Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 98 Orang Lain


__ADS_3

Bayangan yang hitam, seperti banyaknya kumpulan awan menutupi dirinya.


Membuat orang merasa sesak nafas, seperti tercekik rasanya dan dekat dengan kematian.


Akan tetapi, Ye Moshan dengan mudahnya menyelesaikan gejala-gejalanya hari ini.


“Itu, maafkan aku….” Shen Qiao hanya bisa meminta maaf dengan suara yang kecil, “Sepertinya aku hanya akan membuat masalah saja jika terus seperti ini, bagaimana jika….”


“Kenapa? Sudah datang sampai di sini masih mau mundur? Sekarang hanya datang sebagai pendamping wanita saja. Di kedepannya nanti akan ada lebih banyak penampilan lagi sebagai Nyonya Ye di pesta yang lebih besar lagi, apa kamu juga mau mundur dari lapangan?”


Apa? Shen Qiao sedikit tercengang oleh ucapannya itu. Cukup lama dia masih belum sadar kembali.


Apa yang dimaksudnya muncul sebagai Nyonya Ye di kedepannya nanti? Bukannya mereka…. Akan bercerai nanti?


Saat Shen Qiao sedang tercengang bodoh, Ye Moshen baru menyadari apa yang dia ucapkan. Dia sedikit cemberut, menatapnya dari samping.


Tentu saja, wanita ini kebingungan lagi.


Apa dia sedang memikirkan ucapan dia barusan?


Tak bisa dijelaskan, Ye Moshen merasa gelisah dari dalam hatinya: “Apa kamu mendengarkan ucapanku?”


Mendengar itu, Shen Qiao kembali sadar pikirannya, lalu menganggukkan kepalanya kebingungan: “Aku tahu.”


Ekspresi di wajahnya itu sedikit tampak bodoh namun lucu, matanya tampak kebingungan, tapi tampak segaris dengan gaun biru muda keabuannya itu. Lalu sambil mendorong Ye Moshen dari belakangnya, udara yang terasa lembut dari tubuhnya seperti menyatu dengan aura Ye Moshen yang tampak acuh dan kuat itu.


Sepanjang jalan itu sangat mulus, tapi orang-orang bukannya tidak mau dekat dengan Ye Moshen, hanya saja Ye Moshen tidak mudah untuk didekati.


Baru pada akhirnya Tuan Zhou, si pembawa acara itu keluar untuk menyambutnya dengan mengajak bersulang.


“Tuan Ye bersedia untuk hadir, ini merupakan sebuah kebahagiaan bagiku, Zhou ini.”


Ye Moshen saling bertatapan mata dengannya, lalu mengatakan dengan datar: “Terakhir kali ketika berada di kantor saat sedang membahas mengenai kerja sama, aku ada sedikit urusan, jadi tidak bisa menyambut Tuan Zhou dengan baik. Karena itu hari ini aku datang untuk meminta maaf.”


Minta maaf? Apakah Tuan Ye dari Grup Tang Tang Ye mau meminta maaf kepada orang lain?


Tidak ada yang bisa mempercayainya, tapi Ye Moshen mengucapkannya dengan sangat indah, yang mana cukup untuk menunjukkan wajahnya untuk Tuan Zhou.


Tuan Zhou merupakan seseorang yang tenang dan penuh percaya diri. Dia mengangkat gelasnya untuk Ye Moshen: “Terima kasih banyak.”


Setelah itu, pandangannya tertuju pada Shen Qiao yang berada di belakang Ye Moshen.


Di hadapan tatapan Tuan Zhou, Shen Qiao tiba-tiba menjadi gugup.

__ADS_1


Pandangan Tuan Zhou tertuju pada wajahnya dan langsung meninggalkannya, kemudian melihat lagi ke arah Ye Moshen: “Tuan Ye?”


Ye Moshen mengerti maksudnya, lalu meminta Shen Qiao untuk maju dan memberitahunya.


“Aku mau naik ke atas untuk berbicara dengan Tuan Zhou.”


Mendengar ini, Shen Qiao menarik nafasnya dan bertanya: “Membicarakan urusan? Apa aku perlu pergi menemanimu?”


“Kamu tunggu di sini.”


Ekspresi Shen Qiao menjadi pucat lalu mengatakan: “Aku, aku tunggu di sini?”


“Tunggu aku lima belas menit.”


“Baik, baiklah kalau begitu.” Dia tidak bisa melawannya, hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Kemudian Xiao Su dan Ye Moshen menghilang dari sana. Sebelum dia pergi, Ye Moshen memberitahunya untuk tidak pergi ke mana-mana, jadi dia hanya bisa berada tetap di tempatnya dan menunggunya kembali.


Melihat sosok Ye Moshen yang menghilang dari hadapannya, hati Shen Qiao merasa sedikit gelisah.


Di pesta sebelumnya, dia ditemani oleh asistennya, setelah masuk dia ditinggal sendirian saja.


Kali ini, dia hadir sebagai pasangan wanita, tapi masih juga ditinggal sendirian.


Akhirnya, ada seseorang yang tidak tahan lagi untuk bertanya.


“Tuan Ye biasanya tidak membawa seorang wanita untuk menghadiri acara. Kenapa tiba-tiba hari ini bisa berubah?”


“Kabarnya Tuan Ye belum lama ini menikah. Apa mungkin ini….”


