Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 152 Jabatanmu Diturunkan Oleh Tuan Muda Ye


__ADS_3

Kamar dalam keadaan kosong. Sama sekali tidak terlihat keberadaan Ye Moshen.


Shen Qiao tidak putus asa, dia mencoba mencarinya ke ruang kerja.


Di ruang kerja pun Shen Qiao tidak mendapati keberadaan Ye Moshen. Shen Qiao tidak tahu kemana perginya Ye Moshen. Mungkin karena merasa bersalah, Shen Qiao merasa sepertinya Ye Moshen sedang menarik diri dari dunianya.


Atau mungkin, Shen Qiao sama sekali tidak pernah bisa masuk ke dalam dunianya.


Kemudian, Shen Qiao mandi dan bersiap-siap menuju ke kantor.


Saat berjalan di lantai bawah, Shen Qiao bertemu dengan Tuan Besar yang hendak beranjak keluar rumah.


Shen Qiao cukup lama tidak bertemu dengannya. Sepertinya Tuan Besar akhir-akhir ini sangat sibuk.


Mendapati Shen Qiao, Tuan Besar langsung bertanya:”Shen Yue, urusan yang Kakek minta kau lakukan, bagaimana perkembangannya?”


Hati Shen Qiao terasa kacau. Tadinya, Shen Qiao sama sekali tidak mengingat masalah apa yang dimaksud Kakek. Setelah beberapa saat, barulah Shen Qiao menyadari masalah yang dimaksud berkaitan Ye Linhan dan Han Xueyou.


Berpikir tentang hal itu, Shen Qiao langsung menjelaskan:”Tuan Besar, aku sudah mengungkit hal ini dengan Xueyou. Tapi… Sepertinya dia sudah punya kekasih. Karena itu….”


Mendengar semua itu, Tuan Besar Ye langsung mengucilkan matanya seolah sedang memikirkan benar atau tidaknya ucapan Shen Qiao. Kepala Shen Qiao terasa kaku ketika ditatap Tuan Besar Ye dengan tatapan yang tegas. Dengan tanpa sadar, Shen Qiao menundukkan kepala sambil menggigit bibirnya.


“Kakek.”


Terdengar suara yang lembut dari arah belakang. Itu adalah suara Ye Linhan.


“Bukankah Kakek sudah berjanji dengan Kakek Zhong untuk olahraga taichi? Nanti Kakek Zhong pasti akan menertawakan Kakek karena terlambat.”


Tuan Besar Ye mantap Ye Linhan dengan tatapan yang mendalam. Setelah menarik kembali pandangannya:”Baiklah. Shen Yue, Kakek akan mencarimu lain kali.”


“Tuan Besar hati-hati di jalan.”


Setelah Tuan Besar beranjak pergi, barulah Shen Qiao mendapati punggungnya dipenuhi keringat dingin karena tatapan Tuan Besar tadi.


Apa boleh buat. Tatapannya sungguh keras. Berhadapan dengannya, Shen Qiao selalu takut identitasnya tidak bisa ditutupi.


Ye Linhan bergerak menghampiri,”Tidak apa-apa?”


Ye Linhan….


Shen Qiao masih belum bisa berhadapan dengannya. Mendengar suaranya, Shen Qiao langsung menundukkan kepala dan beranjak pergi.


“Adik!” Mendapati Shen Qiao langsung beranjak pergi tanpa mengucapkan salam apapun, Ye Linhan berteriak untuk menghentikan langkah kaki Shen Qiao.


Shen Qiao menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Dengan nada suara yang tidak berdaya, Ye Linhan berkata:”Kau sedang menghindariku?”


Shen Qiao:”…..”


Shen Qiao tidak tahu bagaimana harus berhadapannya dengannya. Masalah ini… Terlalu rumit.


Saat ini, dia merasa dijebak oleh Tuhan. Mungkin dirinya memang ditakdirkan untuk menjadi korban.


Terpikir akan semua itu, Shen Qiao hanya berkata tidak sambil memejamkan mata dan kemudian beranjak meninggalkan tempat itu.


Siapa sangka Ye Linhan bergerak dan menghalangi jalannya.


“Jika tidak menghindariku, mengapa kau bahkan tidak berani mengangkat kepalamu untuk menatapku?”


Di dalam hati, Shen Qiao bergumam:”Aku mohon kau cepat pergi. Aku sungguh tidak tahu bagaimana harus berhadapan denganmu!


Ye Linhan yang biasanya bersikap lembut, kali ini tidak menyerah begitu saja:”Apakah aku melakukan kesalahan sehingga membuatmu marah padaku? Atau….”


“Tidak!” Shen Qiao memotong pembicaraannya:”Kakak jangan banyak pikiran. Semua itu masalahku sendiri! Aku harus segera ke kantor. Mohon pamit dulu.”


Selesai bicara, Shen Qiao langsung berjalan melewatinya.


