Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 86 Selamanya Tidak Akan Menyukaimu!!


__ADS_3

Aksi Ye Moshen itu sedikit gila. Ketika dia sudah menenangkan dirinya, dia menyadari ada sesuatu yang salah. Orang yang berada di lengannya itu tampak sangat tenang, yang sangatlah berbeda dengan tingkahnya yang melawan dengan mendorong-dorong dia sebelumnya.


Ketika menundukkan kepalanya, Ye Moshen melihatnya dingin.


Tidak ada kesan kemarahan dan perlawanan seperti yang dia bayangkan, melainkan, tatapannya terlihat sangat tenang, seperti sebuah danau yang tak berombak.


Apa yang terjadi?


Dia sangat kasar dengannya sebelumnya, mengapa tiba-tiba dia tidak bereaksi sama sekali?


Sesaat kemudian, Shen Qiao berkedip dan menatapnya: “Ye Moshen, apa kamu cemburu?”


Ye Moshen: “….”


Shen Qiao lanjut mengedipkan matanya, menatap matanya dengan dalam, seakan-akan mencoba untuk mencari emosi tersembunyi di bawah matanya.


“Benar bukan?” Melihat dia tidak menjawabnya, Shen Qiao tak tahan untuk bertanya lagi.


Ye Moshen: “….” Urat nadi di dahi kepalanya muncul, dia tampak sangat kesal. Untuk pertama kalinya, seorang wanita menyinggungnya hingga murka. Setelah melakukan serangkaian hal, dia dengan santainya menanyakan bila dia cemburu?


Melihat dia masih tidak menjawab, Shen Qiao melihat ke bawah ke arah setelah berwarna biru yang rusak itu dan dengan suara yang lembut mengatakan: “Kalau tidak cemburu, apa yang kamu lakukan pada itu?”


Sekaran Shen Qiao dengan hanya seluruh pakaian yang dekat dengan tubuhnya itu berpegangan erat di pakaian Ye Moshen.


Ye Moshen menatapnya untuk waktu yang lama, kemudian mencibirnya dengan sarkastik: “Istri kedua, siapa yang membuatmu mengandai-andai bila aku cemburu hingga merobek pakaian ini?”


Tatapan Shen Qiao tampak dingin: “Kalau tidak cemburu, kalau begitu mengapa kamu sangat kesal?”


Kedua matanya itu tampak lebih jernih daripada air, seperti melihat langsung ke dalam hatinya. Perasaan yang berkelana dan rasa penasarannya muncul di matanya dengan adanya harapan yang samar-samar.


Sangat menantikannya?


Wanita ini….


“Apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu tidak mungkin mengira bila aku bisa menyukai wanita seperti kamu ini?”


Shen Qiao berhenti sebentar.


“Sebuah barang bekas, ditinggal oleh suaminya sendiri, wanita yang sedang hamil dan masih berhubungan **** di mana-mana, menurutmu aku, Ye Moshen ini bisa tertarik padamu?”


Wajah Shen Qiao berubah menjadi putih pucat, dia menggigit bibirnya sendiri lalu menjelaskan: “Aku ini bukan wanita penggoda. Kakak, aku hanya tidak tidak sengaja menyentuhnya. Di saat itu aku tidak sadarkan diri, jadi….”

__ADS_1


“Jadi kamu sedang menjelaskan padaku bagaimana cara kamu tampil di depan kakak? Shen Qiao, apa kamu sedang berpura-pura untuk dikasihani denganku? Ini tidak akan berguna untukmu.”


Ye Moshen mencubit dagunya sambil menunjukkan senyumannya yang buruk itu: “Jika kamu bermaksud untuk membuatku merasa puas dengan tubuhmu, mungkin aku bisa mempertimbangkan apabila aku percaya dengan kata-katamu barusan atau tidak.”


Dia kesal dengannya, dan Shen Qiao merasa bila dia bisa sangat acuh seperti ini.


Akan tetapi, ketika Ye Moshen berbicara dengan cara yang kasar dan juga suara yang sedikit santai itu, Shen Qiao merasa bila dia sengaja mempermalukan dirinya.


Dan hinaan inilah yang tidak bisa diterima oleh Shen Qiao!


Dia menggigit bibirnya kesal dan menatapnya dengan penuh kebencian di matanya.


“Jangan harap!”


Tangan yang mencubit dagunya itu menjadi semakin terasa berat, senyuman buruk Ye Moshen pun juga melebar: “Apa? Barusan sepertinya sangat menantikannya. Istri kedua, kamu menyukaiku, bukan?”


Apa? Tatapan Shen Qiao sedikit kebingungan ketika dia mendengar kata-kata ini.


Bagaimana mungkin dia menyukai Ye Moshen, yang jahat dan berlebihan ini? Kalau pikirannya tergoda barulah dia bisa menyukai orang yang ada di hadapannya ini.


“Hatimu sendiri yang merasa, tapi kamu mau menyalahkan aku, dengan bertanya apa aku menyukai kamu?”


Dan juga sepertinya Ye Moshen tidak menyadarinya.


Shen Qiao menundukkan kepalanya saat dia bertanya, dan terasa rasa sakit yang tajam pada matanya yang jernih itu!


