Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 121 Bersedia Berkata Jujur?


__ADS_3

Setelah berjanji dengan Grup Han, Shen Qiao merasa lega.


Dulu terus bilang ingin mentraktir Han Qing makan, tapi selalu tidak ada kesempatan, Xueyou bilang kakaknya sangat sibuk, jadi sepertinya…… emang sangat sibuk, dan hanya memiliki setengah jam, yaitu saat jam makan.


Shen Qiao bisa sambilan menganalisa kebiasaan makan Hanqing, lalu menentukan sebuah restoran.


Saat memesan makanan, Shen Qiao cemberut lagi, uangnya tidak cukup……


Seharusnya pengeluaran dengan tujuan pekerjaan bisa meminta penggantian uang pada perusahaan, tapi dia masih merasa tidak enakan dengan masalah sebelumnya dengan Lu Shi, jadi dia tidak berani meminta penggantian uang pada perusahaan, dan rela membayarnya dengan uang pribadi.


Kali ini tidak ada uang lagi, bagaimana cara dia mentraktir Hanqing makan?


Setelah memikirkan cukup lama, Shen Qiao menelepon adiknya, Shen Yue.


Sejak dia keluar dari rumah keluarga Shen, dia tidak pernah ada hubungan dengan orang rumah lagi. Orang dalam rumah juga tidak pernah ada yang menghubunginya, bahkan tidak ada yang menanyakan bagaimana kehidupannya di sana.


Jadi saat Shen Yue menerima telepon dari Shen Qiao, dia tanpa ragu sedikitpun langsung mematikannya.


Hatinya terasa hampa, jadi dia takut Shen Qiao mencarinya untuk mengambil uang sebelumnya.


Shen Qiao melihat telepon itu dimatikan, sudut bibir meringkuk.


Kamu kira menutup telepon bisa menyelesaikan masalah? Setelah Shen Qiao pulang kerja dia langsung pergi ke sekolah dan menunggunya di depan pintu.


Sebenarnya di jam segini tidak bisa menemukan orang di dalam sekolah, tapi Shen Yue berbeda dengan wanita lain, setelah pulang sekolah dia harus pergi latihan nari, jadi setelah selesai latihan nari adalah saat sekarang.


Shen Qiao dari jauh telah melihat Shen Yue, dia sedang keluar bersama dengan teman latihannya.


“Shen Yue!” Shen Qiao meneriaki namanya.

__ADS_1


Shen Yue terkejut melihat kedatangannya, ekspresi di wajahnya juga sedikit berubah.


“Shen Yue, bukankah itu kakakmu?”


“Kakakmu sudah datang mencarimu, jadi kamu masih ikut berkumpul dengan kami tidak?”


Shen Qiao berdiri dengan santai di samping, Shen Yue sedikit kesal, “Kalian tunggu aku sebentar di toko milktea sekitar ini, aku ngobrol sebentar dengan kakakku baru mencari kalian ya.”


“Baik.”


Setelah temannya itu pergi, Shen Yue berbicara dengannya dengan tidak senang: “Kakak, kamu datang mencariku kenapa tidak bilang lebih awal? Kamu tiba-tiba muncul di gerbang sekolah seperti ini membuatku tidak enak. Teman-temanku sedang menungguku.”


Shen Qiao masih tampak tidak berekspresi, tatapan matanya dingin menatapnya: “Aku justru ingin bertanya dulu padamu, tapi apakah kamu mengangkat telepon?”


Saat berbicara, Shen Qiao mengeluarkan ponsel dan mengayunkannya di depan Shen Yue: “Aku telah meneleponmu beberapa kali, apakah kamu mengangkatnya?”


Tatapan mata Shen Yue sedikit menghindar: “Itu karena aku sedang latihan menari, ponselku sedang mode diam, jadi tidak kedengaran. Kak, bukankah kamu selalu tahu aku ada latihan menari? Kami malah masih meneleponku!”


Shen Yue melototkan mata padanya: “Kembalikan 10ribu yuan? Kak, apakah kamu lupa ingatan? Bukankah ibu sudah pernah mengatakannya, uang itu digunakan olehnya? Jika kamu mau ya minta dengan ibu? Untuk apa kamu memintanya padaku?”


Shen Qiao tertawa dingin: “Uang diambil dengan siapa, kamu yang paling tahu.”


“Yang penting aku tidak mengambilkan, aku juga tidak akan memberikanmu 10 ribu yuan.”


“Oh ya?” Shen Qiao meringkuk sudut bibir: “Sebenarnya kita sebagai kakak beradik, aku tidak ingin mempermasalahkan ini, sejak kecil aku selalu mengalah padamu, kamu ingin apa sejak kapan tidak aku berikan? Tapi kamu malah menggunakan cara mencuri. Sebagai kakak, aku punya kewajiban untuk memberimu pelajaran.”


