Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 66 Apakah Kamu Cemburu?


__ADS_3

“Takut?” melihat tatapannya yang penuh rasa takut, Ye Moshen pun tertawa, “Keberanian begitu kecil, masih berani menggantikan adikmu menikah masuk ke keluarga Ye?”


Senyumannya jahat dan menawan, walaupun matanya sangat ingin, orang biasa tidak akan bisa merasakan temperaturnya.


Shen Qiao menelan ludah, merasakan napas di bibirnya, dia dengan perlahan menegakkan badannya dan menatapi dia: “Tidak takut.”


Ye Moshen menyipitkan matanya: “Tidak takut?”


“Tidak takut!” Shen Qiao berkata dengan bersikeras: “Xueyou tidak mungkin berencana mendapatkanmu, aku membawa dia datang ke sini hanya untuk bertemu saja, aku tidak memperbolehkanmu untuk memiliki pemikiran aneh kepadanya.”


Kalimat terakhir darinya seperti menyentuh hati Ye Moshen, matanya langsung terhenti: “Tidak memperbolehkan?”


“Iya! Aku tidak memperbolehkan!”


“Wanita, kamu sedang cemburu??” Ye Moshen tiba-tiba tertawa, suara tertawanya menyentuh orang, Shen Qiao hampir merasa telinganya hamil., orang di depan matanya bukan hanya tampan, tapi mahir berciuman, suaranya juga enak di dengar……


Tunggu, dia sedang berbicara omong kosong apa???


“Siapa yang cemburu? Aku hanya tidak memberikan kamu kesempatan untuk melukai Xueyou!”


Setelah mendengar itu, mata Ye Moshen menjadi dingin, tiba-tiba mendorong dia, Shen Qiao tidak mengira itu dan hampir terjatuh ke lantai, dia mengangkat pandangannya dan menatap Ye Moshen dengan marah.


“Kamu begitu percaya kepada temanmu? Sungguh tidak tahu apakah aku harus merasa kasihan dengan kebodohanmu.”


Shen Qiao mengerutkan keningnya, ingin berdebat dengan dia, tapi dia memutar balikkan kursi rodanya dan pergi.


Shen Qiao sangat marah, tapi tidak baik juga mengejar dan mengatakan sesuatu, tapi di dalam hati dia memilik untuk percaya dengan Han Xueyou, mereka berdua kenal begitu lama, hubungan mereka sangat baik.


Lagi pula, bagaimana mungkin Han Xueyou menyukai Ye Moshen? Dia sengaja memancing dirinya.


Shen Qiao mengganti bajunya dengan marah, lalu merapikan dirinya kemudian berbaring di kasur bersiap untuk tidur.


Tidak tahu kapan dia tertidur, Shen Qiao dengan samar-samar seperti mendengar ada orang yang berjalan di dalam kamar, dia merasa berisik, siapa tengah malam?


Shen Qiao membuka matanya dengan perlahan, sebuah tubuh yang tinggi di depan matanya, dia seperti mengenalinya……tapi, hanya ada satu sosok.


Matanya terlalu berat, Shen Qiao dengan tidak sadar mengangkat tangannya untuk mengangkat tangannya menutupi telinganya, lalu menutup matanya dan tertidur lagi.


*


Keesokan harinya, Shen Qiao masih tertidur dan ada pelayan wanita yang datang mengetuk pintu, memberitahukan nona Han datang.

__ADS_1


Shen Qiao yang baru keluar dari selimutnya, mendengar itu masih belum tersadar, dia bertanya: “Nona Han siapa?”


Pelayan wanita itu mengedipkan matanya dan menjelaskan: “Nyonya muda ke dua, teman yang kemarin Anda bawa datang, kita dengar dia bermarga Han.”


Mendengar itu, dia baru tersadar, ternyata Xueyou datang.


“Baiklah.”


Setelah suaranya menghilang, Shen Qiao membalikkan badannya dan pergi, setelah berjalan dua langkah dia merasa ada yang aneh.


Masih pagi begini, Xueyou datang untuk apa?


Tapi dia langsung tersadar, membalikkan badan dan berkata: “Beritahu dia untuk menungguku sebentar, aku akan segera turun.”


“Baiklah nyonya muda kedua.”


Setelah pelayan wanita itu pergi, Shen Qiao dengan cepat langsung kembali ke depan kasurnya, membuka lemari dan mengambil baju yang dia beli dengan uangnya sendiri, saat dia bersiap ingin masuk kamar mandi, saat mengarah ke pintu kamar mandi, dia baru sadar ada Ye Moshen di dalam.


Shen Qiao merasa malu, dirinya tidak bisa langsung meminta dia untuk keluar, juga tidak enak di luar ganti baju, akhirnya dia pun berdiri di sana menunggu.