Bagaimana bisa dia sangat bodoh hingga bertanya pada Ye Moshen pertanyaan semacam itu? Apa dia ini sangat bodoh? Karena itu dia bisa bertanya apakah dia suka menerima kecemburuannya itu. Dipikirkan bagaimanapun juga sudah tahu ini tidak mungkin.


Meskipun dia kemarin pergi ke kediamannya dengan Ye Moshen, dia tidak tahu apa yang terjadi, namun dengan bergantung dengan intuisi wanitanya, Shen Qiao bisa merasakan bila dia mencari seseorang, dan juga merupakan seseorang yang sangat penting.


Sejak kapan ada urusan untuk dia, Shen Qiao ini?


Dengan ini di dalam pikirannya, Shen Qiao menggigit bibirnya, lalu mengangkat kepalanya lagi dengan amarah di dalam matanya.


“Aku tidak akan menyukaimu!”


Kalimat ini diucapkan kata demi kata, Shen Qiao menatap ke matanya yang gelap itu, lalu menambahkan kalimatnya: “Kamu memang benar, aku memang sudah menikah dua kali dan ditinggal oleh mantan suamiku saat masih hamil. Tidak seorangpun yang akan menyukaiku. Tapi aku juga ingin memberitahumu satu hal, kamu juga tidak perlu sentimental. Apa menurutmu aku menikah denganmu berarti akan menyukaimu? Orang-orang seperti kamu itu yang mudah terbakar dan meledak, pemarah, bersikap buruk, dan juga merendahkan wanita, akan selalu menginjak-injak harga diri orang lain dan tidak tahu apa itu rasa hormat. Jika kamu seperti ini, mengapa kamu merasa aku akan menyukaimu???”


Bicara sampai akhir itu, Shen Qiao hampir berteriak!


Wajah Ye Moshen yang awalnya tampak kesal, setelah mendengarkan gertakkan dari Shen Qiao terhadapnya ini menjadi sepenuhnya muram. Dia mencengkram rahangnya dengan ganas dan cukup kuat untuk menghancurkan tulangnya.

__ADS_1


“Coba kamu katakan lagi kata-katamu barusan?”


Shen Qiao mengangkat dagunya dan melihatnya keras kepala.


“Katakan sekali lagi ya katakan sekali lagi. Kalau kamu mau mendengarnya, aku bisa mengatakannya sepuluh kali lagi. Aku bilang, kamu itu pemarah dan sifatmu itu buruk. Aku tidak akan pernah menyukaimu, huh….”


Sebelum suaranya keluar, ciuman Ye Moshen yang seperti badai itu melandanya, menggigit bibirnya, seperti menyerang sebuah kota dan berusaha menguasai tanahnya. Tangannya yang panas meraba-raba punggungnya, telapak tangannya yang tebal seperti sengatan lisrik yang membuat tubuh Shen Qiao gemetar.


Shen Qiao merasa dirinya seperti sebuah kapal kecil yang berlayar di lautan. Ketika ombak datang dia terlempar ke kiri dan ke kanan karena tidak bisa menemukan titik keseimbangannya.


Meskipun ombaknya berbahaya, namun perahunya itu hanya bisa bergantung padanya untuk terus perlahan melaju ke depan.


Awalnya Shen Qiao berusaha melawan, kemudian seluruh tubuhnya menyerah ke dalamnya. Ketika dia baru memejamkan matanya, Ye Moshen tiba-tiba menarik mantel jas di sampingnya dan meletakkannya di atas kepalanya.


Sebelum dia sempat bereaksi, pandangannya menjadi gelap, kemudian bagian belakang kepalanya ditahan lalu Ye Moshen menekan di depan dadanya.


Di saat yang bersamaan, Ye Moshen teriak: “Keluar!”


Kata-kata ini amat sangat kuat, menggoyangkan dada Ye Moshen dan mengantarnya hingga ke telinga Shen Qiao.


“Ma, maafkan aku!”


Terdengar suara yang gemetaran meminta maaf, lalu wajah Shen Qiao menjadi putih pucat. Suara langkah kaki yang tidak beraturan perlahan menghilang dari sana.


Barusan dia kebingungan, apakah ini semua dilihat oleh orang-orang itu?


Ekspresi wajah Shen Qiao menjadi pucat, dan tubuh kecilnya itu menggigil di dalam lengan Ye Moshen.


Ye Moshen merasakannya, lalu wajahnya cemberut dan menarik jasnya, melihat ke arah kepala kecil yang berbaring di dadanya.


Sesaat kemudian, dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Xiao Su.


“Antarkan jasku.”


Wajah Shen Qiao menjadi semakin memerah. Dia meminta orang lain untuk mengantarkan pakaiannya untuk dia, bila saatnya tiba nanti….


Meskipun sekarang ini Shen Qiao mengeluh mengenai Ye Moshen, namun dia sedang berbaring di dalam pelukan lengannya dan tidak berani bergerak sedikitpun. Bagaimanapun juga, dia hanya mengenakan pakaian ketatnya. Jika dia bangkit dari sana, dia akan sepenuhnya terlihat jelas.


Lima belas menit kemudian, Xiao Su datang mengantarkan pakaian untuknya.


“Letakkan di depan pintu, lalu tutup lagi pintunya.”

__ADS_1


__ADS_2