“Bukan!” Suara seorang wanita yang terdengar jelas memotong pertanyaan orang lainnya. Tanpa disadarinya, Shen Qiao mengepalkan tangannya erat dan berpura-pura melihat pihak lainnya dengan tenang, “Halo semuanya, aku asisten baru Tuan Ye. Nama margaku Shen.”


“Shen? Kalau tidak salah dengar, nama pasangan dari pernikahan Tuan Ye itu adalah Shen Yue….”


Ekspresi wajah Shen Qiao menjadi pucat: “Benarkah? Kalau begitu sepertinya ini merupakan keberuntunganku, tidak disangka memiliki nama marga yang sama dengan Nyonya Ye.”


Dia sama sekali tidak lupa kata-kata yang diucapkan oleh Ye Moshen untuknya.


Tidak boleh membiarkan orang lain tahu bila dia adalah istri Ye Moshen, karena dia merasa hanya akan mempermalukan dirinya saja.


“Tidak benar bukan? Nama istri barunya itu Shen, dan nama asistennya juga Shen. Apa kalian benar-benar bukan orang yang sama?”


Shen Qiaa berusaha untuk tetap menunjukkan senyuman di wajahnya, “Terima kasih atas keramahannya, tapi kita sungguh bukanlah orang yang sama.”

__ADS_1


“Oh, kalau begitu benar-benar asisten saja.”


“Pertama kali melihat Tuan Ye mempunyai asisten wanita. Tidak disangka ternyata bukan istri barunya.”


Shen Qiao mulai menjadi gugup lagi. Dia menggigit bibirnya dan perlahan berputar dari pandangannya. Dia bersembunyi sendiri di sudut ruangan.


Setelah Shen Qiao menemukan tempat yang sunyi untuk duduk, mata-mata yang tertuju padanya perlahan lenyap. Setelah duduk cukup lama, suasana hatinya kembali tenang, dan pandangannya pun perlahan menjadi jernih lagi.


Ketika dia melihat gelas berisikan anggur merah di meja, dia mengambilnya ingin meminumnya. Tapi ketika dia teringat bila dia sedang hamil, dia meletakkannya lagi.


Ketika dia baru meletakkan gelasnya, suara seorang pria terdengar dari atas kepalanya.


“Asisten Shen, bolehkan aku menari denganmu?”


Munculnya suara laki-laki yang tiba-tiba itu membuat Shen Qiao terkejut, lalu melihat ke atas ke arah seorang pria sambil terheran-heran. Pria itu mengenakan setelan jas dan terlihat sangat bersih, sedang melihatnya dengan menunjukkan senyuman kecilnya.


Shen Qiao cepat-cepat menggelengkan kepalanya: “Terima kasih, tapi aku tidak bisa menari.”


“Tidak apa-apa, aku bisa mengajarimu.”


Shen Qiao memejamkan matanya dan mengatakan: “Maaf, tapi aku sungguh tidak bisa.”


Pria itu sepertinya merasa sedikit kecewa, tapi masih tetap tersenyum: “Kalau begitu tidak apa-apa. Tidak menari juga tidak apa-apa. Bolehkah aku menemani Asisten Shen minum satu gelas?”


Minum satu gelas? Shen Qiao menatapnya lagi, dan meliht bila senyumannya terlihat bersih dan tidak ada jejak kebencian. Akan tetapi, maksudnya ke dirinya itu sangat jelas. Shen Qiao memikirkannya lalu masih dengan cepat menolaknya.


“Aku tidak bisa minum alkohol.”


Pria itu: “…. Kalau begitu, aku tidak akan memaksa lagi.”


“Ck ck, tidak disangka asisten ini sangat sombong. Zhang Yufan, apa kamu menyusut ketakutan?”


Ketiak pria itu baru mau pergi, suara pria yang tidak asing itu tiba-tiba terdengar, dengan suara yang terdengar dingin dan penuh sindiran.


Mendengar suara itu, mata Shen Qiao terbuka lebar tanpa disadarinya, dan melihat ke arah datangnya suara itu.


Lu Xunchang yang sudah lama tidak terlihat muncul di depan Shen Qiao. Dia diikuti oleh dua hingga tiga pria berbadan besar, tampak seperti bawahannya. Cara dia berjalan sedikit tidak wajar, ketika bertemu dengannya pertama kali dibandingkan dengannya yang sudah tidur dengan berbagai macam selebritas, sekarang ini Lu Xunchang terlihat seperti seorang gelandangan.


Melihatnya, Shen Qiao langsung bangkit berdiri.


“Kenapa? Merasa begitu takut ketika melihatku?” Lu Xunchang melihat Shen Qiao sambil menunjukkan senyumannya yang mengerikan, sambil mengatakan kepada Zhang Yufan: “Zhang Yufan, menurutku sebagai seorang pria kamu ini terlalu penakut bukan? Bahkan seorang asisten saja juga berani mengguncangkan wajahmu Tuan Zhang, wanita yang tidak tahu malu seperti ini, bagaimanapun juga jangan biarkan dia begitu saja.”


Zhang Yufan ini merupakan seseorang yang berpendidikan, mendengar kata-kata kasar itu dia hanya bisa mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Presiden Lu, kata-kata anda ini…. sedikit keterlaluan. Aku, Zhang Yufan ini, tidak pernah menyulitkan orag lain, meskipun hanya asisten, harus saling sama-sama menghormati.”


__ADS_2