Ye Moshen menatap dia dan melanjutkan gerakannya.


Shen Qiao menarik napas, berusaha untuk sabar menunggu.


Sudah berlalu beberapa saat, Shen Qiao melihat jam lagi, melihat Ye Moshen lagi dan masih belum selesai mandi.


Setelah beberapa saat, Shen Qiao mengangkat kepalanya melihat jam, akhirnya dia pun tidak tahan dan bertanya: “Itu……kamu kapan selesai? Bisakah……cepat sedikit?”


Xueyou di bawah menunggu dia.


Ye Moshen seperti tidak mendengar dia, lalu lanjut mandi dengan perlahan seperti tidak ada orang yang menunggu.


Shen Qiao menggigit bibir bawahnya, “Ye Moshen……”


“Tidak tahukah aku cacat? Kamu ingin aku seberapa cepat?” Ye Moshen tiba-tiba menjawab seperti itu.


Shen Qiao tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, dia ingin mengatakan memang orang cacat mandi harus lebih dari sepuluh menit? Tapi setelah melihat kedua kakinya yang tidak bisa bergerak, Shen Qiao menelan kembali perkataannya.


Sudahlah, dia untuk apa dia melawan orang cacat.


Tadinya dirinya sendiri juga cacat dan ada sakit mental, sebagai seorang istri, kalau dia menyerah rasa sakitnya lagi, sungguh tidak masuk akal.

__ADS_1


Berpikir begini, Shen Qiao menahan amarahnya dan beratnya: “Kalau begitu kamu masih perlu berapa lama?”


Ye Moshen mencibir: “Mendorong aku?”


Shen Qiao: “Tidak, aku hanya bertanya saja!”


Ye Moshen membalas dengan dingin: “Kamu jangan lupa dengan identitasmu.”


Shen Qiao sangat marah, kelihatannya dia tidak ada kesempatan lagi untuk menggunakan kamar mandi ini, setlah menatapi, Shen Qiao pun membawa bajunya kembali ke samping kasurnya.


Biasanya tidak pernah melihat dia berada di kamar mandi selama itu, kenapa hari ini di dalam begitu lama, dirinya merasa dia sengaja.


Berpikir seperit itu, Shen Qiao pun mengingat apa yang Ye Moshen katakan kepada dia semalam, ekspresinya langsung berubah, tidak ada waktu untuk berpikir, dia langsung ganti baju di samping kasurnya, saat dia melihat pintu kamarnya tertutup dan tidak ada orang masuk, Ye Moshen ingin mandi biarkanlah dia di dalam.


Shen Qiao dengan cepat langsung mengganti bajunya, saat dia membalikkan badan, dia melihat Ye Moshen duduk di kursi rodanya menatapi dia, tidak tahu kapan dia keluar.


Shen Qiao pun menatapi dia: “Kamu kapan keluar?”


Mata Ye Moshen terlihat dingin: “Bukankah kamu yang mendorongku untuk cepat-cepat?”


“……” Shen Qiao tidak bisa berkata-kata, dirinya tidak meminta dia keluar, dirinya tidak meminta dia malah keluar.


Apakah itu kekuatan kedipan amat?


“Kamu melihat semuanya?” Berpikir-pikir, Shen Qiao sangat keberatan dan bertanya seperit itu.


Walaupun barusan hanya sosok dari belakangnya saja, tapi……lagi pula namanya juga telanjang, juga tidak tahu……dia sebenarnya melihat atau tidak.


Berpikir-pikir, wajahnya menjadi panas.


Ye Moshen tersenyum dan menatapi dia: “Kalau melihat kenapa?”


Mendengar itu, Shen Qiao menatapi dia, kemudian menyatukan kedua tangannya.


Kalau melihat kenapa…..


Kenapa dia bisa seenak itu?


“Ye Moshen, kamu sungguh tidak tahu malu!”


“Tidak tahu malu?” Ye Moshen menggerakkan kursi rodanya sampai ke depan dia, mengangkat alisnya, lalu tiba-tiba menahan pinggangnya, Shen Qiao langsung menoleh, akhirnya kakinya menekan ke pahanya, tubuh rampingnya pun mendekati Ye Moshen dengan terbengkok.

__ADS_1


Dia meletakkan tangan besar dan panasnya itu ke pinggangnya dan bertanya, “Apakah kamu mau melihat yang lebih tidak tahu malu lagi?”


Ekspresi Shen Qiao langsung berubah, dia mengangkat tangannya mendorong dia, dia lupa kalau tangannya menahan kakinya, kali ini setelah menarik satu tangannya lagi, tangan yang menahan kakinya pun menjadi lebih lemah, ditambah lagi dengan perlawanannya, jadi tangannya terlepas, kemudian masuk ke antara kedua kakinya……di tengah……


__ADS_2