Ye Linhan menatap tubuh Shen Qiao yang bergerak dengan sangat cepat.


Dia sungguh menganggap dirinya seperti binatang buas.


Tapi, mengapa dia menghindari dirinya? Apa yang dimaksud masalahnya sendiri?


Saat tiba di kantor, Shen Qiao sudah terlambat. Belum sempat dia memikirkan semua itu, Shen Qiao langsung menghampiri ruang kerja Ye Moshen.


Saat hendak masuk, dia dihalangi oleh Xiao Su.


“Asisten Shen, kau tidak boleh masuk.”


Dengan raut wajah yang pucat:”Ada yang ingin aku bicarakan dengan Ye Moshen.”


Xiao Su:”Tuan Muda Ye berpesan, anda tidak boleh bebas keluar masuk ruang kerjanya lagi. Jangan menyulitkanku.”


Shen Qiao:”…”


Siapa sangka, perkataan tanpa disengaja itu mendatangkan amarah yang begitu besar.


“Selain itu, mulai hari ini kau bukan asisten Tuan Muda Ye lagi.”


“Apa?” Shen Qiao membelalakkan mata karena dipenuhi rasa tidak percaya:”Apa maksud perkataan ini?”

__ADS_1


Walaupun kejam, tetapi Xiao Su hanya bisa berkata jujur:”Jabatanmu diturunkan oleh Tuan Muda Ye.”


Turun jabatan….


Tanpa bisa tertahan, Shen Qiao menelan air ludahnya. Kemudian, Shen Qiao bertanya dengan tidak berdaya:”Kelak, apa yang aku harus lakukan?”


“Petugas kebersihan.”


Petugas kebersihan? Raut wajah Shen Qiao menjadi pucat seketika.


Turun jabatan? Ini sama saja dengan mengusirnya keluar dari Grup Ye. Seorang asisten mendadak disuruh menjadi petugas kebersihan. Bagaimana orang-orang kantor akan memandangnya?


“Atau, kau boleh memilih posisi karyawan yang paling rendah. Tapi di situ sangat rumit.”


Dan hal itu berarti, tidak terlalu banyak petugas kebersihan. Hanya saja, pekerjaannya sangat melelahkan.


Posisi karyawan biasa memang tidak terlalu melelahkan, tetapi kondisinya sangat rumit. Dia diturunkan jabatan, pastinya nanti akan dirundung.


Shen Qiao menundukkan kepala sambil tersenyum sinis:”Mengapa dia tidak langsung memecatku?”


Xiao Su berkata dengan raut wajah serius:”Tuan Muda Ye memang ingin langsung memecat anda. Tetapi, Nona Shen jangan lupa, anda masih berhutang pada perusahaan. Anda harus bekerja hingga masa waktunya penuh.”


Shen Qiao:” Dia sungguh perhitungan. Aku mengerti.”


Memberi penjelasan padanya sekarang, dia pasti tidak akan mendengarnya.


Ini kali pertama Shen Qiao merasa Ye Moshen benar-benar marah pada dirinya. Dulu walau bagaimanapun, dia tidak akan melakukan semua ini. Kini, dia bahkan langsung menurunkan jabatannya.


Hal ini jelas menunjukkan dia ingin mengumumkan pada semua orang di kantor bahwa dulunya jika ada gosip mengenai hubungan mereka, kini semua itu sudah lenyap.


Tidak ada orang di balik Shen Qiao. Semua orang boleh merundunginya.


“Nona Shen….” Ketika mendapatinya berbalik, Xiao Su tidak bisa menahan diri untuk memanggilnya:”Kali ini, perkataanmu sungguh menyakitkan. Tuan Muda Ye… Paling tidak suka orang lain mengatakan hal itu.”


“Aku tahu.” Shen Qiao menganggukkan kepala:”Aku tidak sengaja. Dia tidak mendengar penjelasanku. Tapi sekarang sepertinya semua itu tidak ada gunanya. Aku akan pergi bekerja. Aku akan bereskan barang-barangku dulu.


Selesai bicara, Shen Qiao langsung merapikan barang-barang di meja kerjanya.


Xiao Su menghela nafas. Padahal, mereka adalah pasangan suami-istri. Mengapa jadi seperti ini? Hubungan antara pria dan wanita memang sulit dimengerti…


Xiao Su tidak bisa memahami semua itu.


Saat makan siang, Shen Qiao menyampaikan berita tentang turun jabatan pada Xiao Yan. Xiao Yan hampir menjadi gusar.


“Mana mungkin? Bukankah Tuan Muda Ye sangat perhatian padamu? Mengapa mendadak menurunkan jabatan? Aku tidak percaya! Kau sedang bercanda, bukan?”

__ADS_1


Shen Qiao tersenyum pahit. Sambil memainkan butiran nasi di mangkoknya:”Aku terlihat sedang bercanda?”


__ADS_2