Selesai mengatakannya, Shen Qiao menarik lengan baju Shen Yue, “Ikuti aku ke kantor polisi, atau kita berhadapan dengan guru, lihat apa saja yang telah kamu pelajari di sekolah.”


Meskipun kekuatannya tidak besar, tapi jika dibandingkan dengan Shen Yue, dia bukanlah tandingannya, apalagi dia memang merasa bersalah. Kali ini dia dengar bahwa dia akan menariknya ke kantor polisi atau menemui guru, wajahnya seketika memucat.

__ADS_1


“Kak, kamu jangan begitu, aku tidak mengambil uangmu, uang puluhan ribumu itu bukan aku yang habiskan.”


“Tidak apa, setelah kita bertemu guru atau polisi saja baru bahas.” Kata Shen Qiao dengan cuek.


Shen Yue: “Kak, kamu paling sayang padaku sejak kecil, kamu selalu mengalah untukku, kamu ampuni aku ya, jika kamu membawaku menemui guru, aku akan sangat malu. Setelah pacarku mengetahuinya juga pasti akan menolakku, kak…… kamu yang terbaik, lepaskan aku kali ini saja.”


“Akhirnya kamu mengatakan yang sebenarnya kan?” Shen Qiao berhenti, “Uang kemana?”


“Sebelumnya di hari ulang tahun aku bilang akan membuat pesta. Ucapan ini sudah keluar, dan teman-teman ternyata sudah datang. Aku demi menjaga harga diri jadi aku menghabiskan uangmu. Kamu tahu, jika aku mencari ayah dan ibu untuk mengambil uang sebanyak ini, mereka pasti tidak akan memberikannya, dan apalagi jika ibu mengetahui pesta menghabiskan uang sebanyak itu aku pasti akan dipukul mati. Tapi kakakku, aku saat itu Cuma asal bicara, tidak disangka datang begitu banyak orang, dan mereka mengundang teman lainnya. Aku juga tidak berdaya. Kakak maafkan aku! Kita ini kakak beradik, kali ini…… aku sungguh tidak sengaja, jika tidak bagaimana mungkin aku rela mengambil uang hasil jerih payahmu!”


Shen Yue hampir menangis, dia memeluk lengan Shen Qiao sambil merengek sedih.


Shen Qiao: “……”


Sepertinya hatinya menjadi lembut.


Bagaimana pun, dia adalah adik kandungnya, kedatangannya kemari juga hanya untuk memberinya pelajaran. Sekarang Shen Yue telah mengaku salah, dan juga menceritakan alur ceritanya. Shen Qiao merasa dirinya tidak bisa marah padanya.


“Kak, kamu tidak marah padaku kan? Maaf, aku sungguh tidak sengaja.”


“Kalau marah lalu bisa apa? Apa jika aku marah aku boleh membunuhmu?” Shen Qiao sungguh emosi, uang itu dia tabung untuk waktu yang sangat lama, namun dihabiskan oleh dia dalam sekejap. Sekarang ingin menggunakan uang darurat pun tidak bisa.


“Aku sungguh minta maaf, aku masih ada 2000 yuan sekarang, aku berikan padamu ya.” Selesai bicara, Shen Yue segera memberikan 2000 yuan itu kepada Shen Qiao: “Ini adalah uang sisanya, aku selalu ingin mengembalikannya padamu, tapi ketika kakak bertanya padaku saat itu, aku sangat takut, jadi aku tidak berani mengakuinya.”


Melihat lembaran kertas merah senilai 2000 yuan itu, hati Shen Qiao menjadi penat, “Semua uang kamu berikan padaku, lalu kamu gimana?”


Shen Yue menghapus air mata di sudut mata, tertawa: “Tidak apa kak, temanku ada kartu makan, aku bisa barengan makan dengannya. Atau tidak, kamu berikan aku 100 yuan untuk beli roti makan. Ini semua salahku, jadi aku pantas menerima hukuman.”


Hubungan kakak beradik ini sudah sangat baik sejak kecil, sudah beberapa tahun pun…… Shen Yue mana rela membiarkannya menderita. Dia telah mengakui kesalahannya, hati Shen Qiao juga ikut mengalah.

__ADS_1


“Sudahlah, masing-masing setengah saja, aku berikan kamu uang 1000 yuan untuk makan. Kakak di sini sungguh tidak ada cara lain, kakak butuh uang darurat. Nanti setelah kakak gajian, kakak bagi sedikit ya.”


Mendengar perkataannya, senyuman di wajah Shen Yue menjadi kaku: “Kakak, setelah menikah ke Keluarga Ye tidak menyenangkan kah?”


__ADS_2