas hal itu lagi.


Han Xueyou sambil memegang ponselnya, sambil menghela nafas lega, meskipun dari dia sana tidak memberikan Shen Qiao sebuah hasil, tetapi hari ini dia masih harus pergi menanyakan pada kakaknya.


Berpikir sampai di sana, Han Xueyou ganti baju dan keluar.


Shen Qiao baru melepaskan ponselnya dan baru makan satu suap, di depan tiba-tiba ada orang yang ikut duduk.


“Ternyata kamu ada di sini, akhirnya ketemu.”

__ADS_1


Shen Qiao mengangkat kepala dan melihatnya, itu adalah Xiao Yan.


“Kamu kenapa…”


“Kenapa? Di dalam kantin tidak ada tempat lagi, aku kemari untuk ikut duduk, tidak boleh ya? Lihat kamu, hari itu menindas orang lain di dalam kantin sana, sekarang tidak ada orang yang berani duduk di hadapanmu bukan?”


Xiao Yan berkata padanya.


Mendengar itu, Shen Qiao tidak tertahankan untuk berbicara: “Iya, semuanya takut padaku, lalu kenapa kamu masih mau duduk di depanku?”


Xiao Yan mengeluh dan berkata: “Itu karena aku bersikap biasa saja, tidak takut padamu!”


Shen Qiao: “…”


Xiao Yan melihat sekeliling sejenak, lalu tiba-tiba bertanya: “Kejadian hari itu, kamu duluan yang melakukannya bukan?”


Mendengar itu, Shen Qiao terbengong, lalu menggelengkan kepala dengan polosnya.


“Bukan.”


“Sungguh?”


“Untuk apa bohong?”


Xiao Yan terdiam, lalu berdiri dan mengeluh padanya: “Kalau begitu, mereka yang duluan bertindak?”


“Benar, aku disiram pakai kuah, barulah aku membalas ke mereka.”


Shen Qiao: “… bukankah sebelumnya kamu merasa aku…”


“Itu dulu, aku kira kamu yang bertindak duluan, tetapi jika mereka yang bertindak duluan, maka tidak perlu sungkan lagi pada mereka, pukul saja mereka…” Selesai bicara, Xiao Yan menyadari dirinya pada saat itu sungguh sudah terlalu kasar, dia pun segera duduk kembali dan berkata: “Haha aku hanya bercanda saja, aku sangat lembut, dan kamu jangan katakan pada orang lain ya!”


Selanjutnya Xiao Yan dan Shen Qiao lanjut ngobrol, sebelum pergi dia berkata: “Aku merasa kamu ini lumayan asik, bahkan sangat berani sekali, apakah kamu mau menjadi temanku?”


“Ah?”


Teman?


Shen Qiao terdiam sejenak, apakah boleh begitu? Sejak masuk ke dalam perusahaan itu, bahkan jarang sekali ada orang yang menghiraukan dia, karena orang lain merasa dia masuk ke dalam perusahaan itu berkat jalan pintas, jadi semuanya bersikap tidak suka padanya.


Sekarang Xiao Yan tiba-tiba mengatakan ingin berteman dengannya, hal itu seketika membuat Shen Qiao kaget.


“Kamu kenapa diam saja? Apakah kamu tidak suka?” Xiao Yan melototi matanya, dengan perasaan tidak senang melihatnya.


Shen Qiao langsung merespon, menggelengkan kepala untuk menjelaskan padanya: “Bukan, aku hanya merasa sedikit kaget, karena… aku tidak ada teman apapun.”


“Kamu tidak ada teman?” Xiao Yan menyipitkan mata dan melihat kedua matanya itu berkata: “Mungkinkah hanya aku seorang saja?”


“Masih ada satu kok, tetapi selain dia, tidak ada yang lainnya lagi.”


Xiao Yan memukul ringan bagian dadanya sendiri dan berkata: “Baiklah kalau begitu, mulai hari ini aku adalah temanmu, lain kali aku akan lindungi kamu.”


Shen Qiao merasa tergugah dan melihatnya sejenak.

__ADS_1


Tiba-tiba Xiao Yan mendekatinya, lalu dengan misteriusnya bertanya: “Tetapi apakah kamu boleh beritahu aku, bagaimana kamu bisa mendapatkan Ye Shao?”



Keduanya pun menjadi teman, oleh karena itu Shen Qiao selain Han Xueyou, jadinya memiliki satu teman baru lagi.


Meskipun wajahnya Xiao Yan terlihat sangat lucu, tetapi karakternya sungguh sangat polos dan bebas leluasa.


Setelah pulang kerja, Xiao Yan langsung mencari Shen Qiao, membawa dia pergi ke sekitar sana untuk makan sesuatu, lalu secara diam-diam bertanya padanya mengenai hal Ye Moshen.


Shen Qiao sampai tidak berdaya karena terus ditanya olehnya: “Aku dengan Ye Moshen… bukanlah hubungan seperti yang kalian kira, jadi…”


“Ah? Kamu bukan nyonyanya?”


Kata itu membuat Shen Qiao terkejut, Xiao Yan segera menjelaskan padanya: “Ini bukan aku yang katakan, aku dengar dari mereka semua!”


Shen Qiao: “Bukan.”


Dia tidak bersedia untuk jadi istrinya, meskipun setengah tahun kemudian akan pergi, akan tetapi dia masih terikat dengan status sebagai istrinya.


Ke depannya meskipun sudah pisah, dia juga masih merupakan istrinya Ye Moshen!


Berpikir sampai di sana, hatinya Shen Qiao merasa sedikit nyaman.


“Bukan istrinya? Lalu… kamu adalah pacarnya?”


Ucapannya Xiao Yan itu membuat Shen Qiao merubah ekspresinya, “Bukanlah, kamu jangan asal menebak.”


“Baiklah.”


Setelah keduanya pisah, Shen Qiao kembali ke Keluarga Ye, ketika masuk ke dalam, kebetulan bertemu dengan Ye Linhan, setelah keduanya saling menyapa, Shen Qiao pun naik ke atas.


Setelah masuk ke dalam, dia melihat selimut di ranjangnya hilang.


Dia melihat sejenak, selimutnya itu ada di ranjangnya Ye Moshen.


Oleh karena itu Shen Qiao langsung berjalan ke sana, ingin mengambil selimutnya kembali.


“Lepaskan!”


Ye Moshen duduk kursi rodanya berjalan keluar dari dalam kamar mandi, setelah melihat gerakannya itu, dia langsung menolak.


Gerakannya Shen Qiao begitu kuat, sambil melihat ke arah Ye Moshen.


“Jangan sentuh selimutku.”


“Kenapa itu menjadi selimut kamu? Kamu sudah membuang selimutku, ini berikan padaku, apa salahnya?” Shen Qiao berbalik tanya padanya.


Mendengar itu, Ye Moshen tersenyum dingin: “Apakah di rumah ini ada barang milik kamu? Kamu berkedudukan apa di sini, apakah diri sendiri tidak tahu jelas?”


Shen Qiao: “…”


“Apakah kamu ingin seperti itu?” Shen Qiao menarik nafas yang dalam, lalu melotot matanya dengan tajam sambil bertanya.

__ADS_1


__ADS_2